Anda di halaman 1dari 54

LAPORAN KASUS

Seorang Laki-laki 63 tahun Datang Dengan Keluhan Sesak Nafas


Sejak 7 Hari Sebelum Masuk Rumah Sakit

Oleh:
Dwi Rizky Kurniati, S.ked.
71 2016 078

Pembimbing:
dr. M Faisal Shaleh, Sp.PD-KKV

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Kanker hati primer Keluhan : nyeri
yang paling sering atau tidak
ditemukan (85% kasus) nyaman di
kuadran kanan
atas abdomen
AS:
80%-90% dari
tumor ganas
Hepatocellular
hati primer Afrika dan Asia
Carcinoma (HCC)
adalah hepatoma
atau
hepatoma. paling sering
Hepatoma
kejadian tumor 100/100.000
ini 2% dari populasi
seluruh (pria>> wanita)
karsinoma yang
ada
BAB II
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn.Y
TTL / Usia : Pangkalan lapam, 11 Maret 1954 (63 tahun, 3
bulan, 22 Hari)
Jenis : Laki-laki
Kelamin
Alamat : Desa Perigi, OKI
Pekerjaan : Buruh
Status : Sudah menikah
Agama : Islam
MRS : 2 Juli 2017
No. RM : 53.98.98
ANAMNESIS

Keluhan Utama
Sesak napas sejak 7 hari SMRS
Riwayat Perjalanan Penyakit
os mengaku perut terasa membesar, kembung, dan nyeri pada perut
kanan atas, nyeri dirasakan hilang timbul dan semakin hari semakin
2 Bulan SMRS

memberat, nyeri tidak menjalar. Os berobat ke bidan dan dikatakan


sakit maag, diberikan obat sirup tetapi keluhan tidak berkurang. Os
juga mengeluh badan terasa lesu dan lemas. Mual muntah tidak ada,
demam tidak ada, badan atau mata kuning tidak ada. BAB dan BAK
tidak ada keluhan.

perut dirasakan semakin membesar, nyeri perut kanan atas


1 Bulan SMRS

semakin memberat, nyeri hilang timbul seperti ditusuk-tusuk,


setiap nyeri perut os muntah. Muntah berisi apa yang
dimakan, os juga merasa apabila makan cepat kenyang. Nafsu
makan mulai menurun. Badan kuning atau mata kuning tidak
ada. BAB dan BAK tidak ada keluhan. Os mengaku badan
dirasakan semakin lemas.
os merasa perut semakin besar. Os mengaku perut kanan atas
2 minggu SMRS

keras apabila diraba dan mendesak ke atas sehingga dada terasa


sesak. Sesak dirasakan saat istirahat dan berbaring. Os juga
mengaku nyeri perut semakin memberat dan hilang timbul.
Muntah apa yang dimakan. Perut terasa cepat kenyang. BAK
warna kuning pekat seperti teh. Os mengaku BAB tidak lancar,
BAB sedikit, warna cokelat. Badan atau mata kuning tidak ada.
1 Minggu SMRS

os merasa sesak timbul terus menerus, mual dan. Os mengaku


BAB tidak lancar, BAB sedikit, warna cokelat. Os mengaku
badan semakin lemas sehingga tidak dapat beraktivitas seperti
biasa. Os berobat berobat ke IGD RSUD BARI dan dikirim ke
bangsal laki-laki penyakit dalam kelas 3 ruang non-infeksi.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit dengan keluhan yang sama, sakit kuning, hipertensi,
diabetes melitus disangkal, penyakit ginjal, penyakit asma, penyakit
jantung, penyakit paru disangkal.
Riwayat transfusi darah dan mengalami pembedahan tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga : Riwayat keluhan
yang sama dalam keluarga disangkal
Riwayat diabetes melitus : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
Riwayat merokok : (+) 1 bungkus sehari.
Riwayat minum alkohol : disangkal
Riwayat olahraga : disangkal
Riwayat makan : 3 kali sehari, os mengaku nafsu makan
kurang.
Riwayat sosial ekonomi termasuk dalam menengah ke
bawah.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : tampak sakit sedang

Kesadaran : compos mentis


Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 88 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup


Pernapasan : 30x/menit, reguler, thoracoabdominal,
kussmaul (-), Rhonkie (-), Wheezing (-),
Pigeon chest (+).
Suhu Axila : 36,7oC
Keadaan Spesifik
Kepala : Normocephali, deformitas (-), bentuk bulat,
simetris, warna rambut hitam tidak mudah
dicabut, ekspresi tampak sakit sedang.

