Anda di halaman 1dari 27

KASUS TB PARU

OLEH : DR. SRI AYU WANDARY


TUBERKULOSIS (TB)
Merupakan salah satu penyakit menular yang
masih tinggi prevalensinya di dunia. Laporan
WHO (World Health Organization) menyebutkan
bahwa pada tahun 2002 tercatat ada 8,8 juta kasus
TB baru dimana 3,9 juta adalah kasus dengan BTA
positif. Diperkirakan sepertiga penduduk dunia
telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis.
Sebagian besar kasus dan angka kematian
tertinggi didapatkan di negara yang sedang
berkembang dengan jumlah kasus terbanyak
ditemukan di Asia Tenggara, yaitu 33% dari
seluruh kasus TB di dunia, dengan penduduk usia
produktif (20-49 tahun) sebagai korban terbanyak.
ETIOLOGI

TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis


yang merupakan batang aerobic tahan asam yang
tumbuh lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar
UV.
PATOFISIOLOGI
KLASIFIKASI TUBERKULOSIS
KLASIFIKASI TUBERKULOSIS
Gejala klinis

Gejala
Gejala
respiratorik
sistemik

Gejala
tuberkulosis
ekstraparu
KELAINAN PARU
SKEMA ALUR DIAGNOSIS TB PARU
PENGOBATAN
TUBERKULOSIS
PENGOBATAN TUBERKULOSIS TERBAGI
MENJADI 2 FASE YAITU FASE INTENSIF (2-3
BULAN) DAN FASE LANJUTAN 4 ATAU 7
BULAN.
FIXED DOSE COMBINATION (FDC)

Keuntungan
Mudah pemberiannya

Mudah untuk penderita

Mudah menyesuaikan dosis obat

Mudah pengelolaan obat

Murah (dibanding dg kombipak)

Pemakaian FDC tidak untuk menggantikan


tatalaksana pengobatan standar dan
pengawasan minum obat
JENIS FDC DI INDONESIA

TABLET 4 FDC
Mengandung 4 macam obat
75 mg INH
150 mg Rifampisin
400 mg Pirazinamid
275 mg Ethambutol
Untuk TAHAP INTENSIF & SISIPAN

TABLET 2 FDC
Mengandung 2 macam obat:
150 mg INH
150 mg Rifampisin
Untuk TAHAP LANJUTAN
JENIS FDC DI INDONESIA (2)
Pelengkap Paduan Kategori-2
Tablet Ethambutol @ 400 mg
Streptomisin injeksi, vial @ 750 mg
Aquabidest

Untuk sementara, di Indonesia belum


tersedia
Tablet 3 FDC
Tablet FDC anak
DOSIS PENGOBATAN
KATEGORI 1 (2HRZE/4H3R3)
BERAT TAHAP INTENSIF TAHAP LANJUTAN
BADAN Tiap hari selama 2 3 kali seminggu
bulan (8 minggu) selama 4 bulan
(16 minggu)
30 37 kg 2 tablet 4 FDC 2 tablet 2 FDC

38 54 kg 3 tablet 4 FDC 3 tablet 2 FDC

55 70 kg 4 tablet 4 FDC 4 tablet 2 FDC

> 70 kg 5 tablet 4 FDC 5 tablet 2 FDC


DOSIS PENGOBATAN
KATEGORI 2 (2HRZES/HRZE/5H3R3E3)
BERAT TAHAP INTENSIF TAHAP
BA LANJUTAN
Selama 3 bulan
DAN 3 kali seminggu
Setiap hari Setiap hari
selama 2bln selama 1bln selama 5bln
(8minggu) (4minggu) (20minggu)
30 37 2 tab 4FDC + 2 tab 4FDC 2 tab 2FDC + 2
kg 500mg strept inj tab Ethambutol
38 54 3 tab 4FDC + 3 tab 4FDC 3 tab 2FDC + 3
kg 750mg strept inj tab Ethambutol
55 70 4 tab 4FDC + 1g 4 tab 4FDC 4 tab 2FDC + 4
kg strept inj * tab Ethambutol
> 70 kg 5 tab 4FDC + 1g 5 tab 4FDC 5 tab 2FDC + 5
strept inj* tab Ethambutol
* 750 utk penderita umur > 60 tahun
PEMAKAIAN STREPTOMISIN DALAM FDC

