Anda di halaman 1dari 17

KONFIGURASI

MOLEKUL

oleh :
kelompok
camelia
Muzaimah
1
Rahmatia Yunita
ulfa Meri sari
hardina

Nurul Maghfirah
hayati
i. Tujuan Percobaan

Untuk mengenal dan mengetahui model-


model molekul dari beberapa senyawa
dengan menggunakan molimot notasi D
dan L.
II. Dasar teori

Stereokimia mempepelajari susunan atom 1 gugus dari suatu molekul


yang terjadi karena reaksi kimia(stereokimia dinamik) ikatan dalam
senyawa C. atom C adalah tetravalen dan pada senyawa jenuh keempat
ikatan tersebut kira-kiraidentik. Penataan (konformasi) senyawa rantai
terbuka dapat digunakan beberapa cara yakni proyeksi newman, fischer,
saw horse, dan wedge line (Respati: 1986).
Model molekul didefinisikan sebagai gambaran ideal dari suatu sistem
atau proses, seringkali dalam bentuk persamaan matematika, atau
perencanaan yang digunakan untuk memfasilitas perhitungan dan
prediksi. Olek karena itu pemodelan molekul tersebut terkait dengan
cara untuk meniru perilaku molekul dan sistem molekul (Prianto:2010).
Lanjutan..

Bentuk molekul yaitu suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti
atom-atom terikat oleh garis lurus. Karena dua titik membentuk suatu
garis lurus, maka semua garis lurus diatomik berbentuk linear. Tiga titik
maka berbentuk datar atau planar. Bentuk datar dan bentuk linear
kadang kadang ditemui, tapi jumlah atom menemukan gambaran tiga
dimensi. Bentuk molekul tidak dapat diramalkan dari rumus empiris,tapi
melalui percobaan (Sukarti:1996).
Molekul kiral adalah benda yang menunjukkan sifat ketanganan. Benda
kiral dapat dikenali dengan bayangan cermin, dia tidak identik atau tidak
dapat impitkan (super imposable) dengan bendanya sendiri. Molekul
akiral tidak mempunyai sifat ketangan. Benda benda dapat dikenali
dengan bayangan cerminnya identik (superimposable) dengan bendanya
sndiri. (Hart: 1983).
III. ALAT

1. Molimot atom C warna hitam


2. Molimot atom N warna putih
3. Molimot atom H warna hijau
4. Molimot atom O warna merah
5. Lidi
6. Cutter
IV. Setelah Perlakuan
4.2.1 konfigurasi berdasarkan notasi D
Atom C

Diambil 3 buah
Dihubungkan sesamanya dengan pasak
Dipasang pasak pada setiap lubang yang tersisa
Pada atom C (1) dipasang 2 buah pasak
Dia ambil satu atom O, dipasang pada lubang yang tersedia dengan pasak dari
atom C (1)
Di ambil 1 atom H , dipasang pada atom C (1)
Pada atom C (2) dipasang dengan 2 pasak
Diambil 1 atom H dipasang pada bagian kanan pengamat
Diambil 1 atom O dipasang pada bagian sejajar pengamat
1 lubang pada O dipasangkan lagi dengan pasaklalu dipasangkan atom H
Pada atom C (3) dipasang 3 pasak
Di ambil 2 atom H dipasangkan pasak dilubang pada atom O lalu sisa lubang
atom C dengan O
Sisa lubang atom O dipasangkan pasak lau ditambahkan 1 atom H

D-2,3-dihidroksipropanal
Atom C

Diambil 3 buah
Dihubungkan sesamanya dengan pasak
Dipasang pasak pada setiap lubang yang tersisa
Pada atom C (1) dipasang 2 buah pasak
Dia ambil 2 atom O, dipasang pada lubang yang tersedia dengan
pasak dari atom C (1)
Di ambil 1 atom H , dipasang pada atom C (1)
Pada atom C (2) dipasang dengan 2 pasak
Diambil 1 atom H dipasang pada bagian kiri pengamat
Diambil 1 atom O dipasang pada bagian sejajar pengamat
1 lubang pada O dipasangkan lagi dengan pasaklalu
dipasangkan atom H
Pada atom C (3) dipasang 3 pasak
Di ambil 2 atom H dipasangkan pasak dilubang pada atom O
lalu sisa lubang atom C dengan O
Sisa lubang atom O dipasangkan pasak lau ditambahkan 1 atom
H
D-asam-2,3-dihidroksipropanal
Atom C

Diambil 3 buah
Dihubungkan sesamanya dengan pasak
Dipasang pasak pada setiap lubang yang tersisa
Pada atom C (1) dipasang 2 buah pasak
Dia ambil 1 atom O, dipasang pada lubang yang tersedia dengan
pasak dari atom C (1)
Di ambil 1 atom H , dipasang pada atom C (1)
Pada atom C (2) dipasang dengan 2 pasak
Diambil 1 atom H dipasang pada bagian kIri pengamat
Diambil 1 atom O dipasang pada bagian sejajar pengamat
1 lubang pada O dipasangkan lagi dengan pasaklalu dipasangkan
atom H
Pada atom C (3) dipasang 3 pasak
Di ambil 3 atom H dipasangkan pasak dilubang lubang atom C
D-2-dihidroksipropanal
4.2.3 Konfigurasi berdasarkan Notasi L
Atom C

Diambil 3 buah
Dihubungkan sesamanya dengan pasak
Dipasang pasak pada setiap lubang yang tersisa
Pada atom C (1) dipasang 2 buah pasak
Dia ambil satu atom O, dipasang pada lubang yang tersedia dengan pasak
dari atom C (1)
Di ambil 1 atom H , dipasang pada atom C (1)
Pada atom C (2) dipasang dengan 2 pasak
Diambil 1 atom H dipasang pada bagian kanan pengamat
Diambil 1 atom O dipasang pada bagian sejajar pengamat
1 lubang pada O dipasangkan lagi dengan pasaklalu dipasangkan atom H
Pada atom C (3) dipasang 3 pasak
Di ambil 2 atom H dipasangkan pasak dilubang pada atom O lalu sisa
lubang atom C dengan O
Sisa lubang atom O dipasangkan pasak lau ditambahkan 1 atom H
L-2,3-dihidroksipropanal
Atom C
Diambil 3 buah
Dihubungkan sesamanya dengan pasak
Dipasang pasak pada setiap lubang yang tersisa
Pada atom C (1) dipasang 2 buah pasak
Dia ambil 2 atom O, dipasang pada lubang yang tersedia
dengan pasak dari atom C (1)
Di ambil 1 atom H , dipasang pada atom C (1)
Pada atom C (2) dipasang dengan 2 pasak
Diambil 1 atom H dipasang pada bagian kanan pengamat
Diambil 1 atom N dan 2 atom H dipasang pada bagian
sejajar pengamat
Pada atom C (3) dipasang 3 pasak
Di ambil 3 atom H dipasangkan pasak dilubang lubang
atom C

L- analin
Atom C

Tentukan berapa jumlah atom yang dipakai


Rangkai molimod sesuai notasi L
Dirangkai terlebih dahulu bentuk tetrahedral
Disambung dua tetrahedral menjadi satu
Pada C sebelah kanan dirangkai bentuk C
prioritas
Kemudian disebelah kiri dirangkai gugus NH3