Mata : conjunctiva anemis (-), hiperemis (-/-), sclera ikterik (+),


mata cekung (-),edema palpebra (-), sekret (-/-), pupil
isokor, refleks cahaya (+/+) Eksoftalmus(-/-),
endophtalmus (-/-), pergerakan mata ke segala arah baik.
Telinga : sekret (-/-), serumen(-/-), nyeri tekan processus
mastoideus tidak ada, pendengaran baik.
Hidung : Sekret (-), septum dalam perabaan baik, tidak ada
obstruksi dan perdarahan.
Mulut : Bibir sianosis (-), tonsil T1-T1, gusi berdarah (-), atrofi
papil (-), stomatitis (-), faring tidak ada kelainan, uvula
ditengah.
Leher : Simetris, Pembesaran kelenjar tyroid (-), JVP 5-2cmH2O,
kaku kuduk (-)
KGB : pembesaran KGB (-), leher, aksila, inguinal tidak ada dan
tidak ada nyeri tekan (-)
Thoraks : simetris, retraksi (-/-)
Paru
- Inspeksi : simetris, retraksi (-/-), kesan pigeon chest
- Palpasi : stem fremitus kanan dan kiri sama, lemah
- Perkusi : sonor pada semua lapang paru kanan dan kiri
- Auskultasi : vesikuler (+/+) normal, ronchi (-/-), wheezing (-/-)

Jantung
- Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
- Palpasi : ictus cordis tidak teraba, thrill (-)
- Perkusi : batas jantung normal
- Auskultasi : BJ I/II (+) menjauh, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
- Inspeksi : cembung, venektasi vena(-), caput medusa(-), ikterik(-)
hiperpigmentasi (-), umbilikus tidak menonjol
dinding perut distensi, nyeri tekan epigastrium (-), hepar
- Palpasi : teraba 5 jari di bawah arcus costa dextra, teraba keras,
konsistensi padat, permukaan tidak rata, berbenjol-
benjol, tepi tumpul, tidak mobile

- Perkusi : pekak diatas massa, timpani (+) shifting dulness (+),


undulasi (+)
- Auskultasi : bising usus (+) normal, bruit (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium (2 Juli 2017)
Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Interpretasi
Hemoglobin 16,0 g/dl L : 14-16 g/dl Normal
P : 12-14 g/dl
Leukosit 8.000 /ul 5.000-10.000/ul Normal
Trombosit 117.000/ul 150.000-450.000/ul Normal
Hematokrit 46% L : 40-48% Normal
P : 37-43%
Diff. count 0/2/1/75/17/5 0-1/1-3/2-6/50-70/20- Normal
40/2-8
Ureum 56 mg/dl 20-40 mg/dl Meningkat
Creatinine 1,26 mg/dl L : 0,9-1,3 mg/dl Normal
P : 0,6-1,1 mg/dl
BSS 125 mg/dl <180 mg/dl Normal
SGOT 811 U/l L : <37 Meningkat
P : <31
SGPT 924 U/I L : <41 Meningkat
P : <31
Albumin 2,03 g/dl 3,8-5,1 g/dl Menurun
Asam Urat 8,11 mg/dl L : 3,4-7 mg/dl Meningkat
P : 2,4-5,7 mg/dl
Pemeriksaan USG Abdomen
Hasil pemeriksaan USG abdomen:
Hepar : ukuran membesar, permukaan tidak rata, tepi tumpul, sistem
vaskular/bilier baik, Lesi focal/SOL + hyperechoic,
Asites +
Vesika Felea: baik, batu/sludge/endapan
Lien : besar, baik, parenkim homogen, massa/SOL
Ginjal kanan: baik
Ginjal kiri: baik
Buli-buli: baik
Prostat: baik

