Anda di halaman 1dari 27

KOMUNIKASI DALAM

MANAJEMEN
KELOMPOK 2
IKLIM KOMUNIKASI

Iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsi-persepsi suatu


evaluasi makro mengenai peristiwa komunikasi, perilaku komunikasi,
respon pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan, konflik-konflik
antar personal dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi
tersebut (Pace & Don F. Faules, 2001).
IKLIM KOMUNIKASI

Unsur dari iklim komunikasi terdiri dari persepsi-persepsi yang


berkembang dari interaksi antara sifat-sifat suatu organisasi terhadap
individu. Iklim komunikasi sangat berpengaruh terhadap kehidupan
individu, karena iklim komunikasi dalam sebuah organisasi dapat
mempengaruhi cara hidup yang merupakan perasaan, keinginan,
motivasi dan perkembangan yang terjadi dalam organisasi.
IKLIM KOMUNIKASI

Muhammad Arni (2001) mengatakan Bahwa iklim komunikasi yang


penuh persaudaraan menolong anggota organisasi berkomunikasi
secara terbuka, rileks, ramah-tamah dengan anggotanya yang lain.
Sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggota tidak
dapat berkomunikasi secara terbuka dan penuh persaudaraan.
IKLIM KOMUNIKASI TERDIRI DARI LIMA FAKTOR
(MUHAMMAD ARNI. 2001) :

DUKUNGAN
PARTISIPASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KEPERCAYAAN
KETERBUKAAN DAN KEJUJURAN
PERHATIAN TERHADAP HASIL TUJUAN
Menurut Pace & Don F. Faules (2001) ada enam indikator
yang terdapat dalam iklim komunikasi, yaitu :

Kepercayaan
Pembuatan keputusan bersama
Kejujuran
Keterbukaan dalam komunikasi ke bawah
Mendengarkan dalam komunikasi ke atas
Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi
IKLIM KOMUNIKASI

Menurut Pace & Don F. Faules (2001) Pemahaman seseorang terhadap iklim
komunikasi suatu organisasi akan dapat menimbulkan motivasi-motivasi.
Motivasi yang dimaksud adalah motivasi kerja karyawan, karena jika persepsi
karyawan tentang iklim komunikasi baik maka hal ini akan berpengaruh terhadap
peningkatan motivasi kerja karyawan. Salah satu peran yang paling penting
untuk menciptakan suatu iklim komunikasi yang baik dalam suatu organisasi
adalah PIMPINAN.
KESIMPULAN

IKLIM KOMUNIKASI ADALAH SUATU GAMBARAN YANG ADA


DIDALAM PIKIRAN SESEORANG BERDASARKAN SESUATU
YANG DIRASAKAN, DIDENGAR JUGA DILIHATNYA MENGENAI
SEGALA HAL YANG TERJADI DIDALAM ORGANISASI.
MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Pendengar adalah sasaran komunikator dalam


BERKOMUNIKASI
MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Komunikasi dapat dikatakan efektif, apabila pendengar terpikat


perhatiannya, tertarik terus minatnya, mengerti, tergerak hatinya dan
melakukan kegiatan apa yang diinginkan si pembicara.
PENDENGAR, MENDENGAR, DAN
MENDENGARKAN

Pendengar adalah sasaran komunikator dalam berkomunikasi.


Mendengar merupakan kegiatan fisik yang sehari-harinya memang
sering kita lakukan sehari-hari. Namun, hasil pendengaran itu tidak
serta merta dicerna oleh pikiran langsung.
Mendengarkan semacam kegiatan menangkap bunyi yang
dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Macam-macam Pendengar
Phillip L.Hunsaker dan Anthony J. Alessandra (1996)

Pendengar Dangkal
Mendengarkan suara dan kata-kata, tetapi tidak sungguh-sungguh mendengarkan.
Pendengar Evaluatif
Mendengarkan dengan konsentrasi dan perhatian lebih besar. Pendengar evaluatif dimana
pendengar secara aktif berusaha mendengar apa yang dikatakan orang, tetapi tidak berusaha
untuk mengerti sepenuhnya apa makna pembicaraan orang.
Pendengar Aktif
Tingkat mendengarkan ini merupakan tingkat mendengarkan yang paling tinggi dan paling baik.
Jika kita sudah mampu menahan diri untuk tidak menilai ucapan-ucapan orang yang berbicara
dengan kita dan menempatkan diri pada tempatnya dengan berusaha untuk melihat perkara dari
segi pandangannya, kita sudah berhasil mencapai tingkat mendengarkan ini.
Macam-macam mendengarkan lainnya :

PENDENGAR HETEROGEN
Pendengar yang terdiri dari orang-orang yang berbeda usia, ras, suku, agama,
strata sosial, latar belakang social, politik, budaya, dan kepentingan.
Contoh :
Ceramah Agama
Orasi Ilmiah
Seminar atau dialog interaktif, dll.
Macam-macam mendengarkan lainnya :

PENDENGAR PRIBADI
Pendengar individu-individu, bukan kelompok atau lebih dari beberapa orang.
Karenanya, komunikasi yang berlangsung bersifat inter-personal (antar pribadi),
yakni Komunikator dengan Komunikan, dengan gaya berbicara baik bersifat
santai atau Resmi.
Contohnya:
Interogasi, yakni Pemeriksaan terhadap Seseorang melalui pertanyaan Lisan
secara teratur dan berurut.
Konseling Perorangan, dll.
Macam-macam mendengarkan lainnya :

PENDENGAR PASIF
Pendengar yang hanya mendengarkan saja, dan tidak merespons
apa yang didengarkan, cenderung lebih banyak diam, dan hanya
berusaha untuk mengerti bagi dirinya sendiri, sehingga tidak mampu
untuk berargumen dan menginterpretasi apa yang didengarkannya.
MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
(VERMA. 1988)

Menjadi pendengar yang baik maka jadilah ACTIVE LISTEN.


A = attention yang berarti, tertarik atau fokus pada pesan pokok yang disampaikan
C = consern yang berarti, tertarik atau fokus pada pesan pokok yang disampaikan
T = timing yang berarti, memilih waktu yang tepat dalam merespon dan tidak menyala
I = involvenment yang berarti, merasa ikut terlibat dalam suatu percakapan
V = vocal tones memperhatikan irama suara dalam komunikasi dengan menyesuaikan diri
dengan lawan bicara
E = eye contac yang berarti, melakukan kontak mata yang baik yaitu tidak menatap secara
monoton tetapi sesuai dengan kebutuhan
Berikutnya

L = look yaitu melihat dan memperhatikan bahasa tubuh (body language) lawan
bicara apakah antara respon verbal telah sesuai dengan bahasa non verbal
I = interest menunjukkan minat yang tinggi terhadap lawan bicara atau materi
yang dibicarakan
S = summarzi artinya dapat menangkap makna pokok pesan secara singkat
T = territory batasilah atau fokus pada hal-hal penting saja tidak melebar kepada
konteks lain
E = empathy yang berarti menunjukkan kebersamaan, merasakan apa yang
dirasakan lawan bicara, dan
N = nod yang menandakan telah memahami atau setuju dengan apa yang
dibicarakan.
CARA AGAR MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Berbicara dan mendengar dengan silih berganti


Mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pembicara.
Hindari gangguan dari lingkungan sekitar.
Mencoba untuk mengendalikan emosi.
Membuat catatan jelas dan singkat.
Mencoba untuk bersikap empati
Memperhatikan komunikasi non verbal.
Bertanya pada tempatnya.
Buatlah kesimpulan atas apa yang menjadi inti pembicaraan.
Memberikan umpan balik.
MANFAAT MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Pertama, dengan mendengarkan kita sedang mengembangkan kemampuan


untuk menghormati sesama.
Kedua, dengan mendengarkan kita sedang membangun hubungan yang baik
dengan sesama.
Ketiga, dengan mendengarkan kita sedang meningkatkan pengetahuan dan
berpeluang mendapatkan ide-ide.
Keempat, dengan mendengar kita sedang membangun loyalitas.
Hambatan-Hambatan dalam Mendengarkan

Motivasi dan sikap


Kurang konsentrasi dan perhatian
Pengertian salah tentang arti mendengarkan
Tempat untuk mendengarkan yang jelek
Pengalaman dan latar belakang
Cara orang berbicara
MEDIA KOMUNIKASI

KOMUNIKASI TERTULIS
Komunikasi tertulis adalah bagian yang terpenting dalam organisasi.
Dalam mencapai kebutuhan individu/staf, setiap organisasi telah
mengembangkan metode penulisan dan mengkomunikasikan
pelaksanaan dan pengelolaan, misalnya publikasi perusahaan, surat-
menyurat ke staf, pembayaran, dan jurnal.
Asosiasi pendidikan kesehatan di Amerika (1988), menyarankan
untuk memerhatikan hal-hal berikut dalam komunikasi tertulis dan
memo pada suatu organisasi.

Mengetahui apa yang ingin disampaikan sebelum memulai menulis


Menulis nama orang dalam tulisan perlu dipertimbangkan dampaknya
Gunakan kata aktif, karena akan mempunyai pengaruh yang baik
Gunakan kata yang sederhana, familiar, spesifik, dan nyata
Gunakan seminimal mungkin kata-kata yang tidak penting.
Tulislah kalimat dengan kurang dari 20 kata dan masukkan satu ide dalam setiap kalimat
Berikan pembaca sebuah petunjuk, konsistensi pengguanaan istilah, dan pesan
Aturlah isi tulisan secara sistematis
Gunakan paragraf untuk mempermudah pembaca
Fokus komunikasi harus didefinisikan secara jelas
KOMUNIKASI SECARA LANGSUNG/VERBAL

Tujuan komunikasi verbal adalah assertiveness. Perilaku asertif (assertiveness)


adalah suatu cara komunikasi yang memberikan kesempatan bagi individu
untuk mengekspresikan perasaannya secara langsung, jujur dan dengan cara
yang sesuai tanpa menyinggung perasaan lawan bicara.
Manajer selalu mengadakan komunikasi verbal kepada atasan dan bawahan
baik secara formal ataupun informal. Mereka juga melakukan komunikasi secara
verbal pada pertemuan formal, baik kepada individu dalam kelompok atau
presentasi secara formal.
KOMUNIKASI NON-VERBAL

Komunikasi non verbal adalah komunikasi dengan menggunakan


ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan sikap tubuh atau body language.
Menurut Arnold dan Boggs (1989), komunikasi non-verbal meliputi
komponen emosi terhadap pesan yang diterima atau disampaikan.
Oleh sebab itu, komunikasi non-verbal lebih mengandung arti yang
significant dibanding komunikasi verbal. Akan tetapi, dapat menjadi
sesuatu yang membahayakan jika komunikasi non-verbal diartikan
salah tanpa adanya penjelasan secara verbal.
Ada beberapa hal kunci dalam
Komunikasi Non-Verbal, yaitu :

Lingkungan: tempat dimana komunikasi dilaksanakan merupakan bagian penting


pada proses komunikasi.
Penampilan: pemakaian pakaian, kosmetik, dan sesuatu yang menarik merupakan
bagian dari komunikasi non-verbal yang perlu diidentifikasi.
Kontak mata: kontak mata bermakna kesediaan seseorang untuk berkomunikasi.
Postur tubuh dan gerakan (gesture): bobot suatu pesan bisa ditingkatkan dengan
orang yang menunjukkan telunjuknya, berdiri atau duduk.
Ekspresi wajah: komunikasi yang efektif memerlukan respon wajah yang setuju
terhadap pesan yang disampaikan.
Suara, intonasi, isi (volume), dan refleksi: cara tersebut menandakan bahwa pesan
dapat ditransfer dengan baik.
KOMUNIKASI VIA TELEPON

Saat ini manager sangat tergantung pada komunikasi dengan menggunakan


telephone atau handphone. Dengan kemudahan sarana komunikasi tersebut,
memungkinkan manager untuk merespon setiap perkembangan dan masalah
dalam organisasi. Oleh sebab itu, untuk menjaga citra organisasi, manager dan
semua staff, harus sopan dan menghargai lawan bicara setiap berbicara melalui
telephone.
TERIMA KASIH