Anda di halaman 1dari 45

LONG TERM ASSET II :

INVESTMENTS AND INTANGIBLES

Eriva Anggraeni 125130134


Ruth Elizabeth 125130136
Jessica 125130138
INVESTMENT IN EQUITY SECURITIES

Equity Security menurut SFAS No. 115


Setiap sekuritas untuk mewakili kepemilikan di sebuah
perusahaan (Contoh: Common atau Preferen Stock) atau
hak untuk memperoleh (Contoh: warrant, call option)
atau untuk mendisposalkan kepemilikan di sebuah
perusahaan dengan harga tetap atau yang telah
ditentukan.
Equity securities ini tidak termasuk saham preferen yang dapat

ditukar ke saham lain atau convertible bonds.


INVESTMENT IN EQUITY SECURITIES
Subsequent to acquisition dalam akuntansi dan penyajian laporan
keuangan yang digunakan dalam GAAP untuk beberapa tipe
equity securities ada 6 (enam) metode yaitu antara lain.
1. Consolidation
2. The Equity Method
3. The Cost Method
4. Fair Value Accounting under SFAS No. 115
5. The Market Value Method
6. The Fair Value Option under SFAS No. 159
CONSOLIDATION
Laporan keuangan konsolidasi dibutuhkan saat investor memiliki
kepemilikan saham yang cukup ( di atas 50 percent) untuk
memperoleh kontrol atas investee.

Investasi dalam konsolidasi ini dicatat menggunakan equity


method dan dilaporkan di Neraca Induk sebagai Long Term
Investment.
EQUITY METHOD
Equity method digunakan saat investor memiliki kemampuan yang
signifikan untuk mempengaruhi keputusan pembiayaan dan operasi
investee walaupun mempunyai kepemilikan dibawah 50 pesen .

Dalam Equity Method terdapat adjustment untuk mencatat akun


investment untuk laba/rugi dari investee dan distribusi pendapatan.

Dividend tidak dilaporkan sebagai income karena investor


melaporkan pendapatan investee sebagai pendapatan yang
dihasilkan oleh investee. Dengan kata lain, dividend dipandang
sebagai akumulasi distribusi pendapatan.
EQUITY METHOD
Menurut FASB Interpretation No. 35 ada beberapa fakta dan keadaan berikut
yang menghalangi investor tidak bisa menggunakan equity method yaitu.
1. Oposisi oleh Investee seperti litigasi atau menantang kemampuan investor
untuk mempunyai pengaruh yang signifikan
2. Ada perjanjian yang dibuat oleh investor dan investee dimana investor
menyerahkan haknya yang signifikan sebagai pemegang saham
3. Mayoritas kepemilikan saham di perusahaan investee adalah terkonsentrasi
di antara pemegang saham kelompok kecil yang mana investee beroperasi
tanpa memperhatikan pandangan investor
4. Investor butuh atau ingin informasi keuangan yang lebih untuk bisa
menerapkan equity method daripada yang tersedia untuk pemegang
saham investee lainnya, mencoba untuk mendapatkan informasi, tapi gagal
5. Investor mencoba dan gagal untuk mendapatkan representasi sebagai
Board of Director Investee
COST METHOD
Cost method digunakan saat fair value option tidak tersedia atau
saat tidak ada harga pasar yang telah ditentukan untuk equity
securities dan juga tidak menggunakan equity method atau
consolidation serta kurangnya pengaruh atau kontrol yang
signiifikan.

Cost method menggunakan historical cost dan dividend yang


diterima merupakan revenue. Namun, cost method dikritik,
mengapa?
THE LOWER OF COST OR MARKET METHOD

Di dalam SFAS No 12, equity securities ini dibagi menajdi current


dan long term portofolio dimana setiap portofolio di dalam
balance sheet mencerminkan nilai terendah antara cost atau market
value.

Metode ini dikritik karena dianggap tidak konsisten seperti


temporary investment berbeda perlakuannya dengan long term
investement tanpa ada penjelasan yang rasional.
THE FAIR VALUE METHOD UNDER SFAS NO. 115

