Anda di halaman 1dari 21

Perilaku Konsumen

Oleh Kelompok 6
Hinda Sari Nasution 1510221017
WindaYarlis 1510221021
Silatul Hokaryah 1510221040
Sri Rahayu Ningsih 1510222030
Hermanides 1510222045
Pengolahan Informasi dan Persepsi
Pengolahan Informasi dan Persepsi
Ada lima tahap pengolahan informasi menurut Engel,Blackwell,dan
Miniard (1995)
1. Pemaparan : pemaparan stimulus, yang menyebabkan konsumen
menyadari stimulus tersebut melalui pancaindranya.
2. Perhatian : kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen
terhadap stimulus yang masuk
3. Pemahaman : interprestasi terhadap makna stimulus
4. Penerimaan : dampak persuasive stimulus kepada konsumen
5. Retensi : pengalihan makna stimulus dan persuasi keingatan
kangka panjang.
Sensasi
Pemaparan adalah kegiatan yang dilakukan oleh para pemasar
untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus
bisa berbentuk iklan, kemasan, merek, dan hadiah. Melalui
berbagai media, Sensasi adalah respons langsung dan cepat
dari pancaindra terhadap stimulus yang datang (apakah
berupa iklan, kemasan maupun merek).
Ambang Absolut
Sensasi dipengaruhi oleh ambang absolut dan perbedaan ambang.
Ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energy
stimulus yang diperlukan oleh seorag konsumen agar ia merasakan
sensasi sehingga konsumen akan merasakan adaptasi terhadap
stimulus tersebut.masalah adaptasi ini menjadi perhatian para
pemasar dan pengiklan, karena akan berakibat tidak efektifnya
komunikasi yang disampaikan kepada konsumen.
Konsumen juga memiliki kebiasaan melakukan zapping, yaitu
mengubah ubah saluran ketika menonton televise. Adanya sensory
adaptation, advertising wearout, dan zapping, mendorong pemasar dan
para pengiklan untuk lebih kreatif dalam merancang komunikasi
pemasaran berbagai macam produknya.
Ambang Berbeda (The DifferentialThreshold)
Faktor kedua yang mempengaruhi sensasi adalah ambang berbeda.
Batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara dua stimulus
yang mirip disebut sebagai ambang berbeda (Schiffman dan Kanuk,
2010).
Hukum Weber menyatakan bahwa semakin besar intensitas dari
stimulus awal, maka semakin besar jumlah perubahan stimulus
yang di butuhkan agas stimulus kedua dapat dirasakan
perbedaannya dengan stimulus awal.
Konsumen menyeleksi stimulus atau informasi mana yang akan
diperhatikannya dan akan diproses lebih lanjut, proses ini dikenal
sebagai perceptual selection. Ada dua faktor utama yang
mempengaruhi perceptual selection atau perhatian konsumen
terhadap stimulus yang akan diperhatikannya:
1. Faktor Pribadi
Faktor pribadi adalah karakteristik konsumen yang muncul
dari dalam diri konsumen.Yang pertama adalah, motivasi dan
kebutuhan konsumen, ia akan sukarela mencari dan
memperhatikan segala informasi yang dijumpainya ini lah
yang disebut voluntary attention.
Faktor lainnya adalah harapan konsumen yang dipengaruhi
oleh pengalaman masa lalunya. Schiffman dan Kanuk, (2010)
berpendapat bahwa stimulus atau informasi yang
bertentangan dengan harapan sering kali mendapatkan
perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan yang sesuai
dengan harapan.
2. Faktor Stimulus
Kelompok kedua yang mempengaruhi perhatian adalah
karakteristik stimulus. Konsumen yang memperhatikan
stimulus karena daya Tarik dari stimulus tersebut, misalnya
karena suara yang keras, warna yang indah, atau ukuran huruf
yang besar, maka disebut sebagai perhatian yang tidak suka
rela. Para pemasar harus
Ukuran
Semakin besr ukuran stimulus maka semakin menarik perhatian.
Warna
Warna warni dari suatu stimulus akan menarik perhatian lebih besar
dibandingkan dengan stimulus yang hitam putih atau penggunaan
warna yang tidak tepat.
Intensitas
Stimulus yang lebih besar sering kali menimbulkan perhatian yang
lebih besar.
Kontras
Stimulus yang ditampilkan sangat kontras dengan latar belakangnya
sering kali menarik perhatian yang lebih baik.
Posisi
Suatu stimulus mungkin bisa lebih di perhatikan oleh konsumen karena letaknya
yang strategis disuatu lokasi.
Petunjuk
Mata konsumen lebih tertuju kepada stimulus yang diarahkan oleh suatu petunjuk.
Gerakan
Stimulus yang bergerak akan menarik perhatian konsumen dibangding yang diam
Kebauran
Stimulus yang ditampilkan dengan teknik novelty biasanya menimbulkan penasaran
dan keingintahuan.
