Anda di halaman 1dari 15

HJ.

SUHARTINI, SKM MKM


Penyakit berbasis lingkungan antara lain diare, kecacingan dan
polio masih mendominasi penyakit menular di Indonesia. Salah
satu penyebab tingginya angka kesakitan penyakit tersebut
adalah kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu perilaku
kebersihan perorangan (personal hygiene) terutama masih
banyak masyarakat yang buang air besar di sembarang tempat
(open defacion) seperti kebun, sungai, dan sebagainya.
Dalam rangka melaksanakan dan mengembangkan pendekatan
secara spesifik memberikan perlindungan terhadap kualitas
kesehatan lingkungan, pemerintah telah menetapkan kebijakan
dalam bentuk Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 852 tahun 2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM) dengan salah satu pilarnya adalah
stop BABS sudah dikembangkan di berbagai daerah, atas inisiatif
pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota serta Lembaga
Suadaya Masyarakat.
a. Pengenalan Lingkungan
Pada tahapan ini pelaksanaan kegiatan Stop
BABS harus mengetahui
Angka kesakitan penyakit berbasis lingkungan
Askes terhadap jamban,
Keadaan demografi (kondisi sosial, ekonomi, dan
budaya masyarakat)
Keadaan topografi daerah yang akan dipicu (daerah
pantai, pegunungan, daerah pasang surut, daerah
aliran sungai dll)
Ada tidaknya program yang memberikan
subsudi/stimulan sarana jamban
Informasi ini bermanfaat untuk menentukan strategi
pemicuan dalam mencapai STOP BABS
b. Faktor peluang dan kendala

1. Faktor Peluang Keberhasilan

Tingginya angka kasus dan kematian anak akibat penyakit berbasis


lingkungan serta mahalnya biaya pengobatan
Tersebarnya tempat pembuangan kotoran manusia yang terbuka
Lingkungan yang kumuh dan bau kotoran manusia
Kondisi genangan air kotor berserakan dimana-mana
Jumlah Penduduk relatif sedikit
Masyarakat yg.homogen
Kelompok formal dan informal aktif
Rasa kebersamaan, solidaritas dan gotong royong
Nilai sosial budaya dan agama yg.mendukung perlunya prilaku
hygienis
Terbatasnya lahan terbuka u/BABS
Tidak ada saluran air dan badan air yang memungkinkan orang BAB
Tidak adanya program yang memberikan subsidi sarana jamban
2. Faktor Kendala

Kondisi geologis dan topografi


Masyarakat biasa menggunakan aliran air untuk
BAB
Bekas kotoran manusia tidak terlihat karena
jarak, dimakan binatang, ikan dll
Keterbatasan peran perempuan dalam
pengambilan keputusan di setiap pertemuan
Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
Dalam waktu bersamaan terdapat kegiatan yang
mendapat subsidi dari pemerintah daerah
Sebelum melakukan kegiatan STOP BABS
perlu melakukan koordinasi kepada
pemerintah setempat dan pihak2 terkait
Hal ini dilakukan untuk mendapatkan
dukungan berbagai pihak
Yang Tidak Boleh Yang Boleh

Menawarkan Subsidi Memicu kegiatan setempat, dari awal


katakan bahwa tidak akan pernah
ada subsidi dalam kegiatan ini. Jika
masyarakat bersedia maka kegiatan
bisa dilanjutkan tetapi jika mereka
tidak bisa menerimanya, hentikan
proses.
Mengajari Memfasilitasi
Menyuruh membuat jamban MemfaSilitasi masyarakat untuk
mengnalisa kondisi mereka, memicu
rasa jijik, rasa malu dan mendorong
orang BAB di sembrang tempat
menjadi BAB di tempat yang tetap
dan tertutup
Memberikan alat-alat atau petunjuk Melibatkan masyarakat dalam setiap
kepada orang perorangan pengadaan alat untuk proses fasilitas
Yang Tidak Boleh Yang Boleh

Menjadi pemimpin , mendominasi Fasilitator hanya menyampaikan


proses diskusi (selalu menunjukkan pertanyaan sebagai pancingan dan
dan menyuruh masyarakat biarkan masyarakat yang
melakukan ini dan itu pada saat berbicara/diskusi lebih banyak
fasilitasi) (masyarakat yang memimpin)