TRADING SECURITIES AVAILABLE FOR SALE

KLASIFIKASI DALAM CURENT ASSET CURENT or LONG TERM


BALANCE SHEET

PERLAKUAN UNTUK LAPORAN LABA RUGI OTHER COMPREHENSIVE


PERUBAHAN NILAI INCOME
INVESTASI
PENGAKUAN UNREALIZED SAAT PERIODE TERJADINYA SAAT DI REKLASIFIKASIKAN
GAIN/ LOSS SBG TRADING SECURITIES
DAN DIJUAL
PENILAIAN FAIR VALUE FAIR VALUE
THE FAIR VALUE METHOD UNDER SFAS NO. 115
Saat equity securities ditransfer dari trading ke available for sale,
transfer tersebut dicatat sebesar nilai wajar sekuritas saat tanggal
pemindahan (transfer). Berikut adalah perlakua untuk unrealized
holding gains adaah sebagai berikut.
1. Unrealized holding gain or loss diakui sampai dengan tanggal
transfer
2. Unrealized holding gain or loss yang tidak terakui pada saat
tanggal transfer, dilaporkan segera dalam penghasilan
OWNERSHIP PERCENTAGES
0-------------------20%--------------------50%---------------------100%
SFAS 115 SFAS 142 SFAS 94
No significant Significant Control
Influence usually influence usually usually exist
exist exist

Investment valued Investment valued Investment valued


using using using
FAIR VALUE EQUITY METHOD COST or EQUITY
HOLDING OF LESS THAN 20%

MARKET PRICE AVAILABLE MARKET PRICE UNAVAILABLE

Value and report the investment using Value and report the investment using the
The FAIR VALUE METHOD COST METHDOD
MARKET VALUE METHOD
Market value mengikuti cost method dalam hal pengakuan
pendapatan saat diterimanya dividen.
Di dalam market value method, semua unrealized holding gain
& losses diakui sebagai penghasilan.
Sama dengan trading sekuritas, semua kenaikan/penurunan
perubahan pada market value pada investasi saham
dilaporkan sebagai pendapatan atau kerugian, dan
perubahan market value pada investasi membutuhkan
adjustment untuk carrying value investasi tersebut.
THE FAIR VALUE OPTION
Tujuan dari fair value option ini adalah untuk meningkatkan
pelaporan keuangan dengan menyediakan kesempatan bagi
entitas untuk mengurangi volatilitas pelaporan laba yang
disebabkan oleh pengukuran aset dan kewajiban yang berbeda
tanpa harus menerapkan akuntansi lindung nilai yang kompleks

SFAS No 159 merubah aturan mengenai biaya dimuka dimana


GAAP menunda untuk mengakui biaya tersebut terkait saat
penerbitan saham. Jadi, perubahan itu adalah baiya dimuka itu
boleh dipilih untuk menjadi expense.
THE FAIR VALUE OPTION
Semua item-item yang telah dibuat dengan Fair Value Option
di masukkan ke dalam balance sheet dengan nilai Fair Value
dimana FV ini diukur megunakan exit prices.

Entitas pelaporan harus secara terpisah mengungkapkan aset


dan kewajiban sesuai pemilihan nilai wajar yang telah dipilih
dengan cara yang jelas memisahkan mereka dari nilai tercatat
aset dan kewajiban lainnya, baik oleh satu baris yang
mencakup keduanya atau pada baris yang berbeda dalam
neraca.
INVESTMENT IN DEBT SECURITIES

Pada debt, purchase price dbedakan dari face value, mengapa?

Dikatakan instrumen debt tersebut diklasifikasikan sebagai held to


maturity hanya jika entitas memiliki kemampuan dan secara positif
untuk mempertahankan sekuritas tersebut hingga hatuh tempo.

Debt yang tergolong Held to Maturity diukur dengan amortized cost.


Dengan amortized cost ini maka premium atau diskon diamortisasi
setiap periode perhitungan pendapatan bunga.
2 Metode Premium/Discount
Amortization
Straight Line
Premium/discount dibagi dengan sisa umur hutang, kemudahan perhitungan
dan keyakinan bahwa hasilnya tidak berbeda secara material jika
menggunakan metode lainnya.
Effective Interest
Ketika digunakan untuk mengukur pendapatan bunga, tingkat bunga pasar
instrumen hutang saat investasi diperoleh diterapkan kepada carrying value
investasi pada awal setiap periode bunga untuk menentukan jumlah
pendapatan bunga pada periode tersebut, mencerminkan fakta bahwa
investor mendapatkan tingkat pengembalian seragam selama masa investasi
Menurut PSAK No.115, perubahan situasi dapat mengakibatkan perubahan niat untuk
mempertahankan utang hingga jatuh tempo, tetapi mungkin tidak mempertanyakan
klasifikasi utang lainnya sebagai held to maturity jika perubahan situasi disebabkan oleh satu
atau lebih dari berikut ini :

Bukti penurunan signifikan pada kelayakan kredit


Perubahan peraturan pajak yang mengurangi status bebas pajak bunga
pada sekuritas hutang
Business combination utama yang mengharuskan penjualan sekuritas
hutang untuk mempertahankan risiko suku bunga perusahaan yang telah
ada
Perubahan persyaratan peraturan yang secara signifikan mengubah baik
investasi yang diperbolehkan atau tingkat maksimum investasi yang
perusahaan dapat miliki dalam jenis sekuritas tertentu
Perubahan persyaratan peraturan yang secara signifikan meningkatkan
persyaratan modal industri perusahaan yang menyebabkan perusahaan
berhemat
Kenaikan signifikan dalam bobot risiko hutang digunakan untuk
peraturan tujuan modal berbasis risiko
Penurunan Permanen dalam
Fair Value
Ketika penurunan nilai wajar dari investasi jangka panjang
yang diklasifikasikan sebagai available for sale ditentukan
menjadi selain temporary, sebuah penurunan nilai selain
temporary dianggap telah terjadi. Dalam kasus ini saldo
akun investasi untuk sekuritas adalah sebesar nilai wajar.
Semua peningkatan nilai wajar selanjutnya termasuk
komponen OCI.
Penurunan Nilai Investasi
pada Unsecuritized Debt
Hutang diturunkan nilainya ketika kemungkinan kreditur tidak bisa
menagih semua jumlah menurut syarat kontrak dari perjanjian
hutang, termasuk bunganya.

Impairment dinilai berdasarkan nilai sekarang dari expected


future cash flow dengan suku bunga efektif hutang atau dinilai
menggunakan harga pasar hutang
Jika hasil perhitungan impairment kurang dari carrying value
hutang, impairment diakui dengan membuat penilaian penyisihan
dan membuat biaya yang sesuai untuk bad debt expense
Semua perubahan dalam pengukuran impairment yang
berdasarkan perubahan dalam nilai wajar direfleksikan dalam
pendapatan sebagai penyesuaian terhadap bad debt expense
Transfers of Financial Assets

Financial asset termasuk investasi dalam hutang dan


ekuitas
Mengakui financial asset yang dikontrol dan kewajiban
yang telah ditetapkan
Tidak mengakui lagi financial asset ketika control
dialihkan dan financial liabilities ketika dihilangkan
Investor mentransfer control atas asset yang ditransfer
jika dan hanya jika:
Aset yang ditransfer telah diisolasi dari si pentransfer,
transferee punya hak untuk menjaminkan atau menukar
asset, transferor tidak mempertahankan control efektif
atas asset yg ditransfer
Intangibles

Nilainya diperoleh dari hak khusus yang menempel


Masalahnya, carrying amount awalnya ditentukan dan
selanjutnya dialokasikan secara sistematis dan rasional
ke periode yang menerima manfaat, perusahaan juga
harus memperhitungkan efek dari penurunan nilainya.
Dasar klasifikasi Intangibles:
Dapat diidentifikasi, cara akuisisi, expected period of
benefit, dapat dipisah dari keseluruhan perusahaan
Accounting for Cost

Proses penilaian awal intangible mengikuti standar yang


sama untuk asset tetap
Cost meliputi semua pengeluaran untuk memperoleh
asset sampai siap untuk digunakan
perusahaan harus mencatat sebagai aset biaya aset
tidak berwujud yang diperoleh dari perusahaan lain.
biaya pengembangan, pemeliharaan, atau memulihkan
aset tak berwujud yang tidak secara khusus dapat
diidentifikasi, memiliki umur tak tentu, atau yang
melekat dalam bisnis yang berkelanjutan dan
berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan
Amortisasi

Matching principle menyatakan bahwa biaya intangible


asset dibagi ke masa manfaatnya, proses ini melibatkan
dua tipe dari intangible:
1. Yang eksistensinya dibatasi oleh hokum, peraturan
atau perjanjian atau oleh sifatnya
2. Yang tidak memiliki istilah eksistensi, untuk yang ada,
pada saat akuisisi, tidak ada indikasi umur terbatas
Estimasi umur manfaat
intangible
Hukum, aturan atau ketentuan kontrak bisa membatasi
maksimal umur manfaat
Ketentuan untuk memperbaharui atau memperpanjang
bisa mengubah batas spesifik pada umur manfaat
Efek usang, permintaan, kompetisi bisa mengurangi
umur manfaat
tindakan yang diharapkan dari pesaing dan pihak lain
bisa membatasi keuntungan kompetitif sekarang
Goodwill

Nilai goodwill tidak memiliki hubungan yang dapat


diprediksi terhadap biaya yang mungkin telah terjadi dalam
penciptaannya
Faktor tak berwujud individual yang mungkin berkontribusi
kepada goodwill tidak dapat dinilai
Goodwill hanya melampirkan bisnis secara keseluruhan
Nilai goodwill mungkin berfluktuasi secara tiba-tiba dan
luas karena factor tak terhitung yang mempengaruhi nilai
tersebut
Goodwill tidak digunakan dalam menghasilkan pendapatan
Goodwill tampaknya menjadi unsur nilai yang langsung ke
investor atau pemilik dalam perusahaan bisnis
Dalam teori nilai goodwill adalah sama dengan present value dari
expected superior earnings (penghasilan masa depan yang diharapkan
dikurangi dengan penghasilan normal untuk industry)
Estimasi nilai goodwill melibatkan prediksi penghasilan masa depan
dan memilih discount rate yang sesuai
Untuk prediksi tersebut, indicator terbaik adalah pendapatan dan
beban masa lalu, akibat tahun lalu, dan periode berjalan
Yang berhubungan dengan proses prediksi penghasilan masa depan:
Penggunaan tahun yang terlalu sedikit atau banyak bisa mendistorsi
proyeksi, tren pendapatan harus dipertimbangkan, tren industry, kondisi
ekonomi
ketika goodwill diperoleh, biaya lebih lanjut akan dikeluarkan untuk
melanjutkan kelebihan kemampuan produktif.
Exposure Draft Business
Combinations and Intangible Assets

1999 mengusulkan 2001 usulan ttg


agar : goodwill direvisi
menjadi:

Metode pooling of Goodwill tidak


interest tidak berlaku diamortisasi,
lagi melainkan dites
Amortisasi goodwill untuk impairment
tidak lebih dari 20
tahun (sebelumnya
max 40 tahun)
June 2001, FASB issued:

SFAS No.141 Business Combination


Penggunaan purchase method untuk business combination

SFAS No.142 Goodwill and Other


Intangible Asset
Goodwill harus dites untuk impairment minimal
setahun sekali, dimana tes dilakukan pada level
reporting unit
Impairment test for Goodwill

Carrying Value of
No
reporting unit > FV of No Impairment
reporting unit

Yes

Carrying Value of No
Goodwill > Implied Fair No Impairment
Value of Goodwill

Yes
Implied Fair Value of Goodwill =
FV of reporting unit - FV of Net
Impairment Loss
Asset other than Goodwill
Reporting Units
Bisa berdasarkan produk, unit operasi, area geografis, entitas
legal, dan customer yg signifikan
SFAS No.131 mendefinisikan operating segment sebagai
komponen perusahaan yang :
-berhubungan dengan aktivitas bisnis yang menghasilkan
revenue dan memunculkan expense
-hasil operasinya secara teratur direview oleh chief operating
decision maker
-informasi keuangan diskritnya tersedia
Research and Development Cost
Sebuah penelitian mengusulkan klasifikasi R&D sebagai berikut
1. Basic Research : eksperimen tanpa tujuan komersil spesifik
2. New product development : eksperimen untuk produk baru
3. Product improvement : meningkatkan kualitas/fungsi/performa
lini produk yg sudah ada
4. Cost and/or capacity improvement : mengembangkan proses,
peralatan produksi dll untuk menekan biaya dan meningkatkan
kapasitas
5. Safety, health, and convenience : perbaikan kondisi kerja untuk
meningkatkan kesejahteraan karyawan, relasi komunitas, dll

