Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN KELUARGA BINAAN

DISENTRI

Disusun Oleh :
Laila Nurmala
H1A 010 058
IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS KELUARGA
CONT
IKHTISAR KELURGA
STATUS KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA
LAPORAN KASUS
Anamnesis
Keluhan Utama:
Mencret
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dikeluhkan mencret sejak sehari sebelum
datang ke PKM. Frekuensi BAB 7 kali dalam sehari,
dengan konsistensi cair (air > ampas). Ibu pasien
mengatakan bahwa BAB pasien bercampur dengan
lendir dan darah. Keluhan mencret disertai dengan
perut yang sakit sekali terasa melilit. Keluhan
mencret diawali oleh keluhan demam yang muncul 2
hari sebelum munculnya keluhan mencret. Semenjak
sakit pasien kuat minum. Keluhan mual dan muntah
disangkal. Keluhan batuk pilek disangkal. BAK (+) 3-
5x/hari. BAK terakhir 4 jam sebelum ke PKM
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengaku sering mencret, namun tidak
pernah bercampur lendir dan darah seperti
sekarang.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ditemukan anggota keluarga lain yang
mengalami keluhan mencret seperti pasien saat ini.
Riwayat penyakit lain dalam keluarga disangkal.

Riwayat Pengobatan :
Pasien sudah membeli obat diapet di warung
namun tidak ada perbaikan sehingga pasien
berobat ke puskesmas.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum & tanda-tanda vital :
Kesan Umum : Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
HR : 84 x/mnt
RR : 20 x/menit
Tax : 37,5 C

Status gizi:
Berat Badan : 49 kg
Panjang Badan : 159 cm
BMI : 19,6
Status Gizi : Normal
STATUS GENERALIS
Kepala : kesan normal, bentuk dan ukuran
normal, deformitas (-).
Rambut : normal
Mata : mata cowong (-/-), reflek cahaya +/+, isokor
(+), myosis (-), midriasis (-) ; Konjungtiva :
anemis (-/-), ikterus (-/-)
Telinga : bentuk normal, nyeri tekan (-/-), serumen (-/-)
Hidung : Bentuk normal, nyeri tekan (-/-), perdarahan
(-), sekret (-/-)
Leher : pembesaran KGB (-)
Thoraks :
Inspeksi : kelainan bentuk (-), pergerakan dinding dada
simetris, retraksi dinding dada (-)
Auskultasi : Pulmo: vesikuler (+/+), wheezing (-/-),
rhonki(-/-)
Cor: S1, S2 tunggal, regular, murmur (-),
gallop (-)
Abdomen :
Inspeksi : Bentuk : distensi (-), scar (-), keloid (-)
Auskultasi :Peristaltik usus : meningkat
Palpasi : Turgor : normal
Tonus : normal
Hepar : tidak teraba
Lien : tidak teraba
Ginjal : tidak teraba
Perkusi : suara timpani
Anggota Gerak :
Kelainan bentuk : (-)
Edema : (-)
Akral hangat : + +
+ +
Uro-genital : tidak dievaluasi
Vertebrae : Kelainan yang ada : (-); tanda-tanda
fraktur : (-)

c. Pemeriksaan Penunjang
(-)

d. Diagnosis Kerja

Disentri dengan tidak dehidrasi

e. Terapi
Oralit

Metronidazole

f. Prognosis Pasien
Dubia ad Bonam

g. Konseling
Konseling yang diberikan pada pasien:
DENAH RUMAH PASIEN
GAMBAR RUMAH PASIEN
IDENTIFIKASI MASALAH KELUARGA PASIEN
INTERVENSI MASALAH
UPAYA KESEHATAN
masalah kesehatan sehari-hari dalam keluarga
juga kadang-kadang diatasi dengan membeli
obat yang dijual di warung atau dengan berobat
ke perawat yang berada di dusun tempat tinggal
pasien. Terkadang juga keluarga tersebut
mencoba menggunakan obat-obatan tradisional
sebelum berobat ke pusat pelayaan kesehatan.
Namun jika keluarga merasa sakitnya tidak
membaik, maka keluarga akan berobat ke
puskesmas.
KRANGKA KONSEP MASALAH PASIEN
DIAGNOSA HOLISTIK
Aspek Personal
Pasien dikeluhkan mencret sejak sehari sebelum
datang ke PKM. Frekuensi BAB 7 kali dalam
sehari, dengan konsistensi cair (air > ampas).
Pasien mengatakan bahwa BAB pasien
bercampur dengan lendir dan darah. Keluhan
mencret diawali oleh keluhan demam yang
muncul 2 hari sebelum munculnya keluhan
mencret. Pasien juga merasakan sakit perut
yang melilit.