L- glisina
V. Pembahasan
Molimod adalah suatu alat peraga untuk menggambarkan bentuk suatu
molekul. Molimod biasanya dibuat berupa bulatan-bulatan yang
dihubungkan oleh suatu batangan. Bulatan tersebut bertindak sebagai
suatu atom, sedangkan batangannya sebagai ikatan. Bulatan mempunyai
warna-warna yang berbeda untuk membedakan mana yang bertindak
sebagai atom pusat dan yang bertindak sebagai atom yang terikat pada
atom pusat. Molimod tersebut dapat dibongkar pasang sesuai dengan
bentuk molekul yang diinginkan.
Percobaan ini dilakukan dengan pembuatan beberapa senyawa dengan
notasi D dan L. Penentuan notasi D dan L ini didasarkan pada letak
gugus OH yang melekat pada C kiral. C atom C kiral merupakan atom C
yang mengikat empat gugus fungsi yang berbeda. C kiral ini yang
digunakan sebagai patokan apakah suatu senyawa di katakan bernotasi D
atau L.
Lanjutan
Pembuatan bentuk senyawa notasi D dan L menggunakan alat peraga
molimod dan penghubungnya menjadi bentuk molekul beberapa senyawa
tertentu, sehingga lebih mudah memahami bentuk dan posisi stabil suatu
senyawa.Molimod yang digunakan pada percobaan ini berasal dari bola
pancing yang telah diwarnai, dimana atom C berwarna hitam, atom O
berwarna merah, atom H berwarna hijau, dan atom N berwarna putih.
Penghubung yang digunakan adalah tusuk sate, karena dengan menggunakan
tusuk sate, dapat dengan mudah untuk menghubungkan atara atom-atom
dalam senyawa.
Percobaan pembuatan notasi D dilakukan pada senyawa D-2,3-
dihidroksipropanal, D-asam 2,3-dihidroksipropanoat, dan D-2-
hidroksipropanal. Molimod dirangkai terlebih dahulu beberapa bentuk CH4
yang berbentuk tetrahedral dengan menggunakan lidi/ tusuk sate, kemudian
dihubungkan beberapa CH4 yang telah dirangkai sesuai jumlah atom karbon
dalam senyawa.
Lanjutan
Tentukan atom C kiral pada struktur tersebut, atom C kiral tersebut
dipasangkan salah satu gugus OH. Selanjutnya gugus yang lebih berprioritas
dipasangkan pada atom karbon pertama, karena gugus lebih berprioritas selalu
berada paling atas. Gugus OH dipasang disebelah kanan dari pengamat dan atom
H diletakkan jauh dari pengamat agar dapat ditentukan notasi D.
Sebaliknya, aturan untuk menentukan notasi Ljuga tidak berbeda jauh dari notasi
D. Perbedaannya hanya pada gugus OH yang terletak di sebelah kiri dari
pengamat. Senyawa yang dibuat berdasarkan notasi L adalah L-glisina, L-alanin
dan L-2,3-dihidroksipropanal. Dimana untuk membentuk ketiga senyawa
tersebut, maka hal yang pertama yang harus dilakukan adalah membuat
kerangka awal yaitu berupa kerangka CH4. kemudian dihubungkan beberapa
CH4 sesuai dengan jumlah dari atom C. Selanjutnya tentukan terlebih dahulu C
kiral yang digunakan sebagai patokan dalam membuat notasi. Kemudian, atom H
pada C kiral berada paling jauh dari pengamat. Lalu letakkan atom prioritas pada
atom C paling pertama/atas dan gugus OH pada kiri pengamat yang
menandakan bahwa senyawa tersebut benotasi L.
vi. kesimpulan
1. Penentuan notasi D dan L ditentukan berdasarkan pada letak
gugus OH yang terikat pada C kiral.
2. Atom C yang dikatakan kiral ialah atom C yang mengikat empat
gugus yang berbeda.
3. Kerangka awal dalam membentuk senyawa bernotasi D dan L
menggunakan kerangka senyawa berbentuk tetrahedral CH4.
4. Perbedaan antara senyawa notasi D dan L adalah gugus OH yang
berada pada sebelah kanan untuk notasi D dan sebelah kiri untuk
notasi L.
5. Gugus prioritas selalu berada pada atom C pertama
6. Atom H selalu diletakkan paling jauh atau membelakangi
pengamat.
Daftar pustaka

Hart, Harold. 1983. Kimia Organik Edisi Keenam. Jakarta :


Erlangga .

Prianto, Bayu. 2010. Pemodelan Kimia Komputasi. Jakarta :


Erlangga.

Respati. 1986. Pengantar Kimia Organik. Jakarta:Aksara


Baru.

Sukarti. 1996. Kimia Jilid 1. Jakarta : PT. Pabelan.


THANK YOU