Anda di halaman 1dari 67

EMULSI

Leny, S.Farm.,M.Si.,Apt.
Sistem terdispersi mengandung dua zat cair yang
tidak dapat bercampur
Fase terdispersi 0,1m - 100m
Tidak stabil secara termodinamik, droplet yang
terdispersi cenderung bergabung bersama
Emulsi yang stabil sekurang-kurangnya
mengandung tiga komponen:
- fase terdispersi (fase dalam = fase internal)
- medium pendispersi (fase luar = f.ext = fase
kontinyu)
- bahan pengemulsi (emulsifying agent)
Emulsi

Fase x

Fase y
B C D
A

A : Kedua fase yang tidak bercampur


B : Emulsi dari sebuah fase x yang terdispersi dalam fase y
C : Ketidakstabilan emulsi yang menyebabkan pemisahan
D : Agen pengemulsi menyelimuti permukaan antara fase x dan y
3
sehingga membentuk suatu emulsi ............ yang stabil
Emulsi di mana minyak adalah fase terdispersi dan air
sebagai fase pendispersi disebut emulsi M/A atau O/W

-fase external : air


- jlhnya lebih dari 45% dari total berat vol.
- emulsifier : hidrofilik
-Aplikasi : pemberian oral dan kosmetik (yang mudah
dicuci) 4
Emulsi di mana air adalah fase terdispersi dan dan
minyak sebagai fase pendispersi disebut emulsi A/M atau
W/O
-fase external : minyak
- jlhnya lebih dari 45% dari total berat vol.
- emulsifier : lipofilik
-Aplikasi : kosmetik terutama untuk kulit kering
Aplikasi emulsi dalam bidang farmasi
- Pemberian secara oral, spt vitamin dan obat-obatan
yg larut dalam minyak diabsorbsi lebih sempurna
jika diemulsikan
-Rasa tidak menyenangkan atau bau dapat ditutupi
oleh emulsifikasi
- Diagnostic purposes emulsi radiopaque sbg bhn
diagnostik pada pemeriksaan sinar -X
-Penyerapan dan penetrasi obat diperkuat oleh
emulsifikasi
Proses emulsifikasi dapat meningkatkan absorbsi
minyak dalam dinding usus halus. Mengingat secara
alaminya proses pencernaan lemak juga melalui
emulsifikasi dalam duodenum dengan bantuan garam
- Sec topikalbtk krim dan lotion produk
mudah menyebar dan dpt dibersihkan dg air
dan tdk meninggalkan noda
- Suntikan intramuskular untuk memberikan
pelepasan lambat
- Penggunaan nutrisi parenteral yang
mengandung lemak, karbohidrat, dan vitamin
utk merawat pasien yg tdk dpt mencerna
makanan sec oral
DIFFERENCE BETWEEN O/W AND W/O EMULSIONS

Oil in water emulsion (o/w) Water in oil emulsion (w/o)


They are non greasy and easily They are greasy and not water
removable from the skin surface washable
They are used externally to They are used externally to prevent
provide cooling effect e.g. evaporation of moisture from the
vanishing cream surface of skin e.g. Cold cream
Water soluble drugs are more Oil soluble drugs are more quickly
quickly released from o/w released from w/o emulsions
emulsions
They are preferred for They are preferred for formulations
formulations meant for internal meant for external use like creams.
use as bitter taste of oils can be
masked.
O/W emulsions give a positive W/O emulsions do not give a
conductivity test as water is the positive conductivity test as oil is
external phase which is a good the external phase which is a poor
conductor
12/4/2017 of electricity. PHT conductor
312 of electricity. 8
TIPE EMULSI DAN ALAT DETEKSI
1. Uji pengenceran
- Emulsi m/a dapat diencerkan dengan air
- Emulsi a/m dapat diencerkan dengan minyak
2. Uji konduktivitas
Emulsi m/a dapat dialiri arus listrik
3. Uji kelarutan zat warna
- Zat warna larut air akan larut dalam fase air
- Zat warna larut minyak akan larut dalam
fase minyak
10
Conductivity Test
prinsip dasar bahwa air konduktor listrik yang baik

