Anda di halaman 1dari 10

Pertemuan 7

Departementalisasi BOP
Konsep Departementalisasi BOP
Definisi Departementalisasi: pembagian perusahaan
ke dalam unit-unit.

Departementalisasi BOP: proses pengumpulan dan


penentuan tarif BOP per departemen

Produk yang diproses melalui lebih dari satu


departemen akan dibebani tarif yang berlaku
dimasing-masing departemen

Membagi BOP tidak Mengalokasikan BOP Menetapkan besarnya


langsung ke dept. Yang dept, pembantu ke tarif BOP untuk masing-
menikmatinya dept. produksi masing departemen

Distribusi Alokasi Pembebanan


Langkah penentuan tarif BOP per departemen
1. Penyusunan anggaran BOP 2.Alokasi BOP departemen 3.Perhitungan tarif
per departemen pembantu ke departemen pembebanan BOP per
produksi departemen.
a) Penaksiran BOP langsung a.Metode alokasi langsung Rumus:
atas dasar kapasitas yang (direct allocation method) Tarif BOP dep. Setelah
direncanakan alokasi dari dep.
b) Penaksiran BOP tidak b.Metode alokasi bertahap (step Pembantu
langsung method allocation) Dasar pembebanan BOP
Metode alokasi kontinyu
Metode aljabar
Metode alokasi urutan yang
diatur
c)Distribusi BOP tidak
langsung ke departemen
yang menikmatinya

d)Penjumlahan BOP per


departemen untuk
mendapatkan anggaran
BOP
Metode Alokasi Langsung
Metode alokasi biaya departemen jasa yang didistribusikan hanya ke
departemen produksi saja tanpa melalui departemen pembantu lainnya.
Kelebihan Kelemahan
Sederhana Tidak dapat menggambarkan
aliran biaya sesuai jasa yang
dinikmati oleh setiap departemen
Tepat digunakan jika jasa dep. Pembantu hanya Harga pokok jasa akan
dinikmati oleh dep. Produksi saja. dialokasikan terlalu rendah karena
Departemen pembantu hanya bertanggungjawab atas tidak memperhitungkan harga
biaya yang terjadi dan dapat dikendalikan di pokok dari dep. pembantu
departemennya saja.
Metode Alokasi Bertahap
Metode Alokasi Kontinyu
Metode alokasi terus-menerus dengan cara menutup dan membuka kembali rekening biaya
departemen pembantu.
Tahap-tahap alokasi:
1. Menentukan dasar alokasi biaya dep. Pembantu
2. Alokasi dilakukan terus-menerus sampai jumlah biaya departemen pembantu habis
atau jumlah relatif kecil
3. Apabila biaya dep. Pembantu habis, proses alokasi diberhentikan, sisa biaya dapat
langsung dialokasikan ke dep. Produksi.

Kelebihan Kelemahan
Menerminkan alokasi jasa antar dep. Pembantu secara penuh/timbal balik Perhitungan
Lebih teliti dan adil lebih rumit
Metode alokasi bertahap
Metode Aljabar
Hampir sama dengan metode kontinyu tetapi untuk menentukan jumlah biaya
menggunakan persamaan aljabar.

Kelebihan Kelemahan
Mempertimbangkan alokasi jasa antar dep. Secara Jika perusahaan memiliki banyak dep.
timbal balik, lebih teliti dan adil, juga menghindari Pembantu maka sering ada persamaan
tahapan putaran metode kontinyu tersamar.
Metode Alokasi Bertahap
Metode alokasi urutan yang diatur
a. BOP departemen pembantu dialokasikan secara bertahap.
b. Alokasi BOP departemen pembantu diatur urutannya sehingga arus biaya menuju ke
satu arah
c. Pedoman umum mengatur alokasi sbb:
BOP departemen pembantu yang jasanya paling banyak dipakai dialokasikan pada
urutan yang pertama
Urutan alokasi biaya bisa didasarkan pada urutan besarnya BOP
Departemen pembantu yang paling banyak menerima jasa diletakkan paling akhir
dalam alokasi
Kisi-kisi Ujian
Waktu: 120 menit
Jenis ujian: open book tidak boleh menggunakan gadget (HP, tablet atau
laptop)
Wajib membawa kalkulator !!!
Materi Soal Ujian:
Konsep biaya dan penentuan biaya (soal teori) = bobot nilai 10%
Perhitungan menggunakan metode full costing atau variable costing = bobot
nilai 15%
Perhitungan saldo persediaan akhir bahan baku menggunakan periodik dan
perpetual (FIFO/LIFO/Average) = bobot nilai 30%
Perhitungan biaya tenaga kerja langsung (insentif/upah) = bobot nilai 15%
Perhitungan departementalisasi BOP menggunakan metode alokasi bertahap
(Metode aljabar/kontinyu/alokasi urutan yang diatur) = bobot nilai 30%
Membagi BOP tidak Mengalokasikan BOP Menetapkan besarnya
langsung ke dept. Yang dept, pembantu ke tarif BOP untuk masing-
menikmatinya dept. produksi masing departemen

Distribusi Alokasi Pembebanan

TAHAP 1 Pelajari tabel anggaran BOP per departemen (Total variabel &
tetap BOP langsung & tidak langsung)
TAHAP 2 Bedakan Unsur Tetap dan variabel dari BOP untuk
masing-masing dep. Produksi
Tentukan tarif BOP variabel dan tetap

Total BOP langsung departemen (variabel)


+ Jumlah alokasi yang diterima
= Jumlah BOP variabel
+ BOP langsung dan tidak langsung dep. (tetap)
= Jumlah BOP variabel dan tetap
Tarif BOP variabel Tarif BOP tetap
Jumlah BOP variabel : Kapasitas normal Jumlah BOP tetap : Kapasitas normal
(masing-masing dep. ) (masing-masing dep. )
=.... Per jam.... =.... Per jam....
Total tarif BOP variabel dan BOP tetap untuk masing-masing dep.