Anda di halaman 1dari 22

MELASMA

Pembimbing
dr. Hj. Buih Amartiwi.Sp.Kk
DEFINISI

Melasma adalah suatu hipermelanosis yang


didapat, terutama terdapat pada daerah yang
sering terpapar sinar matahari. Melasma
umumnya simetris berupa makula yang tidak
merata berwarna coklat muda sampai coklat
tua, mengenai area yang terpajan sinar
ultraviolet dengan tempat predileksi pada
pipi, dahi, daerah atas bibir, hidung dan dagu.
EPIDEMIOLOGI

Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk yang


tinggal di daerah tropis. Wanita dengan penggunaan KB, dan
wanita hamil
ETIOLOGI

Faktor kausatif
o Sinar ultraviolet
Spektrum sinar matahari ini merusak gugus sulfhidril di epidermis
yang merupakan penghambat enzim tirosinase dengan cara mengikat
ion Cu dari enzim tersebut. Sinar ultra violet menyebabkan enzim
tirosinase tidak dihambat lagi sehingga memacu proses
melanogenesis.
Hormon
Misalnya estrogen, progesteron, dan MSH (Melanin Stimulating
Hormone) berperan pada terjadinya melasma. Pada kehamilan,
melasma biasanya meluas pada trimester ke 3. Pada pemakai pil
kontrasepsi, melasma tampak dalam 1 bulan sampai 2 tahun setelah
dimulai pemakaian pil tersebut.
Obat
Misalnya difenil hidantoin, mesantoin, klorpromasin, sitostatik, dan
minosiklin dapat menyebabkan timbulnya melasma. Obat ini ditimbun
di lapisan dermis bagian atas dan secara kumulatif dapat merangsang
melanogenesis.
Genetik
Dilaporkan adanya kasus keluarga sekitar 20-70%.
Ras
Melasma banyak dijumpai pada golongan Hispanik dan golongan kulit
berwarna gelap.
Kosmetika
Pemakaian kosmetika yang mengandung parfum, zat pewarna, atau
bahan-bahan tertentu dapat menyebabkan fotosensitivitas yang dapat
mengakibatkan timbulnya hiperpigmentasi pada wajah, jika terpajan
sinar matahari.
Idiopatik
PATOFISIOLOGI
KLASIFIKASI

Berdasarkan gambaran klinis


Bentuk sentro fasial : meliputi daerah dahi, hidung,
pipi bagian medial, bawah hidung serta dagu (63%)
Bentuk malar : meliputi hidung dan pipi bagian lateral
(21%)
Bentuk mandibular : meliputi daerah mandibular (16%)
Berdasarkan pemeriksaan dengan sinar wood
Tipe epidermal : melasma tampak lebih jelas dengan
sinar wood dibandingkan dengan sinar biasa
Tipe dermal : dengan sinar wood tampak warna kontras
dibandingkan engan sinar biasa
Tipe campuran : tampak beberapa lokasi lebih jelas
sedang lainnya tidak jelas
Tipe sukar dinilai karena warna kulit yang gelap,
dengan sinar wood lesi menjadi tidak jelas, sedangkan
dengan sinar biasa jelas terlihat
berdasarkan pemeriksaan histopatologis
Melasma tipe dermal : umumnya berwarna coklat,
melanin terutama terdapat pada lapisan basal dan
supra basal, kadang kadang di seluruh startum
korneum dan stratum spinosum
Melasma tipe dermal : berwarna coklat kebiruan,
terdapat makrofag bermielin di sekitar pembuluh darah
di dermis bagian atas dan bawah
GEJALA KLINIS

Lesi melasma berupa makula berwarna coklat, abu -


abu atau dapat juga biru menyatu membentuk
bercak-bercak dan tepi yang irreguler.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan histopatologik
oTipe epidermal: terdapat di lapisan basal dan
suprabasal, di seluruh stratum spinosum sampai
stratum korneum, sel-sel yang padat mengandung
melanin adalah melanosit, sel-sel lapisan basal, dan
suprabasal, juga terdapat pada keratinosit dan sel-
sel stratum korneum.
oTipe dermal: terdapat makrofag bermelanin di
sekitar pembuluh darah dalam dermis bagian atas
terdapat fokus-fokus infiltrat.
Pemeriksaan mikroskop elektron
oGambaran ultrastruktur melanosit dalam lapisan
basal memberi kesan aktivitas melanosit meningkat.
oPemeriksaan dengan sinar wood
oTipe epidermal : melasma tampak lebih jelas dengan
lampu wood dibandingkan dengan secara kasat mata.
oTipe dermal : dengan lampu wood tak tampak warna
kontras dibandingkan dengan secara kasat mata.
oTipe campuran : tampak beberapa lokasi lebih jelas
sedang lainnya tidak jelas.
DIAGNOSIS