Kesan :
1. Hepatoma
2. Asites
mengeluh perut terasa membesar,
kembung, dan nyeri pada perut perut semakin besar. Os mengaku
kanan atas, nyeri dirasakan hilang perut kanan atas keras apabila diraba
timbul dan semakin hari semakin dan mendesak ke atas sehingga dada
memberat, nyeri tidak menjalar terasa sesak. Sesak dirasakan saat
badan terasa lesu dan lemas. istirahat dan berbaring

2 bulan SMRS 1 bulan SMRS 2 minggu SMRS 1 minggu SMRS

perut dirasakan semakin membesar, nyeri


sesak timbul terus menerus, mual
perut kanan atas semakin memberat, nyeri
hilang timbul seperti ditusuk-tusuk, setiap
nyeri perut os muntah. Muntah berisi apa
yang dimakan
makan cepat kenyang
badan dirasakan semakin lemas
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis,
TD: 120/80 N : 88x/m RR : 30x/m T : 36,70C
Kepala : sclera ikterik (+/+)
Abdomen : Cembung, venektasi vena (-), dinding perut distensi, hepar
teraba 5 jari dibawah arcus costae, konsistensi keras, berdungkul-dungkul,
sudut tumpul, immobile, nyeri tekan kanan atas, lien tidak teraba, pekak
diatas massa, timpani (+), asites (+), shifting dulness (+), undulasi (-), bising
usus (+) normal, bruit hepatik (-)
Pemeriksaan Penunjang
Hb : 16, leukosit : 8.000, trombosit (117.000), Ht : 46% (menurun), BSS :
125, SGOT : 811 (meningkat), SGPT : 924 (meningkat), Ureum : 56
(meningkat), creatinin : 1,26 (meningkat), albumin : 2,03 (menurun)
USG Abdomen : Hepatoma + ascites
Diagnosis Banding
1. Hepatoma
2. Sirosis hepatis
3. Abses Hepar

Diagnosis Kerja
Hepatoma + asites
Penatalaksanaan
Edukasi (disarankan untuk membatasi aktivitas)
Terapi Gizi (diet tinggi protein dan tinggi kalori)
O2 2 Liter/Menit
IVFD RL:D5% (1:1) gtt XX/Menit
Omeprazole 2 x 1 vial
Sucralfat syr 3 x 1C
Curcuma 3 x 1 tab
Hip albumin
Hp pro 2 x 1 tab
Prosogan 2 x 1 vial
Neurodex 1 x 1 Iu
Prognosis
Quo ad Vitam : dubia ad bonam
Quo ad Fungtionam : dubia ad malam
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Hepatoma atau karsinoma hepatoseluler adalah keganasan pada
hepatosit dimana stem sel dari hati berkembang menjadi massa
maligna yang dipicu oleh adanya proses fibrotik maupun proses
kronik dari hati (cirrhosis)
Etiologi
Virus hepatitis
HBV
HCV
Aflatoksin

Faktor resiko
Jenis kelamin (laki laki>>perempuan)
Sirosis hati
Obesitas
DM
Alkohol
Patogenesis
Inflamasi, nekrosis, fibrosis, dan regenerasi sel hati berlanjut
sirosis hepatis hepatoma
Replikasi DNA virus dari virus hepatitis dan memproduksi HBV
protein tidak dapat bergabung dengan DNA sel hati. Protein ini
merupakan suatu RNA.
RNA berkembang dan mereplikasi diri di sitoplasma dari sel
hatiperkembangan keganasan menghambat apoptosis dan
meningkatkan proliferasi sel hati.
Gejala Klinis

