Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 3

MANGROVE
Pengertian Mangrove

Hutan mangrove dikenal juga


dengan istilah tidal forest, coastal
woodland, vloedbosschen dan
hutan payau (bahasa Indonesia).
Merupakan suatu tipe hutan yang
tumbuh di daerah pasang surut,
terutama di pantai yang
terlindung, laguna dan muara
sungai yang tergenang pada saat
pasang dan bebas dari genangan
pada saat surut yang komunitas
tumbuhannya bertoleransi
terhadap garam.
CIRI-CIRI TERPENTING

Memiliki jenis pohon yang relatif sedikit;


Memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora) misalnya
seperti jangkar melengkung dan menjulang serta akar yang
mencuat vertikal.
Memiliki biji (propagul) yang bersifat vivipar atau dapat
berkecabah dipohonnya , khususnya pada Rhizophora spp.
Memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon.
Pelindung terhadap
Pengendapan bencana alam Penambah
lumpur unsur hara

Penambat
Habitat
racun
satwa langka

Sumber
Transportasi
Fungsi plasma nutfah
Mangrove
Rekreasi dan Penyerapan
pariwisata karbon

Mencegah
Memelihara
berkembangnya
iklim mikro
tanah sulfat masam
Macam Macam Tanaman Mangrove

Avicennia (Api Api)


Merupakan pohon Mangrove pionir, yang
tumbuhnya selalu di tepi laut maupun di tepi
sungai.

Acrostichum Aureum (Paku Laut)


Merupakan satu-satunya paku di hutan
mangrovedan tumbuhnya bergerombol
membentuk rumpun.
Acanthus (Jeruju)
Jeruju tumbuh mengelompok pada
tempat-tempat yang becek dan terbuka,
atau di tepi parit alam hutan mangrove.

Rhizopora (Bakau)
Ada tiga jenis yang tergolong dalam
marga ini, yaitu R. mucronata , R.
apiculata dan R. stylosa. Jenis jenis ini
dikenal dengan nama bakau, dan
merupakan jenis yang umumdi hutan
mangrove
Kondisi Tanaman Mangrove
di Indonesia
1999 = 8,6 juta hektar
2005= 5,58 juta hektar
2016 = 3,6 juta hektar

Dari tahun ke tahun Indonesia telah


kehilangan hutan mangrove
Penyebab Kerusakan Hutan
Mangrove di Indonesia
Secara garis besar ada dua faktor penyebab kerusakan hutan
mangrove, yaitu :
Faktor manusia
merupakan faktor dominan penyebab kerusakan hutan mangrove
dalam hal pemanfaatan lahan yang berlebihan.
Faktor alam
Seperti : banjir, kekeringan dan hama penyakit, yang merupakan
faktor penyebab yang relatif kecil.
Penyebab Kerusakan Hutan
Mangrove di Indonesia
Hal-hal utama yang menjadi permasalahan dan penyebab rusaknya
hutan mangrove, antara lain:
1. Kegiatan Tebang Habis.
2. Pengalihan aliran air tawar (misalnya pada pembangunan
irigasi).
3. Konversi Hutan Mangrove
4. Pembuangan sampah cair (Sewage).
5. Pembuangan sampah padat.
6. Pencemaran minyak.
7. Penambangan dan ekstraksi mineral.
8. Permasalahan Kelembagaan dan Pengaturan Hukum Kawasan
Pesisir dan Lautan.
Dampak Kerusakan Hutan
Mangrove
Secata ekonomis
1. Menurunkan hasil tangkapan ikan, udang, kepiting, dan
kerang
2. Hilangnya mata pencaharian nelayan
3. Berkurangnya pendapatan masyarakat pesisir

Secara ekologis
Tidak terkendalinya pengelola terumbu karang,
keanekaragaman ikan, hutan mangrove, erosi pantai,
sedimentasi dan pencemaran, intrusi air laut dan punahnya
berbagai jenis flora dan fauna langka.
Upaya Konservasi Mangrove
Penanaman kembali mangrove
Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir, pemukiman,
vegetasi, dll.
Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk
menjaga dan memanfaatkan mangrove secara
bertanggungjawab.
Ijin usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek
konservasi.
Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan local
tentang konservasi
Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir
Program komunikasi konservasi hutan mangrove
Penegakan hukum
Perbaikan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan
berbasis masyarakat.
Strategi Konservasi Metode 6R
1. Restorasi
upaya untuk menata kembali kawasan mangrove sekaligus melakukan
aktivitas penghijauan
2. Reorientasi
perencanaan pembangunan yang berparadigma berkelanjutan
sekaligus berwawasan lingkungan
3. Responsivitas
upaya dari pemerintah yang peka dan tanggap terhadap problematika
kerusakan ekosistem mangrove
4. RehabilitasI
gerakan rehabilitasi dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembalikan
peran ekosistem mangrove sebagai penyangga kehidupan biota laut.
5. Responsibility
upaya untuk menggalang kesadaran bersama sekaligus meningkatkan
partisipasi masyarakat.
6. Regulasi
Kabupaten Rembang memiliki Perda No. 8 tahun 2007 tentang
pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di Kabupaten
Rembang
Contoh bentuk-bentuk upaya konservasi
hutan mangrove yang telah dilakukan di
Indonesia :
1. MAP (Mangrove Action Project)
sebuah metode yang tidak mengutamakan penanaman bibit
secara langsung pada kawasan yang direhabilitasi, namun
terlebih dahulu melakukan beberapa penilaian dan
perencanaan yang mendukung terjadinya pertumbuhan
mangrove secara alami.
2. Upaya Konservasi Hutan Mangrove Di Kalimantan Barat
Salah satu bentuk upaya konservasi mangrove di Indonesia
dilakukan di Pontianak (Kalimantan Barat).
Dalam upaya pelestarian hutan mangrove di wilayah ini di
handle oleh pihak WWF-Indonesia.
3. Upaya Konservasi Hutan Mangrove Di Jawa Timur
dilakukannya konservasi hutan mangrove melalui
penanaman bibit mangrove di wilayah Jawa Timur melalui
gerakan Green Camp

Anda mungkin juga menyukai