Anda di halaman 1dari 60

ANATOMI DAN

FISIOLOGI MATA
Kepaniteraan Klinik Ilmu Mata
Periode 3 Juli 5 Agustus 2017
Rongga Mata/orbita
Merupakan suatu ruangan bentuk
piramid 4 sisi
Tepi :
Margo supraorbitalis os.
Frontalis
Margo lateralis proc.
Zygomaticus ossis frontalis dan
proc. Frontalis ossis zygomatici
Margo infraorbitalis os.
Zygomaticus dan os. Maxilla
Margo medialis crista
lacrimalis anterior procs frontalis
maxillae, crista lacrimalis
posterior ossis lacrimalis dan os.
Frontalis

Pertumbuhan cavum orbitae akan


sempurna pada umur 18-20 th.

Volume cavum orbitae: + 30 cc


Organ-organ di dalam orbita
Peri orbita/ fasia orbitae/ periosteum dinding orbita
Fascia bulbi/ capsula tenon ( fascia yang mengelilingi
bulbus oculi.
Corpus adiposum orbitae ( jaringan lemak)yang mengisi
orbita.
Bulbus oculi
Glandula lacrimalis
N. opticus
Otot-otot ekstinsik bola mata dan M. levator palpebrae.
N. III, N. IV, N. VI dan N. opthalmicus.
Mata dan kelengkapanya dibagi 2. Anatomi Mata:
menjadi:
Segmen Anterior Mata: berisi aqueus
1.Sistem Pelindung Mata: humor
a. Alis a. Kornea
b. Bulu Mata b. Sklera
c. Kelopak Mata c. Konjungtiva
d. Rongga Mata d. Traktus Uvealis ( Iris,
e. Apparatus Lacrimalis Badan Siliar dan Koroid)
e. Lensa

Segmen Posterior Mata: berisi vitrous


humor
a. Vitrous humor
b. Koroid
c. Retina
b. Nervus Opticus
Alis & bulu mata
Organon Vinosus
Organon Visus terdiri dari:
Bulbus oculi
Nervus Opticus
Organon visus accessoria:
Otot-otot bola mata
Palpebrae
Apparatus Lacrimalis
Bulbus Oculi
Terdiri dari:
1. Lapis Luar/Tunika Fibrosa t/d dari Sclera dan Cornea.
2. Lapis Tengah/Tunica vasculosa = UVEA terdiri dari:
Choroid
Corpus ciliare
Iris
3. Lapis Dalam / Tunika Interna t/d Retina (Lapisan
epitel berpigmen)
Media optik/media refrakta
dari depan ke belakang adalah:
Cornea
Humor Aquaous
Lensa Crystalina
Corpus Vitreum
Lapis Luar/Tunika Fibrosa t/d dari Cornea Dan Sclera

CORNEA
Cornea pd org hidup jernih, pd org yg telah meninggal berubah menjadi keruh.

Cornea transparan dan avasculer.

Batas cornea dan sclera disebut Limbus cornea

Cahaya yg masuk dalam cornea akan mengalami pembiasan

Arteri yg memberikan nutrisi pada cornea adalah a. Ciliaris anterior ( tdpt pd limbus cornea).

Cornea juga mendapat nutrisi dari humor aquous

Cornea disarafi oleh N. Ciliaris longus


Kornea merupakan membran
transparan, avascular, meliputi 1/6
anterior bola
Aspectus anterior : tinggi 11,5 mm,
lebar 10,5 mm, agak berbentuk elips
Aspectus posterior : tinngi = lebar
11,5 mm
Epitel kornea
Membrana bowman
Substantia propria/ Stroma cornea
Menyusun 90 %
ketebalan kornea
Terdiri atas lamel yang
merupakan susunan
kolagen yang sejajar satu
dengan lainnya, pada
permukaan terlihat
anyaman yang teratur
sedang di bagian perifer
serat kolagen ini
bercabang.
Membrana Descemet
(membrana limitans posterior)
Merupakan membran
aseluler dan merupakan batas
belakang stroma kornea
dihasilkan sel endotel dan
merupakan membran
basalnya.
Bersifat sangat elastik dan
berkembang seumur hidup,
mempunyai tebal 40 m.
Endothel Kornea
Berasal dari mesotelium, berlapis satu, bentuk
heksagonal, besar 20-40 m. Endotel melekat pada
membran descement melalui hemidesmosom dan
zonula okluden.
Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris
terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf
nasosiliar, saraf ke V saraf siliar longus berjalan
suprakoroid, masuk kedalam stroma kornea,
menembus membran Bowman melepaskan selubung
Schwannya.
Kornea merupakan bagian mata yang tembus
cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan.
Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea,
dimana 40 dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar
masuk kornea dilakukan oleh kornea.
SKLERA
Bagian putih bola mata yang
bersamaan dengan kornea merupakan
pembungkus dan pelindung isi bola
mata.
Sklera berjalan dari papil saraf optik
sampai kornea.