Perlakuan:
SFAS No. 2
1,2,3 = deferred and amortized Semua R&D cost harus dibebankan
4,5 = charged to expense (expense) saat terjadi
Definition
Research
Pencarian terencana atau investigasi kritis yang bertujuan untuk
menemukan pengetahuan baru dimana pengetahuan tsb diharapkan
dapat berguna bagi pengembangan produk/jasa/proses/teknik baru
atau membawa perbaikan siginifikan pada produk/proses yang telah
ada
Development
Mewujudkan hasil research atau pengetahuan lain menjadi sebuah
rencana atau desain mengenai suatu produk/proses/perbaikan
signifikan pada produk/proses yang sudah ada, baik yang ditujukan
untuk dijual maupun digunakan sendiri.
IASB telah mengeluarkan beberapa
pernyataan, yaitu:
Revised IAS No.28 Accounting for Investments in Associates
Accounting for goodwill in SFRS No.3 Business Combination
IAS No.38 Intangible Asset
Accounting for Financial Asset in a new IAS No. 32 Financial
Instruments : Disclosure and Presentation
Recognition and measurement of financial asset in a revised IAS
No. 39 Financial Instrument : Recognition and Measurement
Disclosure of information on financial instrument in IFRS No.7
Financial Instrument : Disclosure
Major changes in revised IAS No.28
Pedoman dan pengungkapan tambahan mengenai kondisi
dimana investor memiliki 20% atau lebih kepemilikan namun
tidak memiliki pengaruh signifikan. Contoh : investee
menghadapi kebangkrutan
Investor dan equity method associates harus menggunakan
kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan kejadian
pada kondisi yang mirip
Pengungkapan tambahan, meliputi fair value of investment in
associate, ringkasan informasi keuangan associate, perbedaan
pada reporting date, dll.
SFRS No. 3
Goodwill diakui sebagai aset pada tanggal akuisisi
Muncul jika cost of business combination > FV of net asset
acquired
Harus dilakukan impairment test atas goodwill minimal
setahun sekali
jika cost of business combination < FV of net asset acquired
(sering disebut sbg negative goodwill), maka selisihnya diakui
sebagai gain pada Income Statement
IAS No. 38
Intangible asset mula-mula diakui sebesar cost jika memenuhi 3
kriteria:
1. Memenuhi kriteria intangible asset. Aset tsb harus dapat
diidentifikasi dan dibedakan secara jelas dari goodwill
2. kemungkinan (probable) akan adanya manfaat ekonomi masa
mendatang terkait aset tsb yang akan mengalir ke perusahaan
3. Cost dari aset dapat diukur secara andal

berlaku untuk intangible asset yang diperoleh dari eksternal maupun


dihasilkan secara internal.
Jika tidak memenuhi definisi dan kriteria tsb, maka intangible item
dibebankan (expense) saat terjadi.
IAS No. 38
Setelah initial recognition, intangible asset harus diukur
berdasarkan satu dari dua alternatif:
1. Benchmark treatment : historical cost less any amortization
and impairment losses
2. Allowed alternative treatment : revalued amount
(berdasarkan fair value) less any subsequent amortization
and impairment losses. Revaluasi intangible asset hanya
diijinkan apabila fair value dapat ditentukan berdasarkan
active market.
IAS No. 38
Intangible aset diamortisasi selama estimasi umur manfatnya,
dengan asumsi tidak lebih dari 20 tahun.
Jika umur manfaatnya lebih dari 20 tahun :
Amortisasi selama estimasi umur manfaatnya
Tes untuk impairment minimal setahun sekali
Disclose alasan dan faktor-faktor mengapa hal itu bisa terjadi
IAS No. 32
Financial asset adalah cash; hak untuk menerima cash atau
financial aset dari perusahaan lain; atau hak kontraktual untuk
menukar financial aset dengan perusahaan lain dalam kondisi yang
menguntungkan atau equity instrument perusahaan lain
Financial liability: segala kewajiban kontraktual :
- Untuk memberi cash atau financial aset lain kpd entitas lain
- Untuk menukar financial asset atau financial liability dgn entitas
lain
- Berupa kontrak yang dapat diselesaikan dengan equity instrumen
entitas itu sendiri
Equity instrument : kontrak yang membuktikan adanya residual
interest pada net asset suatu entitas setelah dikurangi dgn liabilities
IAS No. 39
Saat initial recognition, fnancial asset diukur berdasarkan cost
Setelah initial recognition, semua financial asset diukur
kembali berdasarkan fair value, kecuali item-item berikut,
yang harus dilaporkan pada amortized cost:
- Loans and receivable originated by enterprise and not held
for trading
- Other fixed maturity investments
- Financial asset yangg mana fair valuenya tidak dapat diukur
secara andal
IAS No. 39
Untuk financial aset yang diukur berdasarkan fair value, ada 2
pilihan :
- Mengakui semua adjustment dalam net profit or loss pada
periode tersebut
- Mengakui dalam net profit or loss pada periode tersebut
hanya adjustment terkait financial aset held for trading, untuk
nontrading dilaporkan pada equity hingga terjual. Saat
terjual, realized gain or loss dilaporkan pada net profit or loss
IAS No. 39
Financial liability harus dihilangkan dari balance sheet ketika
kewajiban dalam kontrak telah diselesai, dibatalkan, ataupun
telah habis waktunya
IFRS No. 7
Tujuan utama : menyediakan pengungkapan mengenai
manajemen risiko dan instrumen keuangan entitas yang
memungkinkan user untuk mengevaluasi signifikansi instrumen
keuangan bagi posisi keuangan dan kinerja entitas tsb.

Selain itu juga diperlukan pengungkapan mengenai sifat dan


lingkup risiko yang muncul dari instrumen keuangan dan
bagaimana cara risiko itu diatasi.