Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK 5

PETROL ENGINE (REVISI)

Ulfa Aini
Umar Yusril Muhtadi
Wandi Anwas
MESIN BENSIN

Mesin bensin merupakan mesin yang mampu


menghasilkan daya dengan mengubah campuran
udara dan bensin menjadi energi panas. Energi ini
digunakan untuk menggerakkan piston.
MESIN BENSIN

Pengubahan dari campuan


udara-bensin ini bekerja atas
prinsip siklus Otto (oleh
Nicolaus August Otto)
BAGIAN MESIN
CARA KERJA

PROSES 1 :
INTAKE

Piston turun, katup hisap (intake


valve terbuka), campuran bensin
dan udara dihisap (intake) masuk
ke ruang pembakaran
CARA KERJA

PROSES 2 :
COMPRESSION

Piston bergerak ke atas, klep intake menutup.


memampatkan campuran bensin-udara sehingga
suhu meningkat sehingga bensin-udara jadi
bersenyawa. Tepat sebelum kompresi selesai busi
memercikan bunga api
CARA KERJA

PROSES 3 :
POWER

Ledakan dari campuran bensin-udara yang


disebabkan oleh percikan api busi menyebabkan
ledakan di dalam ruang pembakaran yang
mendorong piston ke bawah, memberikan enregi
kepada piston untuk memulai siklus baru.
CARA KERJA

PROSES 3 :
EXHAUST

Counter balance memberikan gaya dorong


sehingga piston naik, klep buang (exhaust valve)
terbuka dan gas sisa pembakaran keluar.
1. INTAKE
2. COMPRESSION
3. POWER
4. EXHAUST

Inilah mengapa mesinnya


disebut mesin 4-tak
VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=xflY5uS-nnw
EFISIENSI

QL bernilai negatif
karena keluar dari
sistem
EFISIENSI

Kalor masuk ke sistem (QH) saat proses 2-3 dan lepas (QL) pada proses
4-1. Pada keadaan ideal kedua proses ini terjadi pada volume konstan.
Sehingga besar kalo yang masuk maupun yang lepas merupakan
perubahan energi internal di dalam ruang pembakaran.
EFISIENSI

Proses 1-2 dan 3-4 isentropik, sehingga


EFISIENSI

(V1/V2) disebut juga sebagai Compression Ratio, dilambangkan


dengan r. Sehingga, efisiensi mesin bensin adalah
EFISIENSI

Rata-rata mesin besin hanya memiliki efisiensi sekitar 25%-40%.


Artinya, hampir 60-75% dari energi yang masuk hanya berubah
sebagai energi panas dan terbuang.

Efisiensi mesin bensin lebih kecil dibandingkan mesin diesel


dikarenakan pada mesin bensin piston bergerak pada jarak
lebih pendek (Compression Ratio lebih kecil).
RUN-ON

Dalam beberapa kasus, mesin tidak mau berhenti walaupun


kontak sudah di-OFF. Hal ini disebut sebagai run-on atau pada
mesin dieesel disebut dengan dieseling
RUN-ON

Agar mesin tetap bekerja maka yang diperlukan adalah campuran


udara-bensin, percikan api dari busi, dan tekanan kompresi yang
baik. Jika mesin masih bekerja walau sudah dimatikan. Maka
syarat-syarat agar mesin menyala ini belum hilang atau belum
berhenti.
RUN-ON Sumber Pembakaran

1. Terdapat sisa karbon pada piston. Jika terdapat sisa karbon, maka
saat pembakaran karbon akan menjadi bara, sehingga masih ada
sumber api di dalam ruang pembakaran.

2. Menggunakan Busi dengan tingkat panas lebih tinggi dari


rekomendasi. Jika kita menggunakan busi dengan tingkat panas yang
lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan maka dapat mengakibatkan
temperatur elektroda busi menjadi sangat tinggi dan membuat elektroda
busi membara, akibatnya bara api ini dapat membakar campuran bahan
bakar sebelum waktunya dan mengakibatkan gejala mesin ngelitik.
RUN-ON Tapi,

Walaupun di dalam ruang bakar terdapat api yang mampu


membakar campuran bahan bakar, namun jika tidak ada bahan
bakar yang dibakar maka mesin juga tidak akan bisa hidup.

Sehingga ada sesuatu yang menyebabkan campuran bensin-udara


tetap masuk. Hal ini bisa disebabkan oleh katup hisap tidak
tertutup sempurna.

Beri Nilai