Anda di halaman 1dari 31

SOA

Mobile Assets
DINI MEILIAWANTI
KHAIRUL AMRI
RIENKA S
3B MA
Profil Perusahaan
PT Pos Indonesia (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa yang bergerak
dalam bidang perposan dan saat ini telah menjangkau 100 persen
kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan /desa,
dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia.
PT Pos Indonesia (Persero) pertama kalo didirikan di Batavia pada tanggal 26
Agustus 1746 dan telah berganti nama sebelum namanya menjadi PT Pos
Indonesia (Persero).
Visi dan Misi PT Pos Indonesia (Persero)

Visi :
Menjadi raksasa logistik dari Timur

Misi :
Menjadi aset yang berguna bagi bangsa dan negara
Menjadi tempat berkarya yang menyenangkan
Menjadi pilihan terbaik bagi para pelanggan
Senantiasa berjuang untuk memberi yang lebih baik bagi bangsa, negara,
pelanggan, karyawan, masyarakat serta pemegang saham
Identifikasi Properti
Lokasi J. Gedung Kesenian No. 2 Kodepos 10710
Bidang Bisnis Perposan
Berdiri Sejak 26 Agustus 1746
1. Pos Express
7. Pospay
2. Surat Pos Biasa
8. Weselpos
3. Paket Pos
Jenis Layanan 9. Giropos
4. Pos Kilat Khusus
10. Fund Distribusi
5. Express Mail Service (EMS)
11. Bank Channeling
6. Admail Pos
1. Moda Transportasi Darat Kendaraan
Jenis moda 3. Moda Transportasi Laut
Bermotor
transportasi 4. Moda Transportasi Darat Kereta Api
2. Moda Transportasi Udara
Jumlah kendaraan
10.523 truk dan mobil
operasional
Masukin foto foto mobile asset nya ya untuk menekankan kita
bahas soal mobile aset
Balanced Scorecard

Menurut Mulyadi, Balanced Scorecard (BSC) merupakan alat manajemen


kontemporer (contemporary management tool), yang memenuhi kebutuhan
perusahaan dalam menghadapi lingkungan bisnis yang sangat kompetitif dan
turbulen.
Empat Perspektif dalam Balanced
Scorecard
1. Perspektif Keuangan
Menurut Kaplan dan Norton, pengukuran kinerja keuangan mempertimbangkan
adanya tahapan dari siklus kehidupan bisnis, yaitu : growth, substain, dan
harvest.
a. Growth adalah tahapan awal siklus kehidupan perusahaan dimana perusahaan
memiliki produk atau jasa yang secara signifikan memiliki potensi
pertumbuhan terbaik.
b. Sustain adalah tahapan saat perusahaan masih melakukan investasi dan
reinvestasi dengan mengisyaratkan tingkat pengembalian terbaik.
c. Harvest adalah tahapan saat perusahaan benar-benar menuai hasil investasi di
tahap-tahap sebelumnya.
Perspektif Keuangan
Beban Pokok
Anggaran beban 2015 ditetapkan dalam RKAP sebesar 5,239,29 Milyar
dengan alokasi beban pokok layanan sebesar 3.995,18 Milyar (77,05%),
beban usaha sebesar 1.158,77 Milyar (21,31%), beban lainnya sebesar
10,10 Milyar (0,19%) dan beban keuangan sebesar 75,24 (1,45%).
Neraca
Total aset berdasarkan RKAP 2015 adalah sebesar 6.749,64 Milyar
meningkat jika di bandingkan dengan tahun 2014 yaitu sebesar
5.062.24 Milyar.
Kebijakan Dividen
2. Perspektif Pelanggan
Menurut Kaplan dan Norton, perspektif pelanggan memiliki 4 ukuran,
antara lain :
a. Time
b. Quality
c. Service
d. Price/cost
Perspektif Pelanggan
a. Time Layanan pos muncul disaat memang banyaknya permintaan atau kebutuhan, namun karena
perkembangan jaman dan munculnya perusahaan pesaing, maka pelanggan PT Pos pun
menurun.
b. Quality - Pengiriman sering terjadi keterlambatan walaupun jenis layanan yang digunakan adalah pos express
- fitur pengiriman trace & tracking yang kadang tidak dapat menemukan lokasi paket
- kemasan paket yang sering rusak dikarenakan adanya pemeriksaan isi paket oleh pihak PT Pos
c. Service 1. Pos Express
2. Surat Pos Biasa
3. Paket Pos
4. Pos Kilat Khusus
5. Express Mail Service (EMS)
6. Admail Pos
7. Pospay
8. Weselpos
9. Giropos
10. Fund Distribusi
11. Bank Channeling

d. Price/cost Harga yang dikenakan bervariasi, namun masih wajar dan terjangkau oleh pelanggan
3. Perspektif Proses Bisnis Internal
Manajemen perusahaan mengidentifikasi proses bisnis internal yang
kritis yang harus diunggulkan perusahan. Kaplan dan Norton membagi
proses bisnis internal ke dalam tiga proses, yaitu :
a. Proses Inovasi
b. Proses Operasi
c. Proses Pelayanan Purna Jual
1) Inovasi

Peningkatan kompetensi logistik seperti pergudangan, Full-Truck-Loads (FTL), pengelolaan rantai pasok (Supply Chain Management-SCM)

Sistem pergudangan online

Melayani pengiriman barang di dalam dan luar negeri kilat

Menjadi penyelenggara jasa transportasi primer darat, laut dan udara bagi Pos Indonesia

2) Operasi

Ketika konsumen ingin mengirimkan barang ke kota lain maka konsumen bisa menggunakan jasa PT Pos Logistik Indonesia. Konsumen hanya tinggal
mengunjungi kantor ekspedisi yang terdekat, ambil nomor antrian, berikan barang / surat yang akan dikirim ke petugas. Setelah itu petugas akan
memberi tahu harga ongkos kirim. Jika setuju dengan ongkos kirimnya, petugas akan langsung memproses kiriman dengan memasukkan data-data
yang diperlukan (alamat pengiriman, nama pengirim, dll). Setelah itu konsumen hanya tinggal membayar dan akan diberikan bukti pengiriman /
nomor resi / airway bill.

Selanjutnya barang yang akan dikirimkan disimpan dan di kumpulkan bersama barang-barang lainnya. Ketika sore hari semua paket yang ada di
kantor ekspedisi akan dibawa oleh kurir menggunakan mobil untuk dibawa ke gudang utama. Di gudang utama tersebut paket dipisahkan berdasarkan
tempat tujuannya. Lalu setelah itu paket akan dikirimkan kepada pelanggan.

Selama proses pengiriman, konsumen bisa memantau barangnya berada dimana dengan cara mengecek di website resmi PT Pos Indonesia

3) Layanan Purna Jual

PT Pos bekerjasama dengan matahari mall dan alibaba express dan perusahaan BUMN dalam meningkatkan kualitas pengiriman barang mereka.
4. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
Menurut Yuwono dkk, proses pertumbuhan dan pembelajaran ini bersumber dari
faktor sumber daya manusia, sistem, dan prosedur organisasi.
Menurut Kaplan dan Norton, pada perspektif ini terdapat 3 tolak ukur dalam
perusahaan, yaitu :
1. Employee capabilities
2. Information system capabilities
3. Motivation, empowerment, and alignment
1. Employee capabilities
Pekerja PT Pos Indonesia dikatakan cukup berkualitas karena rata-rata pekerjanya
merupakan lulusan SLTA dan Sarjana. Untuk lulusan SLTA sebanyak 12.367 orang
dan untuk sarjana terdapat 2.263 orang.
2. Information System Capabilities
Sistem Manajemen Informasi Properti (SIM Properti), yaitu sistem yang digunakan
untuk pengelolaan seluruh properti PT Pos Indonesia (Persero).
Aplikasi/sistem yang digunakan dalam mendukung layanan seluruh fungsi bisnis,
yang meliputi:
Sistem Agensi Terpadu, yaitu sistem untuk memproses transaksi layanan PT Pos
Indonesia (Persero) yang digunakan oleh agen.
Corporate Customer PT Pos Indonesia (Persero) (CCPI), yaitu website
pengecekan status pengiriman bagi pelanggan korporat.
Sistem Loket Terpadu, yaitu sistem point-of-sales yang digunakan di kantor-kantor
pos.
3. Motivation, empowerment, and alignment
Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia PT Pos Indonesia telah menjalankan
program pendidikan dan pelatihan bagi semua pekerja nya. Pelatihan yang telah di jalankan
adalah:
a. Pelatihan Korporasi
b. Pelatihan Fungsional
c. Seminar/Workshop DN
d. Seminar/Workshop LN
e. APPC Kursus Reguler
f. Knowledge Management

Pelatihan ini di harapkan bisa meningkatkan potensi, kinerja, dan produktivitas


karyawannya.
Pengukuran kinerja aset dengan
TERRA
Zeith aml et al dalam (Tonchia dan Quagini) mengidentifikasi lima dimensi dari
pelayanan yaitu :
1. Tangible aspects
2. Reliability
3. Response capacity
4. The ability to provide reassurance.
5. Empathy
Tangible aspect
Jumlah Mobile Service
1838

1837

1836

1835

1834

1833

1832

Sumber : www.posindonesia.co.id 1831


tahun 2014 tahun 2015

1837 mobile service dan 10.523 unit kendaraan truk dan mobil
Reliability

Sumber : www.posindonesia.co.id

Sumber : www.posindonesia.co.id

Sumber : www.posindonesia.co.id
Reliability
Kehandalan armada yang disediakan pt pos tidak begitu baik walaupun
armada-armadanya memenuhi standar. Salah satu penyebab armada Pt
pos tidak handal adalah tidak adanya armada yang disertai pendingin
untuk pengiriman makanan beku.
Response capacity

Kurangnya armada layanan bergerak serta kendaraan truk dan mobil


yang tersedia menyebabkan lambatnya
1. pemindahan barang dari gudang ke armada
2. pick up service dari pelanggan bisnis atau corporate dan
3. pengiriman barang dari gudang ke pelanggan.

Ketersediaan armada tertentu untuk melakukan pengiriman paket


tertentu dikatakan rendah karena PT POS tidak memiliki armada seperti
pesawat, kapal, dan kereta api melainkan melakukan kerjasama dengan
menyewa armada PT Garuda, PT KAI, dan PT Pelindo untuk mengirimkan
paketnya.

Hal tersebut menimbulkan pt pos tidak dapat memberikan estimasi waktu


yang tepat kapan barang akan dikirim dan sampai ditempat tujuan.
The ability to provide reassurance
Pt pos tidak dapat menjamin bahwa armadanya selalu dalam kondisi baik saat
beroperasi dan tidak dapat menjamin paket yang dibawa armada selalu dalam
kondisi baik.
Hal ini menyebabkan Konsumen merasa khawatir saat paket atau barangnya
dikirim menggunakan armada pt pos logistik karena sering terjadi kerusakan
bahkan paketnya tidak pernah sampai ke tangan konsumen karena cargo
mengalami kecelakaaan seperti kapal terbakar.
Empathy
Keberadaan armada pt pos mampu
menjangkau konsumen pt pos di
seluruh pelosok negeri hingga ke luar
negeri. Namun jumlahnya yang
terbatas menimbulkan pengiriman
paket memerlukan waktu yang cukup
lama.
Referensi
Kurnia Tri Puspita. 2007. Perancangan Balanced Scorecard sebagai Instrumen Pengukuran Kinerja pada PT. Unitex, Tbk
(Skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Mulyati, erna. Analisis Kualitas Pelayanan Pengiriman Dokumen Dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Di Pt. Pos
Indonesia Cabang Bandung Menggunakan Metode Quality Function Deployment. Jurnal ilmu ekonomi, social, dan teknologi
USB YPKP
Pos Indonesia annual report 2015
Tonchia S, Quagini L. 2010. Performance Measurement. London;Springer
http://www.bumn.go.id/posindonesia/halaman/41
http://www.poslogistics.co.id
http://www.posindonesia.co.id/
http://bisnis.rakyatku.com/read/34892/2017/01/13/garuda-indonesia-kini-buka-outlet-kargo-di-pt-pos