Anda di halaman 1dari 42

Chapter 1:

Penggabungan Usaha
(Business Combinations)

to accompany
Advanced Accounting, 11th edition
by Beams, Anthony, Bettinghaus, and Smith

Copyright 2012 Pearson Education,


1-1
Inc. Publishing as Prentice Hall
Tujuan Pembelajaran

1. Memahami motivasi ekonomi yang


mendasari terjadinya penggabungan usaha.
2. Mempelajari alternatif tentang bentuk-
bentuk penggabungan usaha, baik dari
perspektif legal maupun akuntansi.
3. Mengenalkan konsep akuntansi untuk
penggabungan usaha, pendekatan metode
akuisisi.
4. Melihat bagaimana perusahaan mencatat
fair values dari assets dan liabilities dalam
pelaksanaan akuisisi.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-2
Inc. Publishing as Prentice Hall
Business Combinations

1: MOTIVASI EKONOMI

Copyright 2012 Pearson Education,


1-3
Inc. Publishing as Prentice Hall
Tipe Penggabungan Usaha

Penggabungan usaha menyatukan entitas bisnis


yang sebelumnya terpisah.
Integrasi Horizontal lini bisnis dan pasar yang
sama.
Integrasi Vertical operasional yang berbeda,
tetapi berada pada tahapan produksi atau
distribusi, atau keduanya.
Konglomerasi produk atau jasa yang berbeda
dan tidak berkaitan.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-4
Inc. Publishing as Prentice Hall
Alasan Penggabungan

Mengurangi Biaya
Risiko lebih rendah
Mengurangi waktu tunda (delay)
Menghindari pengambilalihan
Mendapatkan intangible assets
Lain-lain: perpajakan, bisnis, alasan pribadi, dsb.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-5
Inc. Publishing as Prentice Hall
Potensi Pelanggaran
Antitrust
Federal Trade Commission prohibited Staples
acquisition of Office Depot
Regulation
Federal Reserve Board
Department of Transportation
Department of Energy
Federal Communications Commission

Beberapa negara bagian telah memiliki UU


Antitrust yang melarang rumah sakit untuk
mengejar proyek-proyek gabungan.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-6
Inc. Publishing as Prentice Hall
Business Combinations

2: BENTUK PENGGABUNGAN
USAHA

Copyright 2012 Pearson Education,


1-7
Inc. Publishing as Prentice Hall
Bentuk Legal Penggabungan

Merger
Bila satu perusahaan mengambilalih seluruh
operasi perusahaan lain dan perusahaan yang
diambilalih ditutup.
Consolidation
Bila dibentuk satu perusahaan baru sebagai
pengambilalih aset dan operasi dua atau lebih
perusahaan terpisah dan perusahaan yang
bergabung ditutup.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-8
Inc. Publishing as Prentice Hall
Mergers:
A+B=A X+Y=X
PT A mengakuisisi net assets PT B atas kas,
aset lainnya, dan debt/equity securities PT A.
PT B ditutup; PT A melanjutkan operasi atas
assets dan liabilities PT B.

PT X mengakuisisi saham PT Y dari para


pemegang sahamnya atas kas, aset lainnya,
dan debt/equity securities PT X.
PT Y ditutup. PT X melanjutkan operasi atas
assets and liabilities PT Y.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-9
Inc. Publishing as Prentice Hall
Consolidations:
E + F = D K + L = J
PT D dibentuk dan mengakuisisi net assets PT E
dan PT F dengan menerbitkan saham PT D.
PT E dan PT F ditutup. PT D melanjutkan usaha
dengan menggunakan assets dan liabilities
kedua perusahaan yang ditutup.
PT J dibentuk dan mengakuisisi saham PT K
dan PT L dari para pemegang saham masing-
masing dengan menerbitkan saham PT J.
PT K dan PT L ditutup. PT J melanjutkan usaha
dengan menggunakan assets dan liabilities
kedua perusahaan yang ditutup.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-10
Inc. Publishing as Prentice Hall
Penggunaan Terminologi

Dalam pandangan bisnis secara umum, mergers dan


consolidations adalah penggabungan usaha dan
bisa melibatkan atau tidak melibatkan penutupan
perusahaan yang diakuisi.
Pada Chapter 1, mergers dan consolidations akan
melibatkan hanya 100% akuisisi yang diikuti
dengan penutupan perusahaan yang diakuisisi.
Asumsi ini yang akan dipakai pada sisa
pembahasan.
Consolidation juga merupakan terminologi
akuntansi untuk menggambarkan proses
penyusunan laporan keuangan konsolidasi pada
perusahaan induk dan perusahaan anak.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-11
Inc. Publishing as Prentice Hall
Business Combinations

3: AKUNTANSI
PENGGABUNGAN USAHA

Copyright 2012 Pearson Education,


1-12
Inc. Publishing as Prentice Hall
Penggabungan Usaha (definisi)

Penggabungan usaha adalah suatu transaksi


atau kejadian lain yang menyebabkan
pengakuisisi memiliki kendali (control) atas
satu atau lebih perusahaan lain.

Hubungan Perusahaan Induk-Anak terbentuk


pada kondisi:
Kepemilikan saham kurang dari 100%, atau
Perusahaan yang diakuisisi tidak ditutup.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-13
Inc. Publishing as Prentice Hall
U.S. GAAP for Business Combinations

Sejak tahun 1950-an akuntansi penggabungan


usaha menggunakan dua metode:
the pooling-of-interests method; dan
the purchase method.
Setelah June 30, 2001 akuntansi hanya
memperkenankan penggunaan: purchase method.
[FASB ASC 805]
Saat ini perusahaan-perusahaan menggunakan
metode akuisisi dalam proses penggabungan
usaha. Hal ini dimulai pada awal periode fiskal
setelah 15 Desember 2008. [FASB ACS 810-10-5-2]

Copyright 2012 Pearson Education,


1-14
Inc. Publishing as Prentice Hall
International Accounting

Sebagian besar pelaku ekonomi melarang


penggunaan pooling method.

The International Accounting Standards Board


secara khusus melarang penggunaan pooling
method dan menetapkan penggunaan acquisition
method.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-15
Inc. Publishing as Prentice Hall
Panduan Pencatatan (1 of 2)

Mencatat perolehan asets dan liabilities yang


dihitung menggunakan prinsip the fair value.
Jika equity securities diterbitkan oleh perusahaan
pengakuisisi (acquirer), biaya registrasi dan
penerbitan sekuritas dicatat mengurangi additional
paid-in-capital.
Biaya direct combination (misalnya, legal fees,
finders fees) dan biaya indirect combination
(misalnya, management salaries) dicatat ke
expense.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-16
Inc. Publishing as Prentice Hall
Panduan Pencatatan (2 of 2)
Bila perusahaan yang diakuisisi menyerahkan aset
(nonkas) sebagai bagian dari pelaksanaan
penggabungan usaha, setiap gain atau loss atas
penyerahan assets dicatat sebagai current income.
Kelebihan kas, assets selain kas, debt, dan equity
securities yang diserahkan melebihi fair value dari
net assets (A L) yang diperoleh dicatat sebagai
goodwill.
Jika net assets yang diperoleh melebihi nilai cash,
assets selain kas, debt, dan equity securities yang
diserahkan, gain on the bargain purchase dicatat
sebagai current income.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-17
Inc. Publishing as Prentice Hall
Contoh: Pop Corp. (1 of 3)

Pop Corp. menerbitkan 100,000 lembar $10


saham biasa untuk Son Corp. Nilai saham
Pop bernilai $16 per lembar. (dalam ribuan)

Investment in Son Corp. (+A) 1,600


Common stock, $10 par (+SE) 1,000
Additional paid-in-capital (+SE) 600

Copyright 2012 Pearson Education,


1-18
Inc. Publishing as Prentice Hall
Contoh: Pop Corp. (2 of 3)
Pop Corp. Membayar tunai $80,000 biaya konsultan dan
$40,000 biaya pendaftaran dan penerbitan. (dalam
ribuan)
Investment expense (E, -SE) 80
Additional paid-in-capital (-SE) 40
Cash (-A) 120
Asumsikan Son Corp. ditutup setelah diakuisisi. Oleh karena itu,
Pop Corp. mengalokasikan biaya investasi ke dalam fair value
dari aset-aset teridentifikasi yang diperoleh dan hutang-hutang
yang ditanggungnya. Kelebihan harga perolehan dicatat
sebagai goodwill.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-19
Inc. Publishing as Prentice Hall
Contoh: Pop Corp. (3 of 3)

Receivables (+A) XXX


Inventories (+A) XXX
Plant assets (+A) XXX
Goodwill (+A) XXX
Accounts payable (+L) XXX
Notes payable (+L) XXX
Investment in Son Corp. (-A) 1,600

Copyright 2012 Pearson Education,


1-20
Inc. Publishing as Prentice Hall
Business Combinations

4: MENCATAT FAIR VALUE


MENGGUNAKAN
ACQUISITION METHOD

Copyright 2012 Pearson Education,


1-21
Inc. Publishing as Prentice Hall
Identifikasi Net Assets yang diperoleh

Identifikasi:
Tangible assets,
Intangible assets, dan
Liabilities
Termasuk:
Identifiable intangibles yang berasal dari hak
kontraktual atau legal dari entitas
Proses Riset dan Pengembangan
Kontinjensi kontraktual
Beberapa nonkontinjensi kontraktual
Copyright 2012 Pearson Education,
1-22
Inc. Publishing as Prentice Hall
Menetapkan Fair Values ke Net Assets

Gunakan fair values dengan urutan sbb:


Menetapkan harga pasar
Present value-kan estimasi arus kas masa datang,
tingkat diskonto berdasarkan alat ukur yang bisa
diamati, seperti tingkat suku bunga bank.
Selebihnya menggunakan estimasi.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-23
Inc. Publishing as Prentice Hall
Pengecualian pada Aturan Fair

Gunakan panduan normal untuk:


Deferred tax assets and liabilities
Pensions and other benefits
Operating and capital leases
[FASB ASC 740]

Goodwill pada perusahaan yang diakuisisi


tidak diberikan nilai.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-24
Inc. Publishing as Prentice Hall
Goodwill

Goodwill adalah selisih lebih antara


Penjumlahan:
Fair value of the consideration transferred,
Fair value of any noncontrolling interest in the
acquiree, and
Fair value of any previously held interest in
acquiree,
dengan net assets yang diperoleh.

Copyright 2012 Pearson Education,


1-25
Inc. Publishing as Prentice Hall
Contingent Consideration

The fair value of contingent consideration is


determined or estimated at the acquisition
date and it is included along with other
consideration given as part of the
combination.
Classifying contingencies:
Contingent share issuances are equity
Contingent cash payments are liabilities
Estimated contingencies are revalued to fair
value at each subsequent reporting date.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-26
Inc. Publishing as Prentice Hall
Contoh Pit Corp. Data

Pit Corp. mengakuisisi net assets Sad Co.


dalam penggabungan usaha pada tanggal
12/27/2011.

Nilai buku dan fair value Assets dan liabilities


Sad Co. pada tanggal ini, sbb: (dalam ribuan):

Copyright 2012 Pearson Education,


1-27
Inc. Publishing as Prentice Hall
Copyright 2012 Pearson Education,
1-28
Inc. Publishing as Prentice Hall
Akuisisi dengan Goodwill

Pit Corp. menyerahkan uang tunai $400,000


dan menerbitkan 50,000 lembar $10 par
saham biasa dengan harga pasar $20 per
lembar untuk mendapatkan net assets Sad
Co.

Total consideration at fair value (in thousands):


$400 + (50 shares x $20) $1,400

Fair value of net assets acquired: $1,200


Goodwill $ 200

Copyright 2012 Pearson Education,


1-29
Inc. Publishing as Prentice Hall
Ayat Jurnal dengan Goodwill

Ayat jurnal untuk mencatat akuisisi net assets:

Investment in Sad Co. (+A) 1,400


Cash (-A) 400
Common stock, $10 par (+SE) 500
Additional paid-in-capital (+SE) 500
Ayat jurnal untuk mencatat aset Sad Co. secara
langsung pada pembukuan Pits :

Copyright 2012 Pearson Education,


1-30
Inc. Publishing as Prentice Hall
Cash (+A) 50
Net receivables (+A) 140
Inventories (+A) 250
Land (+A) 100
Buildings (+A) 500
Equipment (+A) 350
Patents (+A) 50
Goodwill (+A) 200
Accounts payable (+L) 60
Notes payable (+L) 135
Other liabilities (+L) 45
Investment in Sad Co. (-A) 1,400

Copyright 2012 Pearson Education,


1-31
Inc. Publishing as Prentice Hall
Akuisisi dengan Bargain Purchase

Pit Corp. menerbitkan 40,000 lembar $10


saham biasanya dengan harga pasar $20 per
lembar, dan juga menyerahkan 10%, 5 tahun
note payable $200,000 untuk mendapatkan net
assets Sad Co.
Fair value of net assets acquired
$1,200
(in thousands)
Total consideration at fair value
$1,000
(40 shares x $20) + $200
Gain from bargain purchase $200
Copyright 2012 Pearson Education,
1-32
Inc. Publishing as Prentice Hall
Entries with Bargain Purchase

Ayat jurnal untuk mencatat akuisisi net assets:

Investment in Sad Co. (+A) 1,000


10% Note payable (+L) 200
Common stock, $10 par (+SE) 400
Additional paid-in-capital (+SE) 400
Ayat jurnal untuk mencatat aset Sad Co. secara
langsung ke pembukuan Pit:

Copyright 2012 Pearson Education,


1-33
Inc. Publishing as Prentice Hall
Cash (+A) 50
Net receivables (+A) 140
Inventories (+A) 250
Land (+A) 100
Buildings (+A) 500
Equipment (+A) 350
Patents (+A) 50
Accounts payable (+L) 60
Notes payable (+L) 135
Other liabilities (+L) 45
Investment in Sad Co. (+A) 1,000
Gain from bargain purchase (G, +SE) 200
Copyright 2012 Pearson Education,
1-34
Inc. Publishing as Prentice Hall
Business Combinations

5: ISU LAINNYA:
IMPAIRMENTS,
DISCLOSURES, DAN THE
SARBANES-OXLEY ACT
(SOA)

Copyright 2012 Pearson Education,


1-35
Inc. Publishing as Prentice Hall
Kontroversi tentang Goodwill

Kapitalisasi goodwill adalah harga beli yang tidak


termasuk dalam identifiable assets dan identifiable
liabilities.
Kesalahan dalam penilaian assets dan liabilities
mempengaruhi jumlah goodwill yang dicatat.
Secara historis, goodwill di banyak negara industri
dilakukan kapitalisasi dan diamortisasi.
Current IASB standards, like U.S. GAAP
Capitalize goodwill,
Do not amortize it, and
Test it for impairment
Copyright 2012 Pearson Education,
1-36
Inc. Publishing as Prentice Hall
Pengujian Goodwill Impairment

Firms must test for the impairment of goodwill


at the business unit reporting level.
Step 1: Compare the units net book value to its fair
value to determine if there has been a loss in value.
Step 2: Determine the implied fair value of the
goodwill, in the same manner used to originally
record the goodwill, and compare that to the
goodwill on the books.
Record a loss if the implied fair value is less
than the carrying value of the goodwill.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-37
Inc. Publishing as Prentice Hall
When to Test for Impairment

Goodwill should be tested for impairment at


least annually.
More frequent testing may be needed:
Significant adverse change in business
Adverse action by regulator
Unanticipated competition
Loss of key personnel
Impairment or expected disposal losses of:
Reporting unit or part of one
Significant long-lived asset group
Subsidiary

Copyright 2012 Pearson Education,


1-38
Inc. Publishing as Prentice Hall
Business Combination Disclosures

Business combination disclosures include, but


are not limited to:
Reason for combination,
Nature and amount of consideration,
Allocation of purchase price among assets and
liabilities,
Pro-forma results of operations, and
Goodwill or gain from bargain purchase

Copyright 2012 Pearson Education,


1-39
Inc. Publishing as Prentice Hall
Intangible Asset Disclosures

Specific disclosures are needed:


In the fiscal period when intangibles are acquired,
Annually, for each period presented, and
In the fiscal period that includes an impairment

Disclosures are needed for:


Intangibles which are amortized,
Intangibles which are not amortized,
Research & development acquired, and
Intangibles with renewal or extension terms
Copyright 2012 Pearson Education,
1-40
Inc. Publishing as Prentice Hall
Sarbanes-Oxley Act of 2002

Establishes the PCAOB


Requires:
Greater independence of auditors and clients
Greater independence of corporate boards
Independent audits of internal controls
Increased disclosures of off-balance sheet
arrangements and obligations
More types of disclosures on Form 8-K
SEC enforces SOX and rules of the PCAOB

Copyright 2012 Pearson Education,


1-41
Inc. Publishing as Prentice Hall
This work is protected by United States copyright laws and
is provided solely for the use of instructors in teaching

!
their courses and assessing student learning.
Dissemination or sale of any part of this work
(including on the World Wide Web) will destroy the
integrity of the work and is not permitted. The
work and materials from it is should never be made
available to students except by instructors using the
accompanying text in their classes. All recipients of this
work are expected to abide by these restrictions and to
honor the intended pedagogical purposes and the needs of
other instructors who rely on these materials.
All rights reserved. No part of this publication may be reproduced,
stored in a retrieval system, or transmitted, in any form or by any
means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or otherwise,
without the prior written permission of the publisher. Printed in the
United States of America.
Copyright 2012 Pearson Education,
1-42
Inc. Publishing as Prentice Hall