Dalam tes ini. Sebuah perakitan terdiri dari sepasang elektroda


dihubungkan ke lampu dan dicelupkan ke dalam emulsi.
Jika emulsi m/a lampu akan menyala terang

12/4/2017 11
Uji Kelarutan Zat warna
Prinsip: metilen blue larut dalam air

Jika fase eksternal tampak biru


akibat pewarna yang melarut di
dalamnya maka emulsi m/a,
tetapi jika gumpalan tersebar
tampak biru dan fase eksternal
tanpa warna maka emulsi a/m
Prinsip: sudan III larut dalam minyak

Jika fase eksternal tampak merah


akibat pewarna yang melarut di
dalamnya maka emulsi a/m,
tetapi jika gumpalan tersebar
tampak merah dan fase eksternal
12/4/2017
tanpa warna maka emulsi m/a 12
PEMBENTUKAN DAN PEMECAHAN
DROPLET CAIRAN TERDISPERSI
I
OOO
OOO
II
OO

Cairan bulk mula-mula Droplet (tetes-tetes= globule)

Proses I : Menaikkan energi bebas permukaan


Proses II : Mengurangi energi bebas permukaan
Proses ini adalah konstan dan terus sampai
fasa bulk terbentuk kembali
Kenaikan energi bebas permukaan menyebabkan partikel-
partikel tidak stabil secara termodinamika, artinya
partikel berenergi tinggi dan cenderung untuk
mengelompok sedemikian rupa untuk mengurangi luas
permukaan total.
Emulsi
F= 6 . V
d
V = Volume fase terdispersi (ml)
d = diameter partikel (cm)
= Tegangan permukaan minyak- air (dyne/cm)
Permukaan luas fase terdispersi dipertahankan,
pengurangan teg permukaan dan
F diturunkan partikel kecil tidak mudah
bergabung
Contoh:

Untuk mendispersikan 100 ml minyak sebagai droplet 1m (10-4 cm)


dalam air apabila o / w = 50 dyne / cm membutuhkan input energi:

F = 6 V
d

= 6 x 50 x 100 = 30 x 107 erg


1 x 10-4

= 30 joule = 30 / 4, 184
= 7,2 cal
Sifat-sifat bahan pengemulsi yang
diinginkan:
Mengandung surfaktan untuk menurunkan
tegangan permukaan
Cepat diabsopsi di sekeliling droplet
terdispersi untuk mencegah koalesensi
Menambah viskositas emulsi
Efektif dalam konsentrasi rendah
Pembentukan Film
Pengemulsi harus dapat membentuk film di
sekeliling droplet.
Tipe-tipe film yang terbentuk oleh bahan
pengemulsi pada antarmuka minyak air
1. Film monomolekul
2. Film multimolekul
3. Film partikel padatan
Minyak air

Minyak air
Film monomolekul

Air

Film multimolekul
Emulsi o / w
Air
Film partikel padatan
KLASIFIKASI BAHAN PENGEMULSI
1. Sintesis (surfaktan)
a. anionik
b. kationik Tipe film
c. nonionik monomolekul

2. Alam Koloid hidrofilik


- akasia Tipe film multimolekul
- gelatin
- Lesitin Tipe film monomolekul
- Kolesterol
3. Padatan terbagi halus
Colloidal clays:
- Bentonit
Tipe film partikel padatan
- Veegum
Hidroksida metal:
- Mg hidroksida Tipe film partikel padatan
4. Bahan pengemulsi pembantu
Senyawa-senyawa yang membantu menstabilkan
emulsi dengan menambah kekentalan emulsi.
Contoh: Metil selulosa, Natrium alginat, Natrium
karboksi metilselulosa
Emulsifying agents
Product Source and composition Use
Cetyl alcohol Lipophilic thickening agent and
stabilizer for o/w lotions and
ointments.
Glyceryl mono Lipophilic thickening agent and
stearate stabilizer for o/w lotions and
ointments.
Methyl Series of methyl esters of Hydrophilic thickening agent
cellulose cellulose and stabilizer for o/w emulsions
weak w/o emulsions.

