Anda di halaman 1dari 22

KONSEP DASAR

PENGORGANISASIAN
MASYARAKAT

Disusun Oleh:
1. Caroline Lystia R W
2. Dinniyah Pakarti
D-IV KEBIDANAN 3. Muftia Maesaroh
POLTEKKES JAKARTA III 4. Nadia Yuman A
2017-2018 5. Tyan Hardiyanti
Pengertian dan Konsep Dasar
Pengorganisasian Masyarakat
ORGANIZING

menciptakan suatu struktur dengan


bagian-bagian yang terintegrasi
sehingga mempunyai hubungan yang
saling mempengaruhi satu dengan
lainnya
Definisi pengorganisasian
menurut para ahli manajemen :

Mc. Millan Wayne (1947)


community organizing : uatu usaha yang ditujukan untuk
membantu kelompok- kelompok dalam mencapai kesatuan
tujuan dan tindakan.

George R. Terry
pengorganisasian sebagai kegiatan mengalokasikan seluruh
pekerjaan yang harus dilaksanakan antara kelompok kerja dan
menetapkan wewenang tertentu serta tanggungjawab masing-
masing yang bertanggung jawab untuk setiap komponen dan
menyediakan lingkungan kerja yang sesuai dan tepat.
Ross Murray
Pengorganisasian Masyarakat : Suatu proses dimana masyarakat
dapat mengidentifikasi kebutuhan kebutuhan dan menentukan
prioritas dari kebutuhan kebutuhan tersebut, dan mengembangkan
keyakinan untuk berusaha memenuhi kebutuhan kebutuhan sesuai
dengan skala prioritas berdasarkan atas sumber sumber yang ada
dalam masyarakat sendiri maupun yang berasal dari luar dengan
usaha secara gotong royong.
Siagian
pengorganisasian : keseluruhan proses pengelompokkan orang-
orang, alat-alat, tugastugas, tanggung jawab dan wewenang
sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat
digerakkan sebagai suatukesatuan dalam rangka pencapaian tujuan
yang telah ditentukan.
Aspek-aspek pengorganisasian
masyarakat

PROSES

MASYARAKAT

BERFUNGSINYA MASYARAKAT
PROSES
Kesadaran
Dalam terhadap
prosesnya Kesukarelaan kebutuhan dan
Merupakan ditemukan juga terjadi masalah yang
Jika proses unsur unsur dihadapi Selanjutnya
proses yang karena
disadari, kesukarelaan. biasanya mengintruksik
terjadi dorongan
berarti Kesukarelaan ditemukan pada an kepada
untuk
secara sadar, timbul karena segelintir orang masyarakat
masyarakat keinginan untuk
memenuhi saja yang untuk
tetapi kebutuhan
menyadari memenuhi kemudian bersama
mungkin kebutuhan
akan adanya kebutuhan melakukan sama
juga tidak sehingga kelompok upaya
kebutuhan, mengatasinya.
disadari mengambil atau menyadarkan
inisiatif untuk masyarakat. masyarakat
mengatasinya. untuk
mengatasinya.
MASYARAKAT
Kelompok Suatu Kelompok yang
Kelompok kecil
besar yang kelompok dari secara bersama
yang menyadari
mempunyai mereka yang sama
suatu masalah
Batas batas mempunyai mencoba
harus dapat
Geografis : kebutuhan mengatasi
menyadarkan
Desa, bersama dari masalah dan
kelompok yang
Kecamatan, kelompok yang memenuhi
lebih besar.
Kabupaten dsb. lebih besar. kebutuhannya.
BERFUNGSINYA MASYARAKAT
Menarik orang orang
yang mempunyai inisiatif
dan dapat bekerja, untuk
Melakukan upaya
membentuk kepanitiaan Membuat rencana kerja
penyebaran rencana (
yang akan menangani yang dapat diterima dan
kampanye ) untuk
masalah masalah yang dilaksanakan oleh
mensukseskan rencana
berhubungan dengan keseluruhan masyarakat.
tersebut
kesehatan dan
kesejahteraan
masyarakat.
Perencanaan dalam
Pengorganisasian Masyarakat
Menurut Subiyakto (1978), salah satu
faktor yang penting dalam pengorganisasian
komunitas adalah rencana kegiatan yang terdapat
dua bentuk berdasarkan aspek perencanaannya
yaitu :

Bentuk langsung (direct)

Bentuk tidak langsung (inderect)


Bentuk langsung (direct)

Indentifikasi masalah atau kebutuhan

Perumusan masalah

Menggunakan nilai-nilai sosial yang sama


dalam mengekspresikan hal-hal tersebut
Bentuk tidak langsung (inderect)

Disini diperlukan adanya individu-individu yang


menyakini tentang adanya masalah/kebutuhan
yang bila dilakukan tindakan tertentu akan
memberi manfaat kepada masyarakat
Pendekatan dalam
Pengorganisasian Masyarakat
Menurut Ross Murray dalam Pengorganisasian
Masyarakat, terdapat 3 pendekatan yang digunakan, yaitu:

1. Specific Content Objective Approach

Adalah: pendekatan baik perseorangan, lembaga swadaya


atau Badan tertentu yang merasakan adanya masalah
kesehatan dan kebutuhan dari masyarakat akan pelayanan
kesehatan, mengajukan suatu proposal/program kepada
instansi yang berwenang untuk mengatasi masalah dan
memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.

Contoh: program penanggulangan sampah.


2. General Content Objective Approach

Adalah: Pendekatan yang


mengkoordinasikan berbagai upaya dalam
bidang kesehatan dalam suatu wadah
tertentu.

Misalnya: Program Posyandu, yang


melaksanakan 5 7 upaya kesehatan yang
dijalankan sekaligus.
3. Process Objective Approach

Adalah: pendekatan yang lebih menekankan kepada proses yang


dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pengambil prakarsa, mulai
dari mengidentifikasi masalah, analisa, menyusun perencanaan
penanggulangan masalah, pelaksanaan kegiatan, sampai dengan
penilaian dan pengembangan kegiatan ; dimana masyarakat sendiri
yang mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kapasitas yang
mereka miliki.

Yang dipentingkan dalam pendekatan ini adalah Partisispasi


masyarakat / Peran serta Masyarakat dalam Pengembangan
Kegiatan.
bekerjasama dalam masyarakat bukan bekerja untuk masyarakat
Peran Memfasilitasi
masyarakat terhadap
petuga kegiatan-kegiatan atau
Memotivasi
program-program
s atau masyarakat untuk
pengembangan
bekerja sama atau
sektor Meningkatkan
bergotong royong
kesehat kemandirian
masyarakat
an
Metode pendekatan dalam pengorganisasian masyarakat

Peranan petugas dalam


pengembangan dan Menurut
pengorganisasian Murray G-
Ross
masyarakat

pembimb enabl
1 ing 2 er 3 ahli
Persyaratan petugas sebagai Promotor
Kesehatan Desa (Promokesa)
Mampu melakukan pendekatan serta menarik kepercayaan masyarakat, bekerjasama
dan membangun rasa saling percaya antara petugas dan masyarakat
Mengetahui dengan baik sumber daya yang ada di masyarakat serta tenaga ahli

Mampu berkomunikasi dengan baik

Memiliki kemampuan profesional untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat

Mengenal masyarakat dan keadaan lingkungannya

Memiliki pengetahuan dasar mengenai keterampilan yang dibutuhkan

Menyadari keterbatasan pengetahuan yang ada pada diri sendiri