Anda di halaman 1dari 48

Presentasi Kasus

Anak
Asma Eksaserbasi Akut Derajat Berat
pada Asma Episodik Sering

dr. Adam Prabata


Juni 2015
RS Tk. IV Kesdam Cijantung
Ilustrasi Kasus
Identitas
Nama : An. Allisya Suci Azzahra
NRM : 046753
Nama Orang Tua : Tn. Wahyudi
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 29 Juli 2006
Usia : 8 tahun
Pendidikan : SD
Pembiayaan : BPJS Swasta
Alamat : Jl. Cipinang Gg. Nusa Indah 3 RT/RW 03/04
Ciracas Jakarta Timur
Tanggal Masuk : 22 Mei 2015 Pukul 08.25
* Mengi (+)
* Posisi nyaman
Tonus baik duduk
Anak aktif membungkuk
Dapat ditenangkan * Napas cuping
Tidak pucat hidung (+)
Tidak menangis * Retraksi (+)
interkostal,
epigastrium,
suprasternal

Pucat (-), sianosis (-), mottling (-)


Keluhan Utama

Sesak napas sejak 1 hari


sebelum masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang
Sesak Napas Keluhan Lainnya
1 hari smrs Batuk berdahak (+)
Sudah terjadi 3 episode + 15 menit per Pilek (+)
episode
Demam tidak tinggi (+)
Bunyi ngik-ngik
Mual (-) muntah (-) rasa panas di dada
Sesak terasa saat istirahat (-)
Posisi nyaman duduk Penurunan napsu makan (-)
membungkuk
BAB dan BAK tidak ada keluhan
Sesak dipicu aktivitas (+)
Tidur dengan bantal tinggi (-)
Terbangun dari tidur karena sesak (-)
Perbaikan sesak dengan perubahan
posisi (-)
Saat sesak tidak bisa makan minum
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Sesak Pasien
Sesak berulang sejak usia 6 bulan

Kambuh setiap sebulan sekali, terjadi 1-3 hari

Gejala sesak di antara serangan (-)

Di luar serangan, tidur dan aktivitas tidak terganggu

Obat asma hirup/minum rutin (-)

Faktor pemicu/pemberat
Malam hari
Suhu dingin
Debu rumah

Faktor pereda Penguapan di klinik

Bersin di pagi hari yang membaik siang hari (+)


Riwayat Penyakit Dahulu

Alergi Alergi obat Alergi di


makanan (-) (-) kulit (-)

Mata berair, Riwayat


merah, pagi batuk lama
hari (-) (-)
Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat Asma
Ayah dan Kakek pasien (+)

Riwayat batuk lama


Disangkal
Riwayat Sosial
Rumah selalu
dibersihkan
Orang tua pasien
mengetahui
pasien mengidap
asma dan dapat
dipicu oleh debu
Tidak ada hewan
peliharaan

Tidak ada
anggota
keluarga
perokok
Riwayat Kehamilan
G2P1A0, rajin kontrol, tidak pernah dikatakan ada kelainan pada janin.

Tidak mengonsumsi obat di luar resep dokter

Riwayat Kelahiran
Lahir spontan, cukup bulan, ditolong dokter

BBL 3 kg, PBL 51 cm, tidak biru dan tidak kuning


Riwayat Imunisasi
Pasien mendapatkan 5 imunisasi dasar lengkap

Riwayat Nutrisi
Pasien mengonsumsi nasi, lauk pauk, sayuran 3 kali sehari, porsi sedang

Pasine juga mengonsumis cemilan dan susu

Riwayat Tumbuh Kembang


Duduk 8 bulan, berjalan 12 bulan, belum menarche
Postur pasien tidak berbeda dengan teman sebaya
Selalu naik kelas, tidak ada hambatan dalam pelajaran
Pemeriksaan Fisik
Tanda Vital

Keadaan umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos mentis

GCS : 15

Tekanan darah : 100/70 mmHg

Frekuensi nadi : 124 kali/menit, reguler, teraba lemah

Frekuensi napas : 48 kali/menit, napas dalam

Suhu tubuh : 37oC

Saturasi oksigen : 97% (pemberian O2 nasal canul 3 L/menit)

Berat badan : 22 kg
Status Generalis
Kepala : Normocephal, deformitas (-), rambut hitam, persebaran
merata

Mata : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak iketerik

THT : Faring tidak hiperemis, Tonsil T1-T1

Leher : KGB tidak teraba

Jantung :

Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi : Iktus kordis tidak teraba

Perkusi : Batas jantung dalam batas normal

Auskultasi: Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)


Status Generalis

Paru

Inspeksi : Simetris saat inspirasi dan ekspirasi, retraksi interkostal


(+), epigastrium (+), suprasternal (+), nampak
penggunaan otot bantu napas

Palpasi : Fremitus kanan dan kiri sama kuat. Pergerakan dada


simetris saat inspirasi dan ekspirasi

Perkusi : Sonor di kedua lapang paru

Auskultasi: Vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing +/+ inspirasi dan


ekspirasi
Status Generalis
Abdomen : Perut datar, lemas, BU normal, hepar dan limpa tidak
teraba

Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2s, edema (-), sianosis (-), clubbing
finger (-)
Pemeriksaan Penunjang
22/5/2015 Pukul 09.30

Hb : 12,7 g

Ht : 37%

Leukosit : 16.800/mm3

Trombosit : 405.000/mm3
Diagnosis

Asma eksaserbasi akut


derajat berat pada asma
episodik sering
Tatalaksana
Tatalaksana Awal
Oksigen 3 liter/menit
Inhalasi
Ventolin ampul + NaCl 3 ml
Observasi 20 menit post inhalasi
KU perbaikan
TD 100/70, Nadi: 116x/menit, teraba lemah, Napas: 38 kali/menit, dalam,
Suhu: 37OC, SaO2: 97%
Napas cuping hidung (-), retraksi interkostal (+), suprasternal (-),
epigastrium (-), wheezing +/+ ekspirasi
Tatalaksana
Tatalaksana setelah konsultasi dengan dr. Amin, Sp. A

Cefotaxim injeksi 2x1 g skin test

Loading RA 300 ml

Infus dextrose 5% 16 tpm drip aminofilin injeksi ampul

Dexamethasone injeksi 3 x ampul

Inhalasi NaCl + Ventolin 1 ampul per 8 jam

Ambroxol syrup 3 x C1

Trimenza syrup 3 x C1
Prognosis
Quo ad vitam : bonam

Quo ad functionam : dubia ad bonam

Quo ad sanactionam : dubia


Follow Up
Tinjauan Pustaka
Definisi Asma

GINA Update 2010


Asma adalah penyakit inflamasi kronik di saluran napas
yang melibatkan banyak sel dan mediator dalam prosesnya.
Inflamasi kronik tersebut diasosiasikan dengan
hiperresponsivitas saluran napas yang menyebabkan
episode menig berulang, kesulitan bernapas, dada terasa
berat, dan batuk, terutama saat malam dan pagi hari. Gejala
tersebut berkaitan dengan obstruksi aliran napas menuju
paru yang luas namun bervariasi, yang biasanya reversibel
secara spontan atau dengan pemberian terapi.
Definisi Asma

UKK Respirologi PP IDAI


Asma adalah bila anak menunjukkan
gejala batuk dan/atau mengi yang
timbul secara episodik, cenderung pada
malam/dini hari (nokturnal), musiman,
setelah aktivitas fisik, serta adanya
riwayat asma dan alergi pada pasien dan
keluarganya.
Epidemiologi Asma
Patofisiologi Asma
Patofisiologi Asma
Patofisiologi Asma
Faktor Risiko Asma
(Faktor Penderita)

Genetik Obesitas Jenis


Kelamin

Riwayat
Atopi
Faktor Risiko Asma
(Faktor Lingkungan)

Alergen Infeksi Rokok Polusi


Saluran Udara
Napas
Hygiene Hypothesis

Infeksi virus/bakteri pada anak sedini


mungkin dapat menyebabkan
pembentukan sistem imun anak ke arah
non-alergi yang menyebabkan
penurunan riiko asma dan alergi lainnya
Riwayat Asma
Diagnosis Asma Keluarga
& Riwayat Sesak
Sebelumnya
Wheezing

Sesak napas Batuk

Penggunaan otot
Retraksi EPISODIK bantu napas

Dada terasa
Mengi
berat
Napas cuping
hidung
PENILAIAN DERAJAT SERANGAN ASMA
PENILAIAN DERAJAT SERANGAN ASMA
Pembagian derajat asma
Diagnosis Banding
Dibawah 5 tahun Diatas 5 tahun
Rinosinusitis kronik Sindrom hiperventilasi
GERD Serangan panik
ISPAvirus rekuren Obstruksi saluran napas ata
Fibrosis kistik Inhalasi benda asing
Displasia bronkopulmonar
Disfungsi pita suara
TB
PPOK
Malformasi jalan napas kongenita
Penyakit jantung
Penyakit jantung bawaan
Aspirasi benda asing
Pemeriksaan Penunjang
Alur Diagnosis
Asma
Tatalaksana
Asma Jangka
Panjang
Terapi Medikamentosa
Reliever Controller
Beta 2-agonis kerja cepat Inhalasi Kortikosteroid inhalasi dan sistemik

Ipratopium bromida inhalasi Antileukotrien

Kortikosteroid oral prednison Beta 2-agonis jangka panjang oral


dan inhalasi
Kortikosteroid IV metilprednisolon
Sodium kromoglikat
Aminofilin
Teofilin
Terapi Suportif
Oksigen
Terapi cairan
Asma serangan akut derajat sedang dan berat
1-1,5 kali kebutuhan rumatan
Daftar Pustaka
Bateman ED, et al. Global strategy for asthma mannagement and prevention:
updated 2010. Global Initiative for Asthma. 2010.
Rahajoe N, Supriyatno B, Styanto DB. Pedoman nasional asma anak. Jakarta:
UKK Respirologi PP Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2004.
Devereux G. The increase in the prevalence of asthma and allergy: food for
thought. Nature Reviews Immunology. 2006: 6; 869-74.
Strachan D, et al. Asthma Mortality. The Global Asthma Report 2014. Diunduh
dari: http://www.globalasthmareport.org/burden/mortality.php pada 24 Mei 2015
22.00.
Rahajoe EN, et al. Buku Ajar Respirologi Anak. Jakarta: IDAI. 2012.
Bateman ED, et al. Global strategy for asthma mannagement and prevention:
updated 2002. Global Initiative for Asthma. 2002.
UKK Pulmonologi IDAI. Konsensus Nasional Asma Anak. Sari Pediatri. 2000:
(2) 1; 50-66.