Sklera terdiri atas:


1.Episklera: Lapisan tipis yang
mengandung banyak pembuluh darah,
berhubungan dengan kapsula Tenon
(tunica fascia bulbi)
2.Stroma: avaskular
3.Lamina fuska: Lapisan dalam
berpigmen (kecoklatan)
Lapisan tenagh/ Tunika Vaculosa. Banyak mengandung
pembuluh darah dan pigmen. Td. Choroid, corpus/
processus ciliaris & iris

Choroidea
Berupa membran coklat tua diantara sclera & retina

Di anterior berlanjut menjadi corpus ciliaris

Di posterior berakhir di N. Opticus

Di sebelah luar dipisahkan dari sclera oleh ruang potensial disebut ruang perichoroid

Di sebelah dalam menempel erat pada epithel pigmen

Choroidea disebut UVEA POSTERIOR.

Lapisan ini sangat tipis dan mengandung banyak pembuluh darah


CORPUS CILIARE
Merupakan lanjutan ke depan tunica
choroidea dan berakhir pada radix iridis.
Terdapat tonjolan panjang ( prosesus
ciliaris) dan tonjolan yang pendek ( plica
ciliaris )
Prosesus ciliaris menghasilkan humor
aquous.
Pada proseseus ciliaris terbentang zonula
zinii sebagai penggantung lensa critalina.
Pada corpus ciliare terdapat M. Ciliaris
untuk akomodasi.
Perdarahan : dari a. Ciliaris anterior
Persarafan : Parasimpatis yg berasal dari N.
III.
Ora Serrata batas dari retina
Drainase Humor Aquos
Humor akuos
bertanggung jawab
mengatur tekanan
intraokuler.
Perubahan kecepatan
masuknya humor
akuos ke dalam mata
dr prosesus siliaris
atau kecepatan
keluarnya humor
akuos darii sudut
filtrasi
mempengaruhi
tekanan intraokuler.
Iris
Merupakan lanjutan corpus ciliare ke depan dan
merupakan diafragma yang membagi bola mata
menjadi segmen anterior dan segmen posterior.
Iris di bagian tengah membentuk celah yang
disebut PUPIL.
Iris membagi camera Oculi menjadi 2 yaitu
Camera Oculi Anterior
Camera Oculi Posterior
Terdapat 2 otot :
1. M. Sphincter pupilae ( berjalan circulair )
Bila kontraksi, pupil mengecil disebut Myosis.
Bila relaksasi, pupil melebar disebut Midriasis
2. M. Dilataor pupilae ( berjalan radiar )
Bila kontraksi, pupil dilatasi ( midriasis )
Fungsi pupil untuk mengatur jumlah sinar yang
masuk ke mata.
Lapis Dalam / Tunika Interna t/d Retina (Lapisan
epitel berpigmen)

Retina
Merupakan membran saraf yang tipis , halus , tidak berwarna dan
semitransparan yang melapisi 2/3 bagian posterior sisi dalam bola mata.

Berfungsi sebagai reseptor sinar.

Permukaan luar berhub. dg tunica choroidea,

Permukaan dalam berhub. dg membran hyaloidea ( pembungkus corpus vitreum )


Makula:
Terdapat di tengah-tengah retina posterior.
berdiameter 5.5 6,0mm, yang dibatasi oleh arcade pembuluh darah
retina temporal.