Aspek Klinik
Disentri dengan tidak dehidrasi
Aspek Psikososial Keluarga
Kurangnya pengetahuan pasien mengenai Diare,
serta faktor resiko dan pencegahannya.
Kurangnya pengetahuan pasien mengenai
makanan yang bersih serta kurangnya
pengetahuan keluarga mengenai rumah sehat,
dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Derajat fungsional : 1
NILAI FUNGSI DALAM KELUARGA
FRIEDMAN (1998)
Fungsi afektif
Dalam keluarga Ny.Husnul Khotimah, hubungan individu
dalam keluarga terjalin dengan harmonis. Bila ada salah
satu dalam anggota keluarga yang sakit, Ny.Husnul
Khotimah selaku anggota dalam keluarga mencari
pengobatan. Tn.Edi Supratman sebagai seorang kepala
rumah tangga membimbing dan bertanggung jawab
terhadap keluarganya.

Fungsi sosial
Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga Ny.Husnul
Khotimah bersosialiasi dengan baik dengan tetangga di
sekitar rumahnya.

Fungsi Reproduksi
Sejak menikah 8 tahun yang lalu, Tn. Edi Suprtaman dan
Ny.Husnul Khotimah dikaruniai 2 orang anak.
Fungsi Ekonomi
Pasien termasuk keluarga dengan sosial ekonomi
menengah ke bawah. Pasien berdagang baju keliling
kampong , sedangkan suami adalah seorang ahli gigi
panggilan. Pendapatan perbulan keluarga ini sekitar
Rp.1.000.000 Rp.1.500.000 perbulan.

Fungsi perawatan kesehatan


Dalam mencegah penyakit, setiap individu dalam
keluarga Ny.Husnul Khotimah belum mampu secara
maksimal dalam melaksanakan pencegahan
penyakit. Hal tersebut tercermin dalam masih
banyaknya perilaku dalam anggota keluarga yang
dapat memicu timbulnya penyakit.
APGAR SCORE
(SKOR FUNGSI KELUARGA)
SUMBER DAYA YANG DIMILIKI KELUARGA
Ny.Husnul Khotimah berdagang baju keliling
kampung dan suaminya sebagai ahli gigi
panggilan. Keluarga ini memakan nasi sebagai
sumber kalori setiap harinya, terkadang juga
dicampur dengan mi. Untuk sumber protein dan
lemak, tempe, tahu, telur, dan ikan asin menjadi
pilihan, sedangkan daging, ayam diakui dibeli
satu sampai dua kali seminggu. Untuk vitamin
dan mineral, sayur tersedia setiap harinya.
Pakaian yang digunakan pun sudah layak pakai.
Dari kriteria yang ada rumah Ny.Husnul
Khotimah dan Tn.Edi Supratman sudah
memenuhi keenam kriteria rumah sehat tersebut
untuk rumahnya sehingga rumah Ny.Husnul
Khotimah dan Tn.Edi Supratman sudah layak
huni.
RENCANA PENATALAKSANAAN
Kegiatan Rencana intervensi Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan

Aspek Evaluasi: Pasien 1 minggu 1. Kekhawatiran


personal Keluhan, harapan, dan pasien berkurang
kekhawatiran pasien 2. Pasien dan
Intervensi:
1. Edukasi kepada Pasien
keluarga dapat
dan keluarga mengenai mengetahui
Diare, bagaimana pengetahuan
penularannya, dan apa mengenai Diare
bahayanya bila tidak 3. Pasien dapat
diobati. mengetahui cara
2. Edukasi Pasien menghidangkan
mengenai cara
menghidangkan
makanan dan
makanan dan minuman minuman yang
yang bersih bersih.
3. Memberikan informasi 4. Pasien dan
mengenai PHBS keluarga dapat
mengetahaui
pentingnya hidup
bersih dan sehat
serta dapat
menerapkannya.
Kegiatan Rencana intervensi Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan

Aspek klinik Evaluasi: Pasien 1 minggu 1. Perbaikan kondisi


1. Pemantauan perbaikan klinis pasien
Disentri kondisi klinis pasien 2. Pemberian asupan
dengan tidak 2. Keteraturan dalam cairan yang benar
dehidrasi pemberian asupan 3. Pasien teratur dan
cairan disiplin dalam
3. Keteraturan dalam minumobat
pemberian obat 4. Dapat mencegah
Terapi: komplikasi
Non Farmakologis: 5. Dilakukan kontrol
a. Memberikan makanan kesehatan secara
yang sehat kepada diri teratur
sendiri dan keluarga
b. Menjaga kebersihan
diri sendiri dan
keluarga
Farmakologis :
a. Oralit
b. Metronidazole

KIE
1. Menjelaskan tentang
Diare,bagaimana
penularannya, apa
bahayanya bila tidak diobati
serta cara pencegahannya
2. Pentingnya terapi non
farmakologi
Kegiatan Rencana Sasaran Waktu Hasil yang
intervensi diharapkan
Aspek Edukasi: Pasien 2 I. Pasien mengerti
Psikososial I. Mengenai minggu dan mampu
Diare, faktor memahami
I. Kurangnya resiko mengenai diare
pengetahu timbulnya II. Pasien dapat
an Diare, menerapkan
mengenai pencegahan PHBS di rumah
diare serta dan mengajarkan
II. Kurangnya tatalaksana dan pada anak-
pengetahu bahaya Diare anaknya
an yang tidak
keluarga tertangani
mengenai II. Edukasi
rumah mengenai
sehat, dan pentingnya
prilaku PHBS
hidup
bersih dan
sehat
TINDAK LANJUT DAN HASIL INTERVENSI PASIEN
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik & Rencana
Selanjutnya
20 Evaluasi:
Oktober Apa saja keluhan yang ada pada pasien dan anggota keluarga
2015 pasien, serta status kesehatan keluarga secara umum
Melakukan evaluasi apakah terdapat perbaikan gejala klinis
dari pasien, keteraturan meminum obat (oralit, antibiotik) yang
diberikan saat pulang dari puskesmas, bagaimana keadaan
rumah pasien dan PHBS pasien dan keluarga pasien, serta
faktor resiko terjadinya diare pada pasien

Hasil :
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, keluhan pasien
membaik, anggota keluarga pasien yang memiliki masalah
kesehatan hanya pasien dan anak keduanya saja. Anggota
keluarga lain tidak mengalami keluhan.
Pasien meminum obat yang telah diberikan oleh pihak
puskesmas (Antibiotik dan oralit ) hingga habis, namun oralit
tidak diminum sampai habis karena pasien sudah tidak mencret
lagi, oralit diminum ketika mencret saja, antibiotic dihabiskan.
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik &
Rencana Selanjutnya
Kunjunga Mengenai prilaku hidup bersih dan sehat keluarga pasien :
n pertama - Keluarga pasien masih menggantung baju-baju yang sudah
(20 terpakai di balik pintu kamar.
Oktober - Pasien tidak memiliki jamban
2015) - Keluarga pasien jarang membuka pintu setiap pagi untuk
sirkulasi udara dan jarang membersihkan rumahnya.
- Keluarga masih tidak mencuci tangan pakai sabun.
- Makanan yang dihidangkan maupun disimpan tidak ditutup
- Kebiasaan suami pasien merokok di dalam rumah
- Keluarga membuang sampah yang berjarak 1 meter dari
rumahnya (yang merupakan tempat pembuangan sampah
masyarakat sekitar)
dan hanya meletakkan sampah begitu saja

