Anda di halaman 1dari 13

PROSES PENGADAAN PERUMAHAN

DAN
PERMASALAHAN UMUM
PERUMAHAN

SESI PERKULIAHAN KE: 11


MODUL: M-11
SESI KE: 11
WAKTU: 2 x 50 Menit
PROSES PENGADAAN PERUMAHAN DAN
PERMASALAHAN UMUM PERUMAHAN
I. Sasaran Pembelajaran:
Pada akhir sesi ini mahasiswa diharapkan mampu Mengenal dan memahami proses pengadaan perumahan dan permasalahan umum
perumahan
II. Topik Kajian/Bahasan:
PROSES PENGADAAN PERUMAHAN DAN PERMASALAHAN UMUM PERUMAHAN
III. Deskripsi singkat:
Dalam sesi ini Anda akan mempelajari tentang proses pengadaan perumahan dan permasalahan umum perumahan
IV. Bahan Bacaan:
1. Direktorat Pekerjaan Umum, Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman.
2. Silas Johan, 1985. Perumahan dan Permukiman (Buku 1 dan 2),
3. Turner, J.F.C, 1976. Housing by People, Marions Boyars.
V. Pertanyaan Kunci/Tugas:
Pada saat Anda membaca materi berikut, gunakanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk memandu Anda.
1. Jelaskan proses pengadaan perumahan?
2. Jelaskan permasalahan umum perumahan?
MODUL AJAR 11
ARSITEKTUR PERMUKIMAN
PENYAJIAN MATERI
PENDAHULUAN
A. PROSES PENGADAAN PERUMAHAN
B. PERMASALAHAN UMUM PERUMAHAN
C. PERKEMBANGAN PENDUDUK
D. SISTIM PEMBIAYAAN
PENUTUP
PENDAHULUAN
Pada modul ajar ke-11 (sebelas) ini akan diberikan materi tentang
proses pengadaan perumahan dan permasalahan umum perumahan.
Hal ini terkait dengan perkembangan permukiman, perencanaan dan
pembangunan permukiman.
Tujuannya adalah agar mahasiswa mampu mengenal dan memahami
proses pengadaan perumahan dan permasalahan umum perumahan.
A. PROSES PENGADAAN PERUMAHAN
(Tinjauan Aspek Fisik)
Pembangunan Rumah Baru:
Perumnas
Developer (Real Estate)
Instansi
Individu
KIP (Kampung Improvement Program), Pemugaran (renovasi, restorasi), Site and
services (kapling siap bangun, kapling siap pakai), Peremajaan kota (Urban
renewal):
Pembangunan baru
KIP
Konsolidasi lahan
Site and services
B. PERMASALAHAN UMUM PERUMAHAN
Perkembangan penduduk (perkotaan)
Pertanahan
Sistem Pembiayaan
Pengembangan Wilayah
Prasarana Lingkungan
Teknis Teknologis
Partisipasi Masyarakat/ Pengembangan Komunitas
Prinsip-prinsip yang mendasari pengembangan
teknologi dibidang perumahan:
Peningkatan jumlah rumah
Keterbatasan tanah
Keterjangkauan (harga)
Sumber daya alam dan manusia
Proses pembangunan perumahan Pendekatan teknis
Standar di bidang perumahan Rumah sebagai komoditi
Industri komponen rumah

Standardized

centralization
PROSES PENGADAAN PERUMAHAN
Penguasaan Penyelidikan
Pemilihan lokasi Ijin lokasi
tanah tanah

Karakteristik Konsep
Survei pasar Potensi lahan
pemukim perencanaan

Pembangunan
Pembangunan Grading / land Site plan
rumah
infrastruktur development Desain rumah
Jual
MASALAH POKOK PEMBANGUNAN PERUMAHAN
(Sarjono, Prisma, 1986)
1. KEPENDUDUKAN 5. TEKNOLOGI DAN INDUSTRI KONSTRUKSI
Pertambahan (deret ukur x deret hitung) - Industri komponen bahan bangunan (material):
Distribusi (urbanisasi, penduduk kota > lokal, massal, biaya, tersedia, standar
penduduk desa) - Proses pembangunan
- Penggunaan teknologi-konstruksi
2. PENGEMBANGAN WILAYAH 6. PERATURAN DAN PERUNDANGAN
- Nasional - UU, RUTR Kota, Perda, skala proritas
- Regional zonasi/pemintakatan x kebutuhan
- Lokal
3. PERTANAHAN 7. KELEMBAGAAN (ORGANISASI & INSTITUSI)
Terbatas, langka, bertambah mahal - Terkait, koordinasi, administrasi birokrasi, fungsi
Pengendalian pemerintah daerah
4. PEMBIAYAAN 8. PARTISIPASI MASYARAKAT
- Kemampuan masyarakat (affordability) - Sumber daya manusia (skill dan distribusi)
- Sumber dana - Masyarakat sebagai pelaku (subyek)
C. PERKEMBANGAN PENDUDUK
Laju pertumbuhan penduduk perkotaan yang tinggi (proses urbanisasi, dan
perubahan kuantitas).
Perubahan perilaku dan kebutuhan penduduk; mobilitas, gaya hidup
(perubahan kualitas).
Nilai rumah bergeser, dari kebutuhan dasar menjadi status sosial dan
komoditi ekonomi.
Mobilitas penduduk mendorong disparitas ketersediaan rumah (perdesaan
banyak rumah tak berpenghuni, perkotaan banyak rumah penghuni
berjejal).
Kesenjangan pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan ruang, rumah
dan prasarananya. Standar layanan semakin menurun.
D. SISTIM PEMBIAYAAN
PEMERINTAH;
Semakim menurun
Subsidi dihapus
Prasarana diserahkan ke daerah
SWASTA;
Semakin berkembang (variasi KPR dan komersial)
Belum ada regulasi pengendalian
MASYARAKAT;
Posisi tetap inferior, tidak ada perlindungan dan dukungan
PENUTUP
Setelah penyajian materi modul ajar ke-11 (sebelas) yang disertai
contoh penjelasan tambahan, dilakukan tanya-jawab dan diskusi
antara dosen dan mahasiswa serta antar mahasiswa agar dapat lebih
mengenal, dan memahami materi yang disampaikan.