Anda di halaman 1dari 50

PENGENALAN DAN TERAPI RUBT

Dr. RIZAL TUMEWAH, Sp.S(K)


Bagian Neurologi FK UNSRAT/ RSUP Prof. dr.
RD Kandou Manado
PENDAHULUAN

Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) =


Hyperbaric Chamber = Hyperbaric Pressure Vessel
Suatu tabung baja, aluminium, akrilik dan tahan tekanan
lebih 1 ATA (atmosfer absolut)

Henshaw (Inggris) (1662) DOMICILIUM


Joseph Priestley (Igg) (1771) OKSIGEN
Thomas Beddoes (1780) : RUBT + Oksigen
Abad 20, Cunningham (1918) Kansas AS:
terapi hipoksia & infeksi anaerob
Ite Boerima - Belanda (1956) :
Hidup tanpa Hb di dlm RUBT
1960 Indonesia o/ TNI AL
RUBT berdasar kegunaannya :

1. Recompression Chamber
Mengobati & Melatih penyelam

2. Decompression Chamber
Terapi decompresi

3. Submersible Decompression Chamber (SDC)


Mengangkut penyelam dari/ ke tempat kerja

4. Surface atau Deck Decompression Chamber


Decompresi terhadap penyelam yg dibawa dgn
SDC
Macam2 Klasifikasi RUBT: 1

A. Pertemuan Komite Fasilitas Kesehatan Amerika


dan Asosiasi Nasional Proteksi Kebakaran
Amerika (Canada 1981), didukung oleh Institut
Standar Nasional Amerika :

1. RUBT Klas A manusia + > 1 pekerjaan


2. RUBT Klas B manusia + 1 pekerjaan
3. RUBT Klas C binatang / penelitian
Klasifikasi 2:

B. Menurut US NAVY :
1. Tipe RUBT :
a. kering
b. basah
c. kombinasi
2. Klas RUBT :
a. Klas I kering, basah, kombinasi manusia
b. Klas II - kering, basah, kombinasi binatang
Klasifikasi 3:

C. Menurut jenis :
1. Large Multicompartment Chamber :
Lebih satu orang
Penelitian, pengobatan caisson, penyelam
Tekanan lebih 5 ATA
2. Large Multicompartment Chamber :
Tekanan 2 4 ATA
3. Portable High Pressure Multi-man Chamber
Dapat dipindahkan
4. Portable One man High or Low Pressure Chamber
Dekompresi permukaan
Satu orang
Klasifikasi 4 :

D. Menurut Ukuran, Bentuk dan Kemampuan


tekanan :

1. Monoplace (RUBT Ruang Tunggal) :


Akrilik (banyak), tekanan 3 ATA (maks)
Baja, tekanan 6 ATA (maks)
Satu orang
Klasifikasi 5:

Keuntungan :
Privat kasus infeksi / isolasi
Baik untuk intensif
Tanpa masker
Berbaring
Mudah mengawasi penderita
Tanpa prosedur dekompresi
Murah dan mudah ditempatkan
Operator satu orang

Kerugian :
Mudah kebakaran
Tidak dapat fisioterapi
Tidak untuk penyakit dekompresi
Klasifikasi 6:

D. Menurut Ukuran, Bentuk dan Kemampuan


tekanan:

2. Multiple (walk-in) Chamber (RUBT Ruang Ganda)

Keuntungan :
A. Beberapa penderita
B. Kurang risiko kebakaran
C. Dapat fisioterapi
D. Tekanan 6 ATA (maks)
E. Udara biasa masker oksigen
Klasifikasi :7

D. Menurut Ukuran, Bentuk dan Kemampuan


tekanan :

3. TOPOX (RUBT Topikal)


Bentuk sederhana
Tekanan 2 ATA (maks)
Oksigen langsung di luka
4. Small Hyperbaric Chamber (RUBT Eksperimen)
Bayi dan eksperimen
Untuk percobaan binatang.
Komponen-komponen pendukung 1:
Badan (Hull)
Umumnya 2 ruang (lock):
Inner lock (dalam) besar pengobatan
Outer lock (luar) kecil transfer
Masing-masing ruang dapat diberi ditekanan
Medical lock
Pintu dilapis karet
Jendela permanen
Cat warna terang, tidak pantulkan cahaya, mudah
dibersihkan, tidak licin.
Komponen-komponen pendukung 2:
Perabot
Tempat duduk lipat
Penerangan
Tandu dorong

