Anda di halaman 1dari 18

Penyakit Bersumber

Kucing
KUCING MERUPAKAN RESERVOIR DARI
PENYAKIT:

Demam cakaran
kucing
Filariasis
Toxoplasmosis
DEMAM CAKARAN KUCING

Adalah penyakit Sub-akut


disebabkan oleh bakteri dan
Identifikasi biasanya sembuh dengan
sendirinya

Penyebab Bartonella henselae


TANDA DAN GEJALA
Kerapkali didahului dengan riwayat cakaran,
jilatan atau gigitan kucing yang kemudian
menimbulkan luka papuler

Malaise, Limfadenitis granulomatosa disertai


dengan berbagai variasi demam.

Pembengkakan Kelenjar Limfe

Luka infeksi mengeluarkan pus


DISTRIBUSI :
Tersebar diseluruh dunia, tetapi jarang terjadi. Surveilans prospektif
yang dilakukan di satu negara bagian (AS) menemukan insiden
setahun sebesar 4.0 kasus/100.000 penduduk.

RESERVOIR :
Kucing rumah adalah vektor dan reservoir untuk B. henselae; Kucing
yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala klinis walaupun menderita
bakteriemia kronis.
Bervariasi, biasanya 3 - 14 hari dari saat masuknya bakteri kedalam tubuh hingga
munculnya lesi primer dan sekitar 5 50 hari dari saat masuknya baketri hingga
MASA IKNUBASI munculnya limfadenopati.

Tidak langsung ditularkan dari orang ke orang


MASA PENULARAN

Jaga Kebersihan Kucing Peliharaan


Basmi kutu kucing,
apabila tercakar atau digigit kucing bersihkan luka dengan baik, disinfeksi terhadap luka
PENAGGULANGAN
yang bernanah, pengobatan dengan antibiotik jika diperlukan.

Dapat dilakukan tiap bulan secara rutin dengan memonitor jumlah kasus di fasyankes.
MONEV
FILARIASIS

Disebabkan oleh cacing


Identifikasi nematoda Brugia malayi dan
Brugia timori.

Penyebab Cacing panjang halus seperti


benang yaitu : Brugia malayi
PEYEBARAN PENYAKIT:
Brugia malayi endemis di daerah pedesaan di India, Asia Tenggara, daerah pantai utara China
dan Korea Selatan.

RESERVOIR :
Reservoir adalah manusia yang darahnya mengandung mikrofilaria W. bancrofti, Brugia malayi
(periodik) dan Brugia timori.
Di Malaysia, Tenggara Thailand, Philipina dan Indonesia, hewan seperti kucing, musang (Viverra
tangalunga) dan kera dapat menjadi reservoir untuk Brugia malayi subperiodik.
CARA PENULARAN

Melalui gigitan nyamuk yang mengandung larva infektif

Brugia malayi ditularkan oleh spesies yang bervariasi dari


Mansonia, Anopheles dan Aedes.

Saat nyamuk menghisap darah, larva filariform infektif akan


ikut terbawa dan masuk melalui lubang bekas tusukan
nyamuk di kulit

Larva infektif tersebut akan bergerak mengikuti saluran limfa


dimana kemudian akan mengalami perubahan bentuk
sebanyak dua kali sebelum menjadi cacing dewasa
Manifestasi inflamasi alergik mungkin
MASA timbul lebih cepat yaitu sebulan
setelah terjadi infeksi, mikrofilaria
INKUBASI mungkin belum pada darah hingga 3-
6 bulan pada B. Malayi.

Tidak langsung menular dari orang ke


MASA orang.
Manusia dapat menularkan melalui
PENULARAN nyamuk pada saat mikrofilaria
berada pada darah tepi.
SIKLUS FILARIASIS
Penanggulangan Monev

Penkes tentang cara Dilakukan monitoring jumlah


pengendalian vektor (nyamuk). kasus dan evaluasi upaya
Penyemprotan, menggunakan penanggulangan secara rutin
pestisida residual, memasang tiap bulan pada fasyankes
kawat kasa, tidur dengan
menggunakan kelambu (lebih
baik yang sudah dicelup
dengan insektisida piretroid),
memakai obat gosok anti
nyamuk (repellents) dan
membersihkan tempat
perindukan dan membunuh
larva dengan larvasida.
TOXOPLASMOSIS

Infeksi tanpa gejala atau dapat juga akut, disertai


demam, limfadenopati dan limfositosis
Diagnosis dari gejala klinis atau biopsi,nekropsi,
Identifikasi isolasi pada binatang atau kultul sel
Kenaikan titer antibodi menandakan adanya infeksi
aktif

Toxoplasma gondii, merupakan suatu coccidian


protozoa intraseluler pada kucing.

Penyebab
DISTRIBUSI :
Tersebar diseluruh dunia pada mamalia dan burung. Infeksi pada manusia
umum terjadi

RESERVOIR :
Hospes definitif: kucing,
Hospes perantara: biri-biri, kambing, binatang pengerat, sapi, babi, ayam,
dan burung.
Dari 10 sampai 23 hari pada satu KLB Commonsource
karena makan daging yang tidak dimasak; 5 sampai 10 hari
MASA dari satu KLB yang ditularkan oleh kucing.

IKNUBASI

Tidak langsung ditularkan dari seseorang kepada orang lain


kecuali in utero. Oocysts pada kucing akan membentuk
spora dan menjadi infektif dalam 1 sampai 5 hari dan tetap
infektif pada air dan tanah basah lebih dari satu tahun. Kista
MASA pada daging hewan yang terinfeksi bertahan dan tetap
infektif selama daging itu belum dimasak.
PENULARAN
CARA PENULARAN
Infeksi transplasental pada manusia
terjadi pada wanita hamil karena
didalam tubuh mereka terdapat
trachyzoites yang membelah dengan
cepat beredar dalam darah mereka

Infeksi dapat terjadi karena


menelan oocysts saat
mengkonsumsi daging mentah
atau yang tidak dimasak dengan
sempurna, makanan dan air
yang tercemar kotoran kucing.
Penanggulangan:
Hindarilah kucing.
Apabila terpaksa hrs membersihkan kandang kucing,
hendaknya memakai sarung tangan dan sesudahnya
tangan hrs di cuci sebersih mungkin, kandang harus
disiram dg air mendidih untuk membunuh kista.
Pakai sarung tangan sewaktu berkebun dan bersihkan
tangan sesudahnya.
Jauhkan makanan dari lalat dan kecoa yg mungkin
terkontaminasi oleh kotoran kucing.
Jangan menkonsumsi daging mentah atau setengah
matang dan sayur atau buah yang blm dicuci bersih.