Anda di halaman 1dari 11

FARMAKOLOGI TOKSIKOLOGI 2

DIGESTIVA DAN ANTI ULCER

RIQQAH YUSTIKA NURNAFLAH SINALE


821415055
DEFINISI

Digestiva adalah obat-obat yang digunakan untuk


membantu proses pencernaan lambung usus
terutama pada keadaan defisiensi zat pembantu
pencernaan, atau disebut juga obat-obat
pencernaan. obat pencernaan jenis ini biasanya
berisi enzim-enzim atau campurannya yang
berguna untuk memperbaiki fungsi pencernaan.
1. Obat yang bekerja pada kandung empedu
Empedu terdiri dari asam empedu (asam kolat) dan asam kenodeoksikolat serta
kolesterol dan fosfolipid. Guna empedu yang berhubungan dengan pencernaan
dan absorbsi lemak yaitu :
membantu proses emulsifikasi dan absorpsi lemak
mempertinggi daya kerja lipase
membantu peroses absrobsi vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K)
Guna preparat empedu peroral adalah :
membantu pencernaan dan penyerapan dalam usus (lemak)
merangsang pengeluaran empedu dari hati (cholereatic)
melarutkan & mengeluarkan batu empedu (cholagoga)
mengobati dan melindungi hati terhadap penyakit kuning dan hati yang
mengeras.
2. Enzym pencernaan.
Yang sering digunakan adalah :
- Asam hidroklorida (HCl)
- Enzym lambung (pepsin)
- Enzym pankreas (pancreatin)
ANTIULCER
PENDAHULUAN
Tukak lambung adalah suatu kondisi patologis pada
lambung, duodenum, esofagus bagian bawah, dan stroma
gastro enterostomi (setelah bedah lambung.

Tujuan terapi tukak lambung ialah meringankan atau


menghilangkan gejala mempercepat penyembuhan,
mencegah komplikasi yang serius (hemoragik ,ferforasi,
abstruksi), dan mencegah kambuh.
PENATALAKSANAAN
Penggolongan obat untuk terapi tukak/ulcer diantaranya :

1. Antasida
Digunakan untuk mengurangi nyeri dan rasa terbakar di
hulu hati karena hiperasiditas pada gastritis atau ulcer

Mekanisme kerja : menetralkan asam lambung secara local


preparat.
Antasida dan Antiulserasi bekerja dengan cara menetralkan
asam lambung yang berlebih dan melindungi selaput lendir
lambung. Antasida yang beredar di pasaran biasanya terdiri
dari campuran garam alumunium dengan garam magnesium,
agar tidak menimbulkan sembelit atau diare. Kadang kadang
antasida mengandung juga simetikon yang berkhasiat
membantu pengeluaran gas yang berlebihan di dalam saluran
cerna.
2. Antagonis H-2
Mekanisme kerja : memblokir histamin pada reseptor H-2
sel pariental sehingga tidak terangsang mengeluarkan
asam lambung

3. Proton pump inhibitor


mekanisme kerja : memblokir enzym K+ / H+ ATP-ase yang
akan mencegah K+ / H+ ATP. Pemecahan K+/H+ ATP
akan menghasilkan energi yang digunakan untuk
mengeluarkan asam.
4. sukralfat
Pada kondisi adanya kerusakan yang disebabkan oleh asam,
hidrolisis protein mukosa yang di perantarai oleh pepsin
turut berkontribusi terhadap terjadinya erosi dan ulserasi
mukosa. Protein ini dapat dihambat oleh polisakarida
bersulfat.

5. koloid bismuth
Mekanisme kerja : melalui sitoprotektif membentuk lapisan
bersama protein pada dasar tukak dan melindunginya
terhadap rangsangan pepsin dan asam.
TERIMA KASIH