Keluarga pasien masih belum mengetahui mengenai penyakit


Diare, faktor resiko, pencegahan, dan mengenali tanda bahaya
penyakit tersebut pada bayi
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik & Rencana
Selanjutnya
Kunjungan Intervensi:
pertama
(20 Oktober Penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
2015) secara personal hygiene maupun lingkungan kepada pasien dan
keluarga:
1. Menyarankan untuk segera membuat jamban pribadi yang
layak.
2. Menyarankan untuk tidak menggantung baju-baju yang sudah
terpakai dibalik pintu kamar karena dapat menjadi sarang
nyamuk.
3. Membuka pintu rumah tiap pagi hari agar sirkulasi dirumah
baik.
4. Menjaga kebersihan rumah dan selalu membersihkan rumah
setiap hari
5. Memberikan informasi mengenai pentingnya cuci tangan pakai
sabun.
6. Mengajarkan kepada ibu dan keluarga bagaimana mencuci
tangan yang benar.
7. Menyarankan agar selalu menutup makanan yang dihidangkan
ataupun disimpan
8. Pengelolaan sampah
9. Memberikan informasi mengenai bahaya merokok, dan
menyarankan agar suami pasien berhenti merokok, atau jika
terpaksa merokok diluar rumah
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik & Rencana
Selanjutnya
Kunjungan Evaluasi:
kedua Kondisi klinis pasien
(28 Oktober Kondisi kesehatan anggota keluarga yang lain
2015) Evaluasi dari intervensi sebelumnya
Hasil:
Kondisi pasien membaik, sudah tidak mencret lagi
Anak pasien dikeluhkan keluhan batuk pilek
Pasien sudah minum obat secara teratur. Antibiotic yang diberikan
sudah habis terminum, sedangkan untuk oralit masih ada.
Evaluasi PHBS :
1. Keluarga pasien masih menggantung baju-baju yang sudah terpakai
dibalik pintu kamar .
2. Pasien mengaku sekarang selalu mencuci tangan dengan sabun
setelah BAB dan sebelum pasien makan.
3. Pasien jarang membersihkan rumahnya.
4. Pintu rumah sering dibuka
5. Makanan yang disimpan dan dihidangkan telah ditutup
6. Keluarga pasien tetap membuang sampah sekitar rumah dan tidak
membakar sampah tersebut
7. Suami pasien berusaha mengurangi rokok di dalam rumah
Akan membuat jamban dalam waktu dekat
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik & Rencana
Selanjutnya
Kunjungan Intervensi:
kedua Melakukan edukasi mengenai :
(28 Oktober Mengingatkan untuk tetap minum obat secara teratur dan
2015)
sampai obat habis
Edukasi kepada orang tua tentang PHBS
Edukasi tentang pemanfaatan dan pentingnya ventilasi rumah
Mengingatkan keluarga pasien untuk mengelola sampah
dengan baik
Edukasi agar pasien memberikan anak kedua pasien minum
obat secara teratur (pasien sudah dibawa ke perawat yang ada di
dekat rumah pasien)
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik & Rencana
Selanjutnya
Kunjungan Evaluasi keadaan pasien dan kakak pasien:
ketiga I. Pasien tidak ada keluhan
(10 November II. Anak kedua pasien sudah tidak batuk dan pilek telah
2015)
membaik

Evaluasi PHBS :
1. Keluarga pasien telah meletakan pakaian dengan tertata
rapi, dilipat, dan diletakan kedalam keranjang pakaian
2. Rumah sudah di bersihkan dan lebih tertata rapi di
bandingkan saat kunjungan pertama dan kedua
3. Pintu lebih sering dibuka
4. Keluarga pasien tetap membuang sampah di samping
rumahnya dan tidak dibakar.
5. Suami pasien masih berusaha mengurangi merokok dalam
rumah namun belum berhasil.
Tanggal Intervensi Yang Dilakukan, Diagnosis Holistik & Rencana
Selanjutnya
Kunjungan Evaluasi:
keempat I. Kondisi kesehatan anggota keluarga
(16 November II. Mengevaluasi hasil intervensi yang dilakukan pada
2015)
kunjungan-kunjungan sebelumnya

Hasil :
I. Tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit, dan
tidak ada keluhan lagi
II. Anggota keluarga tetap menjalankan edukasi yang telah di
berikan, namun untuk intervensi mengenai merokok dan
pengelolaan sampah masih belum dilakukan

Edukasi:
Menganjurkan ke pasien dan keluarga agar menjaga pola hidup
bersih dan sehat seperti yang telah diedukasikan selama
beberapa minggu belakngan ini.
TERIMAKASIH ^_^