Anda di halaman 1dari 17

LEPTOSPIROSIS

ANNISA NURUL LATHIFAH


DEFINISI

LEPTOSPIROSIS

penyakit infeksi akut yang dapat


menyerang manusia maupun
hewan dengan gambaran klinis
yang luas disebabkan kuman
leptospira patogen dan
digolongkan sebagai zoonosis
EPIDEMIOLOGI

Epidemi leptospirosis
Leptospirosis tersebar di
terjadi akibat terpapar
seluruh dunia, disemua Indonesia sebagai
oleh genangan /
benua kecuali Antartika, Negara dengan insidens
luapan air (banjir) yang
namun terbanyak leptospirosis tinggi
terkontaminasi oleh urin
didapati didaerah tropis
hewan yang terinfeksi
ETIOLOGI

Leptospira interrogans

Leptospira hidup dan berkembang biak


di tubuh hewan, seperti tikus, anjing,
babi, lembu, kuda, kucing, marmut

leptospira dapat hidup di air tawar


selama lebih kurang 1 bulan, tapi dalam
air laut dan selokan akan cepat mati.
TRANSMISI
TRANSMISI

Penularan leptospirosis dapat secara langsung dan tidak langsung

Penularan langsung dapat terjadi melalui darah, urin, atau cairan


tubuh lain yang mengandung kuman Leptospira masuk ke dalam
tubuh pejamu

Penularan tidak langsung terjadi melalui kontak dengan genangan


air, sungai, danau, selokan saluran air dan lumpur yang telah
tercemar urin binatang yang terinfeksi Leptospira
MANIFESTASI KLINIS

Jarang: Pneumonitis,
Sering : Demam, menggigil,
hemoptoe, delirium,
sakit kepala, meningismus,
perdarahan, diare, edema,
anoreksia, mialgia, conjuctival
splenomegali, atralgia, gagal
suffusion, mual, muntah, nyeri
ginjal, peroferal neuritis,
abdomen, ikterus,
pancreatitis, parotitis,
hepatomegali, ruam kulit,
epididimytis, hematemesis,
fotophobi.
asites, miokarditis.
FASE PENYAKIT

Fase Leptospiremia (4-7 hr) Fase Imun (Mg ke 2)


fase ditemukannya Leptospira konsekuensi dari respon imun
dalam darah dan CSS tubuh terhadap infeksi dan
Nyeri kepala, nyeri berakhir dalam waktu 30 hari
gastrocnemius, mialgia, atau lebih
hiperestesi kulit, mual, ikterus, Gejala lebih bervariasi, biasanya
ruam kulit nyeri kepala hebat meningitis
LEPTOSPIROSIS

Disebut juga Meningitis Aseptic. Fase imun pada


kasus leptospirosis an-ikterik ditandai demam,
AN uveitis, ruam, nyeri kepala dan meningitis
IKTERIK Lebih banyak terjadi pada kasus anak-anak.

Disebut juga Sindroma Weil


pada fase imun, yaitu dapat terjadi gangguan fungsi
IKTERIK hati, gangguan fungsi ginjal, kegagalan sirkulasi,
gangguan kesadaran, sehingga angka mortalitas
tinggi
DIAGNOSIS

A
Identitas: nama, umur, jenis kelamin,
N
tempat tinggal dan juga
A menanyakan hewan peliharaan
M maupun hewan liar di lingkungannya
demam mendadak, keadaan umum
N lemah tidak berdaya, mual, muntah,
E nafsu makan menurun dan mata
makin lama bertambah kuning dan
S
sakit otot hebat terutama daerah
I betis dan paha
S
DIAGNOSIS

ikterik, demam, mialgia, nyeri


Px sendi serta conjungtival suffusion
F hepatomegali, splenomegali,
I kaku kuduk, rangsang
meningeal, hipotensi, ronkhi paru
S
Manifestasi perdarahan:
I petekiae, purpura, perdarahan
K konjungtiva dan ruam kulit
DIAGNOSIS

Px darah: darah rutin (leukosit


normal atau turun, trombositopenia
Px ringan), LED meningkat, anemia
hipokromik mikrositik
L Px Fungsi Hati: SGOT dan SGPT
dapat meningkat
A Px Lab Khusus: kultur, MAT, ELISA
B
Daftar Pertanyaan Jawaban Nilai

A. Jenis gejala dan laboratorium

Sakit kepala mendadak Ya/tidak 2/0

Conjunctival suffusion bilateral Ya/tidak 4/0

Demam Ya/tidak 2/0

Bila demam >38 C Ya/tidak 2/0

Meningismus Ya/tidak 4/0

Nyeri otot terutama betis Ya/tidak 4/0

Meningismus, nyeri otot dan konjungtiva suffosion bersamaan Ya/tidak 10/0

Ikterik Ya/tidak 1/0

Albuminuria atau azotemia Ya/tidak 2/0

B. Faktor epidemiologi seperti riwayat kontak binatang ke hutan, rekreasi, tempat kerja atau diduga atau diketahui Ya/tidak 10/0
kontak dengan air yang terkontaminasi.

C. Hasil laboratorium serologi :

Serologi (+) di daerah endemik :

Single (+), titer rendah Ya/tidak 2/0

Single (+), titer tinggi Ya/tidak 10/0

Pair sera, titer meningkat Ya/tidak 25/0

Serologi (+) bukan daerah endemik :

Single (+), titer rendah Ya/tidak 5/0

Single (+), titer tinggi Ya/tidak 15/0

Pair sera, titer meningkat Ya/tidak 25/0


Berdasarkan kriteria, leptospirosis dapat
ditegakkan bila jumlah A+B >25, atau
A+B+C >25 disebut presumptive
leptospirosis; dan bila A+B nilai antara 20-25
disebut suggestive leptospirosis
PENATALAKSANAAN
Leptospirosis An-ikterik Leptospirosis Ikterik

Pilihan - Ampisilin 75 100 mg/kgBB/hari. - Penisilin G 100,000


pertam - Amoksisilin 50mg/kgBB/hari, oral, tiap 6-8 jam, U/kgBB/hari, intravena, tiap 6
a selama 7 hari jam,
- Ampisilin200mg/kgBB/hari,
intravena, tiap 6 jam
- Amoksisili 200mg/kgBB/hari,
intravena, tiap 6 jam
Pilihan - Doksisiklin 40mg/kgBB/hari, oral, dua kali - Eritromisin 50 mg/kgBB/hari,
kedua intravena
Alergi - Doksisiklin 40mg/kgBB/hari,oral,2x sehari, - Eritromisin 50 mg /kgBB/hari,
penisilin selama 7 hari (tidak direkomendasikan untuk intravena (data penelitian
PENCEGAHAN
Intervensi sumber infeksi

Intervensi pada jalur


penularan
Intervensi pada pejamu
manusia
TERIMA KASIH