Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 4

Turunan 5-Pirazolon

Memiliki aktivitas analgesik-antipiretik dan antirematik


serupa aspirin.
Digunakan utk mengurangi rasa sakit pada keadaan nyeri
kepala, nyeri pada spasma usus, ginjal, saluran empedu
dan urin, neuralgia, migrain, nyeri gigi dan nyeri pada
rematik
ES : agranulositosis (dalam beberapa kasus dpt berakibat
fatal)
Antipirin, amidopirin, metampiron, Profifenazon
(antirematik)
Contoh Turunan 5-Pirazolon

1. Antipirin (Fenazon)
Aktivitas hampir sama dengan asetanilid, dg awal kerja yang
lebih cepat.
Efek agranulositosis cukup besar > tdk digunakan utk
pemakaian sistemik
Memiliki efek paralitik pada saraf sensori dan motorik > utk
anestesi setempat dan vasokontriksi pd pengobatan rinitis
dan laringitis.
Dosis : Larutan 5-15%
2. Amidopirin (Pyramidon, Aminopirin, Aminofenazon)
Mempunyai aktivitas analgesik serupa dgn antipirin, awal kerja
nya lebih lambat dan masa kerjanya lebih panjang.
Absorbsi obat dlm saluran cerna cepat, dan + 25-30% akan
terikat oleh protein plasma, waktu paro plasmanya + 2-3 jam.
Efek samping agranulositosisnya () dan berakibat fatal,
sehingga sekarang tidak lagi digunakan dan dilarang beredar di
Indonesia.
3. Metampiron Na (Metamizol Na, Antalgin, Novalgin, Dipiron)
Merupakan analgesik-antipiretik yg cukup populer di
Indonesia.
Absorbsi obat pada saluran cerna cepat, dan cepat pula
termetabolisme di hati.
Efek samping agranulositosisnya cukup besar sehingga
dilarang beredar di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan
Australia.
Dosis : 500 mg 4 dd.

4. Profifenazon (Isopirin, Larodon)


Digunakan terutama sebagai antirematik.
Senyawa dapat menimbulkan spasma pada otot bergaris, dan
penggunaannya sering dikombinasi dengan obat analgetik
lain.
Dosis : 500 mg 4 dd.
Obat Antiradang Non Steroid

1. Turunan Asam Salisilat


Mempunyai aktivitas analgesik-antipiretik dan antirematik
tetapi tidak digunakan secara oral karena terlalu toksik.
Untuk meningkatkan aktivitas dan menurunkan efek sampingnya. Dilakukan
modifikasi struktur turunan asam salisilat dengan 4 jalan, yaitu :
1. Mengubah gugus karboksil melalui pembentukan garam, ester atau
amida. Turunan ini mempunyai efek antipiretik rendah dan sebagai
counterirritant dan obat gosok karena diabsorbsi dengan baik melalui
kulit, contoh : metilsalisilat, natrium salisilat, magnesium salisilat.
2. Substitusi gugus hidroksil. Contoh : aspirin dan salsalat.
3. Modifikasi pada gugus karboksil dan hidroksil. Contoh : aluminium aspirin
dan karbetil salisilat.

4. Memasukkan gugus hidroksil pada cincin aromatik. Contoh :


flufenisal,difunisal dan meseklazon.
Hubungan Struktur-
Aktivitas Turunan Asam
Salisilat

Senyawa yang aktif sebagai antiradang adalah ANION SALISILAT. Gugus


Karboksilat penting untuk aktivitas dan letak gugus hidroksil harus
berdekatan dengannya
Turunan halogen, seperti asam 5-klorsalisilat, dapat meningkatkan aktivitas
tetapi menimbulkan toksisitas lebih besar
Adanya gugus amino pada posisi 4 akan menghilangkan aktivitas
Pemasukan gugus metil pada posisi 3 menyebabkan metabolisme/hidrolisis
gugus asetil menjadi lebih lambat sehingga masa kerja obat lama
Adanya gugus aril yang bersifat hidrofob pada posisi 5 dapat meningkatkan
aktivitas
Adanya gugus difluorofenil pada posisi meta dari gugus
karboksilat (diflunisal) dapat meningkatkan aktivitas
analgeik, memperpanjang aktivitas dan menghilangkan
efek samping seperti iritasi GIT
Efek iritasi lambung aspirin dihubungkan dengan gugus
karboksilat. Esterifikasi gugus karboksil akan
menurunkan efek iritasi tersebut.
b. Turunan 5-pirazolidindion
Hubungan struktur dan aktivitas

turunan 5-pirazolidindion mengandung gugus keto (C3) yang dapat membentuk gugus enol aktif yang
mudah terionisas.

Substitusi atom H pada C4 dengan gugus metil akan menghilangkan aktivitas antiradang kareana senyawa
tidak dapat membentuk enol

Penggantian satu atom N pada inti pirazolidindion dengan atom O, pemasukan gugus metil dan halogen
pada cincin benzen dan penggantian gugus n-butil dengan gugus alil propil ternyata tidak mempengaruhi
aktivitas antiradang, aaytau aktivitasnya teteap

Penggantian cincin benzen dengan silopenten atau siklopentan akan membuat senyawa menjadi tidak
aktif

Peningkatan keasaman akan menurunkan aktivitas antiradang dan meningkatan efek urikosurik
Contoh

1. Fenilbutazon.
- pro drug = mengalami metabolisme, yaitu hidroksilasi aromatik ->
menjadi metabolit aktif oksifenbutazon -> antiradang dan analgesik.
- Absorpsi = cepat di saluran cerna
- Ikatan protein plasma = 99%
- T max = 1-7 jam
- t1/2 = 3 hari
2. Oksifenbutazon (Tanderil, Reozon)
- Menimbulkan efek samping iritasi lambung yang lebih rendah dibanding
fenilbutazon.
- Absorpsi = cepat di saluran cerna
- Ikatan protein plasma = 99%
- T max = 1-12 jam
- t1/2 = 2-3 hari
3. Sulfinpirazon (pKa = 2,8)
- mengandung gugus sulfinil yang bersifat Hidrofil -> meningkatkan
ekskresi asam urat -> pengobatan penyakit pirai yang kronik.
- t1/2 = 2 jam -> menyebabkan durasi pendek
4. Bumadizon kalsium semihidrat ( Eumotol)
- merupakan produk utama hidrolisis fenilbutazon -> efek analgesik,
antipiretik dan antiradang.
- untuk pengobatan rematik artritis akut.