Anda di halaman 1dari 21

KARAKTERISTIK

dan
LINGKUNGAN
SEKTOR PUBLIK

Disusun oleh :
Firman Widiantoro
15210042
Pengertian dan Ruang Lingkup

Suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan


dengan usaha untuk menghasilkan barang
dan pelayanan publik dalam rangka
memenuhi kebutuhan dan hak publik
Ruang Lingkup Sektor Publik meliputi :
Lembaga-lembaga pemerintah (pusat &
daerah)
Perusahaan milik negara dan daerah (BUMN &
BUMD)
Organisasi publik: yayasan, organisasi
politik/masa, LSM, universitas
Sifat dan Karakteristik
Faktor Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
Tingkat inflasi
Pertumbuhan pendapatan perkapita
Struktur produksi
Tenaga kerja
Arus modal dalam negeri
Cadangan devisa
Nilai tukar mata uang
Infrastruktur
Teknologi
Kemiskinan dan kesenjangan ekonomi
Sektor informal
Faktor Politik
Hubungan negara dan masyarakat
Legitimasi pemerintah
Tipe rezim yang berkuasa
Ideologi pemerintah
Jaringan internasional
Kelembagaan

Faktor Cultural
Keragaman suku, ras, agama, bahasa, dan budaya
Sistem nilai di masyarakat
Historis
Sosiologi masyarakat
Karakteristik masyarakat
Tingkat pendidikan
Faktor Demografi
Pertumbuhan penduduk
Struktur usia penduduk
Migrasi
Tingkat kesehatan
Value For Money

Ekonomi Efisiensi Efektifitas

Nillai input Input Output Outcome


Manfaat implementasi konsep value for money
1. Meningkatkan efektivitas pelayanan publik,
dalam arti pelayanan yang diberikan tepat
sasaran
2. Meningkatkan mutu pelayanan publik
3. Menurunkan biaya pelayanan publik karena
hilangnya inefisiensi dan terjadinya
penghematan dalam penggunaan input
4. Alokasi belanja yang lebih berorientasi publik
5. Meningkatkan kesadaran akan uang publik
sebagai akar pelaksanaan akuntabilitas publik
Perbedaan dan Persamaan
Sektor Publik dan Sektor Swasta
Perbedaan Sektor Publik dengan
Sektor Swasta
Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta
Tujuan Organisasi Nonprofit motif Profit motif
Sumber pendanaan Pajak, retribusi, Pembiayaan internal:
utang, obligasi Modal sendiri, laba
pemerintah, laba ditahan, penjualan
BUMN/BUMD, aktiva
penjualan aset Pembiayaan
negara, dsb. eksternal:
Utang bank,obligasi,
penerbitan saham
Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban
kepada kepada pemegang
masyarakat(publik) saham dan kreditor
dan parlemen
(DPR/DPRD)
Perbedaan Sektor Publik Sektor swasta

Struktur Organisasi Birokratis, kaku, dan Fleksibel: datar, piramid,


hierarkis lintas fungsional, dsb.

Karakteristik anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk publik

Sistem akuntansi Cash Accounting Accrual Accounting


Persamaan Sektor Publik dengan
Sektor Swasta
1. Kedua sektor merupakan bagian internal
dari sistem ekonomi di suatu negara dan
keduanya menggunakan sumber daya
yang sama untuk mencapai tujuan
organisasi
2. Keduanya menghadapi masalah yang
sama, yaitu masalah kelangkaan sumber
daya (scarcity of resources)
3. Keduanya merupakan proses
pengendalian manajemen
4. Dapat menghasilkan produk yang sama
5. Terikat pada peraturan perundangan dan
ketentuan hukum lain yang diisyaratkan
Tujuan Akuntansi Sektor Publik

Memberikan informasi yang dikelola secara


tepat, efisien, dan ekonomis atas suatu
operasi dan alokasi sumber daya yang
dipercayakan kepada organisasi
Memberikan informasi yang memungkinkan
bagi manajer untuk melaporkan
pelaksanaan tanggung jawab mengelola
secara tepat dan efektif program dan
penggunaan sumber daya yang menjadi
wewenangnya
Akuntansi Sektor Publik dan Good
Governance
Governance : cara mengelola urusan-urusan publik.
Karakteristik Good Governance
Menurut UNDP meliputi :
1. Participation
2. Rule of law
3. Transparency
4. Rensponsivenss
5. Consensus Orientation
6. Equity
7. Efficiency and effektiveness
8. Accountability
9. Strategic Vision
Akuntabilitas Publik
Kewajiban pihak pemegang amanah (agent)
untukmemberikan pertanggungjawaban,
menyajikan, melaporkan, dan
mengungkapkan segala aktivitas dan
kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya
kepada pihak pemberi amanah (principal)
yang memiliki hak dan kewenangan untuk
meminta pertanggungjawaban tersebut
Akuntabilitas yang harus dipenuhi oleh organisasi
sektor publik :
1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas
hukum (accountability for probity and legality)
2. Akuntabilitas proses (process accountability)
3. Akuntabilitas program (program
accountability)
4. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability)
Tekanan yang dihadapi BUMN dan BUMD dalam era
Globalisasi
1. BUMN dan BUMD dituntut untuk memberikan
bagian laba perusahaan kepada pemerintah
(Regulation & Political Presure)
2. BUMN dan BUMD akan menghadapi tekanan yang
semakin besar dari masyarakat (konsumen) untuk
menghasilkan produk yang murah dan berkualitas
tinggi (Social Presure)
3. BUMN dan BUMD akan berhadapan dengan
orang-orang (oknum) yang mencoba melakukan
korupsi, kolusi, dan nepotisme (Rent seeking
Behavior)
4. BUMN dan BUMD dituntut untuk ekonomis dan
efisien agar menjadi entitas bisnis yang profesional
(economic & effisiensi)
Otonomi Daerah
Manfaat nyata yang diharapkan dari desentralisasi :
Mendorong peningkatan partisipasi, prakarsa
dan kreatifitas masyarakat dalam
pembangunan serta mendorong
pemerataan hasil-hasil pembangunan
(keadilan) diseluruh daerah
Memperbaiki sumber daya produktif melalui
pergeseran peran pengambilan keputusan
publik ke tingkat pemerintah yang lebih
rendah yang memiliki informasi yang lebih
lengkap
Badan yang Terkait Akuntansi
Sektor Publik di Indonesia
Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN)
Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP) yang
berada di bawah IAI
Basis Akuntansi

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan


Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang
Perbendaharaan Negara pemerintah wajib
menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh atas
pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja negara
paling lambat tahun anggaran 2008.

Sedangkan basis akuntansi yang sekarang ini


diterapkan oleh pemerintah dalam pembuatan
laporan keuangan pemerintah sesuai dengan
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam
Standar Akuntansi Pemerintahan adalah dual basis.
Basis Akuntansi
Penggunaan dual basis tersebut didasarkan pada
kenyataan bahwa pemerintah diwajibkan
membuat neraca yang hanya dapat dibuat
dengan akuntansi berbasis akrual, sedangkan di sisi
lain juga wajib membuat laporan realisasi
anggaran atau yang dulu di kenal dengan nama
Perhitungan Anggaran Negara (PAN) yang dibuat
dengan akuntansi berbasis kas.
Thanks