Diagnosis melasma dapat ditegakkan berdasarkan Anamnesa,


Pemeriksaan fisis dan gambaran klinis. Untuk menentukan
tipe melasma dilakukan pemeriksaan lampu Wood,
sedangkan pemeriksaan histopatologik hanya dilakukan pada
kasus-kasus tertentu.
DIAGNOSIS BANDING

Riehls melanosis
Memiliki gambaran histopatologi infiltrat inflamasi pada
bagian epidermis-dermis dan infiltrat perivaskuler limfositik
yang disertai dengan gangguan inflamasi . Pigmentasi bercak
berwarna coklat muda sampai coklat tua terutama di dahi dan
malar. Dapat meluas hingga dada, leher, dan kulit kepala,
serta tempat-tempat yang sering terkena sinar matahari
seperti tangan dan lengan
Horis nevus
Memperlihatkan pigmen dermal seperti bintik -bintik atau
pigmentasi wajah yang berwarna coklat -kebiruan atau keabu-
abuan yang ditemukan umumnya pada wanita Asia . Bilateral
nevus Ota yang berhubungan dengan onset yang lama,
mengenai bilateral pada daerah zygoma dan tidak melibatkan
mukosal melanosit
Post-inflammator y hyperpigmentation (PIH)
Pada umumnya pasien datang dengan keluhan utama berupa
bercak hitam, bintik hitam, perubahan warna kulit, dan noda.
Pasien dengan PIH mempunyai riwayat klinikal atau
subklinikal atau riwayat trauma kutaneus inflamasi.36 PIH
ialah hasil dari respon patofisiologi dari inflamasi kutaneus
seperti akne, dermatitis atopic, liken planus, dan psoriasis
Ephelid
Sering juga disebut freckles, biasanya diturunkan secara
autosomal dominan. Makula hiperpigmentasi berwarna coklat
terang yang timbul pada kulit yang sering terkena sinar
matahari. Pada musim panas jumlahnya akan bertambah
lebih besar dan gelap, sedangkan pada musim dingin akan
berkurang
Senile lentigo
Makula hiperpigmentasi pada daerah yang terbuka, biasanya
pada orang tua. Sering bersama makula depigmentasi,
ekimosis senilis, dan degenerasi aktinik yang kronik. Kadang
terlihat pada punggung tangan. Pemeriksaan histopatologik
menunjukkan terpisahnya geligi epidermal dan lapisan basal
berbentuk seperti pemukul baseball dan hiperpigmentasi
adanya peningkatan melanosit
PENATALAKSANAAN

Pengobatan secara Topikal


Hidroquinon
Asam Retinoat
Asam Azeleat
Asam Kojik (Kojic Acid)
Pengobatan secara Sistemik
Asam Askorbat / Vitamin C
Tindakan Khusus
Pengelupasan Kimiawi (Chemical Peels)
Bedah laser
Mikrodemarasi
PENCEGAHAN

Meminimalisir paparan sinar UV


Penderita diharuskan menghindari pajanan langsung sinar ultraviolet
terutama antara pukul 09.00-15.00
Menggunakan pakaian dan topi yang melindungi dari sinar matahari
menggunakan sunblock yang mengandung SPF ( Sun protection
Factor) 30 atau lebih yang melindungi dari UVA dan UVB saat
melakukan kegiatan di luar yang terpapar sinar matahari. Ulangi
pemakaian setiap 2-3 jam.
Meminimalisir efek hormonal
Baik pil oral kontrasepsi dan Hormone Replacing Therapy mempunyai
peran dalam perkembangan melasma. Sebagai tambahannya,
riwayat medikasi diperlukan untuk mengidentifikasi substansi-
substansi yang memiliki hormone-like activity seperti suplemen-
suplemen antiaging dan krim pharmacy-compounded yang digunakan
untuk mengurangi gejala-gejala dari menopause
PROGNOSIS

Prognosis melasma pada umumnya baik, dengan terapi yang


adekuat, kerjasama yang baik antara dokter - pasien, dan
menghindari faktor-faktor resiko terjadinya melasma.
Biasanya melasma menetap selama beberapa tahun.
Melasma yang berkaitan dengan kehamilan akan menetap
selama beberapa bulan setelah melahirkan dan melasma
yang berkaitan dengan pengobatan hormonal akan menetap
dalam periode yang panjang setelah berhenti mengkonsumsi
kontrasepsi oral

Anda mungkin juga menyukai