Anda di halaman 1dari 43

PENGARUH KONSENTRASI

PENGAWET MAKANAN
(NATRIUM BENZOAT)
TERHADAP FREKUENSI PINDAH
SILANG PADA PERSILANGAN
DROSOPHILA MELANOGASTER
N >< BCL
Andy Heppi Risma J (150341605349)
Gandhes Cintya Dewi (150341607848)
Yoeshinta Maydina (150341601262)
LATAR BELAKANG
Subtitle
mikroorganisme
banyak bahanseperti
pangankapang
cepatyang
bahan pangan terdiri dari ditandai dengan adanya miselium kapang
Bahan Pangandan Kerusakan saji atau makanan instan
protein, karbohidrat, Jaman pada permukaan makanan dan bakteri yang
(kebutuhan
lemak pokok)
disebabkan yang dipengaruhi
menyebabkan perubahanoleh
aromapola
bau asam
sekarang hiduplendir
masyarakat
dan terdapat (Pahrudin, 2006).

mengalami
Penghambatan
kerusakan

Kebutuhan produk
makanan cepat saji tersebut
pembusukan dan
beberapa pengusaha menggunakan bahan pengawet,menyebabkan sering
penjamuran
meskipun tidak semua makanan instan menggunakandigunakannya bahan
bahan pengawet pengawet pada bahan
pangan.
Banyak informasi mengenai
penggunaan pengawet makanan
sehingga banyak
1. denaturasi protein,masyarakat mengenal
dan menggunakan bahan pengawet
Mekanisme pengawet bahan pengawet merupakan bahan
2.penghambatan dalam produknya mempengaruhi tambahan pangan yang mencegah atau
enzim, mikroorganisme menghambat fermentasi, pengasaman
3.penghancuran atau atau peruraian lain terhadap pangan yang
transmutasi DNA, disebabkan oleh mikroorganisme
4. membran sel atau Permenkes (1988) (Peraturan Menteri Kesehatan Republik
mengeluarkan 26 Indonesia Nomor
membran sitoplasma,
daftar pengawet 722/Menkes/Per/IX/1988)
5. penekanan dinding
makanan yang
sel atau dengan diizinkan dan di antara
menekan ke 26 pengawet
metabolismenya tersebut terdapat
(ahin, et al. 2015). natrium benzoat
sebagai pengawet
makanan
Genom D. melanogaster memiliki
D. melanogaster terpilih menjadi model
kesamaan dengan morfologi organisme
organisme dalam penelitian kami
eukariotik dan terbukti menjadi ortolog
dengan judul Pengaruh pemberian
Karena dengan lebih dari 60% penyakit manusia.
berbagai macam konsentrasi pengawet
Natrium benzoat adalah pengawet makanan dan D. melanogaster digunakan sebagai
makanan (Natrium Benzoat) terhadap Menurut dirjen POM
sebagai bahan tambahan makanan, natrium model organisme dalam studi genetik
frekuensi pindah silang pada dalam Dewi (2011) jenis
benzoat bersifat bakteriostatik dan fungistatik Batasan (ahin, et al. 2015).
persilangan Drosophila melanogaster bahan pangan minuman
dalam kondisi asam. Pengawet makanan ini penggunaan
N >< bcl ringan batas maksimum
paling banyak digunakan pada makanan asam
penggunaanya adalah
seperti salad dressing (cuka), minuman
600 mg/kg sedangkan
berkarbonasi (asam karbonat), selai dan jus buah
bahan pangan lain
(asam sitrat), acar (cuka), dan bumbu (Aurand,
Penggunaan D. melanogaster berstrain bcl pada
sekitar 1 g/kg.
1987). penelitian ini disebabkan pindah silang terjadi pada
kromatid-kromatid sesaudara (dua kromatid dari
satu kromosom) (Gardner, 1991), strain b dan cl
terletak pada satu kromosom yang sama yaitu
kromosom kedua atau kromosom tubuh (Klug et al,
2012).
RUMUSAN MASALAH
DAN HIPOTESIS
Subtitle
1. Bagaimana pengaruh pemberian berbagai 1. terdapat pengaruh berbagai macam
macam konsentrasi (0%, 2,5%, 5%, 7.5%, konsentrasi natrium benzoat terhadap
10% dan 12%) pengawet makanan (Natrium frekuensi pindah silang (crossing over) pada
Benzoat) terhadap frekuensi pindah silang persilangan Drosophila melanogaster strain
pada persilangan Drosophila melanogaster N >< bcl.
N >< bcl?
2. Tidak terdapat pengaruh berbagai macam
konsentrasi natrium benzoat terhadap
frekuensi pindah silang (crossing over) pada
persilangan Drosophila melanogaster strain
N >< bcl.
KERANGKA KONSEPTUAL
KERANGKA KONSEPTUAL
(LANJUTAN)
LANGKAH KERJA PERSILANGAN PARENTAL 1
Mengampul pupa hitam dari masing-masing strain.