Sistem pipa :
Lubang masuk (inlet) udara tekan, diredam
Lubang masuk keluar berjauhan sirkulasi udara
Pembuangan (exhaust) jauh dari panel kontrol, listrik
Klep ekualisasi
Komponen-komponen pendukung 3:
Gas pernapasan
Kompresor (listrik atau diesel)- difiltrasi bank
persediaan ke RUBT
Oksigen, oksigen cair atau Nitrogen, helium-oksigen
dihubungkan dengan sistem pernapasan
Gas pernapasan ke klep pengatur eksternal, ke dalam
ruangan klep pengatur internal kemudian flow meter,
masker.

Komunikasi :
Untuk kedua ruangan & panel kontrol digunakan
telepon atau interkom
Komponen-komponen pendukung 4:
Pemadam kebakaran
3 faktor pencetus kebakaran :
Sumebr
Bahan bakar
Oksigen
Fasilitas pemadam menggunakan air pancuran otomatis
atau manual, dgn slang atau tabung
Instrumen & pengoperasian :
Panel kontrol mudah dibaca
Pengukuran tekanan/ kedalaman di dlm & di panel kontrol
Jam dinding
Flow meter u/mengukur kecepatan ventilasi
Monitor suhu dan kelembaban
Monitor elektro-diagnostik
RUBT = HYPERBARIC CHAMBER DI RSU. PROF. Dr. R.D. KANDOU MANADO
TERAPI RUBT

RUBT diberi tekanan + Oksigen = terapi


oksigen Hiperbarik (OHB)

adalah

Cara pengobatan (medik) pada penderita di


dalam RUBT dengan memberi nafas Oksigen
murni (100%)
EFEK FISIOLOGI
Efek mekanik : tekanan tinggi hanya u/ penyakit
dekompresi, air embolism & distensi gas
abdomen.

Efek terapi : terjadi peninggian tekanan parsial oksigen

Dipermukaan :
Tek.udara 1 atm absolut (1 ATA = 760 mmHg)
Tek.parsial O2 (PO2) = 20% x 760 mmHg = 150 mmHg
PO2 Alveoli 100 mmHg penyerapan O2 & pertukaran
CO2
PO2 sirkulasi = 90 mmHg
Udara Kering t/d: O2 20,94%
N2 78,08%
CO2 0,04%

Tekanan
Tekanan parsial gas pada individu
Tek. parsial gas = tek. Absolut x parsial gas (%)
Evangelista Toricelli (ahli matematika Italia) Berat
udara = atm 760 mmHg
Blaise Pascal (Prancis) berat udara yg menekan
manusia 1 atm
Tekanan 1 atm tetap.
Tekanan gas dlm cairan (larutan) dan jaringan.
Pengukuran tekanan t/d:
1. Tekanan Absolut: Tekanan sesungguhnya (ATA)
2. Tekanan Gauge: Perbedaan tekanan antara tekanan
atm dgn tekanan yg akan diukur.
Hk. Henry = Pd suhu tertentu, jml gas yg terlarut di
dlm suatu cairan berbanding lurus dengan tekanan
parsial gas yg bersangkutan.
Coefisien gas terlarut
Tek. Parsial Gas : -------------------------------
Koefisien kelarutan

Koef. Kelarutan gas pernapasan pd suhu tubuh :


O2 = 0,024 N2 = 0,012
CO2 = 0,57 He = 0,008
CO = 0,018

Kepadatan
Pe kepadatan gas ad/ me kerja sistem
pernapasan
kepadatan gas bertambah sesuai tekanan
Hemoglobin
Mengikat oksigen 97%
20 ml 2 per 100 ml darah = 20 vol%
Oksigen bebas cairan plasma = 0.3 vol%

