Anda di halaman 1dari 13

BAHAYA PENYALAHGUNAAN

ALKOHOL PADA REMAJA

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS KADIRI
TAHUN 2017
KLIK DI
SINI
Alkohol adalah salah satu dari sekelompok senyawa
organik yang dibentuk dari hidrokarbon oleh pertukaran
satu atau lebih gugus hidroksil dengan atom-atom hidrogen
dalam jumlah yang sama; istilah ini meluas untuk berbagai
hasil pertukaran yang bereaksi netral dan mengandung satu
atau lebih gugus alkohol (Dorland, 2003) .

Minum alkohol dikaitkan dengan risiko mengembangkan


masalah kesehatan seperti ketergantungan alkohol, sirosis
hati, kanker dan luka-luka (Baan R, 2007) .

PENGERTIAN ALKOHOL
Gangguan kesehatan fisik
Minuman keras dalam jumlah banyak
menimbulkan kerusakan hati, jantung ,
pancreas , lambung dan otot.

DAMPAK KONSUMSI ALKOHOL


NEXT..
Gangguan kesehatan jiwa
Menimbulkan kerusakan permanen dalam
jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan
daya ingat ,kemampuan belajar dan gangguan
jiwa tertentu.
Gangguan fungsi sosial dan pekerjaan
Mudah tersinggung perhatian terhadap
lingkungan ,tergganggu hilangnya daya ingatan
dan terganggunya kemampuan menilai
mengakibatkan yang bersangkutan dikeluarkan
dari pekerjaan (Wreswiro, 1999)
Klik di sini
1. Kecerdasan Emosional
2. Kecerdasan Spiritual
3. Konformitas Peer Group
4. Pengawasan Orang Tua

Faktor yang mempengaruhi


Kecerdasan emosional
Menurut Mubayid (2006), mendefinisikan bahwa:
Kecerdasan emosi sebagai suatu kecerdasan sosial yang
berkaitan dengan kemampuan individu dalam memantau
baik emosi dirinya maupun emosi orang lain, dan juga
kemampuannya dalam membedakan emosi dirinya
dengan emosi orang lain, dimana kemampuan ini
digunakan untuk mengarahkan pola pikir dan
perilakunya.
5 aspek kecerdasan emosional :
1. Mengenali emosi
2. Mengelola emosi
3. Memotivasi diri sendiri
4. Mengenali emosi orang lain
5. Membina hubungan
Spiritual Quotient
Kecerdasan spiritual atau spiritual quotient adalah
kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan
persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk
menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks
yang lebih luas, kecerdasan menilai dahwa tindakan atau
jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan
orang lain (Danah zohar, 2001).

Tanda tanda spiritual quotient yang telah berkembang:


1. Kemampuan bersikap fleksibel
2. Tingkat kesadaran diri yang tinggi
3. Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai nilai
4. Tidak ada minat untuk menyebabkan kerugian yang
tidak perlu
5. Kecenderungan untuk bertanya mengapa atau
bagaimana untuk mencari jawaban yang mendasar
(Herwati, 2016).
Konformitas Peer group
(Teman Sebaya)
Konformitas teman sebaya (peer group) merupakan suatu
perilaku atau sikap yang diikuti oleh individu dikarenakan
individu tersebut berusaha untuk menyesuaikan diri
dengan teman sebaya dalam kelompoknya, dengan
alasan karena individu tersebut ingin diterima dalam
kelompok tersebut.
Hal-hal yang mempengaruhi adanya konformitas peer
group :
1. Kurangnya Informasi
2. Kepercayaan terhadap kelompok
3. Kepercayaan diri yang lemah
4. Rasa takut terhadap celaan sosial
Pengawasan Orang Tua
Orang tua adalah peran yang paling penting
untuk anak. Pengawasan orang tua dapat
diartikan sebagai komunikasi yang di lakukan
orang tua terhadap anak melibatkan perhatikan
dan pelacakan keberadaan anak, kegiatan apa
yang dilakukan anak (Suwarni, 2009).

Pengawasan orang mecegah terjadinya


perilaku beresiko yaitu penggunaan alkohol,
aktivitas seksual, kenakalan dan perbuatan
yang amoral lainnya (Tralle, 2002).
Langkah orang tua mengawasi
remaja secara efektif
menurut (Guilamo, Jaccard, & Dittus, 2010):

1. Berbicara dengan remaja tentang aturan dan


konsekuensi jika melanggar aturan
2. Mengtahui teman teman sebayanya
3. Berdiskusi dengan remaja tentang rencana
kegiatan yang akan di lakukan
4. Mengetahui pacar remajanya
5. Memastikan remaja tau bagaimana memberi
kabar orang tua setiap saat di luar rumah