Anda di halaman 1dari 21

Quorum Sensing

Disusun Oleh :

1. Luvi Nur Istikhomah ( A102.11.029 )


2. Maria Odiliya ( A102.11.031 )
Patogenitas
Kemampuan mikroba untuk menyebabkan suatu penyakit
pada organisme inang
Mikroba mengekspresikan patogenitasnya melalui virulensi
Tingkat virulensi dipengaruhi
Jumlah bakteri
Jalur masuk ke tubuh inang
Mekanisme pertahanan inang
Faktor virulensi bakteri
Penggolongan Sifat Bakteri
Bakteri patogen
Bakteri yang menyebabkan suatu penyakit
Bakteri patogen oportunistik
Bakteri yang berkemampuan sebagai patogen
Bakteri nonpatogen
Bakteri yang tidak pernah menjadi patogen. Namun dapat
menjadi patogen karena adanya faktor tertentu.
Proses Infeksi
Tahapan patogenesis bakteri sampai terjadinya infeksi :
1. Perlekatan
Ligand bakteri (adhesin)
Makromolekul dari permukaan sel bakteri yang
berinteraksi dengan reseptor di sel inang.
Reseptor
Makromolekul di permukaan sel eukariyotik sebagai
tempat mengikat ligand/adhesin spesifik.
2. Invasi
Proses masuknya bakteri kedalam jaringan sel inang.
3. Virulensi
Kemampuan relatif patogen yang menyebabkan penyakit/kerusakan
pada inang, ditentukan oleh adanya invasiveness dan toksisitas.
4. Invasiveness
Kemampuan patogen tumbuh dalam jaringan inang dalam jumlah
banyak dan menghambat fungsi inang (memiliki kemampuan melawan
pertahanan tubuh inang).
5. Toksisitas
Kemampuan patogen menyebabkan penyakit dengan menghasilkan
toksin yang menghambat fungsi inang atau membunuh inang.
QUORUM SENSING
Proses yang memungkinkan bakteri dapat
berkomunikasi dengan mensekresikan molekul sinyal
yang disebut autoinducer. Konsentrasi autoinducer di
lingkungan sebanding dengan jumlah bakteri yang ada.
Dengan mendeteksi autoinducer, suatu bakteri mampu
mengetahui keberadaan bakteri lain di lingkungannya.
Pertambahan konsentrasi autoinducer pada ambang
tertentu bisa membuat bakteri merubah ekspresi gen
Bakteri gram positif & Bakteri gram negatif memiliki
Autoinducer yang berbeda.
Mekanisme Quorum Sensing
Bakteri tunggal melepaskan autoinducer ke lingkungan
konsentrasinya terlalu rendah untuk dideteksi
jumlah bakteri mencapai konsentrasi tertentu (quorum)
konsentrasi autoinducer di lingkungan meningkat
mengaktifkan faktor transkripsi gen penyandi suatu
fenotipe termasuk faktor virulensi ekstraseluler
Pada bakteri Gram ( + ) :
Jenis Autoinducer : Oligopeptida.
Transport autoinducer : oligopeptida dipecah
melewati jembatan protein proses transkripsi.
Pada bakteri Gram ( - ) :
Jenis Autoinducer : Acylated homoserinelactones.
Transport autoinducer : langsung masuk dan
melakukan proses transkripsi.
Peran Quorum Sensing dalam
Ekspresi Gen
1. Kelangsungan hidup bakteri di lingkungannya,
2. Virulensi bakteri
3. Motilitas
4. Mekanisme pengendalian hayati
5. Penghindaran kolonisasi oleh bakteri antagonis.
BIOFILM
Digunakan untuk menggambarkan
suatu kehidupan lingkungan yang
khusus dari sekelompok
mikroorganisme, yang melekat ke
suatu permukaan, menjadi
mikrolingkungan yang unik.
Biofilm adalah salah satu hasil
Quorum Sensing
Biofilm menyebabkan infeksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pembentukan biofilm
1. Efek substratum ( permukaan)
2. Conditioning film
3. Hidrodinamik
4. Karakteristik media cairan
5. Keadaan permukaan sel bakteri
Tahap Pembentukan Biofilm
Manfaat Biofilm bagi Bakteri
Sebagai pertahanan diri dari pengaruh antibiotik
Sebagai pertahanan diri dari pengaruh daya tahan tubuh inang
Contoh Dampak Pembentukan Biofilm:
Plak gigi menyebabkan karies gigi
Terjadinya Pneumoniae
Mastitis pada sapi perah
Keracunan
Korosi logam
TOKSIN

Toksin adalah Zat yang diproduksi oleh makhluk hidup, baik


tumbuhan maupun hewan yang bersifat racun bagi
manusia.
Toxigenesis adalah kemampuan untuk menghasilkan
racun.
Bakteri dapat menghasilkan 2 jenis racun:
1. Eksotoksin
2. Endotoksin
1. Eksotoksin
Racun yang dilepaskan dari sel bakteri dan dapat
bertindak di bagian jaringan yang menghapus
situs pertumbuhan bakteri.
2. Endotoksin
Dapat dilepaskan dari pertumbuhan sel-sel
bakteri hasil dari pertahanan inang (misalnya
lisozim) atau kegiatan antibiotik tertentu.
EKSOTOKSIN ENDOTOKSIN
Di sekresi oleh organisme sel hidup Di sekresi oleh bagian integral dinding sel

Di temukan pada Gram (+) dan Gram (-) Di temukan hanya pada Gram (-)
Tidak memiliki aktivitas enzim Memiliki aktivitas enzim

Sangat antigenik Lemah imunologik

Tidak stabil (toksisitas hilang >60C) Stabil

Dapat di buat toksoid (untuk vaksin) -

Toksin berakibat fatal Toksin berakibat sedang


Contoh Bakteri
EKSOTOKSIN ENDOTOKSIN

Clostridium botulinum Haemophilus influenzae


Vibrio cholerae
Corynebacterium diphtheriae
Clostridium tetani
Daftar Pustaka
Devita, Wani Gunadi. 2009. Peranan Biofilm dalam Kaitannya dengan
penyakit infeksi.Staf pengajar bagian Mikrobiologi : FK UKRIDA
Jawets,Melnick & Adelberg. 2007. Mikrobiologi Kedokteran Ed.23.Jakarta:EGC
Wahyudi, Didik. 2010. Penghambatan Quorum Sensing Pada Pseudomonas
aeroginusa oleh ekstrak Alpinia galanga L. Universitas Sebelas Maret
Apriliany, Fitri, dkk. 2013. Daya Anti Quorum Sensing Ekstrak Daun Kayu Manis
(Cinnamomun burmannii Ness. Ex Bl.) terhadap Pseudomonas aeruginosa.
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
B., Sureshchandra. Quorum Sensing-Cell to Cell Communication in Bacteria. Mangalore:
Institute of Dental Sciences.
Holm, Angelika dan ElenaVikstrm. 2014. Quorum Sensing Communication between
Bacteria and Human Cells : Signals, Targets, and Function. Sweden: Linkping
University.
Idaman Said, Nusa. 2000. Teknologi Pengolahan Air Limbah dengan Proses Biofilm
Tercelup. Direktorat Teknologi Lingkungan, BPPT.
PRETEST
1. Jelaskan secara singkat perbedaan mekanisme quorum
sensing pada bakteri gram (+) dan gram (-) ?
2. Sebutkan tahapan pembentukan biofilm ?
3. Sebutkan contoh bakteri patogen dan bakteri patogen
opportunistik ? Masing-masing 1
4. Apakah manfaat biofilm bagi bakteri ?
TERIMA KASIH