Anda di halaman 1dari 34

TEKNIK & INSTRUMEN

PENILAIAN
By. Habibati, S.Pd., M.Sc.

1
PENDAHULUAN
Penilaian yg dilakukan pendidik tdk hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning),
melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai
pembelajaran (assessment as learning).
Penilaian atas pembelajaran dilakukan utk mengukur capaian peserta didik thd kompetensi yg
telah ditetapkan.
Penilaian untuk pembelajaran memungkinkan pendidik menggunakan informasi kondisi
peserta didik sebagai umpan balik utk memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian sebagai pembelajaran memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan
belajarnya untuk menentukan target belajar.
Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, artinya semua indikator diukur, kemudian
hasilnya dianalisis utk menentukan KD yg telah dan yg belum dikuasai peserta didik serta utk
mengetahui kesulitan belajar peserta didik.
Hasil penilaian dianalisis utk menentukan tindak lanjut, berupa program remedial bg peserta didik
dg pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bg peserta didik yg telah2

memenuhi ketuntasan.
PENILAIAN SIKAP

3
1. PENGERTIAN PENILAIAN SIKAP
Penilaian sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku peserta didik sebagai
hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Penilaian sikap ditujukan utk mengetahui capaian dan membina perilaku serta budi
pekerti peserta didik sesuai butir2 sikap dlm Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi Inti
Sikap Spiritual (KI-1) dan Kompetensi Inti Sikap Sosial (KI-2).
Penilaian sikap spiritual dan sikap sosial dilakukan secara berkelanjutan selama periode
satu semester oleh guru mata pelajaran, guru Bimbingan Konseling (BK), dan wali kelas.
Hasil penilaian sikap tersebut ditulis dalam bentuk deskripsi yg menggambarkan perilaku
peserta didik.

4
2. TEKNIK PENILAIAN SIKAP

Gambar 1. Skema Penilaian Sikap


A. Observasi
Penilaian berdasarkan pengamatan (observasi) adalah penilaian terhadap
kegiatan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Observasi merupakan teknik yg dilakukan secara berkesinambungan
melalui pengamatan perilaku (dg menggunakan indera, baik secara
langsung maupun tdk langsung).
Instrumen yg digunakan dalam observasi adalah lembar observasi sikap
peserta didik berupa daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating
scale) yg harus disertai rubrik.
Aspek perilaku yg diamati meliputi: kejujuran, disiplin, tanggung
jawab, toleransi, gotong royong, santun atau sopan, percaya diri,
ketekunan, rasa ingin tahu, kerajinan, kerja sama, dan peduli lingkungan 6
B. Penilaian Diri
Penilaian diri adalah teknik penilaian sikap yg dilakukan sendiri oleh peserta didik secara
reflektif di mana peserta didik diminta utk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
dirinya dalam berperilaku.
Untuk menghilangkan kecenderungan peserta didik menilai diri terlalu tinggi dan
subyektif, maka penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yg jelas dan objektif.
Instrumen yg digunakan utk penilaian diri berupa lembar penilaian diri.
Dampak positif penilaian diri bagi peserta didik antara lain:
1. Menumbuhkan rasa percaya diri
2. Menyadari kekuatan dan kelemahan diri
3. Mendorong, membiasakan, dan melatih utk berbuat jujur dan objektif
4. Membentuk sikap thd mata pelajaran 7
C. Penilaian Antarteman/Teman Sebaya
Penilaian antarteman adalah penilaian dg cara peserta didik saling menilai perilaku
temannya.
Penilaian antarteman paling cocok dilakukan pd saat peserta didik melakukan kegiatan
kelompok.
Penilaian teman sebaya dilakukan oleh peserta didik terhadap 2 (dua) teman sekelasnya,
dan dia juga dinilai oleh dua orang temannya dalam kelompoknya.
Instrumen yg digunakan berupa lembar penilaian antarteman.
Dampak positif penilaian antarteman, antara lain:
1. objektivitas peserta didik
2. membangun rasa empati
3. mengapresiasi keberagaman/perbedaan
8
4. cara peserta didik merefleksi diri
9
D. Jurnal
Penilaian jurnal merupakan kumpulan rekaman catatan guru dan/atau tenaga
kependidikan di lingkungan sekolah tentang sikap dan perilaku positif atau negatif
peserta didik selama dan di luar proses pembelajaran mata pelajaran.
Asumsinya setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik sehingga yg perlu
dicatat hanya perilaku yg sangat baik (positif) atau kurang baik (negatif) yg
berkaitan dg indikator sikap spiritual dan sikap sosial.
Catatan hal-hal positif dan menonjol digunakan utk menguatkan perilaku positif,
sedangkan perilaku negatif digunakan utk pembinaan dan pendekatan sehingga
peserta didik tsb dpt membiasakan diri berperilaku baik (positif).
Instrumen yg digunakan adalah lembar jurnal peserta didik. Lembar jurnal memuat
catatan sikap peserta didik yg sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dg waktu
terjadinya perilaku tsb, butir-butir sikap, dan tindak lanjut. 10
11
PENILAIAN PENGETAHUAN

12
1. PENGERTIAN PENILAIAN PENGETAHUAN
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian utk mengukur kemampuan
peserta didik berupa pengetahuan factual, konseptual, procedural, dan
metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi.
Penilaian pengetahuan merupakan kegiatan yg dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik.
Penilaian pengetahuan selain berguna utk mengetahui apakah peserta
didik telah mencapai ketuntasan belajar, jg berguna utk mengidentifikasi
kelemahan dan kekuatan penguasaan pengetahuan peserta didik dlm
proses pembelajaran.
13
2. TEKNIK PENILAIAN PENGETAHUAN
Teknik yg biasa digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Namun, tdk
menutup kemungkinan digunakan teknik lain yg sesuai, misalnya portofolio dan observasi.

14

Gambar 2. Skema penilaian pengetahuan


A. Tes Tertulis
Tes tertulis adalah tes dg soal dan jawaban yg disajikan secara tertulis untuk mengukur
atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta tes.
Unstrumen tes tertulis dapat berupa soal, yaitu:
(a) memilih jawaban, dapat berupa:
pilihan ganda
dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
menjodohkan
sebab akibat
(b) mensuplai jawaban, dapat berupa:
isian atau melengkapi
jawaban singkat atau pendek
15
uraian yg dilengkapi pedoman penskoran
TES

URAIAN OBJEKTIF

Terbuka Terbatas Benar- Menjodohkan Pilihan Ganda


Salah

Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan


Ganda Ganda Ganda Ganda Ganda
Biasa Hub Analisis Komplek Membaca
Antar Kasus Diagram/ 16
Hal Grafik/
Gambar
B. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pemberian soal/pertanyaan yg menuntut peserta
didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika
pembelajaran.
Jawaban peserta didik dapat berupa kata, frase, kalimat, maupun paragraf
Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
Dampak tes lisan bagi peserta didik, antara lain:
1. menumbuhkan sikap berani berpendapat
2. dpt digunakan utk mengambil nilai
3. sebagai fungsi diagnostic utk mengetahui pemahaman peserta didik thd
17
kompetensi dan materi pembelajaran
C. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik utk mengukur dan/atau
meningkatkan pengetahuan.
Penugasan yg digunakan utk mengukur pengetahuan (assessment of learning)
dpt dilakukan SETELAH PROSES PEMBELAJARAN.
Penugasan yg digunakan utk meningkatkan pengetahuan (assessment for
learning) diberikan SEBELUM DAN/ATAU SELAMA PROSES PEMBELAJARAN.
Penilaian tugas adalah penilaian atas proses dan hasil pengerjaan tugas yang
dilakukan secara mandiri dan/atau kelompok.
Instrumen penugasan berupa PR dan/atau projek yg dikerjakan secara individu
atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
18
D. Observasi
Observasi untuk penilaian pengetahuan dapat dilakukan selama proses
pembelajaran, misalnya pada waktu diskusi atau kegiatan kelompok.
Hasil observasi digunakan oleh pendidik utk mendeteksi
kelemahan/kekuatan penguasaan kompetensi pengetahuan dan
memperbaiki proses pembelajran khususnya pada indicator yg belum
muncul.

19
INSTRUMEN PENILAIAN
PENGETAHUAN
Soal: PG, Isian,
Jawaban singkat, Daftar pertanyaan
menjodohkan, benar-
salah, uraian
Tes Tes
Tertulis Lisan

Penugasan

Lembar penugasan
(PR, kliping) 20
PENILAIAN KETERAMPILAN

21
1. PENGERTIAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Penilaian keterampilan adalah penilaian utk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik terhadap kompetensi dasar pada KI-4.
Penilaian keterampilan menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu
kompetensi tertentu seperti kemampuan: merancang, mengkontruksi,
membuat sketsa, memperagakan, menulis laporan, mempraktikkan,
mendemonstrasikan, dan menyajikan.
Penilaian ini dimaksudkan utk mengetahui apakah pengetahuan yg sudah
dikuasai peserta didik dapat digunakan utk mengenal dan menyelesaikan
masalah dalam kehidupan sesungguhnya.
22
2. TEKNIK PENILAIAN KETERAMPILAN

