Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN BRONKITIS
DEFINISI
Bronkitis adalah suatu infeksi saluran
pernapasan yang menyebabkan inflamasi
yang mengenai trakea,bronkus utama dan
menengah yang bermanifestasi sebagai
batuk,dan biasanya akan membaik tanpa
terapi dalam 2 minggu.
KLASIFIKASI
Bronchitis akut adalah serangan bronchitis dengan
perjalanan penyakit yang singkat dan berat,
disebabkan oleh karena terkena dingin,penghirupan
bahan-bahan iritan, atau oleh infeksi akut, dan
ditandai dengan demam, nyeri dada (terutama disaat
batuk), dyspnea, dan batuk.
Bronchitis kronik adalah bentuk peradangan yang
lama dan berkesinambungan akibat serangan
berulang bronchitis akut atau penyakit-penyakit
umum kronis, dan ditandai dengan batuk,
ekspektorasi, dan perubahan sekunder jaringan paru
(Company, 2000). Bronchitis kronik didefinisikan
sebagai adanya batuk produktif yang berlangsung 3
bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-
turut.
ETIOLOGI
Bronkitis disebabkan oleh virus seperti Rhinovirus,
RSV, virus influenza, virus parainfluenza, Adenoid,
virus rubeola, dan Paramyxovirus. Menurut laporan
penyebab lainnya dapat terjadi melalui zat iritan
asam lambung seperti asam lambung, atau polusi
lingkugn dan dapat ditemukan setelah pejanan yang
berat, seperti saat aspirasi setelah muntah, atau
pejanan dalam jumlah besar yang disebabkan zat
kimia dan menjadikan bronchitis kronis.
Gejala khas berupa batuk kuat berturut-turut dalam
satu ekspirasi yang diikuti dengan usaha keras dan
mendadak untuk inspirasi. Sehingga menimbulkan
whoop. Batuk biasanya menghasilkan mucus yang
kental dan lengket(Rahajoe,2012).
MANIFESTASI KLINIS
Tanda dan gejala pada kondisi bronkis
akut :
Batuk

Terdengar ronki

Suara yang berat dan kasar

Wheezing

Demam

Produksi sputum
Tanda dan gejala pada kondisi bronchitis kronis:
Batuk yang parah pada pagi hari dan pada
kondisi lembab
Sering mengalami infeksi saluran napas seperti
pilek atau flu yang diberengi dengan batuk
Gejala bronchitis akut lebih dari 2-3 minggu

Demam tinggi

Sesak napas jika saluran tersumbat

Produksi dahak bertambah banyak berwarna


kuning atau hijau
(Nanda Nic-Noc,2013)
PATOFISIOLOGI
Asap mengiritasi jalan napas,
mengakibatkan hipersekresi lendir dan
inflamasi. Karena iritasi yang konstan
ini, kelenjar-kelenjar yang mensekresi
lendir dan sel-sel globet meningkat
jumlahnya, fungsi sillia menurun, dan
lebih banyak lendir yang dihasilkan dan
akibatnya bronchioles menjadi
menyempit dan tersumbat. Alveoli yang
berdekatan dengan bronchioles dapat
menjadi rusak.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Foto Thorax : Tidak tampak adanya kelainan


atau hanya hyperemia.
2. Laboratorium : Leukosit > 17.500.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:


a. Tes fungsi paru-paru
b. Gas darah arteri
c. Rontgen dada.
d. Pemeriksaan sputum selama 3x berturut-turut
selama 3 hari pada pagi hari sesudah bangun
tidur.
DIAGNOSA
Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d
bronkokonstriksi,peningkatan produksi lendir,batuk
tidak efektif dan infeksi bronkopulmonal
Gangguan pertukaran gas dengan perubahan supple
oksigen
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh b.d laju
metabolic,anoreksia,mual/muntah,dispnea,kelemaha
n.
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
Ketidakefektifan pola nafas b.d keletihan otot
pernapasan hiperfentilasi paru, diformitas dinding
dada
Hipertermi b.d pemajanan lingkungan yang
panas,proses penyakit peradangan.
TERIMAKASIH