Sodium Sodium salt of the carboxy Hydrophilic thickening agent


carboxcymethy methyl esters of cellulose and stabilizer for o/w emulsions ,
l cellulose
Stearic acid A mixture of solid acids Lipophilic thickening agent and
from fats, chiefly stearic stabilizer for o/w lotions and
and palmitic ointments. Forms a true
emulsifier when reacted with 22
BAHAN PENGEMULSI DAN TIPE EMULSI
HLB
03 => Bahan-bahan antibusa
46 => Pengemulsi a/m
7 9 => Bahan-bahan pembasah
8 18 => Pengemulsi m/a
13 15 => Detergen
10 18 => Bahan-bahan penglarut (Solubilizing agent)
Semakin hidrofilik surfaktan, semakin tinggi HLB ( >10)
Surfaktan HLB 1 10 dianggap lipofilik
Pengemulsi lebih hidrofilik kelarutan dalam air
tinggi, membentuk emulsi m/a
Pengemulsi lipofilik kelarutan dalam air rendah,
membentuk emulsi a/m.
Alat pembuatan Emulsi

Persiapan dapat dilakukan dalam


-. SKALA KECIL : lumpang dan alu dapat
digunakan namun efisiensinya lebih
terbatas, oleh karena itu, mixer elektrik
yang kecil dapat digunakan untuk
menghindari terjeratnya udara yang
banyak ke dalam emulsi
-. SKALA BESAR diperlukan stirer mekanis
untuk menghasilkan emulsi yang stabil

29
PEMBUATAN EMULSI
1. Pemilihan Bahan Pengemulsi
a. Sistem HLB : HLB < 8 membentuk emulsi a/ m
HLB > 8 membentuk emulsi m/ a
b. Campuran bahan pengemulsi
- Untuk mendapatkan HLB yang diinginkan.
-Untuk menambah stabilitas dan kepaduan dari
antarmuka
- Untuk mempengaruhi konsistensi dan rasa dari produk
Cth: gom arab+tragakan dan camp surfaktan nonionik HLB
tinggi dan rendah
2. Pembuatan Skala Kecil
Mortir dan stamfer selalu dipakai untuk emulsi yang
distabilkan dengan film multimolekul (mis: akasia,
tragakan, agar) pada antarmuka.
Ada 3 metode:
a. Metode gom basah
b. Metode gom kering
c. Metode Botol Forbes
Metode gom basah
Bahan pengemulsi dimasukkan ke dalam lumpang
dan dispersikan dalam air untuk membentuk
mucilago. Minyak ditambahkan dalam jumlah
sedikit demi sedikit dengan penggerusan kontinu,
setiap bagian minyak diemulsikan sebelum
penambahan selanjutnya
Metode gom kering
Gom ditambahkan ke dalam minyak untuk
membentuk emulsi primer, kemudian diencerkan
dengan fase pendispersi/ eksternal
Metode Botol Forbes
Metode ini cocok untuk pembuatan emulsi yang
berisi minyak minyak menguap dan mempunyai
viskositas rendah.
Caranya, serbuk gom dimasukkan ke botol kering,
tambah 2 bagian air dan dikocok kuat dalam
keadaan botol tertutup rapat. Tambahkan minyak
dan air secara bergantian sedikit demi sedikit
sambil terus dikocok setiap kali dilakukan
penambahan air dan minyak. Metode ini kurang
cocok untuk minyak kental karena viskositasnya
yang terlalu tinggi sehingga sulit untuk dikocok
dan dicampur dengan gom dalam botol.
Preparing external used emulsion
Emulsions meant for external application such as creams,
lotions and liniments contain in their formula waxy solids
which require melting before mixing.
Such emulsions may be prepared by melting the oily
components separately at 60 0C.
Similarly in another vessel, the aqueous components are
mixed and are warmed gently to 60 0C.
The aqueous phase is then added to the oily phase at the
same temperature and stirred until cold.
Metode lain Untuk bahan-bahan pengemulsi
sintetik terutama tipe ionik.
Komponen dipisahkan dalam dua fase, yaitu
yang larut dalam minyak dan yang larut
dalam air. Masing-masing dipanaskan 60-
70C. Apabila larutan sudah sempurna, dua
fase dicampur dan diaduk sampai dingin
Yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan emulsi
Stabilitas bahan aktif
Stabilitas eksipien
Tampilan visual
Warna
Bau
Viskositas
Kehilangan air dan menguapnya komponen
pembawa
Konsentrasi emulsifier
Urutan penambahan bahan
Distribusi ukuran partikel dari fase terdispersi
pH
Suhu emulsifikasi
Jenis peralatan
Metode dan laju pendinginan
Tekstur, rasa (kekerasan, berpasir, berminyak,
kelengketan, penyebaran)
Kontaminasi mikroba / sterilitas (dalam wadah
yang belum dibuka dan dalam kondisi
penggunaan)
pelepasan/ bioavailabilitas (penyerapan
perkutan)
Distribusi fase(homogenitas / fase pemisahan)
Emulsi stabil jika :
Tetesan fase terdispersi dapat mempertahankan
karakter awalnya dan masih tetap terdistribusi
secara homogen ke seluruh fase selama usia guna
sediaan
Tidak boleh ada perubahan fase atau kontaminasi
mikroba selama penyimpanan
Harus mempertahankan penampilan, bau warna
dan konsistensinya
Ketidakstabilan kimia cenderung menyebabkan
ketidakstabilan fisika
Ketengikan minyak nabati karena teroksidasi
Depolimerisasi pengemulsi makromolekul akibat
hidrolisis atau penguraian karena mikroba.
Dapat diatasi dengan penambahan antioksidan dan
pengawet
Interaksi bahan aktif eksipien atau antara sesama
eksipien atau dengan bhn pengemulsi emulsi
pecah
KETIDAKSTABILAN EMULSI
1. Creaming : Pemisahan emulsi akibat perubahan
densitas antara fase terdispersi dengan pendispersi, di
mana agregat bergerak naik ke permukaan emulsi.