Menyilangkan N><bcl dan memasukkan pada botol berisi


medium yang telah dicampur natrium benzoat dengan berbagai
macam konsentrasi yaitu 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12%.

Melepaskan induk jantan setelah persilangan selama 2 hari.


LANGKAH KERJA PERSILANGAN PARENTAL 1
(LANJUTAN)

Melepaskan induk jantan setelah persilangan selama 2 hari.

Memindahkan induk betina ke dalam botol baru setelah muncul


larva (diberi label B) begitu seterusnya, hingga pemindahan
sampai pada botol C.

Membiarkan sampai mucul F1 hasil persilangan, kemudian


diamati fenotip pada F1.
LANGKAH KERJA PERSILANGAN PARENTAL 2
Mengampul pupa hitam dari F1 sesuai dengan botol dan
ulangannya.

Menyilangkan N><bcl hasil F1 dan memasukkan pada botol


berisi medium yang telah dicampur natrium benzoat dengan
berbagai macam konsentrasi yaitu 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%,
12%.

Melepaskan induk jantan setelah persilangan selama 2 hari.


LANGKAH KERJA PERSILANGAN PARENTAL 2
(LANJUTAN)
Memindahkan induk betina ke dalam botol baru setelah muncul
larva (diberi label B) begitu seterusnya, hingga pemindahan sampai
pada botol C.

Menunggu hingga muncul anakan hasil persilangan P2.

Mengamati fenotip yang muncul pada F2 dan menghitung


jumlahnya.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah


dengan cara menghitung jumlah F2 dari masing-masing
persilangan dan ulangan berdasarkan ciri fenotip dan jenis
kelaminnya.
Data diambil mulai hari pertama menetas sampai hari
ke tujuh untuk setiap ulangan dan data disajikan dalam
bentuk tabel data pengamatan.
TEKNIK ANALISIS DATA

1. Rekonstruksi kromosom
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian
ini menggunakan rekonstruksi kromosom dari
persilangan F1 dan F2.
2. Analisis Deskriptif
Penggunaan analisis secara deskriptif ini dikarenakan
data yang diperoleh belum mencapai 3 ulangan.
DATA PENGAMATAN
ANALISIS DATA
Subtitle
ANALISIS DATA

Rekonstruksi kromosom pada persilangan N><bcl

Terjadi
Normal Pindah
silang
REKONTRUKSI PADA KROMOSOM TUBUH YANG TERLETAK PADA
KROMOSOM YANG SAMA, TIDAK TERJADI PINDAH SILANG (NORMAL):
REKONSTRUKSI PINDAH SILANG
PRESENTASE FREKUENSI REKOMBINAN

1 Frekuensi Pindah Silang Persilangan F1 dari N (N ><bcl) >< bcl resesif.


Frekuensi turunan tipe rekombinan pada konsentrasi 0% :

2 Frekuensi Pindah Silang Persilangan F1 dari N (N ><bcl) >< bcl resesif.


Frekuensi turunan tipe rekombinan pada konsentrasi 0% :
PRESENTASE FREKUENSI REKOMBINAN

3
Frekuensi Pindah Silang Persilangan F1 dari N (N ><bcl) >< bcl resesif.
Frekuensi turunan tipe rekombinan pada konsentrasi 5% :
GRAFIK FREKUENSI REKOMBINASI HASIL
PERSILANGAN N >< BCL
35
Frekuensi Rekombinasi

