Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KASUS

MASTOIDITIS
Riza Huda Pratama Rahayu

Dokter Pembimbing:
dr. M.Setiadi, Sp.THT-KL,Msi, Med
Identitas Pasien
Nama : Tn. K
Umur : 41 tahun
Agama : Islam
Jenis kelamin : Laki-Laki
Pekerjaan : Swasta
No RM : 125124

Anamnesis dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2017 di ruang


Poli THT RSUD Ambarawa
Keluhan Utama:
Telinga kiri keluar cairan
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang ke Poli THT RSUD Ambarawa dengan
keluhan telinga kiri keluar cairan sejak 2 minggu yang lalu.
Cairan bewarna kemerahan, berbau busuk. Bagian
belakang telinga kiri hingga leher terasa nyeri bila ditekan
dan mati rasa sejak 3 hari yang lalu serta mengalami
pembengkakan. Pasien mengalami keluhan serupa pada
telinga kanan secara bergantian dengan telinga kanan.
Keluhan lain yang dirasakan pasien adalah nyeri kepala.
Demam disangkal. Keluhan lain disangkal. Keluhan seperti
ini sudah dirasakan lama dan berulang.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat penyakit serupa : diakui
Riwayat penyakit kongenital : disangkal
Riwayat operasi : disangkal
Riwayat batuk pilek : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
Riwayat trauma : disangkal
Riwayat penyakit lain : DM (-), Hipertensi (-)
Riwayat Penyakit Keluarga:
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami riwayat sakit serupa
dengan pasien. Riwayat keluarga yang menderita batuk kronis
disangkal. Riwayat alergi pada keluarga disangkal. Riwayat Diabetes
Melitus dan Hipertensi pada keluarga disangkal.
Riwayat Pengobatan:
Pasien mengaku pernah berobat maupun mengonsumsi obat-obatan
sebelumnya.8 tahun yang lalu, pernah disarankan untuk operasi
tetapi pasien belum memiliki keberanian.
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN TELINGA
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kesan:
Mastoiditis air cells kanan dan kiri berkurang, kiri lebih berat
Gambaran mastoiditis dupleks
Diagnosis
Otitis Media Supuratif Kronik
Mastoiditis

Usulan Tindakan
Pemeriksaan CT-Scan mastoid
PENATALAKSANAAN
Terapi Medikamentosa
Ciprofloxacin tab 2x/hari
Tarivid 2x/hari, 3 tetes telinga kiri
Terapi Non Medikamentosa
Pembersihan kotoran telinga kanan (Suction / Debridement)
Edukasi
Menjaga pola makan
Kontrol kembali ke poli THT bila keluhan timbul kembali atau
tidak berkurang
MASTOIDITIS
Anatomi
Tulang mastoid adalah tulang keras yang terletak di belakang
telinga, didalamnya terdapat rongga seperti sarang lebah yang
berisi udara. Rongga-rongga udara ini ( air cells ) terhubung
dengan rongga besar yang disebut antrum mastoid.
Kegunaan air cells ini adalah sebagai udara cadangan yang
membantu pergerakan normal dari gendang telinga, namun
demikian hubungannnya dengan rongga telinga tengah juga bisa
mengakibatkan perluasan infeksi dari telinga tengah ke tulang
mastoid yang disebut sebagai mastoiditis
DEFINISI
Mastoiditis adalah inflamasi mastoid yang
diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga tengah,
jika tak diobati dapat terjadi osteomielitis
( Kep.Medikal-Bedah : 348).
Mastoiditis adalah segala
proses peradangan pada
sel- sel mastoid yang terletak
pada tulang temporal.
EPIDEMIOLOGI
Biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak dengan bentuk
mastoiditis akut meskipun orang dewasa dapat
mengalaminya.
Sering pada anak usia < 2 tahun dengan OM.
Paling sering dikaitkan dengan otitis media supuratif kronis
(OMSK).
ETIOLOGI
ETIOLOGI
Mastoiditis merupakan hasil dari infeksi yang lama pada
telinga tengah, bakteri yang didapat pada mastoiditis biasanya
sama dengan bakteri yang didapat pada infeksi telinga tengah.
Bakteri gram negative dan Streptococcus aureus adalah
beberapa bakteri yang paling sering didapatkan pada infeksi
ini.
ETIOLOGI
Mastoiditis terjadi karena Streptococcus
hemoliticus / pneumococcus. Selain itu kurang
dalam menjaga kebersihan pada telinga seperti
masuknya air ke dalam telinga serta bakteri yang
masuk dan bersarang yang dapat menyebabkan
infeksi traktus respiratorius.
Pada pemeriksaan telinga akan menunjukkan bahwa
terdapat pus yang berbau busuk akibat infeksi traktus
respiratorius.
Mastoiditis merupakan hasil dari infeksi yang lama pada
telinga tengah, bakteri yang didapat pada mastoiditis
biasanya sama dengan bakteri yang didapat pada
infeksi telinga tengah.
Pada beberapa penelitian terakhir, hampir sebagian dari
anak-anak yang menderita mastoiditis, tidak memiliki
penyakit infeksi telinga tengah sebelumnya.
Bakteri yang berperan pada penderita anak-anak ini
adalah S. Pnemonieae.
Seperti semua penyakit infeksi, beberapa hal yang
mempengaruhi berat dan ringannya penyakit adalah
faktor tubuh penderita dan faktor dari bakteri itu
sendiri.
KLASIFIKASI MASTOIDITIS
MASTOIDITIS AKUT MASTODITIS KRONIS
Terkait dengan OMA Terkait dengan OMSK dan
Gejala muncul dalam pembentukan kolesteatoma
hitungan hari atau minggu Gejala muncul > 3 bulan
setelah OMA berkembang setelah OMSK berkembang
Infeksi bakteri langsung Terdapat perforasi pada
mengenai tulang mastoid membran timpani
PATOFISIOLOGI
Terdapat 5 fase:
1. Hiperemis mukosa pada selulae mastoid
2. Transudasi dan eksudasi cairan pus ke dalam selulae
mastoid
3. Nekrosis tulang akibat hilangnya vaskularisasi septum
4. Hilangnya dinding sel dengan koalesensi ke dalam kavitas
abses
5. Ekstensi proses inflamasi ke area sekitarnnya
GEJALA KLINIS
Nyeri dan nyeri tekan di belakang telinga
Bengkak pada mastoid.
Gejala dari keluhan penyakit didapatkan keluarnya
cairan dari dalam telinga yang selama lebih dari tiga
minggu, hal ini menandakan bahwa pada infeksi
telinga tengah sudah melibatkan organ mastoid.
Perforasi pada membran timpani
Terdapat gangguan pendengaran
Gejala demam biasanya hilang dan timbul, hal ini
disebabkan infeksi telinga tengah sebelumnya dan
pemberian antibiotik pada awal-awal perjalanan
penyakit.
Jika demam tetap dirasakan setelah pemberian
antibiotik maka kecurigaan pada infeksi mastoid
lebih besar.
Rasa nyeri biasanya dirasakan dibagian belakang
telinga dan dirasakan lebih parah pada malam
hari, tetapi hal ini sulit didapatkan pada pasien-
pasien yang masih bayi dan belum dapat
berkomunikasi.
Hilangnya pendengaran dapat timbul atau tidak
bergantung pada besarnya kompleks mastoid
akibat infeksi.
DIAGNOSIS
Anamnesa
Pemeriksaan fisik
Area mastoid kemerahan, proptosis aurikular dan demam
Pemeriksaan penunjang
Darah lengkap
Leukositosis
Mikrobiologi
Spesimen via tympanocentesis atau miringotomi
Dari abses / jaringan mastoid
Audiometri
Foto polos mastoid
Pemeriksaan radiologis pada mastoiditis koalesens mengungkapkan adanya
opasifikasi sel-sel udara mastoid oleh cairan dan hilangnya trabekulasi
normal dari sel-sel tersebut. Hilangnya kontur masing-masing sel,
membedakan temuan ini dengan temuan pada otitis media serosa di mana
kontur sel tetap utuh
DIAGNOSIS
CT scan tulang temporal
Merupakan pemeriksaan standar
Dengan CT scan bisa dilihat bahwa sel-sel udara dalam prosesus
mastoideus terisi oleh cairan (dalam keadaan normal terisi oleh udara) dan
melebar
PENATALAKSANAAN
Biasanya gejala umum berhasil, diatasi dengan
pemberian antibiotik, kadang diperlukan
miringotomi.
Jika terdapat kekambuhan akibat nyeri tekan
persisten, demam, sakit kepala, dan telinga mungkin
perlu dilakukan mastoidektomi.
Tatalaksana pengobatan dengan obat-obatan seperti
antibiotik, anti nyeri, anti peradangan dan lain-
lainnya adalah lini pertama dalam pengobatan
mastoiditis.
Tetapi pemilihan anti bakteri harus tepat sesuai
dengan hasil test kultur dan hasil resistensi.
Pengobatan yang lebih invasif adalah pembedahan
pada mastoid.
Bedah yang dilakukan berupa bedah terbuka, hal
ini dilakukan jika dengan pengobatan tidak dapat
membantu mengembalikan ke fungsi yang
normal.
PEMBEDAHAN
Pembedahan bertujuan membasmi infeksi dan mendapatkan
telinga yang kering, dan aman melalui berbagai prosedur
timpanoplasti dan mastoidektomi. Tujuan utama dari
pembedahan adalah menghilangkan penyakit, dan hal ini
tercapai bila terjadi kesembuhan.
Tujuan mastoidektomi adalah menghilangkan jaringan infeksi,
menciptakan telinga yang kering dan aman. Sedangkan tujuan
timpanoplasti adalah menyelamatkan dan memulihkan
pendengaran, dengan cangkok membrana timpani dan
rekonstruksi telinga tengah. Tujuan sekunder adalah
mempertahankan atau memperbaiki pendengaran
(timpanoplasti) bilamana mungkin.
KOMPLIKASI
Komplikasi telinga tengah : gangguan pendengeran konduktif
Komplikasi telinga dalam : fistula labirin
Komplikasi ekstradural : abses ekstradural
Komplikasi SSP : Meningitis
KOMPLIKASI MASTOIDITIS

Complications in acute mastoiditis.


Extension of the infectious process beyond
the mastoid system leads to intracranial and
extracranial suppurative complications,
including :
- subperiosteal abscess (A),
- epidural abscess (B),
- subdural empyema (C),
- brain abscess (D),
- meningitis (E),
- lateral sinus thrombosis (F),
- carotid artery involvement (G),
- apical petrositis (H).