Hepatoma fase subklinis Hepatoma fase klinis


Tanpa gejala dan tanda fisik Nyeri abdomen kanan atas,
hepatoma Massa abdomen atas,
(Pemeriksaan AFP dan tehnik Perut kembung,
pencitraan)
Anoreksia,
Letih, BB turun,
Demam,
Ikterus,
Asites,
Anemia
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
1. Alfa-fetoprotein (AFP)
2. Petanda tumor lainnya
des-gama karboksi protrombin (DCP), alfa-L- fukosidase (AFU),
gama-glutamil transpeptidase (GGT-II), CA19-9, antitripsin, feritin,
CEA
3. Fungsi hati dan sistem antigen antibodi hepatitis B
Pemeriksaan Pencitraan
1. USG
2. CT Scan
3. MRI
4. Angiografi arteri hepatika
5. Tomografi emisi positron (PET)

Pemeriksaan lainnya
Pungsi hati mengambil jaringan tumor untuk pemeriksaan patologi, biopsi
kelenjar limfe supraklavikular, biopsi nodul sub-kutis, mencari sel ganas
dalam asites, perito-neoskopi. juga mempunyai nilai tertentu pada
diagnosis hepatoma primer
Diagnosis
Kriteria diagnosa HCC menurut PPHI Perhimpunan Peneliti Hati
Indonesia), yaitu :

1. Hati membesar berbenjol-benjol dengan/tanpa disertai bising


arteri.
2. AFP (Alphafetoprotein) yang meningkat lebih dari 500 mg per ml.
3. Ultrasonography (USG), Nuclear Medicine, Computed Tomography
Scann (CT Scann), Magnetic Resonance Imaging (MRI), Angiography,
ataupun Positron Emission Tomography (PET) yang menunjukkan
adanya HCC.
4. Peritoneoscopy dan biopsi menunjukkan adanya HCC.
5. Hasil biopsi atau aspirasi biopsi jarum halus menunjukkan HCC.

Diagnosa HCC didapatkan bila ada dua atau lebih dari lima
kriteria atau hanya satu yaitu kriteria empat atau lima.
Sistem Staging
Ia :
tumor tunggal berdiameter < 3 cm, tanpa emboli rumor, tanpa metastasis kelenjar limfe peritoneal ataupun
jauh; Child A.
Ib :
tumor tunggal atau dua tumor dengan diameter gabungan <5cm, di separuh hati, tanpa emboli tumor, tanpa
metastasis kelenjar limfe peritoneal ataupun jauh; Child A.
IIa :
tumor tunggal atau dua tumor dengan diameter gabungan < 10 cm, di separuh hati, atau dua tumor dengan
diameter gabungan < 5 cm, di kedua belahan hati kiri dan kanan, tanpa emboli tumor, tanpa metastasis
kelenjar limfe peritoneal ataupun jauh; Child A.
IIb :
tumor tunggal atau multipel dengan diameter gabungan > 10 cm, di separuh hati, atau tumor multipel dengan
diameter gabungan > 5 cm, di kedua belahan hati kiri dan kanan, tanpa emboli tumor, tanpa metastasis
kelenjar limfe peritoneal ataupun jauh; Child A. Terdapat emboli tumor di percabangan vena portal, vena
hepatik atau saluran empedu dan/atau Child B.
IIIa :
tidak peduli kondisi tumor, terdapat emboli tumor di pembuluh utama vena porta atau vena kava inferior,
metastasis kelenjar limfe peritoneal atau jauh, salah satu daripadanya; Child A atau B.
IIIb :
tidak peduli kondisi tumor, tidak peduli emboli tumor, metastasis; Child C.
Diagnosis Banding
AFP positif AFP negatif
1.kehamilan 1. hemangioma hati
2. metastasis hati dari 2. abses hati
kanker saluran digestif 3. adenoma hati
3. hepatitis
4. sirosis hati
Penatalaksanaan
A. Terapi operasi
Metode hepatektomi.
Transplantasi hati
Terapi operatif nonreseksi
B. Reseksi Hepatik
C. Radioterapi
D. Terapi Paliatif :
TAE/TACE (transarterialembolization / chemo embolization) saja
yang menunjukkan penurunan pertumbuhan tumor serta
dapat meningkatkan harapan hidup pasien dengan HCC yang
tidak resektabel
Tatalaksana komplikasi
Asites dan edema
membatasi asupan garam dan air
Kombinasi diuretik spironolakton dan furosemid
parasintesis abdomen

Perdarahan varises
obat penyekat reseptor beta non-selektif yaitu: Propanolol
atau nadolol
Ensefalopati hepatik
Tiga tindakan yang harus segera diberikan :
1) singkirkan penyebab enselopati yang lain,
2) perbaiki atau singkirkan faktor pencetus
3)segera mulai pengobatan empiris yang dapat
berlangsung lama, seperti : klisma, diet rendah
atau tanpa protein, laktulosa, antibiotika
(neomisin, metronidazol atau vankomisin),
asam amino rantai cabang, bromokriptin,
preparat zenk, dan atau ornitin aspartat.
Pencegahan
Prinsip utama pencegahan kanker hati adalah dengan
melakukan skrining kanker hati sedini mungkin.
Pencegahan hepatoma adalah dengan mencegah
penularan virus hepatitis B ataupun C. Vaksinasi
merupakan pilihan yang bijaksana, tetapi saat ini baru
tersedia vaksinasi untuk virus hepatitis B.
Prognosis
Prognosis HCC malam.
Tanpa pengobatan kematian rata-rata terjadi sesudah 6-7
bulan setelah timbul keluhan pertama. Dengan
pengobatan, hidup penderita dapat diperpanjang sekitar
11-12 bulan.
Sebaliknya, penderita HCC fase lanjut mempunyai masa
hidup yang lebih singkat. Kematian umumnya disebabkan
oleh karena koma hepatikum, hematemesis dan melena,
syok yang sebelumnya didahului dengan rasa sakit hebat
karena pecahnya karsinoma hepatoseluler.
Pencegahan yang paling utama adalah menghindarkan
infeksi terhadap HBV dan HCV serta menghindari
konsumsi alcohol untuk mencegah terjadinya sirosis.
BAB IV
ANALISA KASUS
Pasien hepatoma seringkali tidak mengalami gejala sampai kanker pada
tahap akhir, sehingga jarang ditemukan dini. Pada pertumbuhan kanker
hati, beberapa pasien mungkin mengalami gejala seperti sakit di perut
sebelah kanan atas yang meluas ke bagian belakang dan bahu,
penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, mual,
muntah, demam, ikterus bahkan sesak nafas.
Keluhan pasien:
Laki-laki, 63 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 1 minggu
SMRS. Os juga mengeluh nyeri pada perut bagian kanan atas. Organ - organ
yang dipikirkan menjadi salah satu sumber nyeri yaitu hepar, saluran empedu
maupun ginjal. Organ yg dipikirkan menjadi sumber nyeri: Hepar, Saluran
empedu, Ginjal kanan

Kemungkinan organ: Hepar karena pasien mengeluh perut semakin


membesar, nyeri pada perut kanan atas, keras apabila diraba dan terasa
mendesak ke atas. Pembesaran hepar yang terjadi akibat dari hepatoma
mengakibatkan hepar mendorong diafragma sehingga pasien merasa sesak.
Pasien mengeluhkan bahwa badan semakin lemas, mual dan
muntah apa yang dimakan.

Hal ini dikarenakan hepar yang semakin membesar sehingga


mendesak lambung dan timbulah perasaan mual dan muntah serta
perut terasa cepat kenyang
.
Pada pemeriksaan fisik :
abdomen cembung, venektasi vena (-), dinding perut distensi,
hepatomegali, nyeri tekan kanan atas, lien tidak teraba, pekak
diatas massa, timpani (+), asites (+), shifting dulness (+), bising
usus (+) normal. Didapatkan pula pada pemeriksaan penunjang
melalui USG abdomen bahwa terdapat kesan hepatoma +
ascites..

Ascites terjadi karena tekanan koloid plasma yang biasa bergantung


pada albumin di dalam serum. Pada keadaan normal albumin
dibentuk oleh hati. Apabila hati terganggu fungsinya, maka
pembentukan albumin juga terganggu, dan kadarnya menurun,
sehingga tekanan koloid osmotik juga berkurang
Hepatomegali dengan tepi yang tumpul dan konsistensi padat berbenjol
bejol
Proses sirosis nodul - nodul di hepar nodul regeneratif maupun
nodul diplastik
Nodul displastik didapatkan bahwa nodul yang terbentuk dari sel - sel
yang kecil meningkatkan proses pembentukan hepatoma. Sel sel kecil
ini disebut sebagai stem cell dari hati.

Sel - sel ini meregenerasi sel - sel hati yang rusak tetapi sel - sel ini juga
berkembang sendiri menjadi nodul nodul yang ganas sebagai respons
dari adanya penyakit yang kronik yang disebabkan oleh infeksi virus.
Nodul - nodul inilah yang pada perkembangan lebih lanjut akan menjadi
hepatoma
SGOT yaitu 811 U/l dan SGPT meningkat yaitu 924 U/l,

Serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) merupakan enzim


mitokondria yang berfungsi mengkatalisis pemindahan bolak-balik gugus
amino dari asam aspartat ke asam -oksaloasetat membentuk asam glutamat
dan oksaloasetat. Enzim GOT dan GPT mencerminkan keutuhan
atau intergrasi sel-sel hati. Adanya peningkatan enzim hati tersebut dapat
mencerminkan tingkat kerusakan sel-sel hati. Makin tinggi peningkatan kadar
enzim GPT dan GOT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati.
Menurut PPHI ( Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia), diagnosa HCC
dapat ditegakkan apabila terdapat kriteria berikut:
1. Hati membesar berbenjol-benjol dengan/tanpa disertai bising arteri.
2. AFP ( Alphafetoprotein ) yang meningkat lebih dari 500 mg/ml.
3. Ultrasonography ( USG ), Nuclear Medicine, Computed Tomography Scann (
CT Scann ), Magnetic Resonance Imaging ( MRI ), Angiogrphy, ataupun
Positron Emission Tomography ( PET ) yang menunjukkan adanya Kanker
Hati Selular.
4. Peritoneoscopy dan biopsi menunjukkan adanya Kanker Hati Selular.
5. Hasil biopsi atau aspirasi biopsi jarum halus menunjukkan adanya Kanker
Hati Selular.

Diagnosa HCC didapatkan bila ada dua atau lebih dari lima
kriteria atau hanya satu kriteria empat atau lima.
Hepatoma

Pada kasus ini didapatkan dua dari lima kriteria PPHI tersebut yaitu
kriteria pertama dan ketiga
1. Hati membesar berbenjol-benjol dengan/tanpa disertai bising
arteri.
2. USG Abdomen : hepatoma + ascites
Pada hepatoma sangat diperlukan biopsy hati mengetahui sejauh mana
invasi sel-sel kanker dapat ditentukan penatalaksaan invasif jika
memungkinkan untuk menambah prognosis kesembuhan pada pasien.

Pemeriksaan CT Scan untuk membantu menunjukkan lokasi tempat,


jumlah dan ukuran tumor

Tatalaksana untuk hepatoma adalah dengan reseksi hepatik, transplantasi


hepar, dan ablasi tumor perkutan. Sehingga tatalaksana pada kasus ini yang
diberikan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang ada.
Farmakologi
1. Infus RL gtt XX kali permenit
2. Curcuma diberikan sebagai supplement tambahan yang berfungsi untuk
memperbaiki fungsi hati serta memperbaiki nafsu makan.
3. Lansoprazol atau prosogan diberikan untuk menghambat pompa proton
untuk memblok energi dalam mengeluarkan HCl dari kanalikuli sel
parietal gaster, sehingga asam lambung tidak meningkat.
4. HP Pro diberikan sebagai hepatoprotektor, menstimulasi sintesa albumin
dan glikogen oleh sel hepar.
Prognosis adalah ad malam karena secara umum hepatoma primer
jika tidak diterapi, survival rata-rata 6-7 bulan
TERIMA KASIH