Anda di halaman 1dari 14

Professional Standards

in Indonesian: SAK,
SPAP, and SAP
by:
Ulfah Setia Iswara, S.E., M.A.
Standar Akuntansi Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan suatu kerangka
dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi
keseragaman dalam penyajian laporan keuangan.
SAK diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
SAK penting karena digunakan sebagai acuan/pedoman agar
laporan keuangan memenuhi karakteristik informasi mudah
dimengerti, dapat dibandingkan, serta tidak menyesatkan.
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia:
1. Standar Akuntansi Keuangan Umum SAK IFRS
2. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
SAK ETAP
3. Standar Akuntansi Keuangan Syariah SAK Syariah
Standar Akuntansi Keuangan - IFRS
Tujuan SAK:
a. Memberikan informasi tentang laporan keuangan (meliputi posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan
perusahaan).
b. Memberikan pedoman dan peraturan bagi para penyusun laporan
keuangan agar laporan keuangan menjadi seragam.
c. Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk
menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas
yang berbeda.

Saat ini, SAK IFRS terdiri dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) 1 sampai 59.
Standar Akuntansi Keuangan
Penyusunan dan pencabutan SAK wajib mengikuti due process
procedure yang telah ditetapkan dalam Peraturan Organisasi Ikatan
Akuntan Indonesia. Proses tersebut meliputi :
a. identifikasi isu;
b. konsultasi isu dengan Dewan Konsultatif SAK (DKSAK) (jika diperlukan);
c. melakukan riset terbatas;
d. pembahasan materi SAK;
e. pengesahan dan publikasi exposure draft;
f. pelaksanaan public hearing;
g. pelaksanaan limited hearing (jika diperlukan);
h. pembahasan masukan publik; dan
i. pengesahan SAK.
Sedangkan penyusunan buletin teknis dan annual improvements tidak
wajib mengikuti keseluruhan tahapan due process procedure.
Standar Akuntansi Keuangan untuk
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa
akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas
yang:
(a) tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
(b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general
purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh
pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung
dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat
kredit.
SAK Entitas tanpa Akuntabilitas Publik disahkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan pada tanggal 19 Mei 2009.
Standar Akuntansi Keuangan Syariah
SAK Syariah digunakan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas
lembaga syariah maupun lembaga non syariah. SAK berbasis syariah dengan
acuan fatwa MUI.
PSAK Syariah berada dalam PSAK 101-110 yang terdiri dari :
1. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah
2. Penyajian Laporan Keuangan Syariah
3. Akuntansi Murabahah
4. Akuntansi Salam
5. Akuntansi Istishna
6. Akuntansi Mudharabah
7. Akuntansi Musyarakah
8. Akuntansi Ijarah
9. Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah
10. Akuntansi Zakat, Infq, dan Shadaqah
11. Akuntansi Sukuk
Standar Profesional Akuntan Publik
Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) adalah kodifikasi berbagai
pernyataan standar teknis yang merupakan panduan dalam memberikan
jasa bagi akuntan publik di Indonesia.
SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut
Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI).
Standar-standar yang tercakup dalam SPAP adalah:
1. Standar Auditing.
2. Standar Atestasi.
3. Standar Jasa Akuntansi dan Review.
4. Standar Jasa Konsultasi.
5. Standar Pengendalian Mutu.
Tujuan: untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan akuntan publik bagi
masyarakat.
Standar Auditing

Standar Auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan


historis, yang terdiri dari 10 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan
Standar Auditing (PSA) termasuk interpretasi Pernyataan Standar
Auditing (IPSA). Standar ini bersifat mengikat bagi anggota Ikatan
Akuntan Indonesia yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga
pelaksanaannya bersifat wajib.
Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh IAI:
1. Standar Umum
2. Standar Pekerjaan Lapangan
3. Standar Pelaporan
Standar Atestasi

Standar Atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi


jasa akuntan publik yang mencakup tingkat keyakinan tertinggi
yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan historis,
pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan
atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah
(review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati).
Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan dirinci dalam bentuk
Pernyataan Standar Atestasi (PSAT), termasuk Interpretasi
Pernyataan Standar Atestasi (IPSAT). Standar ini mengikat akuntan
publik dan pelaksanaaannya bersifat wajib.
Standar Jasa Akuntansi dan
Review
Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan rerangka untuk fungsi
nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan
review. Dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review
(PSAR), dan bersifat mengikat akuntan publik sehingga pelaksanaannya wajib.
Jasa akuntansi yang diatur dalam standar ini antara lain:
- Kompilasi laporan keuangan penyajian informasi-informasi yang merupakan
pernyataan manajemen (pemilik) dalam bentuk laporan keuangan
- Review atas laporan keuangan - pelaksanaan prosedur permintaan
keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan
untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat modifikasi
material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut
sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia
- Laporan keuangan komparatif penyajian informasi dalam bentuk laporan
keuangan dua periode atau lebih yang disajikan dalam bentuk berkolom
Standar Jasa Konsultasi

memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Dalam
jasa konsultasi, para praktisi menyajikan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi.
Jasa konsultasi dapat berupa:
Konsultasi (consultation) memberikan konsultasi atau saran profesional (profesional advise) berdasarkan pada
kesepakatan bersama dengan klien. Contoh jenis jasa ini adalah review dan komentar terhadap rencana bisnis buatan
klien
Jasa pemberian saran profesional (advisory services) - mengembangkan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi untuk
dipertimbangkan dan diputuskan oleh klien. Contoh jenis jasa ini adalah pemberian bantuan dalam proses perencanaan
strategik
Jasa implementasi - mewujudkan rencana kegiatan menjadi kenyataan. Sumber daya dan personel klien digabung
dengan sumber daya dan personel praktisi untuk mencapai tujuan implementasi. Contoh jenis jasa ini adalah penyediaan
jasa instalasi sistem komputer dan jasa pendukung yang berkaitan.
Jasa transaksi - menyediakan jasa yang berhubungan dengan beberapa transaksi khusus klien yang umumnya dengan
pihak ketiga. Contoh jenis jasa adalah jasa pengurusan kepailitan.
Jasa penyediaan staf dan jasa pendukung lainnya - menyediakan staf yang memadai (dalam hal kompetensi dan jumlah)
dan kemungkinan jasa pendukung lain untuk melaksanakan tugas yang ditentukan oleh klien. Staf tersebut akan bekerja di
bawah pengarahan klien sepanjang keadaan mengharuskan demikian. Contoh jenis jasa ini adalah menajemen fasilitas
pemrosesan data
Jasa produk - menyediakan bagi klien suatu produk dan jasa profesional sebagai pendukung atas instalasi, penggunaan,
atau pemeliharaan produk tertentu. Contoh jenis jasa ini adalah penjualan dan penyerahan paket program pelatihan,
penjualan dan implementasi perangkat lunak komputer
Standar Pengendalian Mutu

memberikan panduan bagi kantor akuntan publik dalam


melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh
kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan
oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik dan Aturan Etika
Kompertemen Akuntan Publik.
Standar Akuntansi Pemerintahan

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip-prinsip


akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan
laporan keuangan pemerintah.
SAP disusun dalam rangka meningkatkan transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
SAP berlaku untuk Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Standar akuntansi pemerintahan disusun oleh Komite Standar
Akuntansi Pemerintahan yang independen dan ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah setelah terlebih dahulu mendapat
pertimbangan dari Badan Pemeriksa Keuangan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 Tahun 2010
mengatur tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Standar Akuntansi Pemerintahan

Pemerintah menerapkan SAP Berbasis Akrual.


Penyusunan SAP Berbasis Akrual dilakukan oleh KSAP melalui proses
baku penyusunan (due process). Proses baku penyusunan SAP
tersebut merupakan pertanggungjawaban profesional.
Penyusunan PSAP dilandasi oleh Kerangka Konseptual Akuntansi
Pemerintahan, yang merupakan konsep dasar penyusunan dan
pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan, dan merupakan
acuan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan, penyusun
laporan keuangan, pemeriksa, dan pengguna laporan keuangan
dalam mencari pemecahan atas sesuatu masalah yang belum
diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan.