Anda di halaman 1dari 35

Kelompok 2

HERPES SIMPLEX
Herpes simpleks disebapkan oleh infeksi virus
HVS (herpes simplek virus).
HVS sendiri terbagi menjadi tipe I dan tipe II
berdasarkan karakteristik pertumbuhan pada
kulit yang terjangkit
HVS tipe I menyerang bagian oral sementara
tipe II menyerang daerah genital
Patofisiologi
Virus HVS termasuk kedalam Family
herphesviridae memiliki rantai DNA ganda
yang berperan luas pada infeksi manusia
HVS 1 terbatas pada orofaring, firus
menyebar melalui droplet pernafasan atau
melalui kontak langsung dengan saliva yang
terifeksi.
hVS 2 ditularkan melalui hubungan seksual.
Setelah masuk pada tubuh terjadi
pengabungan dengan DNA virus dan mulai
mengadakan multiplikasi serta mulailah
menimbulkan kelainan pada kulit
WOC (Web of Caution)
Klasifikasi
tipe 1 yang menyebabkan infeksi herpes non
genital, biasanya pada daerah mulut,
meskipun kadang-kadang dapat menyerang
daerah genital. Infeksi virus ini biasanya terjadi
saat anak-anak dan sebagian besar seropositif
telah didapat pada waktu umur 7 tahun..
tipe 2 hampir secara eksklusif hanya
ditemukan pada traktus genitalis dan sebagian
besar ditularkan lewat kontak seksual
Manifestasi klinis
Infeksi herpes simpleks virus berlangsung
dalam tiga tahap
Fase primer : fase dimana mulai terlihat nya
virus herpes pada daerah kulit fase ini
berlangsung selama 3 minggu disertai gejala
sistemik
Fase lanten : penderita tidak ditemukan
kelainan klinis tetapi virus HVS dapat
ditemukan dalam keadaan non aktif pada
ganglion dorsalis
Tahap Rekuren : virus yang semula tidak aktif
di ganglia dorsalis menjadi aktif oleh demam,
infeksi dan hubungan seksual lalu mencapai
kulit sehingga menimbulkan gejala klinis
setelah 10 hari berup gatal, rasa panas, dan
nyeri
Tanda dan gejala
Pada saat seseorang menderita HVS tipe I
luka atau lepuhan dapat muncul di bibir atau
di sekitar mulut. Luka ini mungkin juga muncul
di dalam mulut, tapi ini biasanya hanya terjadi
pada saat pertama kali gejalanya muncul.
Gejala dapat berlangsung beberapa minggu
dan pergi.
Gejala HVS tipe II :
lecet
perasaan terbakar jika air seni mengalir di atas
luka
ketidakmampuan untuk buang air kecil jika
pembengkakan luka yang parah memblokir uretra
gatal
luka terbuka
nyeri pada daerah yang terinfeksi
Pemeriksaan Penunjang

tes Tzanck
Tes serologi menggunakan
Penatalaksanaan

Pada lesi yang dini dapat digunakan obat


topikal berupa salap/krim yang mengandung
preparat idoksuridin (stoxil, viruguent,
virunguent-P) atau preparat asiklovir (zovirax).

wanita hamil diberi vaksin HSV sedangkan


pada bayi yang terinfeksi HSV disuntikkan
asiklovir intra vena
Komplikasi

Pioderma
ekzema herpetikum
Herpeticwhithlow
herpes gladiatorum
ensefalitis atau meningitis tanpa ada kelainan
kulit dahulu
Pengobatan dini dan tepat memberi prognosis
yang lebih baik, yakni masa penyakit
berlangsung lebih singkat dan rekuren lebih
jarang.Pada orang dengan gangguan imunitas,
infeksi dapat menyebar ke organ-organ dalam
dan dapat berakibat fatal.
Penderita HSV harus menghindari kontak
dengan orang lain saat tahap akut sampai lesi
sembuh sempurna. Infeksi di daerah genital
pada wanita hamil dapat menyerang bayinya
Asuhan Keperawatan
Varicella

Varisela adalah penyakit infeksi virus akut dan


cepat menular
Varisela disebabkan oleh virus varicella zoster
dengan gejala demam dan timbul bintik
merah yang mengandung cairan
Etiologi

Virus Varicella Zooster Virus (VZV) masuk


melalui tubuh melalui mukosa saluran nafas
bagian atas atau orofaring
Satu minggu kemudian menyebar melalui
pembulu darah dan timbul gejala demam dan
malaise
Patofisiologi

VZV menyebar secara hematogen Virus ini


juga menginfeksi sel satelit di sekitar Neuron
pada ganglion akar dorsal Sumsum Tulang
Belakang.
Dari sini virus bisa kembali menimbulkan
gejala dalam bentuk Herpes Zoster.
Sekitar 250 500 benjolan akan timbul
menyebar diseluruh bagian tubuh
lesi teresebut akan mengering
dan bersamaan dengan itu terasa gatal
Dalam waktu 1 3 minggu bekas pada kulit
yang mengering akan terlepas
VZV berpindah ke orang lain melalui ludah
atau bersin penderita
Varicella pada umumnya menyerang anak-
anak
WOC
Manifestasi Klinis

Stadium Prodromal :
Gejala timbul setelah 14-15 hari masa inkubasi
dengan timbulnya ruam kulit disertai demam,
malaise. Pada anak lebih besar-besar dan
dewasa didahului oleh demam selama 2-3 hari
sebelumnya, menggigil, malaise, nyeri kepala,
anoreksia, nyeri punggung, dan pada
beberapa kasus nyeri tenggorok dan batuk.
Stadium Erupsi :
Ruam kulit muncul dimuka dan kulit kepala,
badan dan ekstremitas. Penyebaran lesi
varisela menjadi krusta 8-12 jam dan akan
lepas dalam waktu 1-3 minggu tergantung
kepada dalamnya kelainan kulit.
Pencegahan

Hindari kontak dengan penderita


Tingkatkan daya tahan tubuh
Pemberian VZIG (Varicella Zoster Immune
Globulin)
Pemberian vaksinasi
Penatalaksanaan

Varicella pada anak biasanya tidak diperlukan


pengobatan yang spesifik yaitu terdiri dari :
Lesi masih berbentuk vesikel, dapat diberikan
bedak agar tidak mudah pecah
Vesikel yang sudah pecah atau sudah terbentuk
krusta, dapat diberikan salep antibiotik untuk
mencegah terjadinya infeksi sekunder
Dapat diberikan antipiretik dan analgetik, tetapi
tidak boleh golongan salisilat (aspirin) untuk
menghindari terjadinya sindroma Reye
Kuku jari tangan harus dipotong untuk mencegah
terrjadinya infeksi sekunder akibat garukan.
Obat antivirus
Pemberian antivirus dapat mengurangi lama sakit,
keparahan dan waktu penyembuhan akan lebih singkat.
Pemberian antivirus sebaiknya dalam jangka waktu kurang
dari 48-72 jam setelah erupsi di kulit muncul
Golongan antivirus yang dapat diberikan yaitu asiklovir,
valasiklovir dan famasiklovir.
Dosis antivirus (oral) untuk pengobatan varicella :
Neonatus : Asiklovir 500mg/m2 IV setiap 8 jam selama 10
hari
Anak (2-12 tahun) : Asiklovir 4x20mg/kg BB/hari/oral
selama 5 hari
Pubertas dan dewasa : Asiklovir
5x800mg/hari/oral selama 7 hari atau
Valasiklovir 3x1gr/hari/oral selama 7 hari atau
Famasiklovir 3x500mg/hari/oral selama 7 hari
Komplikasi
Bekas luka yang menetap
Acute Cerebral Ataxia
Pneumonia
hepatitis
Prognosis
Perawatan yang teliti dan selalu menjaga
kebersihan diri maupun lingkungan
Asuhan Keperawatan