30

25
(%)

20

15

10

0
0 2.5 5
Presentase Natrium Benzoat yang diberikan
(%)
ANALISIS

Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan pada


persilangan F2 seharusnya dihitung menggunakan uji statistik anava tunggal
rancangan acak kelompok karena data yang didapatkan belum lengkap
sehingga hanya dilakukan analisis deskriptif. Frekuensi pindah silang yang
didapatkan dari persilangan F2 didapatkan hasil frekuensi pindah silang pada
konsentrasi 0% sebesar 29,15 %, konsentrasi 13,64 % sebesar dan pada
konsentrai 5% sebesar 20%.
PEMBERIAN BERBAGAI MACAM
KONSENTRASI (0%, 2,5%, 5%, 7.5%, 10%
DAN 12%) PENGAWET MAKANAN
(NATRIUM BENZOAT) BERPENGARUH
TERHADAP FREKUENSI PINDAH SILANG
PADA PERSILANGAN DROSOPHILA
MELANOGASTER N ><BCL

Pembahasan
5.1 PEMBERIAN BERBAGAI MACAM KONSENTRASI (0%, 2,5%, 5%, 7.5%, 10% DAN 12%) PENGAWET
MAKANAN (NATRIUM BENZOAT) BERPENGARUH TERHADAP FREKUENSI PINDAH SILANG PADA
PERSILANGAN DROSOPHILA MELANOGASTER N ><BCL

pemberian natrium benzoat dengan kadar 3,75 gram,


5 gram dan 6,25 gram (untuk konsentrasi 7.5%, 10% Dalam 50 gram medium yang digunakan dalam
dan 12%) persilangan Drosophila melanogaster N penelitian ini kadar maksimum yang seharusnya
><bcl mengalami kematian. Menurut Aritonang digunakan adalah 0,5 gram (berdasarkan Aritonang,
(2004) bahwa penggunaan natrium benzoat yang 2004). Akibat dari penggunaan natrium benzoat yang
melebihi standart dengan batas pemakaian maksimum melebihi batas maksimum mengakibatkan
0,1% memberikan dampak buruk bagi organisme dan penghambatan struktur enzim Topoisomerase II yaitu
berbahaya. protein pada nukleus yang berfungsi dalam proses
replikasi DNA dan transkripsi, selain itu penghambatan
enzim ini mencegah rekombinasi DNA dengan cara
ahin, et al (2015) juga menyatakan bahwa natrium menghasilkan kerusakan DNA dan juga menyebabkan
benzoate menimbulkan pemecahan pada untai DNA pertukaran basa pada DNA karena kerusakan DNA (ahin,
melalui transmutasi struktur dasar DNA atau dengan et al. 2015).
mengacaukan struktur topoisomerase yang berperan
dalam replikasi DNA.
5.1 PEMBERIAN BERBAGAI MACAM KONSENTRASI (0%, 2,5%, 5%, 7.5%, 10% DAN 12%) PENGAWET
MAKANAN (NATRIUM BENZOAT) BERPENGARUH TERHADAP FREKUENSI PINDAH SILANG PADA
PERSILANGAN DROSOPHILA MELANOGASTER N ><BCL

Ketika DNA dirusak oleh natrium benzoat, maka gen-gen


seperti gen mei-P22 yang berfungsi sebagai induksi DSB selama
fase meiosis pada Drosophila betina dan gen meiW68 yang
berfungsi untuk pembentukan meiosis DNA double-strand
breaks (DSBs) spesifik oleh enzim topoisomerase seperti
protein Spo11 tersebut tidak dapat disintesis.