Memberitahukan apa yang baik dan Membiarkan mereka menyadari


Yang buruk sendiri
Langsung memberikan jawaban Kembalkan setiap pertanyaan dari
terhadap pertanyaan2 masyarakat masyarakat kepada masyarakat itu
sendiri
1. PENGENALAN DAN BINA SUASANA
2. ANALISA PARTISIPATIF DAN PEMICUAN
PEMBUATAN PETA
TRANSECT WALK (PENULUSURAN LOKSI BAB)
MEMICU (RASA JIJIK, TAKUT SAKIT, PRIVACY)
MEMBERI SEMANGAT PADA MASY.YG
SDH.TERPICU
MEMFASILITASI PEMBANGUNAN KOMITMEN
MASY
MEMFASILITASI MASY.MEMBUAT DAFTAR
NAMA ANGGOTA YG.INGIN BERUBAH DAN
MENCANTUMKAN WAKTU MULAI PERUBAHAN
SPT : TGL MULAI DAN SELESAI MEMBANGUN
JAMBAN
MEMFASILITASI MASY. MEMBUAT
KESPAKATAN
a Setelah pemicuan
Mendorong tokoh panutan/natural leader untuk
memimpin proses pembentukan TIM kerja STOP
BABS
Mendorong masyarakat merumuskan upaya-
upaya menuju STOP BABS sesuai dengan
komitmen masyarakat
b. Pendampingan
Bagi masyarakat yang memiliki respon tinggi
terhadap perubahan ditindaklanjuti segra
c. Peran sektor swasta
Dapat membantu memenuh kebutuhan
masy.u/membuat jamban
1. Verifikasi
Dusun/desa yang sudah menyatakan Stop Buang Air Besar
Sembarangan perlu dilakukan verifikasi oleh tim verifikasi

2. Deklarasi
Deklarsi Stop BABS dapat dibiarkan kepada desa/ dusun yang
telah mencapai status Stop BABS

3. Sertifikasi
a. Mekanisme
Sertifikasi dilaksanakan untuk mendapatkan status dusun/
desa yang sudah dinyatakan Stop BABS dengan memberikan
sertifikat. Desa yang telah mencapai ststus Stop BABS,
diharapkan pemerintah daerah (kecamatan, kabupten, atau
propinsi) memberikan penghargaan. Adapun bentuk
penghargaan yang diberikan di serahkan pada pemerintah
daerah yang bersangkutan.
Satu Desa dinyatakan STOP BABS bila telah memperoleh sertifikasi
dengan kriteria berikut :
Semua anggota masyarakat sudah BAB dijamban
Semua sasaran jamban digunakan dan diperihara
Lingkungan tempat tinggal bebas dari kotoran manusia yang
berserakan.

b. Prosedur
Desa yang akan mendapatkan sertifikasi Stop BABS dibuktikan adanya
sertifikasi Stop BABS yang dilakukan oleh tim verifikasi.

Tim Verifikasi terdiri dari :


Instansi tingkat kecamatan : 3-4 orang
Tokoh masyarakat di Kecamatan : 2 orang
LSM : 2 orang
Puskesmas : 2 orang
Tim Verifikasi akan melakukan evaluasi terhadap kondisi desa untuk dapat
memenuhi syarat sebagai desa STOP BABS. Hasil evaluasi akan
ditandatangani oleh semua anggota tim sebagai bahan deklarasi Stop
BABS
Sertifikasi ditandatangani oleh Camat.

Tim Verifikasi terdiri dari :


Instansi tingkat kecamatan : 3-4 orang
Tokoh masyarakat di Kecamatan : 2 orang
LSM : 2 orang
Puskesmas : 2 orang

Tim Verifikasi akan melakukan evaluasi terhadap kondisi desa untuk


dapat memenuhi syarat sebagai desa STOP BABS. Hasil evaluasi
akan ditandatangani oleh semua anggota tim sebagai bahan
deklarasi Stop BABS
A. Pelaksanaan
Dilakukan oleh petugas kesehatan dan atau
fasilitator bersama dengan natural leader.
Peran - memberikan motiasi

B. Pelaporan