Anda di halaman 1dari 27

LANGKAH-LANGKAH

PENGEMBANGAN
POSYANDU

Dosen Pembimbing :
Niken Purbowati , SST, M.Kes

DISUSUN OLEH :

AMELIA PUTRI WIBISANA P3.73.24.3.15.002


DEWI ANGGRAINI P3.73.24.3.15.009
SELVIA RAHAYU P3.73.24.3.15.028
SHINTA RIZKIA DEWI P3.73.24.3.15.030
SYIFA DEWI PRASTIKA P3.73.24.3.15.035
TUTUT HARDIYANTI P3.73.24.3.15.036

P R O D I D - I V K E B I DA N A N
P O LT E K K E S K E M E N K E S JA K A R TA I I I
Pendek atan
internal

Mempersiapkan para petugas/aparat


Misalnya Puskesmas, harus dapat
meningkatkan motivasi dan keterampilan
para petugas puskesmas sehigga bersedia
dan mampu bekerja bersama untuk
kepentingan masyarakat
Pendekatan
Eksternal

Mempersiapkan masyarakat, khususnya


tokoh masyarakat, sehingga bersedia
mendukung penyelenggaraan posyandu. Jika
di daerah tersebut telah terbentuk konsil
kesehatan kecamatan, pendekatan eksternal
ini juga dilakukan bersama dan atau
mengikutsertakan konsil kesehatan
kecamatan

Survey Mawas Diri

Kegiatan pengenalan, pengumpulan dan


pengkajian masalah kesehatan yang
dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat
dan kader setempat dibawah bimbingan
kepala desa/keluarahan dan petugas
kesehatan (depkes RI 2007)
Tujuan SMD

Agar pemuka-pemuka
masyarakat menimbulkan rasa
atau tokoh lain yang
mempunyai kemampuan memiliki masyarakat
atau dipercayai (sense of belonging)
masyarakat serta dapat melalui penemuan sendiri
mempengaruhi masalah yang dihadapi
masyarakat sehingga serta potensi yang dimiliki
mampu melakukan
telaah mawas diri untuk
desanya
Survei ini dilakukan oleh pemuka-pemuka
masyarakat setempat atau oleh masyarakat sendiri
dengan bimbingan petugas puskesmas, aparat
pemerintahan desa/kelurahan, dan Forum Peduli
Kesehatan Kecamatan (jika sudah terbentuk).

Untuk itu sebelumnya perlu dilakukan pemilihan


dan pelatihan anggota masyarakat yang dinilai mampu
melakukan SMD seperti guru, anggota pramuka,
kelompok dasawisma, PKK, anggota karang taruna,
murid sekolah atau kalangan berpendidikan lainnya
Pelatihan yang diselenggarakan mencakup penetapan
responden, metode wawancara sederhana,
penyusunan dan pengisian daftar pertanyaan serta
pengolahan hasil pengumpulan data.
Diharapkan :

Mereka menjadi sadar akan permasalahan yang


dihadapi di desanya
Bangkit niat dan tekad untuk mencari solusinya
Membangun Poskesdes sebagai upaya mendekatkan
pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa.
Keluaran atau output dari SMD ini berupa identifikasi
data masalah-masalah kesehatan serta potensi di desa
yang dapat didayagunakan dalam mengatasi masalah-
masalah kesehatan tersebut, termasuk dalam rangka
rnembangun Poskesdes.
Cara Pelaksanaan Survei Mawas Diri (SMD)

a) Petugas Puskesmas, Bidan di desa dan kader/kelompok warga yang


ditugaskan untuk melaksanakan SMD dengan kegiatan meliputi :
Pengenalan instrumen (daftar pertanyaan) yang akan dipergunakan
Penentuan sasaran baik jumlah KK ataupun lokasinya
Penentuan cara memperoleh informasi masalah kesehatan dengan cara
wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan.
b) Pelaksana SMD
Kader, tokoh masyarakat dan kelompok warga yang telah ditunjuk
melaksanakan SMD dengan bimbingan petugas Puskesmas dan bidan di desa
mengumpulkan informasi masalah kesehatan sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan.
c) Pengolahan Data
Kader, tokoh masyarakat dan kelompok warga yang telah ditunjuk mengolah
data SMD dengan bimbingan petugas Puskesmas dan bidan di desa,
MMD (Muyawarah Masyarakat Desa)

