Anda di halaman 1dari 28

Abdul Muid Nawawi, MA.

KHAWARIJ

al-Muhakkimah

al-Ibadiah al-Azariqah al-Sufriah

al-Najdat

al-`Ajaridah
Khawarij (kharaja = keluar)
Mereka kadang juga dinamai Haruriah
(dari kata Harura, nama desa dekat kota
Kufah, Irak, lokasi mereka berkumpul
setelah memisahkan diri dari Ali
Mereka menamai diri Syurah (Yasyr =
menjual), yaitu orang-orang yang
menjual diri demi keridhaan Allah.
Yang pertama kali menjadi Imam Khawarij
adalah Abdullah Ibn Abi Wahb al-Rasyidi
Umumnya pengikut Khawarij adalah orang
Irak dan umumnya Arab Badawi dan karena
itu bersikap keras, berfikir sederhana,
berani, dan merdeka
Beberapa ajaran Kawarij adalah:
Pemimpin tidak harus dari suku Quraisy
Mukmin yang berdosa = kafir = musyrik =
boleh/tidak boleh dibunuh.
Khalifah Utsman dan Ali kafir
Golongan Khawarij asli yang
menganggap kafir semua yang terlibat di
dalam tahkm atau arbitrase.
Hukum kafir dalam hal ini kemudian
diperluas maknanya terhadap semua
yang melakukan dosa besar.
Golongan ini dianggap moderat. Diimami
oleh Abdullah Ibn Ibad yang pada 686 M
memisahkan diri dari al-Azariqah.
Ajaran-ajaran mereka adalah:
Muslim yang tidak sepaham dengan mereka adalah
kafir, tetapi tidak boleh dibunuh bahkan
diperlakukan dengan baik.
Semua daerah adalah dar al-Tawhid kecuali milik
pemerintah kafir.
Yang berdosa besar disebut muwahhid, tapi bukan
kafir, tetapi bukan mukmin
Semua golongan Khawarij telah punah
kecuali al-Ibadiah
Lahir setelah al-Muhakkimah hancur dan
diimami oleh Nafi` Ibn al-Azraq.
al-Azariqah lebih radikal dari al-
Muhakkimah. Term kafir diganti oleh
mereka menjadi musyrik.
Yang musyrik adalah semua yang tidak
sepaham dengan mereka atau yang
sefaham tetapi tidak mau hijrah. Yang sudah
dicap musyrik, halal darahnya dan darah
keluarganya.
Mereka menciptakan dar al-Islam dan dar
al-Kufr
Diimami oleh Najdah Ibn Amir al-Hanafi
dan mulanya menggabungkan diri
dengan al-Azariqah.
Beberapa pengikut al-Azraq: Abu Fudaik,
Rasyid al-Tawil, dan Atiah al-Hanafi tidak
sepakat bahwa yang tidak hijrah
dihukum musyrik dan juga tidak setuju
halalnya darah anak-isteri muslim yang
berbeda paham.
Bagi mereka, yang berdosa besar dan
kekal di neraka hanya yang tidak
segolongan dengan mereka. Adapun
yang segolongan dan berdosa, tetap
disiksa tapi bukan di nereka dan nanti
akan masuk surga.
Bagi mereka, Imam/pemimpin hanya
perlu jika maslahat menghendaki
demikian
al-Najdatyang mula-mula
memperkenalkan konsep taqiyah.
Belakangan, Abu Fudaik, Rasyid al-Tawil,
dan Atiah al-Hanafi kembali tidak
sepakat dengan pemimpinnya dan
memisahkan diri.
al-Ajaridah adalah pengikut Abd al-Karim
Ibn Ajrad, kawan Atiah al-Hanafi.
Bagi mereka, hijrah bukan sesuatu yang
wajib, hanya dianjurkan.
Mereka menganut puritanisme hingga
menolak surah Yusuf dari al-Quran karena
mengandung cinta, sedangkan tidak ada
cinta dalam al-Quran.
Kelompok ini pecah menjadi al-Maimuniah
dan al-Hamziyah yang menganut qadariyah
serta al-Syu`aibiyah dan al-Hazimiah yang
menganut jabariyah.
Diimami
oleh Zaid Ibn al-Asfar dan
berpaham mirip dengan al-Azariqah,
namun kurang ekstrim.
ALI vs MU`AWIYAH

