Anda di halaman 1dari 13

Beberapa Pengertian

Semiotika adalah studi tentang tanda dan segala yang


berhubungan dengannya; cara berfungsinya, hubungannya
dengan tanda-tanda lain, pengirimannya, dan
penerimaannya oleh mereka yang menggunakannya.
Pengertian semiotika secara terminologis adalah ilmu yang
mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-
peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Menurut Eco,
semiotik sebagai ilmu tanda (sign) dan segala yang
berhubungan dengannya cara berfungsinya, hubungannya
dengan kata-kata lain, pengirimannya, dan penerimaannya
oleh mereka yang mempergunakannya.
Semiotika, yang biasanya didefinisikan sebagai pengkajian
tanda-tanda (the study of signs), pada dasarnya merupakan
sebuah studi atas kode-kode, yaitu sistem apapun yang
memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu
sebagai tanda-tanda atau sebagai sesuatu yang bermakna
Ferdinand de Saussure menuturkan bahwa
semiologi adalah sebuah ilmu umum tentang
tanda, suatu ilmu yang mengkaji kehidupan
tanda-tanda di dalam masyarakat.
Tanda-tanda dalam masyarakat yang telah
disepakati sebenarnya hasil dari pemikiran
Logika seperti yang di ungkapkan oleh Charles
S. Pierce bahwa semiotika tidak lain daripada
sebuah nama lain bagi logika, yakni doktrin
formal tentang tanda-tanda, misal: jika
mendung maka itu tanda akan segera turun
hujan.
Tanda di dalam fenomena kebudayaan
mempunyai cakupan yang sangat luas, di mana
selama unsur-unsur kebudayaan mengandung
di dalam dirinya makna tertentu, maka ia
adalah sebuah tanda, dan dapat menjadi objek
kajian semiotik. Apakah itu pola tingkah laku
seseorang, pola pergaulan, penggunaan tubuh,
pengorganisasian ruang, pengaturan makanan,
cara berpakaian, pola berbelanja, hasil ekspresi
seni, cara berkendaraan, bentuk permainan dan
objek-objek produksi, semuanya dianggap
sebagai tanda dan produk bahasa
Charles Sanders Peirce
Charles Sanders Peirce (pengucapan
bahasa Inggris: [prs] purse) (September
10, 1839 April 19, 1914) adalah seorang
filsuf, ahli logika, semiotika, matematika,
dan ilmuwan Amerika Serikat, yang lahir
di Cambridge, Massachusetts.
Peirce dididik sebagai seorang kimiawan
dan bekerja sebagai ilmuwan selama 30
Charles Sanders Peirce
tahun. Tapi, sebagian besar sumbangan
1839 - 1914 pemikirannya berada di ranah logika,
matematika, filsafat, dan semiotika
(atau semiologi) dan penemuannya
soal pragmatisme yang dihormati hingga
kini.
Semiotika Charles Sanders Pierce
Pierce menyebut semiotika dengan sebutan semiosis sedangkan Roland Barthes
yang menyebutnya dengan sebutan semiologi. Sebuah tanda melibatkan sebuah
proses kognitif di dalam kepala seseorang dan proses itu dapat terjadi kalau ada
representamen, acuan, dan nterpretan. Pierce mengatakan sebagai berikut,
sebuah tanda senantiasa memiliki tiga dimensi yang saling terkait:
Representamen ( R)sesuatu yang dapat dipersepsi (perceptible), Objek (O) sesuatu
yang mengacu kepada hal lain (referetial), dan (I) sesuatu yang dapat diinterpretasi
(interpretable).
Hubungan itu dapat didasari oleh keterkaitan (indeks), keserupaan (ikon), atau
konvensi (lambang), atau gabungan ketiganya. Jadi, asap (R) mewakili kebakaran
(O). Proses ini belum selesai karena, berdasarkan hubungan R-O (asapkebakaran),
penerima tanda akan melakukan penafsiran (I). Jadi, dengan melihat asap (R),
seseorang menghubungkannya dengan kebakaran (O), dan dapat menafsirkan
bahwa yang terbakar adalah gedung pertokoan (I). Proses inilah yang disebut
semiosis.
Sesuatu yang digunakan agar tanda bisa berfungsi, oleh Peirce disebut
representamen. Konsekuensinya, tanda(sign/representamen) selalu terdapat
dalam hubungan triadik, yakni representamen, objek, dan interpretan.Hubungan
triadik itu oleh Pierce digambarkan dalam tiga dimensi tanda seperti berikut ini :
Hubungan triadik itu oleh Pierce digambarkan
dalam tiga dimensi tanda seperti berikut ini :

Objek

Representamen Interpretan
Representamen (tanda / sign). Representamen adalah bentuk atau
wajah luar suatu tanda yang pertama kali diindrai oleh manusia.
Representamen juga merupakan bentuk fisik sebuah tanda
Kemampuan atau kadar representasi (kegiatan dalam kognisi
manusia untuk mengaitkan representamen dengan pengetahuan
dan pengalamannya) tidak sama.
Objek. Objek merupakan sesuatu yang hadir atau ada di dalam diri
(kognisi) seseorang atau sekelompok orang. Representamen
mengacu pada objeknya dan Pierce membaginya
atas icon (ikon), index (indeks), dan symbol(simbol). Ikon adalah
tanda yang hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang
bersifat kemiripan; misalnya potret dan peta. Indeks adalah tanda
yang menunjukan adanya hubungan alamiah antara tanda dan
petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat, atau
tanda yang langsung mengacu pada kenyataan.
Interpretan. Interpretan merupakan tafsiran dari seseorang
berdasarkan objek yang dilihatnya sesuai dengan kenyataan yang
menghubungkan antara representamen dengan objek. Oleh Pierce
interpretan juga dibagi atas rheme,
dicentsign, dan argument. Rheme adalah tanda yang
memungkinkan seseorang menafsirkan berdasarkan pilihan.
Denotatum merupakan hubungan tanda atau unsur
kenyataan tanda. Denotatum terbagi menjadi tiga, yaitu
ikon, indeks, dan simbol.
Ikon adalah hubungan tanda dan acuannya mirip. Berikut ini
contoh-contoh ikon.

FOTO BUMI FOTO ISAAC NEWTON KARIKARTUR IWAN FALS


Indeks adalah hubungan tanda dan acuannya berdasarkan
kedekatan eksistensial, tanda yang muncul dari hubungan sebab
akibat. Berikut ini contoh-contoh indeks.

Asap yang menandakan Mendung menandakan Jejak kaki yang


adanya api akan turunnya hujan menandakan pernah
dilalui manusia
Simbol adalah hubungan tanda dan acuannya ditentukan dengan
aturan yang berlaku, tanda yang muncul dari kesepakatan.
Berikut ini contoh-contoh simbol.

ISI Padangpanjang

Wayang kulit arjuna Kota Padangpanjang

Facebook
Blackberry
Interpretant adalah interpretasi kenyataan
tanda. Interpretant diperoleh dengan melihat ground dan
denotatum. Interpretant terdiri atas tiga macam,
yaitu rheme (interpretant masih berupa kemungkinan),
desisign (interpretent berupa suatu kebenaran),
dan argument (interpretant yang berlaku umum).
Contoh rheme antara lain (1) sore nanti akan turun hujan, (2) dia
itu ayam kampus karena sering pulang malam, (3) bulan depan dia
akan lulus SMA, (4) Dia anak malas karena jarang kuliah, (5) Hujan
turun bulan depan. Semua pernyataan dari contoh-contoh tersebut
merupakan pernyataan yang belum terbukti kebenarannya karena
masih berupa kemungkinan atau spekulasi.
Desisign merupakan pernyataan yang sudah terbukt benar atau
berdasarkan fakta. Misalnya, (1) Susila Bambang Yudhoyono adalah
Presiden Indonesia, (2) Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa
Timur, (3) Dia lahir di Surabaya, (4) Universitas Airlangga berada di
Surabaya, dan (5) Suramadu adalah jembatan terpanjang di
Indonesia.
Desisign merupakan pernyataan yang sudah terbukt benar atau berdasarkan fakta.
Misalnya, (1) Susila Bambang Yudhoyono adalah Presiden Indonesia, (2) Surabaya
merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur, (3) Dia lahir di Surabaya, (4) Universitas
Airlangga berada di Surabaya, dan (5) Suramadu adalah jembatan terpanjang di
Indonesia.

Argument memiliki contoh berupa silogisme


Taufiq tinggal di Padangpanjang
Taufiq adalah orang yang tinggal di Padangpanjang
Padangpanjang adalah tempat tinggal Taufiq

Sebagian dosen Tari ISI Padangpanjangadalah alumni ASKI Padangpanjang


Sebagian dosen Tari ISI Padangpanjang belum bergelar S3
Sebagian dosen Tari ISI Padangpanjang adalah bukan (tidak) orang yang bergelar S3

semua penyanyi adalah seniman


semua penyair adalah seniman
semua penyanyi adalah penyair

burung rajawali adalah binatang yang bisa terbang


elang dan rajawali adalah jenis burung pemakan daging
elang dan rajawali adalah jenis burung pemakan daging dan binatang yang dapat
terbang