Anda di halaman 1dari 5

Definisi

Defek lapangan pandang adalah hilangnya sebagian lapang pandangan


yang normal dan berbeda dari buta pada satu mata atau buta pada dua
mata. Defek lapangan pandang biasanya disebabkan oleh lesi di
berbagai lokasi dalam jaras penglihatan, yaitu dari retina sampai daerah
oksipital otak.
Epidemiologi

Prevalensi kebutaan pada usia 55-64 tahun sebesar


1,1%, usia 65-74 tahunsebesar 3,5% dan usia 75 tahun
ke atas sebesar 8,4%.
Meskipun pada semua kelompok umur sepertinya
prevalensi kebutaan di Indonesia tidak tinggi, namun di
usia lanjut masih jauh diatas 0,5% yang berarti masih
menjadi masalah kesehatan masyarakat
Prevalensi kebutaan pada laki-laki adalah 0,3%
sedangkan pada perempuan 0,5%.
Jumlah perempuan usia lanjut yang lebih
banyak berpengaruh pada negara dengan umur
harapanhidup perempuan yang lebih tinggi,
seperti di Indonesia.
Menurut provinsi, prevalensi kebutaan penduduk umur 6 tahun keatas tertinggi ditemukan di
Gorontalo (1,1%),diikuti Nusa Tenggara Timur (1,0%), Sulawesi Selatan, dan Bangka Belitung
(masing-masing 0,8%). Prevalensi kebutaan terendah ditemukan di Papua (0,1%) diikuti Nusa
Tenggara Barat dan DI Yogyakarta (masing-masing 0,2%).
Anatomical Location Visual Phenomena Other Neurological and Medical Findings Possible Etiologies

Carotid disease, giant cell arteritis, migraine,


Transient monocular visual loss Hollenhorst's plaque vasospasm, cardiac emboli
Acute monocular visual loss Cherry-red spot, box-carring Central retinal artery occlusion

Retina Retinal hemorrhage, cotton wool spots,


Subacute monocular visual loss Central retinal vein occlusion
dilated retinal veins
Subacute monocular visual loss Vitreous opacification Vitreous hemorrhage
Central serous chorioretinopathy, macular
Impaired visual acuity Metamorphopsia
degeneration
Ipsilateral visual loss (decreased acuity,
Optic neuritis, ischemic optic neuropathy,
Optic nerve decreased color vision, central scotoma, Optic atrophy, optic disc swelling
compressive lesions
altitudinal field defect)
Bitemporal hemianopsia, decreased acuity Pituitary adenoma, craniopharyngioma, optic

Etiologi Optic chiasm

Optic tract
and color vision
Contralateral incongruous homonymous
hemianopia
Optic atrophy

Contralateral relative afferent pupillary


defect, bowtie optic atrophy
glioma, meningioma, aneurysm
Pituitary adenoma, craniopharyngioma,
aneurysm
Preserved visual acuity, intact pupillary
Optic radiations Contralateral homonymous hemianopia response, decreased OKN to side of lesion, MCA stroke, temporal or parietal mass lesion
sensory loss, hemiparesis
Contralateral congruous homonymous
hemianopia (with or without macular
PCA stroke, migraine, Alzheimer's,
Occipital lobe sparing), quadrantic field defect, Usually isolated deficits
hypertensive encephalopathy
homonymous hemianopic central scotoma,
cortical blindness (if bilateral)
Cerebral hemiachromatopsia Lingual and fusiform gyri lesion
Left occipital lobe and splenium of corpus
Alexia without agraphia
callosum lesion
Visual agnosia, prosopagnosia Bilateral medial occipitotemporal lesions
Lateral occipitotemporal lesion (Brodmann
Association cortex Defective motion perception
area 39)
Left hemifield visual neglect Auditory and tactile neglect in left hemifield Right parietal lesion

Balint's syndrome (optic ataxia,


Bilateral occipitoparietal lesions
simultanagnosia, ocular apraxia)
Palinopsia Temporo-occipital lesion(s)