Penilaian keterampilan dpt dilakukan dg berbagai teknik antara lain


penilaian praktik/kinerja, proyek, produk, dan portofolio.
Pelaksanaan penilaian keterampilan dilakukan utk menilai proses dan hasil
belajar peserta didik.
Penilaian proses dilakukan melalui penilaian praktik/kinerja selama proses
pembelajaran.
Penilaian hasil belajar dilakukan melalui penilaian produk, penilaian proyek,
dan penilaian portofolio yg diberikan setelah pembelajaran.
Instrumen yg digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) yg dilengkapi rubrik. 23
24
Gambar 3. Skema penilaian keterampilan
A. Penilaian Unjuk Kerja/Kinerja/Praktik
Penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik merupakan penilaian yg menuntut peserta
didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu. Ini dilakukan dg cara
mengamati kegiatan peserta didik dlm melakukan sesuatu.
Penilaian ini cocok digunakan utk menilai ketercapaian kompetensi yg menuntut
peserta didik melakukan tugas tertentu seperti praktikum di laboratorium.
Pengamatan unjuk kerja/kinerja/praktik dilakukan dlm berbagai konteks utk
menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu.
Misalnya utk menilai unjuk kerja/kinerja/praktik di lab dilakukan pengamatan
terhadap penggunaan alat dan bahan praktikum.
Instrumen utk mengamati unjuk kerja/kinerja/praktik peserta didik dpt berupa:
lembar penilaian kinerja yg disertai dg daftar cek (checklist) atau skala penilaian
25
(rating scale) dan dilengkapi rubrik penilaian.
B. Penilaian Proyek
Penilaian projek adalah kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan
perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yg hrs diselesaikan dalam periode/waktu
tertentu.
Tugas tersebut berupa suatu investigasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data, sampai pelaporan
secara tertulis maupun lisan dlm waktu tertentu.
Manfaat penilaian proyek adalah utk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, inovasi, dan kreativitas, kemampuan penyelidikan, dan kemampuan
peserta didik menginformasikan mata pelajaran tertentu secara jelas.
Instrumen utk menilai proyek peserta didik dpt berupa: lembar penilaian proyek yg
disertai dg daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale) dan dilengkapi rubrik
penilaian. 26
27
28
C. Penilaian Produk
Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk,
teknologi, dan seni, seperti: makanan, pakaian, sarana kebersihan, alat-alat teknologi, hasil
karya seni, dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastic, atau logam.
Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
a) Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam
merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, serta mendesain produk.
b) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik
dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
c) Tahap penilaian produk meliputi: penilaian produk yg dihasilkan peserta didik
sesuai kriteria yg ditetapkan, misalnya berdasarkan tampilan, fungsi dan estetika.
Penilaian produk biasanya menggunakan cara analitik atau holistic
a) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap
semua kriteria yg terdapat pd semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan,
pembuatan produk, penilaian produk)
b) Cara holistic, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan 29
hanya pd tahap penilaian produk akhir.
Lembar Penilaian Produk
Mata Pelajaran : Kimia Nama Peserta Didik :
Nama Produk : Sabun Kelas :
Skor
No Aspek
1 2 3 4
1 Perencanaan Bahan
2 Proses Pembuatan
a. Persiapan Alat dan Bahan
b. Teknik Pengolahan
c. Keamanan, Keselamatan, dan Kebersihan
3 Hasil Produk
a. Bentuk Fisik
b. Bahan
c. Warna
d. Pewangi
e. Kebaruan 30

Total Skor
Instrumen utk menilai produk peserta didik dpt berupa: lembar
penilaian produk yg disertai dg daftar cek (checklist) atau skala
penilaian (rating scale) dan dilengkapi rubrik penilaian.

31
D. Penilaian Portofolio
Penilaian fortofolio adalah penilaian yg dilakukan dg cara menilai kumpulan seluruh
karya peserta didik dalam bidang tertentu yg bersifat reflektif-integratif utk
mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam
kurun waktu tertentu.
Ada 3 tipe portofolio yaitu:
1. portofolio dokumentasi
2. portofolio proses
3. portofolio pameran.

Pada akhir suatu periode, hasil karya tsb dikumpulkan dan dinilai oleh pendidik
bersama peserta didik.
Portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar individu peserta
didik melalui kumpulan karyanya.
Portofolio tsb disimpan dalam suatu folder dan diberi tanggal pembuatan sehingga
perkembangan kualitasnya dpt dilihat dari waktu ke waktu. 32
Hal-hal yg perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian portofolio adlh
sbb:
a) PD merasa memiliki portofolio sendiri
b) Tentukan bersama hasil kerja apa yg akan dikumpulkan
c) Kumpulkan dan simpan hasil kerja peserta didik dalam 1 map atau folder
d) Beri tanggal pembuatan
e) Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja peserta didik
f) Minta PD utk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan
g) Bagi yg kurang beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka
waktunya
33

h) Bila perlu, jadwalkan pertemuan dg orang tua


RUANG LINGKUP PENILAIAN

Observasi Tes Tulis


Penilaian diri Tes Lisan
Penilaian antar
Penugasan
peserta didik
Jurnal Sikap Pengetahuan

Keterampilan
Unjuk
kerja/kinerja/praktek
Projek
34
Produk
Portofolio