Makula Lutea:
Berdiameter 3 mm, mengandung pigemen luteal xantofil berwarna
kuning

Fovea:
Zona avascular di tengah makula lutea, berdiameter 1.5mm.
Foveola adalah bagian paling tengah pada fovea, berdiameter 0,3mm.
Hanya terdapat sel kerucut.
Berfungsi unutuk penglihatan cepat dan rinci.
Retina terdiri atas 10 lapisan:

1. Epitel Pigmen: bag posterior, mengandung sejumlah pingmen melamin. Menyerap


cahaya yang tidak terserap oleh sel batang dan kerucut.

2. Sel Batang dan Sel Kerucut: Sel batang berada di bagian perifer retina, sel kerucut
berada terutama dipusat retina dan terkonsentrasi di fovea makula.

3. Membran Limitans elsterna: Lapisan yang membatasi bagian dalam fotoreseptor dari
inti selnya. Merupakan kontak sel batang & kerucut dengan sel Muller.

4. Lapisan Nukleus Luar: Mengandung nuklues sel batang dan kerucut.

5. Lapisan Pleksiform Luar: Merupakan tempat sinapsis sel fotoreseptor dengan sel
bipolar dan sel dendrit.
6. Lapisan Nuklues Dalam: Merupakan tubuh sel bipolar, sel dendrit dan
sel muller. Lapis ini dapat metabolisme dari arteri retina sentral.

7. Lapisan Pleksiform Dalam: Merupakan tempat sinaps sel bipolar, sel


amakrin serta sel ganglion.

8. Lapis sel Ganglion: Mengandung nuclei sel ganglion

9. Lapisan serabut saraf: Mengandung akson sel ganglion yang melewati


diskus optic & lamina kribrosa menuju dan menyatu ke saraf optik.

10. Membran Limitans Interna: Merupakan membrane hialin antara retina


dan badan kaca.
LENSA
Merupakan jaringan transparan, tidak berwarna, avascular dan berbentuk
bikonveks.

Ligamen suspensor (Zonula zinii) menghubungkan otot-otot siliaris


dengan lensa.

Mengandung 65% air, 35% protein.

Berfungsi sebagai media refraksi dan mempunyai sifat elastis sehingga


berubah-ubah kecembungannya.

Lensa terdiri dari 3 bagian, yaitu: Kapsul, cortex, nucleus.


Lensa potongan horizontal

Capsula Kutub
lensa anterior Epithel
anterior
Serat lensa
baru
secunder
terbentuk
Inti serat
Epith
equator lensa
el
Equato
r

Serat lensa
primer
Kutub
posterior
Badan kaca (Vitrous Humor)
Badan kaca mengisi rongga bola mata, bersifat gelatin dan semi
cair.
Terletak antara lensa dengan retina.
Mengandung air sebanyak 99%, 1% hyaluronic acid dan serabut
kolagen
Merupakan 2/3 bagian dari seluruh volume mata.
Tekanan mata dipengaruhi tekanan badan kaca pd posterior mata
& humor akuos yg mengisi kamera anterior (bilik depan).
Tidak mengandung pembuluh darah dan saraf.
FUNGSI VITROUS HUMOR
- Mempertahankan bentuk bola mata agar tetap bulat
- Mengisi ruang untuk meneruskan sinar dari lensa ke retina.
- Jembatan untuk memindahkan metabolit antara bag anterior dan
posterior bola mata.
N. Opticus
Mengandung sekitar sejuta akson
dari sel-sel ganglion retina.
Muncul dari permukaan posterior
bola mata melalui foramen
posterior sklera.
Dari kedua bola mata, n. opticus
bergabung menjadi optic chiasma.
Diskus opticus (blind spot) adalah
titik di retina untuk keluarnya N.
opticus, tidak sensitive terhadap
sinar, tidak mengangung
fotoreseptor sehinga tidak dapat
untuk melihat.
Diskus opticus ditembus oleh
arteri dan vena centralis retina.
Otot Penggerak Mata
ALAT PENGGERAK BOLA MATA
Terdiri dari otot-otot ekstrinsik bola mata yaitu:
M.Rectus superior disarafi N.III
M.Rectus medialis disarafi N.III
M.Rectus inferior disarafi N.III
M.Rectus lateral disarafi N.IV
M.Obliquus superios disarafi N.VI
M.Obliquus Inferior disarafi N.III
PERSARAFAN BOLA MATA OLEH:

N.Abduscent
N.Trochlearis
N.Occulomotorius
N.Ophtalmicus
N.Opthalmicus didekat fissura orbitalis superior akan
bercabang menjadi;
N.Lacrimalis
N.frontalis
N.Nasociliaris
Mekanisme pergerakan bola mata
Organ ascesories Mata

Palpebra

Konjungtiva

Aparatus lacrimalis
Kelopak Mata/PAlPEBRA
Merupakan penutup aditus
orbita dan juga merupakan
pelindung bola mata terdiri dari
beberapa lapis yaitu:

1. Cutis
2. Subcutis
3. Otot
4. Lapisan submusculer
5. Lapisan fibrous (Tarsus)
6. Tarsus: merupakan
kerangka palpebra
Bagian-bagian palpebra

Kelenjar Otot Tarsus Septum orbita

kelenjar Moll: Otot orbikularis okuli Merupakan jaringan Pembatas isi


menghasilkan berjalan melingkar di ikat di dalamnya orbita dengan
keringat dalam kelopak atas terdapat kelenjar kelopak
dan bawah, terletak Meibom (40 buah di depan
kelenjar Zeis:
di bawah kulit kelopak atas dan 20
menghasilkan
kelopak, berfungsi di kelopak bawah
minyak
untuk menutup bola
kelenjar mata
Meibom:
menghasilkan Otot levator
palpebra berfungsi
minyak
untuk mengangkat
kelopak mata atau
membuka mata
Konjungtiva merupakan membran yang
menutupi sklera dan kelopak bagian belakang.
Konjungtiva Bermacam-macam obat mata dapat diserap
melalui konjungtiva ini.
Konjungtiva mengandung kelenjar musin yang
di hasilkan oleh sel Goblet.

Konjungtiva terdiriatas tiga


bagian, yaitu :
a. Konjungtiva tarsal yang
menututpi tarsus, konjungtiva
tarsal sukar digerakkan dari tasus.
b. Konjungtiva bulbi menututpi
sklera dan mudah di gerakkan dari
sklera di bawahnya.
c. Konjungtiva fornises atau
forniks konjungtiva yang
merupakan tempat peralihan
konjungtiva tarsal dengan
konjungtiva bulbi.
Aparatus Lacrimalis
Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian, Lacrima (air mata) dibentuk supaya
yaitu : melindungi cornea dari kekeringan
Sistem produksi atau glandula dan untuk membersihkan kornea
lakrimal. Glandula lacrimalis ini terletak pada
Glandula lakrimal terletak di temporo sudut lateral cavum orbita.
antero superior rongga orbita. Pengaliran air mata dari glandula
Sistem ekskresi, yang terdiri atas lacrimalis setelah membasahi
pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, kornea akan mengalir ke punctum
sakus lakrimal dan ductus nasolakrimal. lacrimalis canaliculi lacrimalis
Sakus lakrimal terletak di bagian depan saccus lacrimalis ductus
rongga orbita. Air mata dari duktus nasolacrimalis meatus nasi
lakrima akan mengalir ke dalam rongga inferior
hidung di dalam meatus inferior.
Drainase air mata
FISIOLOGI MATA
MATA: FOTORESEPTOR

Mata adalah organ sensorik yang menjadi reseptor


untuk stimulus cahaya

Mata menggunakan lensa dan pupil untuk memfokuskan


cahaya pada retina

Vision, adalah proses mulai dari cahaya yang


dipantulkan benda menjadi mental image yang kita lihat
AKOMODASI
Kontraksi otot siliaris menyebabkan ligament
suspensorium relaksasi
kapsul lensa menjadi lebih spheris (balooning)
akibat elastisitas alami kapsul lensa
Jaras pengelihatan
1. Sel batang dan kerucut
2. Sel bipolar retina
3. Sel ganglion retina
4. Impuls meninggalkan retina
melalui nervus opticus (N. II)
5. Serabut menyilang di
chiasma opticum
6. Tractus opticus
7. Radiatio opticus
8. Serabut radiatio opticus
berakhir di cortex
pengelihatan (lobus occpitial
cerebri Broadmann area 17)
Mekanisme reflex pupil
Reseptor cahaya terang terpusat
pada fovea
Visual pathway

4.2 Seeing | Introduction to Psychology


Visual pathway