Anda di halaman 1dari 19

PRESISI DAN AKURASI

DALAM
ANTROPOMETRI

Oleh:
A A Gde Raka Kayanaya,SST,M.Kes
(Dosen D4 Gizi Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar)
Ilustrasi Presisi dan Akurasi

*** * *
***
* * x
x

Akurasi akurasi akurasi

Presisi tinggi Presisi rendah Presisi tinggi


Akurasi rendah Akurasi rendah Akurasi tinggi
SUMBER KESALAHAN PENGUKURAN

1. Posisi dan kondisi anak yang diukur


2. Alat ukur belum di Ajust
3. Kesalahan penggunaan alat ukur
4. Kesalahan dari pengukur
1.Kesalahan dari pengukur
1. Pengukuran TB tanpa memperhatikan posisi
orang yang diukur:
Kepala, punggung,panggul, tumit harus
menenpel di dinding.
Sikap harus dalam posisi siap sempurna
Apalagi petugas tidak memperhatikan situasi
pada saat anak diukur (Anak memakai sandal,
baju hangat).
2. Pada penimbangan BB , timbangan belum dititik
nol, dacin belum dalam keadaan seimbang,
dacin belum tegak lurus.:
Timbangan tidak zero point (seimbang tanpa beban)
bandul geser dacin pada titik nol posisi seimbang
setelah ditempatkan kantong timbang/sarung dan telah
diseimbangkan dengan kantong pasir pada ujung dacin.
Menentukan dacin telah seimbang dengan melihat
pertemuan kedua ujung jarum pada lobang baca.
3. Petugas pengumpul data kurang hati-hati.
4. Belum mendapat pelatihan yang memadai.
5. Dalam penentuan status gizi, sering kesalahan
validitas umur
6. Kelelahan.
2.Kesalahan penggunaan
alat ukur
3. Kesalahan pada peralatan :
Dacin kapasitas 20-25 kg dengan ketelitian 0,1
kg.
Pengukur Panjang Badan (APPB) berkapasitas
110 cm dengan skala 0,1 cm
Pengukuran TB, diukur dg Microtoise dg
kapasitas 200 cm, dg ketelitian 0,1 cm.
Lingkar Lengan Atas (LLA), dg kapasitas 33 cm
dg ketelitian 0,1 cm.
Alat ukur belum di
Ajust
1. Alat ukur yang tidak pernah divalidasi (ditera)
2. Kesalahan dari alat tidak optimal misal dacin
berkarat, pegas/per pada timbangan yang sudah
lemah, bahan baku alat mengembang atau
menyusut.

1.
Posisi dan kondisi anak
yang diukur
1. Anak takut banyak bergerak/berontak
menangis
2. Banyu angat, sepatu, sendal, topi dll.
DEFINISI
Presisi:
Kemampuan untuk mengukur secara berulang-
ulang dengan kesalahan yang minimal.

Kemampuan mengukur subyek yang sama


secara berulang dengan kesalahan yang
minimal.
Akurasi:
Kemampuan untuk mendapatkan hasil
yang sedekat mungkin dengan hasil
yang sesungguhnya.
(true value -- supervisor)
MENGATASI KESALAHAN PENGUKURAN

1. Memilih alat ukur yang tepat


2. Adanya prosedur yang baku atau standarisasi
3. Pelatihan petugas
4. Peneraan alat ukur
5. Pengukuran silang antar pengukur
6. Pengawasan
HASIL PENGUKURAN PETUGAS
(ENUMERATOR)
Anak I II de de2 a1+a2 S-E (S-E)2
(a1) (a2) (E) (D) (D)
------------------------------------------------------------------------------
1 838 825 +13 169 1663 -13 169
2 850 856 -6 36 1706 -22 484
3 882 873 +9 81 1755 -39 1521
4 856 869 -13 169 1725 -3 9
5 836 826 10 100 1662 -24 576
6 862 873 -11 121 1735 -25 625
7 832 825 +7 49 1657 -10 100
8 879 882 -3 9 1761 -9 81
9 811 800 -11 121 1611 -4 16
10 856 856 0 0 1712 +6 36
855 3617
Keterangan:
de : hasil pengukuran I-II enumeator
ds : hasil pengukuran I-II supervisor
D : hasil pengukuran supervisor (I+II)
pengukuran enumerator (I+II)
a1 : hasil pengukuran I enumerator
a2 : hasil pengukuran II enumerator
b1 : hasil pengukuran I supervisor
b2 : hasil pengukuran II supervisor
HASIL PENGUKURAN SUPERVISOR
(STANDART)
Anak I II ds ds2 b1+b2
(b1) (b2) (S)
------------------------------------------------------------------
1 828 822 +6 36 1650
2 838 846 -8 64 1684
3 860 856 +4 16 1716
4 862 860 +2 4 1722
5 820 820 0 0 1640
6 856 854 +2 4 1710
7 823 824 -1 1 1647
8 876 876 0 0 1752
9 801 806 -5 25 1607
10 853 865 -12 144 1718
294
Analisis Presisi dan Akurasi:
Nilai ds (supervisor) biasanya < adalah presisi
tinggi karena memiliki kompetensi yang baik.

Nilai de (enumerator) tidak boleh 2 kali lebih


besar dari nilai ds --- presisi yang tinggi

Nilai D tidak boleh 3 kali lebih besar dari nilai


ds (supervisor)

Nilai D enumerator >de jika tidak data perlu di


cek ulang.
Dari contoh di atas:

1. Nilai ds =294 < de=855


2. de =< 2 ds . : 855/294 = 2.91
Presisi enumerator rendah
3. D (enumerator) =< 3 ds
3617/294= 12.38 kali
Akurasi pengukuran rendah (validitas
rendah
LATIHAN HASIL PENGUKURAN 0LEH
(ENUMERATOR)
Anak I II de de2 a1+a2 S-E (S-E)2
(a1) (a2) (E) (D) (D)
---------------------------------------------------------------------------------------
1 732 734
2 729 731
3 730 727
4 730 731
5 728 724
6 729 726
7 732 738
8 736 732
9 733 739
10 740 736
HASIL PENGUKURAN SUPERVISOR (STANDART)
Anak I II ds ds2 b1+b2
(b1) (b2) (S)
------------------------------------------------------------------
1 735 736
2 738 735
3 734 732
4 732 730
5 735 736
6 732 733
7 730 731
8 740 737
9 731 734
10 739 736
Pertanyaan:
1. Apakah nilai presisi dan akusrasi dari hasil
pengukuran enumerator perlu dilatih lagi.?
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai