Anda di halaman 1dari 15

KERJA PRAKTEK

LABORATORIUM KESMAVET
BALAI BESAR VETERINER MAROS

MAULYDA AWWALIYAH P
1414142006

Uji Cemaran Mikroba Bakteri Escherichia coli


Terhadap Bahan Pangan Asal Hewan
Di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner
PENDAHULUAN 1

METODE KERJA 3

HASIL & PEMBAHASAN 4

PENUTUP 5
PENDAHULUAN
Pangan asal ternak sangat dibutuhkan manusia sebagai sumber protein.

Dalam penyediaan bahan pangan asal hewan untuk dikonsumsi, harus


memenuhi kriteria aman (safety), sehat (sound), utuh (wholesomeness)
dan halal, baik dari proses produksi hingga ke konsumen.

Sehingga diperlukan adanya kegiatan untuk menjamin kualitas Bahan


Pangan Asal Ternak, salah satunya adalah melalui proses pengujian
cemaran mikroba bakteri Escherichia coli.
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam
penelitian ini adalah bagaimana tingkat cemaran mikroba pada pangan
asal hewan yang ada di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner?

Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai berdasarkan


rumusan masalah adalah untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba
pada pangan asal hewan yang ada di Laboratorium Kesehatan
Masyarakat Veteriner.
METODE KERJA
1. Waktu & Tempat

Adapun waktu dan tempat


pelaksanaan pengujian ini yaitu :
Hari/Tanggal : Senin 24 Juli
Kamis 27 Juli 2017
Waktu : 08.00 16.00
WITA
Tempat : Laboratorium
Kesmavet Balai Besar Veteriner
Maros
2. Alat & Bahan

Alat Bahan
Alat yang digunakan Adapun bahan yang
yaitu cawan petri, pipet, digunakan yaitu Sampel,
botol pengencer (durham), Larutan Buffered Pepton
inkubator 35, stomacher, Water (BPW), Medium
waterbath, jarum inokulasi Lauryl Tryptose Broth,
dengan diameter bagian Medium EC Broth, Medium
dalam 3mm, timbangan, rak Levine Eosin Metylen Blue
tabung, pinset, bunsen, Agar (L-EMBA) dan Plastik
gelas ukur, erlenmeyer, Stomacher.
mikropipet dan autoklaf.
3. Metode Kerja

a. Uji Pendugaan Escherichia coli

Mendistomacher dengan
Menimbang sampel 25 Menambahkan 225
kecepatan sedang selama
gr untuk sampel padat / mL Buffered Pepton
1-2 menit. Ini merupakan
25 mL untuk sampel cair. Water (BPW)
larutan pengenceran 10

Mengambil masing-masing 1 mL dari


setiap pengenceran (10 - 10 )
menggunakan mikropipet dan Membuat
Menghomogenkan
memindahkan ke tabung Lauryl pengenceran sampel
Tryptose Broth (LTB) yang berisi tabng menggunakan vortex
10 dan seterusnya.
durham. Diinkubasi selama 24-48 jam
pada suhu 35
3. Metode Kerja

b. Uji Penegasan Escherichia coli

Memindahkan biakan positif (terbentuk gas) ke E.coli Broth (ECB)

Menginkubasi selama 24 2 jam pada waterbath dengan suhu 45,5C.

Mengamati adanya pembentukan gas. Jika hasilnya negatif (tidak terbentuk


gas) inkubasikan kembali selama 48 2 jam. Jika hasilnya positif (terbantuk
gas) memindahkan dengan streak/gores ke media Levine Eosin Methylen Blue
Agar (L-EMBA) kemudian menginkubasi selama 18-24 jam pada suhu 35 C.

Koloni yang diduga E.coli berdiameter 2-3 mm, berwarna hitam atau gelap
pada bagian pusat koloni yang mengikat pada media L-EMBA.
HASIL

No. Kode Sampel Hasil Uji Jumlah Cemaran SNI

1. A 01 Positif 2,8 X 10 cfu/gr 1 X 10 cfu/gr

2. A 02 Positif 3,1 X 10 cfu/gr 1 X 10 cfu/gr

3. A 03 Negatif - 1 X 10 cfu/gr

4. A 04 Positif 2,6 X 10 cfu/gr 1 X 10 cfu/gr

Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa dari 4 sampel yang diujikan, 3 sampel dinyatakan
positif tercemar bakteri Escherichia coli. Hasil yang positif semuanya melebihi ambang batas
yang telah ditetapkan oleh SNI, nilai cemaran Escherichia coli terendah yaitu 2,6 x 10 cfu/gr dan
nilai tertinggi cemaran yaitu 3,1 x 10 cfu/gr. Adapun nilai ambang batas untuk cemaran mikroba
Escherichia coli berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 01-7388-2009 tentang batas
maksimum cemaran mikroba yang diijinkan atau direkomendasikan dapat diterima dalam bahan
makanan asal hewan adalah 1 x 10 cfu/gr.
HASIL

(Sumber: Selfiana Dwi Rosa dkk, 2017)


PEMBAHASAN
Pencemaran mikroba pada bahan pangan merupakan hasil kontaminasi langsung atau tidak
langsung dengan sumber-sumber pencemar mikroba

Kontaminasi yang tinggi dari Escherichia coli pada daging ayam berhubungan erat dengan
rendahnya kesadaran akan kebersihan sanitasi dan higienis dalam proses penyajian dan penanganan
terhadap daging.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah serta jenis mikroba yang terdapat dalam makanan,
diantaranya adalah sifat makanan itu sendiri (pH, kelembaban, dan nilai gizi) keadaan lingkungan
sumber makanan tersebut diperoleh, serta kondisi pengolahan ataupun penyimpanan.

Jumlah mikroba yang terlalu tinggi mengakibatkan perubahan nutrisi, nilai gizi atau bahkan
merusak makanan tersebut.

Foodborne disease adalah suatu penyakit yang merupakan hasil dari pencernaan dan
penyerapan makanan yang mengandung mikroba oleh tubuh manusia.

Memperbaiki sanitasi terutama lingkungan, merupakan salah satu solusi terbaik dalam
mengantisipasi cemaran mikroba.
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa dari 4 sampel yang diujikan,
3 sampel dinyatakan positif tercemar bakteri Escherichia coli. Hasil yang positif semuanya
melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI, nilai cemaran Escherichia coli
terendah yaitu 2,6 x 10 cfu/gr dan nilai tertinggi cemaran yaitu 3,1 x 10 cfu/gr.

Batas Maksimum Cemaran Mikroba (BMCM


Jenis Cemaran Mikroba Daging Segar/beku Daging Tanpa Tulang

a) Jumlah Total Kuman (Total Plate 1 x 104 1 x 104


Standar Nasional Count)
Indonesia SNI 01-7388-
2009 tentang spesifikasi b) Coliform 1 x 102 1 x 102
persyaratan mutu batas c) Escherichia coli (*) 1 x 101 1 x 101
maksimum cemaran
d) Enterococci 1 x 102 1 x 102
mikroba pada daging
(Dalam Satuan CFU/g). e) Staphylococcus aerus 1 x 102 1 x 102

f) Clostridium sp 0 0

g) Salmonella sp (**) Negatif Negatif

h) Camphylobacter sp 0 0

i) Listeria sp 0 0
DOKUMENTASI

Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner


BB-Vet Kab.Maros
DOKUMENTASI

Proses Pengujian Cemaran Mikroba Escherichia coli


TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai