Anda di halaman 1dari 14

PSIKOLOGI

KOMUNIKASI

Cut eliza Hidayani, MPD,Mpsi


Komunikasi Massa
Mass Communication adalah komunikasi yang
menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar,
majalah) atau elektronik (radio,televisi) yang
dikkelola oleh suatu lembaga atau orang yang
dilembagakan,yang ditujukan kepada sejumlah besar
orang yang tersebar di banyak tempat,
anonim,heterogen.
Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara
cepat, serentak, dan selintas (khususnya media
elektronik).
Komunikasi antarpribadi (komunikasi
interpersonal),komunikasi kelompok,dan komunikasi
organisasi berlangsung juga dalam proses
mempersiapkan pesan yang disampaikan media massa
ini.
Komunikasi Massa
Ciri-ciri Komunikasi Massa :

1. Bersifat tidak langsung artinya harus melalui


media teknis.
2. Bersifat satu arah, artinya minim bahkan bisa
tidak ada interaksi antara peserta komunikasi.
3. Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada
publik yang tidak terbatas dan anonim.
4. Mempunyai publik yang secara geografis
tersebar
Komunikasi Massa Vs
Komunikasi Interpersonal
Karena perbedaan teknis, maka sistem
komunikasi massa juga mempunyai karateristik
psikologi yang khas dibandingkan dengan sistem
komunikasi interpersonal, seperti :
Pengendalian arus informasi
Umpan balik (feed back)
Stimulasi alat indera
Proporsi unsur isi dan hubungan
catt: dalam komunikasi interpersonal yang
menentukan efektivitas bukan struktur tetapi
aspek hubungan manusiawi, bukan apanya tapi
bagaimana
Beberapa Pendekatan Teori
Komunikasi Massa
Di awal perkembangan media elektonik tahun
1940 an media dianggap sangat perkasa dalam
merubah sikap khalayak seperti jarum yang
disuntikkan ke tubuh manusia sehingga disebut
perkembangan ini sebagai model jarum
hipodermis (bullet theory).
Tahun 1960 an dalam bukunya The Effect of
Mass Communication, Joseph Klapper
menyimpulkan bahwa efek komunikasi massa
ditimbulkan oleh serangkaian faktor-faktor
perantara seperti: (persepsi selektif,terpaan
selektif,ingatan selektif,proses kelompok,norma
kelompok,dan kepemimpinan opini.
Beberapa Pendekatan
Teori Komunikasi Massa

Karena khalayak dianggap aktif dalam


menggunakan media teori kemudian bergeser
untuk melihat apa yang dilakukan khalayak
kepada media, pendekatan ini dikenal dengan
teori Uses and Gratification (penggunaan dan
pemuasan), yang menyimpulkan bahwa
penggunaan media adalah salah satu cara untuk
memperoleh pemenuhan kebutuhan.
Paul Lazarsfeld menyatakan bahwa khalayak
menyaring informasi melalui proses yang disebut
terpaan selektif (selective exposure) dan
persepsi selektif (selective perception).
Beberapa Pendekatan
Teori Komunikasi Massa
Tahun 1970 an ketika media massa semakin
populer para ahli komunikasi mulai menyimpulkan
bahwa media massa tidak semena mena dapat
mempengaruhi orang untuk merubah sikap,tetapi
media massa diyakini mampu mempengaruhi
persepsi khalayak tentang apa yang dianggap
penting. Mis; Bila koran memuat nama seseorang,
orang itu akan cenderung dianggap tokoh
penting. Model ini disebut dengan Agenda
Setting Model
Elisabeth Noelle Neumann menyebutkan hal ini
terjadi karena 3 faktor ; Ubiquity (serba ada),
kumulasi pesan, dan keragaman wartawan.
Efek Kehadiran Media Massa

Mc Luhan dalam bukunya Understanding Media


mengatakan bentuk media saja sudah menjadi pesan
yang mempengaruhi kita bukan apa yang disampaikan
media ,tetapi jenis media komunikasi yang kita
pergunakan interpersonal,media cetak, atau televisi.
Teori ini disebut sense extension theory, teori
perpanjangan alat indra, media adalah perluasan dari
indera manusia,telepon adalah perpanjangan telinga,
televisi adalah perpanjangan mata.
KOMUNIKASI KELOMPOK
Komunikasi yang terjadi di dalam sebuah
kelompok yang terdiri dari beberapa individu.

Kelompok memiliki anggota yang memiliki


kesadaran akan ikatan yang sama
mempersatukan mereka, kelompok mempunyai
tujuan dan organisasi (tidak selalu formal) dan
melibatkan interaksi di antara anggota-
anggotanya.

Memiliki 2 tanda psikologis, keterikatan


antaranggota (sense of belonging) dan saling
ketergantungan antaranggota kelompok.
KOMUNIKASI KELOMPOK
Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder :

Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat


dalam dan meluas, dalam artinya menembus kepribadian
yang paling tersembunyi, menyingkapkan unsur-unsur
backstage (perilaku yang hanya kita tampakkan dalam
suasana privat saja).
Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan
rentangan dan cara berkomunikasi.
Pada kelompok primer, kita ungkapkan hal-hal yang
bersifat pribadi dengan menggunakan berbagai
lambang,verbal maupun nonverbal.
Kelompok sekunder, komunikasi bersifat dangkal,(hanya
menembus bagian luar dari kepribadian kita) dan
terbatas, lambang komunikasi umumnya verbal dan
sedikit sekali nonverbal
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Keefektifan Kelompok

Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok


a. Ukuran Kelompok
Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok
(performance) bergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh
kelompok, ada 2 tugas seperti ; Tugas Koaktif dan Tugas Interaktif. Tugas
Koaktif masing-masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain,tetapi
tidak berinteraksi, makin besar jumlah anggota makin besar tugas yang
diselesaikan.
Tugas interakatif berinteraksi secara terorganisasi untuk menghasilkan
produk.
b. Jaringan Komunikasi (contoh multilevel marketing)
c. Kohesi Kelompok
Kohesi kelompok erat hubungannya dengan kepuasa, berkaitan dengan
produktifitas,moral,dan efisiensi komunikasi.(contoh partai politik) dalam
satu kelompok harus ada yang berpengaruh yang disebut sebagai
komunikatornya.
d. Kepemimpinan
(White &Lipit) ada 3 gaya kepemimpinan: otoriter,demokratis, dan laissez
faire( tergantung faktor situasional )
Bentuk-Bentuk
Komunikasi Kelompok
Komunikasi Kelompok Deskriptif :
a. Orientasi
b. Konflik (satu persepsi atau tidak satu persepsi)
c. Pemunculan
d. dan Peneguhan

Komunikasi Kelompok Preskriptif :


Kelompok Pertemuan Model Bennis dan Shepherd
1. Keberantungan pada otoritas
2. Kebergantungan satu sama lain
Bentuk-Bentuk
Komunikasi Kelompok
Kelompok Penyadar: Model Chesebro, Cragan, dan
McCullough
Kesadaran diri akan identitas baru
Identitas kelompok melalui polarisasi
Menegakkan nilai-nilai baru bagi kelompok
Menghubungkan diri dengan kelompok revolusioner
lainnya.
TERIMA KASIH