2. Sedimentasi : Pemisahan emulsi akibat pengaruh gaya


gravitasi sehingga partikel berukuran besar cenderung
turun dan mengendap di bagian bawah emulsi.

Kedua ketidakstabilan ini bersifat reversibel sehingga


dapat didispersi kembali dengan pengocokan.
Untuk mencegahnya, densitas antara fase terdispersi dan
pendispersi harus dipilih yang sedekat mungkin.
KETIDAKSTABILAN EMULSI
3. Agregasi atau flokulasi : Penggabungan partikel akibat
adanya gaya elektrostatis atau zeta potensial. Droplet
pada penggabungan ini belum melebur menjadi satu
sehingga masih dapat didispersikan kembali dengan
pengocokan, namun agregasi merupakan tahap awal
yang mengarah pada terjadinya koalesens.
4. Koalesens: Droplet- droplet yang mendekat dan
bergabung membentuk partikel yang lebih besar.
Untuk menstabilkan kembali keadaan ini, tidak dapat
dilakukan dengan pengocokan namun membutuhkan
pengemulsi tambahan dan pemrosesan kembali.
KETIDAKSTABILAN EMULSI
5. Inversi : Peristiwa di mana terjadi perubahan fase
eksternal menjadi fase internal atau sebaliknya. Inversi
fase dapat terjadi akibat jumlah fase terdispersi dan
pendispersi yang tidak sesuai, perubahan suhu yang
ekstrim serta penambahan bahan yang tidak tepat.
Ketidakstabilan ini tidak dapat dikembalikan dengan
pengocokan.

Emulsi m/a yang menggunakan Na. Stearat sebagai


pengemulsi, dapat diinversikan dengan penambahan
CaCl2, oleh karena Ca Stearat yang terbentuk adalah
suatu pengemulsi lipofilik dan cenderung membentuk
emulsi a/m.
Laju creaming atau sedimentasi dapat dikurangi
dengan:
1. Viskositas fase luar ditingkatkan
2. Ukuran partikel globul dikurangi
Lebih besar ukuran globul lebih banyak lagi creaming
tersebut
3. Mengurangi perbedaan densitas antara fasa terdispersi
dan medium dispersi
Meningkatkan densitas fase minyak : dg penambahan
bahan yang larut dlm minyak spt bromoform atau CCl4
(tdk utk produk obat) atau minyak brominasi
(bermutu pangan)
(Kecepatan creaming)
Grav tinggi kec creaming tinggi
PENGGABUNGAN DROPLET

Dispersi Agregasi Koalesens


Perbedaan berat jenis antara kedua fase.
Perbedaan yang minimum adalah .
Kohesi fase terdispersi, sifat kohesi yang
minimum adalah
Temperatur luar yang ekstrim. Temperatur
luar yang tinggi atau rendah adalah X
Viskositas fase kontinyu. Viskositas yang
tinggi adalah
Muatan fase terdispersi. Muatan yang
sama dan seragam adalah
Distribusi ukuran butiran fase terdispersi.
Ukuran yang kecil dan seragam adalah
Tegangan interfasial antara kedua fase.
Makin rendah nilainya maka
Misalkan suatu emulsi m/a yang
mengandung minyak mineral dengan BJ 0,9
didispersikan dlm fase air yang mempunyai
BJ 1,05. Jika partikel-partikel minyak
mempunyai d rata 5m atau 5 x 10-4 cm,
fase external mempunyai viskositas 0,5
poise (0,5 dyne atau 0,5 g.cm/det2) dan g
981 cm/det 2. berapakah kecepatan
creaming emulsi ini dalam cm/hari serta ke
arah mana kah creaming tersebut?
V = (5x10-4)2 x (0,90 1,05) x 981
18 x 0,5
= -4,1 x 10 -6 cm/det
V atau kecepatan pengkriman = () maka
laju creaming ke arah atas
- v = 4,1 x 10 -6 cm/det x 86400 det/hari
= 0,35 cm /hari
Emulsi dimaksudkan untuk penggunaan oral biasanya
dikemas dalam wadah yg tertutup baik dan kedap udara
Produk peka thd cahaya yang dikemas dalam botol coklat
Untuk emulsi kental, botol mulut lebar harus digunakan.
Label pada emulsi harus menyebutkan produk ini harus
dikocok lebih dahulu
Penggunaan utk obat luar harus jelas menyebutkan pada
label untuk pemakaian luar
Hal ini diperlukan untuk menjaga emulsi dari
mikroorganisme agar tdk berkembang biak
dengan mudah dalam sistem emulsi dengan
kadar air tinggi, terutama jika mengandung
karbohidrat, protein atau bahan steroid
Kontaminasi akibat mikroorganisme dapat
mengakibatkan masalah seperti perubahan
warna, bau, produksi gas, hidrolisis,
perubahan pH dan akhirnya memecah emulsi.
Oleh karena itu pada sistem emulsi perlu
ditambahkan pengawet.
Secara fisik
Nonirritant, maupun kimia Seharusnya
tdk sensitif kompatibel tidak Harus stabil
dan tidak dengan bahan memberikan dan efektif thd
beracun lain dari emulsi rasa, warna berbagai ph
dan dengan atau bau ke dan suhu.
wadah yang produk.
diusulkan
produk

Harus memiliki Pengawet selektif Sebaiknya


spektrum yang harus memiliki memiliki
luas terhadap kelarutan air yang aktivitas
aktivitas tinggi dan koefisien bakterisida
berbagai bakteri, partisi minyak / air daripada
ragi dan jamur. rendah. bakteriostatik.
ester Metil paraben
parahydroxybenzoate Propil paraben
asam askorbat
asam-asam organik
asam benzoat
asetat phenylmercuric
mercurials organik
nitrat phenylmercuric
senyawa amonium
setrimid
kuarterner
derivatif kresol seperti chlorocresol

natrium benzoat
agen lain-lain
phenoxyethanol
Perubahan oksidatif seperti tengik dan busuk
karena oksigen atmosfer dan efek enzim yang
dihasilkan oleh mikroorganisme terlihat pada
emulsi yang mengandung sayuran dan
minyak mineral dan lemak hewani.
Antioksidan dapat digunakan untuk
mencegah perubahan yang terjadi karena
oksigen atmosfer.
tidak beracun, nonirritant,
efektif pada konsentrasi rendah di bawah kondisi
yang diharapkan pada penyimpanan dan
penggunaan

larut dalam mediumnya dan stabil.

