Anda di halaman 1dari 14

FORMULASI SALEP

KLORAMFENIKOL

OLEH:
Alief Maulidya
Nyai Melati Pratama
Pengertian Salep..
Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah
dioleskan dan digunakan sebagai obat luar.
Bahan obatnya harus larut atau terdispersi
homogen dalam dasar salep yang cocok.
Cara Pembuatan
Aturan Umum :
1. Peraturan Salep Pertama
Zat-zat yang dapat larut dalam dasar salep, dilarutkan jika perlu dengan
pemanasan rendah.
2. Peraturan Salep Kedua
Bahan-bahan yang larut dalam air, jika ada peraturan lain, dilarutkan dahulu
dalam air, asalkan jumlah air yang dipergunakan dapat diserap seluruhnya oleh
basis salep dan jumlah air yang dipakai dikurangi dari basis salepnya.
3. Peraturan Salep Ketiga
Bahan-bahan yang sukar atau hanya sebagian dapat larut dalam lemak dan air
harus diserbukkan lebih dahulu, kemudian diayak dengan pengayak no 60.
4. Peraturan Salep Keempat
Salep-salep yang dibuat dengan jalan mencairkan, campurannya harus digerus
sampai dingin. Bahan-bahan yang ikut dilebur penimbangannya harus dilebihkan
10-20% untuk mencegah kekurangan bobotnya.
Persyaratan salep
Pemerian : tidak boleh berbau tengik
Kadar : mengandung obat keras, narkotik atau
bahan berbahaya lain kadarnya 10%
Dasar salep : kecuali dinyatakan lain vaselin
putih atau dapat dipilih beberapa dasar salep :
Dasar salep hidrokarbon
Dasar salep serap
Dasar salep yang dapat dicuci dengan air
Dasar salep yang dapat larut dalam air
keuntungan dan kerugian salep
Keuntungan :
Praktis

mudah dibawa

mudah dipakai

mudah pada pengabsorbsiannya.

Juga untuk memberikan perlindungan pengobatan terhadap


kulit
Kerugian :
Mudah ditumbuhi mikroba

Pada dasar salep minyak kemungkinan dapat mudah


tengik
Penggolongan salep
Menurut konsistensinya : Unguenta, cream, pasta,
cerata, gelones/spumae/jelly
Menurut Sifat Farmakologinya : Salep Epidermis, Salep
Endodermis, Salep Diadermis
Menurut Dasar Salepnya : Salep hidrofobik, Salep
hidrofilik
Menurut Fornas:
a. dasar salep 1 (ds. Senyawa hidrokarbon)
b. dasar salep 2 (ds. Serap)
c. dasar salep 3 (ds. yang dapat dicuci dengan air)
d. dasar salep 4 (ds. yang dapat larut dalam air)
Komponen salep
Zat aktif : Chloramfenikol
Basis salep : Vaselin album
Bahan tambahan : Propilenglikol (Pelarut)
Adeps lanae
CHLORAMPHENICOLI UNGUENTUM
Salep Kloramfenikol

Formulasi standart Formulasi


Tiap 10 g mengandung: R/ Chloramphenicolum 1%
Chloramphenicolum 200 mg Propylenglucolum 1g
Propylenglucolum 1g Adeps lanae 1g
Adeps lanae 1g Vaselinum album hingga 10 g
Vaselinum album hingga10 g
Mf. Unguentum

Pro : Yoon
Perhitungan bahan:
Chloramphenicol 1% x 10 g = 0.1 g = 100 mg
Propylenglucolum 1g
Adeps lanae 1g
Vaselinum album hingga 10 g
Alat dan Bahan:
Alat: Bahan:
Timbangan + anak Chloramfenikol
timbangan Propylenglikol
Beaker glass Adeps Lanae
Batang pengaduk Vaselin album
Stamper + mortir

Sudip

Lap

pot
Cara Pembuatan:
Ditimbang
Bersihkan Meja Disetrakan
kloramfenikol
Praktik timbangan
sebanyak 200mg

Dimasukkan kloramfenikol ke dalam Timbang proplylenglikol


beaker glass yang sudah berisi 1 g masukkan kedalam
propylenglikol, aduk ad homogen beaker glass

Timbang adeps lanae Masukkan campuran kloramfenikol +


1 g masukkan propylenglikol ke dalam mortir yang
kedalam mortir berisi adeps lanae, aduk ad homogen

Masukkan salep ke Tambahkan


dalam pot, vaselinum album
Beri etiket biru aduk ad homogen
Evaluasi
Organoleptis
Homogenitas
Daya sebar
TERIMA KASIH
Tanya - Jawab

1. Salep kloramfenikol ini menggunakan peraturan no berapa dan


basis utamanya apa? (Yurike)
Peraturan salep kedua

Basis salep utama : Hidrokarbon (Vaselin Album)

2. Kloramfenikol apa yang digunakan? (Bu.Diah)


Kloramfenikol base

3. Adeps lanae menyerap air, apa bisa menyerap propilen glikol? (Dwi
Indah)
Diliteratur tidak ada, tetapi karena formulasi ini menggunakan
kloramfenikol dengan propilen glikol, dan menggunakan basis
hidrokarbon, sehingga larutan harus diserap terlebih dahulu dengan
adeps lanae yang merupakan basis serap.