Anda di halaman 1dari 8

METODE MODULAR

OLEH KELOMPOK 4 :
Anggia Putri Enita
Desi Permata Sari
Indana Zulfa
Laras Hayuning Astuti
Rts Nofrianti
Sukmah Anhdapa
PENGERTIAN
Metode Modular
Metode ini adalah suatu variasi dan metode
keperawatan primer. Metode keperawatan
modular memiliki kesamaan baik dengan
metode keperawatan tim maupun metode
keperawatan primer (Gillies, 1994).
Pengembangan model modular merupakan
pengembangan dari primary nursing yang
digunakan dalam keperawatan dengan
melibatkan tenaga professional dan non
professional.
TUJUAN METODE MODULAR

Adapaun tujuan dalam metode modular ini


adalah memberikan asuhan keperawatan yang
berfokus pada kesembuhan pasien sesuai
dengan beban kasus sejak pasien masuk,
pulang dan setelah pulang serta keperawatan
lanjutan jika kembali ke rumah sakit. Model ini
juga mirip dengan metode penugasan tim
karena tenaga profesional dan non profesional
bekerjasama dalam memberikan asuhan
keperawatan kepada beberapa pasien dengan
arahan perawat profesional.
KELEBIHAN
Kelebihan

Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif dan holistik dengan


pertanggungjawaban yang jelas.
Memungkinkan pencapaian proses keperawatan
Konflik atau perbedaan pendapat antar staf daapt ditekan melalui rapat tim, cara ini
efektif untuk belajar.
Memberi kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal
Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda dengan
aman dan efektif.
Produktif karena kerjasama, komunikasi dan moral
Model praktek keperawatan profesional dapat dilakukan atau diterapkan.
Memberikan kepuasan kerja bagi perawat
Memberikan kepuasan bagi klien dan keluarga yang menerima asuhan keperawatan.
Lebih mencerminkan otonomi
Menurunkan dana perawatan
KEKURANGAN
Kekurangan
Beban kerja tinggi terutama jika jumlah klien banyak sehingga tugas rutin yang
sederhana terlewatkan.
Pendelegasian perawatan klien hanya sebagian selama perawat penanggung
jawab klien bertugas
Hanya dapat dilakukan oleh perawat profesional
Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode lain karena lebih banyak menggunakan
perawat profesional.
Perawat harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi kesehatan / kedokteran
Perawat anggota dapat merasa kehilangan kewenangan
Masalah komunikasi
Struktur organisasi

Alur Pengelolaan Pelayanan Keperawatan


Pengelolaan pelayanan keperawatan harus dikendalikan dengan baik
sebagai suatu bentuk pelayanan keperawatan yang
berkesinambungan yang menunjukkan suatu pola pelayanan yang
berkelanjutan dan terus menerus selama 24 jam pelayanan.
Pelayanan keperawatan pada umumnya di bagi dalam tiga (3) shift
jaga yaitu jaga pagi, sore dan malam yang dilaksanakan secara
berkelajutan dan dikendalikan oleh kepala ruang.
TANGGUNG JAWAB
Tugas dan tanggung jawab ketua tim moduler :

Memimpin, mendukung, dan menginstruksikan perawat non


profesional untuk melaksanakan tindakan perawatan
Memberikan asuhan keperawatan pasien meliputi: mengkaji,
merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil asuhan keperawatan.
Memberi bimbingan dan instruksi kepada perawat patner kerjanya.

Tugas dan tanggung jawab anggota tim :

Memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan yang ditugaskan


ketua tim.

Tugas dan tanggung jawab kepala perawat :

Memfasilitasi pelaksanaan pemberian asuhan keperawatan pasien.


Memberikan motivasi pada staf perawat.
Melatih perawat untuk bekerjasama dalam pemberian asuhan.
TERIMA KASIH