adalah pertemuan seluruh warga


desa/kelurahan atau warga
masyarakat yang mewakili semua
komponen masyarakat di
desa/kelurahan untuk membahas hasil
survei mawas diri dan merencanakan
upaya penanggulangan masalah
kesehatan, lingkungan dan perilaku
yang diperoleh dari hasil survei mawas
diri
Tujuan MMD

Mengenal masalah kesehatan yang


dihadapi di suatu wilayah

Memperoleh kesepakatan bersama


menanggulangi masalah kesehatan desa

Menyusun rencana kerja


penanggulangan masalah kesehatan
desa
Hasil yang diharapkan dari
MMD adalah ditetapkannya
daftar urutan masalah dan
upaya kesehatan yang akan
dilakukan, yang disesuaikan
dengan konsep Posyandu yakni
KIA, KB, Imunisasi, gizi, dan
penanggulangan diare.
Pembentukan

Pemilihan Orientasi Pembentukan dan Penyelenggaraan dan


Pengurus dan Pengurus dan Peresmian Pemantauan Kegiatan
Kader Posyandu Pelatihan Kader Posyandu Posyandu
Posyandu

Dilakukan melalui Orientasi ditujukan Setelah Posyandu resmi


kepada pengurus Pengurus dan kader dibentuk, dilanjutkan
pertemuan yang telah mengikuti
Posyandu dan dengan pelaksanaan
khusus dengan pelatihan ditunjukan orientasi dan kegiatan Posyandu secara
mengundang pengurus Posyandu pelatihan, rutin, berpedoman pada
para tokoh dan yang keduanya selanjutnya panduan yang berlaku.
anggota dilaksanakan oleh mengorganisasikan Secara berkala kegiatan
masyarakat Puskesmas sesuai diri ke dalam wadah Posyandu dipantau oleh
dengan pedoman Posyandu. Kegiatan Puskesmas, yang hasilnya
terpilih.
orientasi dan utama Posyandu ada dipakai sebagai masukan
pelatihan yang 5 yakni KIA, KB, untuk perencanaan dan
berlaku imunisasi, gizi, dan pengembangan Posyandu
penanggulangan selanjutnya secara lintas
diare. sektoral
Pengembangan
Dalam keadaan tertentu masyarakat dapat
menambah kegiatan Posyandu dengan kegiatan
baru, disamping 5 kegiatan utama yang telah
ditetapkan. Kegiatan baru tersebut misalnya:
perbaikan kesehatan lingkungan, pemberantasan
penyakit menular, dan berbagai program
pembangunan masyarakat desa lainnya. Posyandu
yang seperti ini disebut dengan nama Posyandu
Plus.
Pada saat ini telah dikenal beberapa kegiatan
tambahan Posyandu yang telah diselenggarakan
antara lain:

Bina Keluarga Balita (BKB)


Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak (KP-KIA)
Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD)
Usaha Kesehatan Gizi Masyarakat Desa (UKGMD)
Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan permukiman (PAB-PLP)
Program diversifikasi tanaman pangan dan pemanfaatan pekarangan,
melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Desa Siaga
Pos Malaria Desa (Posmaldes)
Kegiatan ekonomi produktif, sperti: Usaha Peningkatan Pendapatan
Keluarga (UP2K)
Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin), Tabungan Masyarakat (Tabumas)
Jejaring Kerjasama

1. Kader
Pada hari buka posyandu, antara lain :

1. SIAPKAN TEMPAT, ALAT, 3. TIMBANG


2. PENDAFTARAN
SARANA & PRASARANA, BALITA, BUMIL
PENGUNJUNG
PMT

5. PENKES GIZI SESUAI HASIL


4. CATAT HASIL
PENIMBANGAN & MEMBERIKAN PMT
PENIMBANGAN

6. MEMBERI YANKES & 7. PENCATATAN & MEMBAHAS


KB SESUAI KEWENANGAN KEGITAAN TINDAK LANJUT
Di luar hari bukan posyandu, antara lain :

1. PEMUTAKHIRAN DATA
SASARAN POSYANDU

2. MEMBUAT
GRAFIK SKDN
3. TINDAK LANJUT
TERHADAP SASARAN YANG
TIDAK DATANG
PERLU PENYULUHAN
LANJUTAN
MEBERITAHUN SASARAN
AGAR DATANG
KUNJUNGAN TATAP MUKA
KE TOMA, TOGA
2. Petugas Puskesmas

1. MEMBIMBING
KADER

2. MENYELENGGARAKAN
PELAYANAN KESEHATAN
DENGAN 5 LANGKAH

3. PENKES KB DAN
GIZI

4. ANALISA HASIL KEGIATAN LAPOR KE


PKM SUSUN RENCANA KERJA UPAYA
PERBAIKAN SESUAI KEBUTUHAN
3. Stakeholder
LURAH

CAMAT
1.DUKUNGAN

1. KOORDINASI HASIL 2.KOORDINASI PERGERAKAN


KEGIATAN DAN TINDAK LANJUT MASYARAKAT

2. DUKUNGAN DALAM UPAYA 3. KOORDINASI KADER,


MENINGKATKAN KINERJA PENGURUS, TOMA
POSYANDU
4. TINDAK LANJUT HASIL
KEGIATAN
3. PEMBINAAN

5. PEMBINAAN
INSTANSI/LEMBAGA
TERKAIT

1. BADAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DAN
PEMERINTAH DESA (BPMPD
2. DINAS KESEHATAN

3. SKPD PROVINSI &


KAB/KOTA

4. BAPPEDA

5. KEMENTRIAN AGAMA, DINAS


PENDIDIKAN, DINAS PERTANIAN, DINAS
PERINDUSTRIAN DAN UKM, DINAS
SOSIAL, LEMBAGA PROFESI
4. Kelompok kerja (Pokja) Posyandu :

1.MENGELOLA
DATA & INFORMASI
2. MERENCANAKAN 3. ANALISIS MASALAH
KEGIATAN TAHUAN PROGRAM BERDASARKAN
DAN MENYEDIAKAN ALTERNATIF PEMECAHAN
SUMBER DANA MASALAG SESUAI DENGAN
POTENSI DESA

4. MELAKUKAN BIMBINGAN,
5. MENGGERAKKAN PARTISIPASI
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
MASYARAKAT DALAM
MENGEMBANGKAN POSYANDU

6. MENGEMBANGKAN 7. MELAPORKAN HASIL


KEGIATAN LAIN SESUAI KEGIATAN KE LURAH DAN
KEBITUHAN KETUA POKJANAL POSYANDU
KECAMATAN
5. Tim penggerak PKK :

1. AKTIF DALAM POSYANDU

2. MENGGERAKKAN PERAN
SERTA MASYARAKAT

3. PENYULUHAN
6. Tokoh masyarakat/konsil kesehatan
kecamatan (apabila telah terbentuk)

1. MENGGALI SUMBER
DAYA

2. MENAUINGI KEGIATAN
POSYANDU

3. MENGGERAKKAN
MASYARAKAT
7. Organisasi kemasyarakatan / LSM :

1. BERPERAN AKTIF DALAM


KEGIATAN POSYANDU
2. MEMBERIKAN
DUKUNGAN SARANA DAN
8. Swasta/Dunia usaha : PRASARANA

1. MEMBERIKAN
DUKUNGAN SARANA DAN 2. SEBAGAI
DANA SUKARELAWAN
TERIMAKASIH
Silvana: ada program untuk pelatihan kader atau
tidak? Yang melakukan kerjasama itu siapa?
Khilda: jelaskan kembali jejaring kerjasama dengan
pokja?
Annisa: pembentukan posyandu, apakah pratama
dahulu atau bisa kemandiri langsung?
Ruth: orientasi puskesmas kepada kader, dari
orientasi apakah ada penyeleksian lagi untuk
kadernya?