Khawarij Mu`tazilah Syi`ah Murji`ah

al-Khassaniah

Ahl Sunnah
Qadariah al-Salihiah
dan Jamaah

al-Yunusiah
Jabariah Moderat
al-Husain al-Najjar
al-Ubaidiah

Jabariah al-Jahmiah
Beberapa teori menyebutkan penamaan Mu`tazilah berasal
dari penamaan orang lain terhadap peristiwa pemisahan
diri Wasil Ibn Ata dari majelis Hasan al-Basri.
Ahmad Amin berpendapat bahwa Mu`tazilah sudah menjadi
istilah sebelum peristiwa Wasil. Yang menghidarkan diri dari
penialaian tentang pertentangan Ali, Usman, dan Mu`awiyah;
atau berdiri di antara Khawarij dan Murji`ah.
al-Nasysyar berbeda dengan Ahmad Amin. Baginya,
menjauhkan diri maksudnya di sini adalah memusatkan
pikiran pada ilmu pengetahuan dan ibadah. Contohnya
adalah dua cucu Nabi, Abu Hasyim dan al-Hasan Ibn
Muhammad al-Hanafiah. Wasil berhubungan erat dengan
Abu Hasyim.
Ajaran-ajaran Mu`tazilah:
Berdosa besar = fasiq
Qadariah
Sifat Tuhan bukanlah sifat yang mempunyai wujud tersendiri di luar zat.
al-Salah wa al-aslah = Tuhan wajib mewujudkan yang biak bahkan terbaik bagi
manusia
Berbuat zhalim tidak termasuk dalam kekuasaan Tuhan.
Tuhan, baik dan buruk bisa diketahui lewat akal.
al-Quran mujizat bukan pada gaya bahasanya, tetapi pada isinya.
al-Quran adalah makhluk.
Tuhan tidak akan dapat dilihat di akhirat dengan mata kepala.
Ushul al-Kamsah: al-tawhid, al-`adl, al-wa`d wa al-wa`id, al-manzilah bayn al-
manzilatayn, al-amr bi al-ma`ruf wa al-nahy `an al-munkar.
Nama Ahl Sunnah dan Jamaah adalah kontra
penamaan bagi Mu`tazilah yang dianggap
tidak berpegang pada Sunnah dan
pengikutnya minoritas.
Namun ada juga mengartikan Sunnah
sebagai jalan tengah antara jabariyah dan
qadariyah atau antara Syi`ah dan Khawarij.
Diimami oleh Abu al-Hasan Ali Ibn Ismail al-
Asy`ari yang dulunya adalah penganut
Mu`tazilah.
Al-Asy`ari meninggalkan Mu`tazilah di masa
kemundurannya.
Ajaran Ahl Sunnah:
Tuhan mempunyai sifat.
Al-Quran bukan makhluk.
Tuhan dapat dilihat di akhirat.
Perbuatan manusia diciptakan oleh Tuhan.
Tuhan mempunyai muka, tangan, mata dsb.
Tuhan berbuat sekehendak-Nya.
al-Asy`ari al-Baqillani al-Juwaini Maturidiah
Tuhan mempunyai Bukan sifat tapi hal. Sama dengan al- Sama dengan al-
sifat Asy`ari Asy`ari
Al-Quran bukan Sama dengan al- Sama dengan al- Sama dengan al-
makhluk Asy`ari Asy`ari Asy`ari
Tuhan dapat dilihat Sama dengan al- Sama dengan al- Sama dengan al-
di akhirat Asy`ari Asy`ari Asy`ari
Yang efektif adalah Yang efektif adalah Wujud perbuatan Manusia yang
perbuatan Tuhan perbuatan manusia tergantung manusia mewujudkan
perbuatannya
Tuhan mempunyai Sama dengan al- Tangan Tuhan harus Tangan Tuhan
muka, tangan, mata Asy`ari di-tawil menjadi adalah ungkapan
dsb kekuasaan Tuhan kiasan
Tuhan berbuat Sama dengan al- Sama dengan al- Tuhan tidak
sekehendak-Nya Asy`ari Asy`ari berbuat
sekehendak-Nya
Diimami oleh al-Husain Ibn Muhammad
al-Najjar.
Baginya, Tuhanlah yang menciptakan
perbuatan-perbuatan manusia, baik
maupun jahat. Manusia berperan
mewujudkannya lewat kasb.
Jabariah moderat menjembatani antara
Jabariah dan Qadariah.
Masyarakat Arab sebelum Islam adalah
penganut Jabariah alami. Kehidupan Arab
yang serba sederhana dan jauh dari
pengetahuan, menyesuaikan dengan
padang pasir dan kehendak alam.
Yang pertama kali menonjolkan Jabariah
adalah Ja`d Ibn Dirham dan disyiarkan oleh
Jahm Ibn Safwan. Yang terakhir ini adalah
pendiri Murji`ah al-Jahmiyah.
Jahm dipancung oleh pemerintah Banu
Umayyah.
Qadariah dinisbahkan kepada Ma`bad
al-Juhani yang adalah kawan Ghailan al-
Dimasyqi. Konon, keduanya mengambil
paham itu dari seorang mantan Kristen di
Irak.
Bagi Qadariah, manusia mempunyai
kemerdekaan dan kebebasan
menentukan perjalanan hidupnya dan
perbuatan-perbuatannya.
Ma`bad mati di tangan al-Hajjaj dari Banu
Umayyah.
Ghailan dipancung oleh pemerintahan
Hisyam Abd al-Malik.
Ghailan adalah pemuka Murji`ah dari
golongan al-Shalihiah.
Awal doktrin politik Syi`ah adalah klaim
legitimis atas nama Ali dan
keturunannya.
Di antara ajaran Syi`ah:
Imamah
Imam yang ditunggu-tunggu
Taqiyah
Mirip dengan Mu`tazilah dalam hal rasionalitas
dan qadariah
Cabang-cabang Syi`ah:
Imamah atau Itsna Asy`ariyah,
Ismailiyah,
Zaidiyah, dan
Sab`iyah
Imamah Mu`tazilah al-Asy`ari
Dasar Agama ada lima: Dasar Agama: Tawhid, Dasar Agama: Tawhid,
Tawhid, Keadilan, Kenabian, Keadilan, Pahala dan Kenabian, Hari Pembalasan,
Imamah, dan Hari Hukuman, Stasiun di antara Kehendak Mutlak Tuhan
Pembalasan dua Stasiun, dan Amar
Makruf dan Nahi Munkar
Tuhan seharusnya membalas Tuhan wajib membalas Tuhan tidak wajib membalas
perbuatan manusia, namun perbuatan manusia sesuai perbuatan manusia sesuai
Dia tidak wajib dengan baik ataupun buruk dengan baik ataupun buruk
Sifat Tuhan identik dengan Tuhan tidak mempunyai sifat Tuhan mempunyai sifat
esensi-Nya
Tuhan immaterial Tuhan immaterial Tuhan material
al-amr bayn al-amrayn Tuhan telah mendelegasikan Manusia tidak mempunyai
(tafwid) kebebasan kepada daya dan pilihan dalam
manusia ketika mencipta perbuatannya
Alam semesta adalah Kalam Kalam Allah adalah makhluk Kalam Allah qadim
Allah Yang Suci
JikaKhawarij memastikan bahwa dua
golongan yang bertikai dalam tahkim
adalah orang kafir, maka ada golongan yang
tidak mau turut campur. Merekalah Murjiah.
Murjiah berasal dari kata arja`a yang berarti
lebih baik menunda. Juga berarti memberi
harapan.
Beberapa ajaran Murjiah:
Yang berdosa besar tetap mukmin, bukan kafir.
Hukumannya hanya bisa ditentukan di akhirat, tidak
kekal di neraka dan bisa diampuni oleh Allah.
Iman lebih diutamakan daripada perbuatan.
Murjiah berasal dari kata arja`a yang berarti
lebih baik menunda. Juga berarti memberi
harapan.
Golongan Murjiah moderat bisa dianggap telah
termasuk di dalam golongan Ahli Sunnah.
Golongan yang ekstrim tidak ada lagi secara
organisasi.
Murjiah ekstrim adalah: al-Jahmiah, al-Salihiah,
al-Yunusiah, al-Ubaidiah, dan al-Khassaniah.
Murji`ah sebenarnya meneguhkan kehendak
penuh Tuhan atas manusia (jabariah) dengan
menangguhkan keputusan kafir atau tidaknya
pelaku dosa besar
Farhad Daftary (ed.), Tradisi-Tradisi Intelektual
Islam, Jakarta: Erlangga, 2006
Majid Fakhry, Sejarah Filsafat Islam, Bandung:
Mizan, 2002
Harun Nasution, Teologi Islam, Jakarta; UI Press,
2002
Fazlur Rahman, Kebangkitan dan Pembaharuan di
dalam Islam, Bandung: Pustaka, 2001
Fazlur Rahman, Islam, Badung: Pustaka, 2000
Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (eds.),
History of Islamic Philosphy, London: Routledge,
1996