Tekanan 1 ATA, Oksigen murni 100%


Hemoglobin + O2 97% menjadi 100%
Cairan plasma : menjadi 2 vol%

Tekanan 2 ATA : cairan plasma 4 vol%

Tekanan 3 ATA : cairan plasma 6 vol% = kebutuhan untuk


metabolisme mahluk hidup
Manfaat OHB di klinik

1. Menormalkan jaringan hipoksia dan anoksia


2. Vasokonstriksi arteri
3. Meningkatkan viabilitas sel dan jaringan
4. Meningkatkan kemampuan lekosit
membunuh kuman
5. Neovaskularisasi dan proliferasi
6. Bakteriostatik kuman aerob
7. Bakterisida kuman anaerob
8. Penyakit dekompresi
PENUTUP

RUBT telah lama dikenal, di Indonesia


sementara berkembang, karena itu perlu
lebih dikenal

Manfaat terapi RUBT amat baik sebagai


pengobatan utama maupun pengobatan
tambahan, namun perlu waspada karena
dapat menyebabkan keracunan oksigen.
PENDAHULUAN
Penyelaman awalnya hanya kegiatan para marinir.
Saat ini diminati masyrakat terutama para turis
Dunia bawah laut adalah dambaan siapapun walau
penuh dengan tantangan.
Penyelaman saat ini dikenal dengan SCUBA diving (Self
Contained Underwater Breathing Apparatus)
Untuk menyelam memerlukan Tank (Tabung) yang berisi
udara dinamakan Nitrox, masker dan fin (spt sepatu)
Untuk menyelam harus punya lisensi PADI (Professional
Association of Diving Instructors) dari dive center.
Bagi pemula bukan hal yang mudah untuk menyelam ke
dasar laut.
SCUBA DIVING

Masker

Tank (tabung)

Fin
DEFINISI
Penyakit dekompresi (PD) = Bends diseases,
compress air illness, decompression sickness,
divers palsy, dysbarism, Aeroembolism atau
caisson disease adalah:

suatu penyakit / kelainan yg disebabkan oleh


pelepasan & pengembangan gelembung-
gelembung gas dari fase larut dalam darah/
jaringan akibat dari penurunan tekanan sekitar,
dalam 24 jam setelah melakukan penyelaman
KLASIFIKASI
Berdasarkan berat ringannya gejala & untuk
pengobatan :
PD Tipe I : pain only bends
Nyeri sendi (paling sering)
Bengkak kemerahan (sendi)
Gatal-gatal

PD Tipe II = Serious decompression Sickness


Gangguan SSP
Gangguan telinga dalam
Gangguan jantung - paru
PATOGENESIS
Tekanan permukaan = 1 atmosfir (atm)
Menyelam = tekanan parsial nitrogen meningkat &
larut dalam darah jaringan (Hukum Henry)
Saat naik ke permukaan, tekanan gas turun & terjadi
proses desaturasi. Tekanan parsial gas paru-paru
rendah sehingga darah melepas gas ke paru-paru.
Bila dekompresi cepat = gelembung gas dlm
jaringan & darah tdk dapat keluar dengan cepat &
teratur sehingga meninggalkan gas dlm darah &
jaringan, karena tdk cukup waktu bagi paru-paru
untuk mengeluarkan gas tersebut.
Distribusi nitrogen ke jaringan dipengaruhi oleh:
Kecepatan aliran darah
Daya larut.

Saturasi nitrogen terhadap jaringan berbeda-beda :


Lemak 5 kali lebih besar dari air
Juga otak dan darah supersaturasinya cepat, disebut
jaringan cepat.
Tulang rawan & sendi supersaturasinya lambat, disebut
jaringan lambat.
Penyelaman singkat dalam : beban nitrogen banyak pd
jaringan cepat. Jika dekompresi tidak tepat, menyebabkan
PD Tipe II.

Penyelaman lama dangkal : beban nitrogen pada


jaringan cepat & jaringan lambat, namun jaringan cepat
masih dapat melepas gas, tapi nitrogen terperangkap pada
jaringan lambat. Ini menyebabkan PD Tipe I (perlu waktu
24 jam)

Gelembung-gelembung gas dapat :


Intravaskuler
Ekstravaskuler
intraseluler
Dengan segala akibatnya
Akibat mekanik :
1. Distorsi atau robekan jaringan
2. Pelepasan energi (pecahnya gelembung)
3. Rusak sel-sel sekitar
4. Sumbatan aliran darah

Akibat non mekanik :


1. Permukaan gel. gas bentuk lapisan protein yg mengikat
lemak melepas asam lemak = emboli lemak
2. Gel. gas merangsang & melepas agregasi platelet
(perubahan rheologi)
Perubahan akibat proses biokimia ini :