Kromatid Paternal dan Kromatid Maternal


Sumber: (Campbell et al, 2014)

komplek synaptonemal (Campbell et al, 2014)


Crossing over (Campbell et al, 2014)

Akibatnya tidak terjadi double-strand breaks proses crossing over secara garis besar
dan tidak terbentuk filamen berupa kumparan (Humphryes and Hochwagen, 2014)
(TF). TF tersebut menyusun synaptonemal
complex yang dikode oleh Gen c(3)G. Begitupun
gen-gen lainnya seperti gen mei-9 yang
Gen mei-W68, gen MEI-P22
mempengaruhi frekuensi pertukaran pada SC,
(merah) di wilayah 2a
gen mei-352 yang mempengaruhi distribusi
bersama dengan gen C(3)G
pertukaran pada SC, gen mei-218 dan mei-P26
(hijau)
yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi
(Liu et al, 2002).
pertukaran pada SC (Page and Hawley, 2001),
gen mus309 yang berperan sebagai penyusunan
DNA setelah DSB dengan melewati jalur SDSA
tidak akan disintesis (Portin, 2013).
PEMBERIAN BERBAGAI MACAM
KONSENTRASI (0%, 2,5%, 5%, 7.5%, 10%
DAN 12%) PENGAWET MAKANAN
(NATRIUM BENZOAT) TIDAK
BERPENGARUH TERHADAP FREKUENSI
PINDAH SILANG PADA PERSILANGAN
DROSOPHILA MELANOGASTER N ><BCL

Pembahasan
Menurut Aritohang (2004) penggunaan natrium benzoat yang melebihi
standart dengan batas pemakaian maksimum 0,1% memberikan dampak buruk
bagi organisme dan berbahaya.

Dalam 50 gram medium yang digunakan dalam penelitian ini kadar


maksimum yang seharusnya digunakan adalah 0,5 gram.

Namun pada konsentrasi 2,5% dan 5% (1.25 gram dan 2.5gram) Drosophila
melanogaster tetap hidup dan menghasilkan anakan rekombinan.
Bagaimana bisa demikian?
Hal ini disebabkan Drosophila melanogaster memiliki gen dp53
(Drosophila p53) dan enzim jun N-terminal kinase (JNK).

Pengaktifan dronc
Ketika ada stres
karena fungsi hid/rpr
seperti kerusakan
menimbulkan pada
DNA akibat efek
satu sisi pengaktifan
pemberian natrium
aktivasi caspases dan Umpan balik ini
benzoat, maka stres
pada sisi lain, terjadi diperlukan untuk
tersebut menginduksi
peningkatan kadar menyelesaikan
fungsi dp53 yang
dp53 dan JNK, program apoptosis.
mengaktifkan
sehingga melengkapi
transkripsi gen hid,
loop amplifikasi
gen rpr dan juga jalur
(Shlevkov and
JNK.
Morata, 2012)
Skema Jalur JNK apoptosis pada Drosophila
(Sumber: Shlevkov and Morata, 2012)
PEMBAHASAN
1 2
Benzoyl Co A akan dikonversi
Menurut Lannerz, et al menjadi hipurate oleh glycine
(2015) benzoat akan Nacetyltransferase kemudian
dikonversi menjadi hipurat dikeluarkan oleh mitokondria
dan terjadi dalam matriks dan dibuang oleh
mitokondria. Awalnya tubuh(Aritonang, 2004).
benzoat yang masuk
mitokondria akan dikonversi
menjadi benzoil coA oleh Natrium benzoat tidak mempengaruhi peristiwa
ATP-dependent acid: co-A crossing over dikarenakan senyawa benzoat akan
ligase. dikeluarkan melalui mitokondria dan dibuang oleh
tubuh D. melanogaster.
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Pemberian natrium benzoat dengan berbagai konsentrasi
berpengaruhterhadap frekuensi crossing over karena penggunaan natrium
benzoat yang melebihi batas maksimum mengakibatkan penghambatan
struktur enzim Topoisomerase II yang juga berakibat terhadap kerusakan
DNA. Ketika DNA dirusak oleh natrium benzoat, maka gen-gen yang
berperan pada peristiwa crossing over tidak dapat disintesis.

Pemberian natrium benzoat dengan berbagai konsentrasi tidak


berpengaruh terhadap frekuensi crossing over karena adanya gen dp53
pada D.melanogaster yang menginduksi terjadinya apoptosis sehingga sel
yang mengandung DNA rusak akan mati secara terprogram, selain itu
senyawa benzoat juga dapat dikeluarkan melalui mitokondria dan dibuang
oleh tubuh D. melanogaster melalui suatu peristiwa metabolisme.