bila digunakan pada pembuatan obat oral harus


tidak berbau dan berasa.

antioksidan umum meliputi alkil gallate seperti


etil, propil gallate atau dodesil, hidroksianisol
terbutilasi (BHA), butylated hydroxytoluene (BHT)
Melibatkan penentuan stabilitas pada
kondisi penyimpanan jangka panjang,
kondisi penyimpanan dipercepat,
freezing and thawing conditions.
Stress condition yang diterapkan dalam rangka untuk
mempercepat pengujian stabilitas dengan mempercepat
ketidakstabilan emulsi meliputi:
Gaya sentrifugal, gaya agitasi, penyimpanan dan suhu
Parameter fisik berikut dievaluasi untuk menilai efek dari
salah satu kondisi stres di atas:
Pemisahan fasa
Viskositas
Sifat elektroforesis
Ukuran partikel dan jumlah partikel
Kondisi stres yang digunakan untuk mengevaluasi
stabilitas emulsi :
1 Aging dan suhu
- siklus antara dua temperatur ( 4 dan 45 C )
- Pada suhu tinggi : mempercepat laju koalesensi dan
creaming yang diikuti dengan perubahan viskositas
suhu tinggi emulsi tipis
suhu kamaremulsi tebal

- Pembekuan lebih merusak emulsi daripada pemanasan


Karena, kelarutan pengemulsi lebih sensitif terhadap
pembekuan dari pemanasan .
2. Sentrifugasi :
Sentrifugasi pada 3750 rpm selama 5 jam = efek
gravitasi selama satu tahun .
3. Agitasi :
Parameter fisik berikut
dievaluasi untuk menilai efek dari salah satu
kondisi stres di atas :
a. pemisahan fase
b. viskositas
c. sifat elektroforesis
d. ukuran partikel dan jumlah partikel
EMULSI GANDA
Emulsi ganda sistem kompleks (emulsi dalam emulsi)
droplet dari fase terdispersinya mengandung droplet
terdispersi yang lebih kecil.
Ada 3 fase dg tipe umum :
W/O/W (air dalam minyak dalam air)
O/W/O (minyak dalam air dalam minyak).
Kegunaan utama sistem emulsi ganda adalah
membatasi dan melindungi sistem untuk pelepasan
terkendali dari zat aktif
Emulsi m/a

Emulsi m/ a / m
Surfaktan Lipofilik (larut-minyak, HLB
rendah) untuk menstabilkan emulsi
a/m
Surfaktan hidrofilik (larut dalam air,
tinggi HLB) utk menstabilkan emulsi m /a
Pembuatan emulsi ganda:
Fase air + fase minyak, mengandung
surfaktan lipofilik emulsi a/m
dituangkan ke dalam larutan II mgdg
surfaktan hidrofilik pencampuran
emulsi ganda a/ m / a
Jenis beberapa emulsi: a /m /a, m /a /m
Manfaat Emulsi Ganda
industri makanan : tipe W/O/W dapat meningkatkan
masalah kelarutan, bahan larut dan tidak larut
minyak, mampu melindungi reservoir cairan untuk
molekul yang sensitif terhadap aktivitas lingkungan
luar, seperti oksidasi, cahaya, dan enzim.
Industri kosmetik : pembuatan berbasis air akan
memberikan sensasi nyaman serta bersifat mudah
dicuci dengan air.
Industri farmasetika : meningkatkan efek kemoterapi
dari obat antikanker, imobilisasi obat, pengobatan
overdosis obat, dan melindungi insulin dari degradasi
enzimatik.
Industri bahan bakar : alternative bentuk bahan
bakar mesin diesel.
Industri agrikultur : sebagai sistem lepas lambat
untuk penyubur dan pestisida.
TERIMA KASIH