1. Peningkatan permeabilitas vaskuler :


Hemokonsentrasi
Edema paru
2. Statis kapiler
3. Hiperkoagubilitas
4. Gangguan difusi gas alveoli
MANIFESTASI KLINIS
A. PD Tipe I = pain only bends, joint bend,
decompression arthralgia.
a. Nyeri badan atau sendi :
Timbul saat dekompresi atau di permukaan
(paling lama 24 jam setelah menyelam)
Mula-mula rasa kaku kemudian nyeri
Kekuatan otot menurun
Bengkak kemerahan
Kasus ringan, nyeri hilang 3 7 hari
b. Gatal :
Tubuh, kedua telinga, pergelangan tangan &
tangan (banyak ditemukan di RUBT) sebab
kontak langsung gas nitrogen, terjadi absorbsi gas
dalam kelenjar keringat dan pori-pori kulit,
menghilang tanpa pengobatan

Yang berat : gatal-gatal hebat, vasodilatasi,


bintik-bintik kemerahan sebab statis vaskuler
Gambaran Khas : lingkaran-lingkaran pucat
mengelilingi daerah kebiruan, putih bila ditekan
(cutis marmorata marbeisation), ini awal PD yang
serius.
B. PD Tipe II

a. Gangguan SSP = - Paling sering


- Penyelaman dalam - singkat
1. Lesi pada otak
Jarang gejala seperti stroke
Gangguan penglihatan / lapangan
Gangguan motorik
Gangguan sensorik
Gangguan saraf kranial
Sakit kepala, kejang, gangguan kesadaran.
2. Lesi serebellum
Ataksia
Nistagmus
Hipotoni
Gangguan koordinasi

3. Lesi medula spinalis (paling banyak)


Mula-mula nyeri menjalar
Parestesi/hipestesi/anestesi
Paresis / plegi
Gangguan SSO
b. Gangguan telinga dalam

Timbul karena robeknya membran dalam


kanalis semisirkularis atau fraktur os
petrosus.
Rusaknya kohlea (Tinitus, tulisensorineural)
Gangguan vestibuler (vertigo, mula, muntah)
c. Gangguan jantung paru (chokes)

Sangat berat dan jarang


Timbul karena penyelam naik ke permukaan dgn
sangat cepat
Gelembung gas terperangkap dalam kapiler paru
memberi gejala chokes :

Nyeri substernal (inspirasi atau ekspirasi)


Sesak, batuk
Edema paru dan payah jantung kanan
DIAGNOSIS

Riwayat menyelam sebelumnya (24 jam)


Adanya gejala-gejala di atas
Bila ragu, lakukan terapi RUBT dan 20 40
menit pertama di dapat perbaikan, terapi lanjut
(PD).
Pengobatan 1
a. Rekompresi & oksigen (utama)

Tujuan rekompresi :
Memperkecil gelembung gas
Gejala hilang saat dekompresi sampai ke permukaan
Gelembung gas larut

Tujuan oksigenasi :
Perbaikan jaringan hipoksia
Kurangi tekanan nitrogen larut
Terapi sebaiknya dilakukan dalam 6-8 jam pertama
Terapi sesuai jenis PD
Pengobatan 2
b. Medikamentosa :
1. Cairan dan elektrolit
2. Anti platelet
3. Anti edema
4. Anti konvulsan (bila kejang)
5. Digitalis (kalau perlu)

Hindari lambatnya terapi :


Terapi tempat kejadian
Terapi saat transportasi
Terapi Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT)
* Tempat kejadian :
Turun ke kedalaman 9 meter
Napas oksigen 100%
30 menit (ringan), 60 menit (berat)
Ada perbaikan, naik ke permukaan kecepatan 1 meter
dalam 12 menit
Gagal harus RUBT

* Transportasi :
Laut, darat, dgn O2 30 menit & istirahat 5 mnt
Pesawat udara hrs terbang dgn ketinggian maksimum
1000 feet (300 meter)

* RUBT = sesuai tipe PD


Faktor yang mempengaruhi terapi :

1. Berat ringannya penyakit


2. Interval waktu mulai terapi
3. Perawatan saat transportasi
4. Ketepatan tabel terapi.