Anda di halaman 1dari 26

Konsep Dan Langkah

Pengembangan
Posyandu

Disusun Oleh :
Annisa Ayu Lestari
P3.73.24.3.15.003
Devi Vinda Fransisca
P3.73.24.3.15.008
Dhiyaa Afiya A
P3.73.24.3.15.010
Renny Emalia Y
P3.73.24.3.15.024
Silfiyani Arofah
P3.73.24.3.15.031
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
merupakan salah satu bentuk Upaya
Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan
Pengertian bersama masyarakat, untuk memberdayakan
Posyandu dan memberikan kemudahan kepada
masyarakat guna memperoleh pelayanan
kesehatan bagi ibu, bayi dan anak
balita.(Depkes,2012)
Tujuan posyandu
Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (ibu hamil,
melahirkan dan nifas)

Mempercepat penerimaan atau membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia


dan Sejahtera (NKKBS).

Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan


kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana beserta kegiatan lainnya yang
dapat menunjang tercapainya masyarakat hidup sehat sejahtera.

Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan


Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera
Ruang lingkup
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Keluarga Berencana (KB)

Imunisasi

Gizi

Pencegahan dan Penanggulangan Diare


Kegiatan Pengembangan/Tambahan
Bina Keluarga Balita (BKB).
Kelas Ibu Hamil dan Balita.
Penemuan dini dan pengamatan penyakit pontensial Kejadian Luar
Biasa (KLB), misalnya : Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Demam
Berdarah Dengue (DBD), gizi buruk,
Polio,Campak,Difteri,Pertusis,Tetanus Neonatorum.
Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD)
Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman (PAB-
PLP)
Program diversifikasi pertanian tanaman pangan dan pemanfaatan
pekarangan , melalui Taman Obat Keluarga (TOGA)
Kegiatan ekonomi produktif, seperti: Usaha Peningkatan Pendapatan
Keluarga (UP2K), usaha simpan pinjam.
Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin), Tabungan Masyarakat (Tabumas)
Kesehatan lanjut usia melalui Bina Keluarga Lansia (BKL)
Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)
Pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang
masalah kesejahteraan sosial.
Fungsi Posyandu

1. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam


alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada
masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam
rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB.

2. Sebagai wadah untuk mendekatkan


pelayanan kesehatan dasar, terutama
berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
Prioritas Pengembangan Posyandu
Kegiatan revitalisasi posyandu Perhatian utamanya pada posyandu
yang sudah tidak aktif/rendah, Posyandu yang tidak berfungsi, posyandu yang
tidak memiliki bangunan, posyandu yang terbatas cakupan, jenis, waktu dan
tenaga pelayananya, posyandu yang tidak dilengkapi alat-alat bantu pelayanan
kesehatan dasar dan pelayanan lainnya yang dibutuhkan masyarakat desa,
posyandu yang tidak mendapat partisipasi atau peran serta masyarakat
(Nilawati, 2008).

Sasaran kegiatan Revitalisasi Posyandu ini pada dasarnya meliputi


seluruh Posyandu dengan prioritas utama pada Posyandu Pratama dan Madya
sesuai dengan kebutuhan (Depdagri RI, 2001).
Madya Purnama

Pratama Mandiri
Kegiatan bulanan belum rutin
Jumlah kader sangat terbatas (<5)

Posyandu yang masih belum


mantap dan belum siapnya
masyarakat
Kegiatan sudah > 8 kali/tahun
Rata-rata jumlah kader 5
orang/lebih
Tetapi cakupan kegiatan utama
<50%

Kelestarian posyandu sudah baik


tetapi masih rendah cakupannya
Melaksanakan kegiatan > 8 kali per tahun
Rata-rata jumlah kader 5 orang/lebih
Cakupan kegiatan utama > 50%
Menyelenggarakan program tambahan
Memperoleh pembiayaan dari dana sehat
tetapi dengan peserta masih terbatas( < 50%
KK )
Melaksanakan kegiatan > 8 kali per tahun
Rata-rata jumlah kader 5 orang/lebih
Cakupan kegiatan utama > 50%
Menyelenggarakan program tambahan
Memperoleh pembiayaan dari dana sehat
dan dengan peserta > 50% KK

sudah dapat melakukan kegiatan secara


teratur
Proses pemberdayaan terhadap kemampuan kader dalam
meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita di posyandu
adalah salah satu prioritas yang sangat menentukan hidup tidaknya
posyandu.
Manfaat Posyandu

1. Bagi Masyarakat
Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan
kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita.
Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau
gizi buruk.
Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul Vitamin A.
Bayi memperoleh imunisasi lengkap.
Ibu hamil akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet penambah
darah (Fe) serta imunisasi Tetanus Toksoid (TT).

Ibu nifas memperoleh kapsul Vitamin A dan tablet tambah darah (Fe).
Memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan
anak.
Apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas, dan
ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas.
Dapat berbagi pengetahuan dan pangelaman tentang kesehatan ibu,
bayi, dan anak balita.
2. Bagi Kader

3. Citra diri meningktat di mata


1. Mendapatkan berbagai informasi
masyarakat sebagai orang yang
kesehatan lebih dahulu dan lebih
terpercaya dalam bidang
lengkap.
kesehatan.
2. Ikut berperan secara nyata dalam
4. Menjadi panutan karena telah
perkembangan tumbuh kembang
mengabdi demi pertumbuhan anak
anak balita dan kesehatan ibu.
dan kesehatan ibu.
Struktur
Organisasi

Pengoga
Kader Pengelola
nisasian

Indikator

Struktur Organisasi Posyandu

Struktur organisasi posyandu ditentukan oleh musyawarah masyarakat


pada saat pembentukan posyandu. Struktur organisasi bersifat
fleksibel, sehingga dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan,
kondisi, permasalahan dan kemampuan sumber daya. Struktur
organisasi minimal terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara serta
kader posyandu yang merangkap sebagai anggota.
Contoh Struktur Organisasi


Pengelola Posyandu

Pengelola posyandu adalah unsur masyarakat, lembaga


kemasyarakatan, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya
masyarakat, lembaga mitra pemerintah dan dunia usaha yang dipilih,
bersedia mampu, dan memiliki waktu dan kepedulian terhadap
pelayanan sosial dasar masyarakat di posyandu.

Kriteria Pengelola Posyandu

Diutamakan berasal dari para dermawan dan tokoh


1. masyarakat setempat.

Memiliki semangat pengabdian, berinisiatif tinggi dan


2. mampu memotivasi masyarakat.

Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat.


3.
Indikator Pengorganisasian dan Tingkat
Pencapaian Program

Frekuensi Rata-rata jumlah


Cakupan
Penimbangan kader pada hari H Cakupan D/S
Imunisasi
Pertahun posyandu

Cakupan Ibu Program


Cakupan KB Dana Sehat
Hamil Tambahan
TERIMAKASIH
Pertanyaan :
Dewi: indikator posyandu kegiatan penimbangan 8 kali, posyandu
pratama?

Nur: siapakah yang melakukan revitalisasi posyandu ??

Puspa: posyandu purnama dan mandiri punya dana sehat, Dana


di posyandu pratama dan mandiri berasal dari mana?

Tyan: mposyandu apakah setiap posyandu sudah di siapkan?