Isolasi
Suatu teknik meletakkan Stimulus pada suatu ruang dimana ruang yang digunakan
oleh timulus ini hanya sedikit sekali, sedangkan sisa ruangan yang besar tidak
terpakai.
Stimulus yang disengaja
Stimulus yang sengaja di pasang untuk menarik perhatian kita
Pemberi pesan yang menarik
Para pemasar sering menggunakan para selebriti, tokoh, dan
para eksekutif perusahaan sebagai bintang iklan. Tujuannya
adalah agara menarik perhatian konsumen.
Perubahan gambar yang cepat
Beberapa iklan tv menampilkan banyak gambar dalam waktu
yang sangat singkat. Ini akan menimbulkan aktivitas otak secra
tidak sengaja, dan selanjutnya akan menarik perhatian
konsumen.
Pemahaman
Pemahaman adalah usaha konsumen untuk mengartikan atau
menginterpretasikan stimulus. Konsumen cendrung untuk
melakukan pengelompokan stimulus, sehingga memandangnya
sebagai satu kesatuan. Inilah yang disebut sebagai perceptual
organization atau stimulus organization.
Ada tiga prinsip perceptual organization
Gambar dan latar belakang
Gambar adalah objek yang ditempatkan dalam suatu latar
belakang. Konsumen cendrung memisahkan mana objek yang
harus diperhatikan dan mana latar belakangnya.
Pengelompokan (Grouping)
Pengelompokan biasanya mengelompokkan stimulus sehingga
membentuk satu kesatuan arti. Ornag akan lebih mudah
mengingat informasi dalam bentuk kelompok atau berkaitan
dengan sesuatu hal yang dibandingkan informasi tersebut
terpisah-pisah
. Tiga prinsip grouping :
a. Kedekatan adalah suatu usaha untuk mengingatkan suatu
stimulus dengan sesuatu hal, karena dianggap keduanya
memiliki hubungan yang erat.
b. Konsumen akan mengelompokan objek berdasarkan dengan
kesamaan bentuk, nama atau lainnya.
c. Konsumen akan menyatukan objek kedalam satu kesatuan
tanpa terpisah-pisah
Closure
Konsumen akan berusaha memahami suatu objek dalam arti
yang utuh, walaupun ada bagian dari objek tersebut yang hilang
atau tidak lengkap. Konsumen akan melengkapi atau mengisi
bagian yang hilang dari objek tersebut.
Penerimaan
Setelah konsumen melihat stimulus, memperhatikan, dan
memahami stimulus tersebut maka sampaila kepada suatu
kesimpulan mengenai stimulus atau objek tersebut. Inilah
yang disebut sebagai persepsi konsumen terhadap objek
tersebut atau citra produk. Di dalam konteks pemasaran,
maka persepsi konsumen bisa berupa persepsi produk,
presepsi merek, presepsi pelayanan, persepsi harga, persepsi
kualitas produk, persepsi toko, atau persepsi terhadap
produsen.
Retensi adalah proses memindahkan informasi kememori jangka
panjang yang terdiri atas tiga system penyimpanan.
Memori sensori
Tempat penyimpanan informasi sementara. Informasi tersebut
diterima dari pancaindra. Penyimpanan hanya berlangsung sangat
singkat.
Memori jangka pendek
Tempat penyimpanan informasi untuk waktu yang terbatas dan
memiliki kapasitas terbatas.
Memori jangka panjang
Tempat penyimpanan informasi dalam jangka waktu yang lama dan
memiliki kapasitas yang tidak terbatas.
Rehearsal
Rehearsal adalah kegiatan mental konsumen untuk mengingat-
ingat informasi yang di terimanya dan menghubungkannya
dengan informasi lainnya yang sudaha tersimpan dimemorinya.
Tujuan dari rehearsal adalah untuk menahan informasi dalam
short-term memory dalam waktu yang cukup agar bisa dilakukan
encoding.
Encoding
Encoding adlah proses untuk menyeleksi sebuah kata atau
gambar untuk menyatakan suatu persepsi terhadap suatu objek.
Mengingat kembali (retrieval)
Setelah konsumen menyimpan informasi di dalam long-term
memory, maka suatu saat ia akan memanggil kembali atau
mengingat kembali informasi tersebut untuk di pakai sebagai
pertimbangan dalam mengambil keputusan. Proses ini di kenal
sebagai retrieval. Salah satu tujuan iklan adalah membantu
kemampuan konsumen untuk bisa mengingat informasi dari
memorinya. Konsumen lebih mudah mengingat pesan dalam
bentuk lagu di bandingkan kata-kata saja.
DAFTAR PUSTAKA
Sumarwan Ujang. 2011. Perilaku Konsumen. Jakarta: PT
Ghalia Indonesia