1 vial Streptomisin (3 ml)


mengandung 750 mg
dianggap 3 dosis @ 250 mg
pada kelompok BB 38 54
kg (~3tab 4FDC)
Kelompok dgn BB lainnya dosis
disesuaikan
Dosis maksimal : 1000 mg
Penderita >60 thn : 750 mg
KASUS
STATUS PASIEN

NAMA : NY.J
USIA : 35 TAHUN
JENIS KELAMIN : WANITA
ALAMAT : SEBRATA
TANGGAL MASUK : 22- 02 -2015
ANAMNESA

Keluhan Utama : Batuk berdahak dan


berdarah

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke IGD


RSUDTaluk Kuantan
dengan keluhan Batuk
berdahak dan berdarah yang
di alami sudah 1 bulan ini
Juga sering merasa sesak,
nafsu makan menurun, BB
semakin lama semakin
menurun, keringat malam,
dan demam.
PEMERIKSAAN FISIK
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 90 x/menit
Pernafasan : 30 x/menit
Suhu : 39 0 C
BB : 40 Kg
Pupil : Isokor
Reflek cahaya : +/+
Kepala : Simetris
Mata : Konjungtiva anemis(-), ikterik (-)
Hidung : Septum nasi tidak deviasi, sekret (-)
Mulut : Bibir sianosis (-), lidah kotor(-)
Telinga : Nyeri tekan tragus(-), sekret(-)
Leher : Trakea tidak deviasi(-), pembesaran TVJ(-)
Thorak : Inspeksi : simetris
Palpasi : stemfremitus +/+
Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikuler +/+
Abdomen : Inspeksi : soepel
Auskultasi : bising usus (N)
Palpasi : nyeri tekan(-),nyeri lepas(-)
Perkusi : bedah
Ektremitas : Dalam batas normal
PEMERIKSAAN LABORATURIUM DAN RADIOLOGI
LAB tanggal 23-02-2015
Hb : 8,7 gr/dl
Leukosit : 13.400/mm3
LED/ESR : 5 mm/jam
Eritrosit : 3.640.000/mm3
Trombosit : 422.000/mm3
Ht : 26,8%
Mcv : 73,6 fl
Mch : 23,9pg
McHc : 32,5%
Rdw : 18,8%
GDA : 135mg/dl
Pemeriksaan Ziehl Nelsen pada tanggal : 24-02-2015
Negative
PHOTO THORAKS
Terapi di IGD : Ivfd D5% 20 gtt/i
Inj. Ceftriaxone 2x1 gr (skin test)
Inj. Ranitidine 2x1 amp
PCT 3x1 (k/p)
Ambroxol syr 3x2 cth

Terapi di ruangan 23-02-2015


Pemeriksaan
Batuk (+)
Ronkhi(+)
Wheezing(-)

Th/ IVFD RL 8J/kolf


Inj. Ceftriaxone 2x1
Inj. Ranitidine 2x1
Ambroxol 3x2
Hemibion 1x1
Curcuma 3x1

Dx : -TB PARU
-INFEKSI SEKUNDER
-ANEMIA PENYAKIT KRONIS
24-02-2015
Pemeriksaan
Batuk (+)

Th/ lanjut

25-02-2015(pasien pulang)

Pemeriksaan
Sesak(-)
Batuk (+)

TD :100/70
Thoraks : Wh -/-, Rh -/-

Th/ OAT
Lansoprazole 1x1
Ambroxol syr 3x2 cth
Curcuma 3x1
Embion 1x1
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai