Anda di halaman 1dari 24

KELOMPOK 5

Payudara atau mammae adalah struktur


kulit yang dimodifikasi, berglandular pada
anterior thorax. Pada perempuan
mengandung unsur untuk mensekresi
susu untuk nutrisi bayi. Anatomi payudara
dibagi dalam struktur makroskopis dan
mikroskopis.
Struktur Makroskopik Struktur Mikroskopik

Alveoli
Corpus Tubulus
Areola Lactifer
Papilla Ductus
Mammae Lactifer
Ampulla
Mastitis adalah infeksi peradangan pada
mammae, terutama pada primipara yang
biasanya disebabkan oleh staphylococcus
aureus, infeksi terjadi melalui luka pada puting
susu, tetapi mungkin juga melalui peredaran
darah (Prawirohadjo, 2005).
Berdasarkan lokasinya: Berdasarkan kondisinya:
Mastitis yang menyebabkan
abses dibawah areola Mastitis
mammae periductal
Mastitis yang menyebabkan Mastitis
abses ditengah-tengah puerperalis/
mammae lactational
Mastitis yang menyebabkan Mastitis
abses diantara mammae dan supurativa
otot-otot dibawahnya
Terdapat riwayat Berhenti menyusu secara
mastitis pada anak mendada
sebelumnya. Penekanan payudara
Puting lecet misalnya oleh bra yang
Frekuensi menyusui terlalu ketat
yang jarang Sumbatan pada saluran
Pengosongan payudara atau muara saluran oleh
yang tidak sempurna gumpalan ASI, jamur, sel
Teknik menyusui yang kulit mati
salah Penggunaan krim pada
Ibu atau bayi sakit. puting
Frenulum lidah pendek. Ibu stres atau kelelahan
Produksi ASI yang terlalu Ibu malnutrisi
banyak.
Statis ASI
Infeksi bakteri staphylococcus aureus
Pengosongan payudara yang tidak
tuntas
Daya tahan tubuh ibu rendah
Stres dan keletihan pada ibu
Peningkatan suhu tubuh ibu
Peningkatan kecepatan nadi
Menggigil
Malaise umum, sakit kepala
Payudara menjadi kemerahan, tegang,
panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri
Biasanya terjadi 34 minggu masa nifas
Merupakan lanjutan dari bendungan ASI
Umumnya hanya terjadi pada salah satu sisi
payudara
Terjadi peningkatan tekanan di dalam saluran
ASI akibat statis ASI ASI tidak segera
dikeluarkan tegangan alveoli berlebih sel
epitel yang memproduksi ASI menjadi datar
dan tertekan permeabilitas jaringan ikat
meningkat beberapa komponen dari plasma
masuk ke dalam ASI jaringan sekitar sel
memicu respon imun respon inflamasi
memudahkan terjadi infeksi.
World Health Organization (WHO)
menganjurkan pemeriksaan kultur dan uji
sensitivitas pada beberapa keadaan yaitu bila:
Pengobatan dengan antibiotik tidak
memperlihatkan respons yang baik dalam 2 hari
Terjadi mastitis berulang
Mastitis terjadi di rumah sakit
Penderita alergi terhadap antibiotik atau pada
kasus yang berat
Bahan kultur dari ASI pancar tengah hasil dari
perahan tangan yang langsung ditampung
menggunakan penampung urin steril
Tatalaksana suportif: dimulai dengan
memperbaiki teknik menyusui ibu. Walaupun
ibu mengalami mastitis pada salah satu
payudara, ibu harus tetap menyusui untuk
menghindari terjadi abses.
Tatalaksana pengobatan:
Penggunaan analgesik: ibuprofen
Penggunaan antibiotik: minimal 10-14 hari
Penghentian menyusui dini
Abses
Mastitis berulang/kronis
Infeksi jamur
Prognosis dari mastitis umumnya baik. Ketika
pengobatan dilakukan segera, dalam waktu dua
sampai tiga hari penderita akan mulai merasa
baik. Jika pengobatan ditunda, dapat
menyebabkan abses.
Data demografi:
Nama lengkap
Usia: klien dengan mastitis bbiasanya usia
21-35 tahun dengan primipara
Jenis kelamin: sering terjadi pada wanita
primipara
Alamat
Agama
Suku bangsa
Keluhan utama:Klien dengan mastitis
mempunyai keluhan utama nyeri pada
payudara.
Riwayat kesehatan sekarang: Hal-hal yang
perlu dikaji antara lain : 1) sudah berapa lama
keluhan dirasakan; 2) penanganan yang
sudah diberikan; 3) intensitas menyusui pada
bayi; 4) dan gali pengetahuan klien mengapa
bisa sampai terjadi hal-hal demikian.
Riwayat obstetri dan ginekologi
Kaji status obstetri
Kaji riwayat cara persalinan
Kaji termasuk yang manakah klien pada
fase postpartum
Kaji fase psikologis klien
Kaji riwayat pemakaian alat KB pada klien
Riwayat penyakit sebelumnya: Berkaitan
dengan riwayat penyakit infeksi yang
mungkin pernah diderita klien.

Riwayat penyakit keluarga: Perlu dikaji


apakah keluarga ada yang mempunyai
riwayat penyakit menular dan menurun.
Pemeriksaan Tanda- Abdomen: distensi
Tanda Vital (TTV) dan kandung kemih
Kesadaran Ekstremitas atas: akral,
Kepala: kondisi rambut, CRT, warna kulit, ada
pipi, dahi, mata, hidung, edema atau tidak
bibir, mulut dan gigi Vulva, vagina, perineum
Leher: perbesaran tiroid, dan rektum
nyeri telan dan Ektremitas bawah:
pembesaran vena pitting oedem, akral,
jugularis adanya varises pada
Dada dan payudara betis, CRT
Nutrisi: Kaji pola, jenis, dan Istirahat dan Tidur:
jumlah makan klien Kaji apakah ada masalah
(riwayat sebelum dan pada istirahat dan tidur
sesudah masuk RS) klien (lama waktu tidur
Eliminasi urin dan fekal: sebelum dan selama
Kaji intensitas eliminasi sakit)
urin dan fekal
Kaji warna, jumlah, dan Personal hygiene:
bau urine. Frekuensi mandi dan
Kaji warna dan sikat gigi dalam sehari
konsistensi feses (sebelum dan selama sakit)
Frekuensi mencuci
rambut dalam seminggu
(sebelum dan selama sakit)
Hipertermia (00007)
Nyeri akut (00132)
Ketidakefektifan menyusui (00104)