Anda di halaman 1dari 17

PENENTUAN KADAR NH3 DENGAN

METODE KJELDHAL

oleh
Yuni Arliyana Togatorop
NIM D1121161002
Abstarak
Nitrogen merupakan elemen esensial yang
sangat penting, yang menyusun bermacam-
macam persenyawaan penting, baik organik
maupun anorganik.
Nitrogen dapat kita temui dalam makanan,
minuman, susu, pupuk, dan sebagainya. Nitrogen
juga seing digunakan dalam proses industri
kimia, sebagai pelumas, dan juga gas pembersih.
Latar Belakang
Metode Kjeldhal pertama kali ditemukan oleh
seorang ahli kimia bbernama Johan Kjeldhal
pada abad ke 19. Awal penelitian yang
dilakukannya didasarkan atas ketidak puasannya
terhadap metode untuk menghitung kadar
nitrogen yang sudah ada.
Metode ini sendiri dilakukan untuk menghitung
kadar nitrogen dalam suatu sampel dengan cara
mengubah sampel tersebut terlebih dahulu ke
dalam bentuk NH3.
METODE
Metode kjeldhal dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :
Sample prepation

Digesti/Destruksi

destilasi

titrasi

kalkulasi
Sample Prepation

Prepasi sampel dilakukan untuk


mengkondisikan sampel sehiingga siap
untuk masuk ke tahap selanjutnya.
Apabila sampel yang digunakan
berbentuk padatan maka harus digiling
terelebih dahulung hingga ukuran
kurang dari 1 mm. Namun jika sampel
berbentuk cairan atau semi solid, maka
harus diaduk-aduk hingga homogen
Digesti/Destruksi
Digesti

Yaitu pelepasan ikatan nitrogen dalam protein menjadi


ammonium sulfat dengan cara menambahkan reagent
asam sulfat, katalais, dan antifoam jika dipelukan.

Pada tahap
Sample ini, ikatan
+ HSO4 >nitrogen(NH4)2SO4
dalam protein akan
+ CO2dilepaskan
+ SO2menjadi
+ H2O
ammonium sulfat dengan cara mencampurkan asam sulfat, katalis, dan
antifoam jika diperlukan.
Sample + H2SO4 > (NH4)2SO4 + CO2 + SO2 + H2O
Destilasi

Pendinginan dan pengenceran larutan


digesi.

Penambahan NaOH ke dalam larutan (NH4)2SO4 + 2NaOH 2NH3 + Na2SO4 +


2H2

Dialirkan ke larutan penerima 2NH3 + 2H2SO4 (NH4)2SO4 + H2SO4


(dengan asam standar)

NH3 + H3BO3 NH4+:H2BO3- + H3BO3


(dengan asam borat)
Titrasi
Menyiapkan larutan HCl atau H2SO4
dalam biuret dan dibakukan dengan
boraks/asam borat.

Menitrasi destilat dengan menggunakan HCl


atau H2SO4

Titik akhir titrasi ditunjukan dengan warna merah


muda.
Titrasi

Titrasi balik Titrasi langsung

(NH4)2SO4 + H2SO4 + 2NaOH 2NH4H2BO3- + H2SO4


(Na)2SO4 + (NH4)2SO4 + 2H2O NH4+:H2BO3- + H3BO3
Kalkulasi
Titrasi balik
Rumus

Titrasi langsung
Rumus
M

Contoh soal :

Metode Kjeldahl
Kadar Air Sampel Bakso
Berat Cawan Konstan = 33,1540 gram
Berat Cawan + Sampel = 38,1597 gram
Berat Sampel (w1) = 38,1597 33,1540 = 5,0057 gram
Setelah cawan di oven pada suhu 110oC selama 90 menit
Penimbangan 1 : 34,6795 gram
Penimbangan 2 : 34,4198 gram
Penimbangan 3 : 34,3935 gram
Berat sampel setelah dikeringkan (w2): 34,3935 33,1540 = 1,2395 g

Kehilangan berat (w3) : 5,0057 1,2395 = 3,7662 g


Persen kadar air (wet basis): = 75,24 %
Pembakuan HCl
Berat Boraks = 1,9037 gram
Mr Boraks = 381,37 gram/mol
BE Boraks = 381,37/2 = 190,685
Volume larutan = 50 ml
Volume analit = 10 ml
Volume titran = 21,8 ml
Kelebihan metode kjeldhal :
1) Merupakan standart yang dipakai diseluruh
dunia
2) Dapat diaplikasikan pada semua jenis makanan
3) Tidak mahal.

Kelemahan metode kjeldhal :


4) Menentukan semua kadar N organik, termasuk
N buka protein
5) Membutuhkan waktu sekitar 2 jam
Daftar Pustaka
Anonim, 2012. Isi Kandungan Gizi Bakso-Komposisi
Bahan Makanan.
http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-g
izi-bakso-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html
(online). Diakses pada tanggal 12 Mei 2017
Kurniawan, Gigih. 2013. Protein Analysis Kjeldahl
Metodh.
http://chemistryinorganic.blogspot.com/2013/03/Pr
otein-Kjeldahl.html
(online). Diakses pada tanggal 12 Mei 2017
Wahyudi, Imam. 2013. Laporan Praktikum Analisa
Kadar Protein.
http://wahyudi93.blogspot.com/2013/05/laporan-pra
TERIMAKASIH