Anda di halaman 1dari 18

Wita Rebekka Manalu

S1 TEKNIK PERTAMBANGAN

REAKSI PENYANGGA PADA METODE


NEW AUSTRIAN TUNNELING METHOD
(NATM)
PENDAHULUAN

Terowongan adalah struktur bawah tanah yang


mempunyai panjang lebih dari lebar penampang
galiannya, dan mempunyai gradien memanjang kurang
dari 15%. Terowongan umunya tertutup di seluruh sisi
kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada lingkungan
luar.
PENDAHULUAN

Metode konstruksi yang lazim digunakan dalam


pembuatan terowongan antara lain :
Cut and Cover System
Pipe Jacking System (Micro Tunneling)
Tunneling Bor Machine (TBM)
New Austrian Tunneling Method (NATM)
Immersed Tube Tunneling System
METODE KONVENSIONAL
(KLASIK)

Sebelum ditemukannya metode NATM ini, digunakan kayu dan rangka


baja sebagai konstruksi penyangga sementara atau yang dikenal sebagai
metode konvensional (klasik).

Kelemahan dari konstruksi kayu ini menurut Prof. LV. Rabcewicz dalam
bukunya NATM adalah bahwa kayu khususnya dalam keadaan lembab
akan sangat mudah mengalami keruntuhan. Akibat merenggangnya batuan
pada waktu penggalian, sering kali menyebabkan penurunan bagian atas
terowongan. Meskipun baja memiliki sifat fisik yang lebih baik, effisiensi kerja
busur baja sangat tergantung dari kualitas pengganjalan (kontak baja dan
batuan).
NEW AUSTRIAN TUNNELING METHOD
(NATM)

New Austrian Tunneling Method ( NATM ) adalah metode populer


modern terowongan desain dan konstruksi. Teknik ini pertama kali mendapat perhatian
di tahun 1960-an berdasarkan karya Ladislaus von Rabcewicz , Leopold Mller ,
dan Franz Pacher antara tahun 1957 dan 1965 di Austria.

Perbedaan mendasar antara metode tunneling baru ini, yang bertentangan dengan
metode sebelumnya, berasal dari keuntungan ekonomi yang tersedia dengan
memanfaatkan kekuatan geologis yang melekat yang tersedia di sekitar
massa batuan untuk menstabilkan terowongan.

New Austrian Tunneling Method adalah suatu sistem pembuatan tunnel dengan
menggunakan shotcrete dan rock bolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum
lining concrete. Pada masa lalu digunakan kayu atau baja sebagai konstruksi penyangga
sementara.
NEW AUSTRIAN TUNNELING METHOD
(NATM)
SHOTCRETE (PENYANGGA SEMENTARA)

Shotcreting adalah pekerjaan yang dilaksanakan segera


setelah scalling.

Tujuan dilakukan shotcreting adalah :


1. Sebagai konstruksi penyangga sementara tunnel sebelum di
lining concrete (temporary support).
2. Mencegah loosening.
3. Mentransformasi batu yang kurang bagus/keras menjadi batu
keras.
4. Melindungi terhadap kerapuhan batuan akibat perubahan
suhu/cuaca.
JENIS SHOTCRETE

Shotcrete merupakan campuran antara semen, pasir, dan air,


ditambah calcium clorida (CaCl2).

Ada 2 tipe shotcrete, yaitu:


Shotcrete campuran kering (dry-mix shotcrete).
Shotcrete campuran basah (wet-mix shotcrete).
KELEBIHAN SHOTCRETE

Efektif dan praktis untuk tambang bawah tanah.


Dampak psikologis lebih bagus bagi pekerja, karena shotcrete
tidak memiliki kecenderungan untuk runtuh secara massal.
Cukup efektif jika digunakan pada konstruksi yang
membutuhkan perkuatan secara cepat.
Tahan terhadap air setelah mengalami hidrasi
KEKURANGAN SHOTCRETE

Biaya pembuatan shotcrete cukup mahal.


Tidak bisa digunakan lagi jika mengalami pecah atau
keruntuhan.
Tidak ada tanda-tanda ketika hampir terjadi keruntuhan
pada struktur shotcrete.
Tidak dapat diaplikasikan pada dinding tanah dan struktur
batuan berupa pasir.
ROCKBOLT (BAUT BATUAN)

Pemasangan Rock Bolt juga


berfungsi sebagai konstruksi
penyangga sementara di samping
shotcrete. Pemasangannya adalah
dengan alat bor.

Rock Bolt dalam konstruksi


terowongan mempunyai fungsi :
o Fungsi Penahan
o Fungsi Penguat (Reinforcement)
ROCKBOLT (BAUT BATUAN)
KELEBIHAN ROCKBOLT

Lebih fleksibel memberikan reaksi penyanggaan yang cepat


setelah pemasangan
Pemasangannya dapat sepenuhnya dengan mekanisasi,
sehingga relatif lebih cepat, sehingga produktifitas kerja lebih
meningkat.
Tahan terhadap korosi & relatif murah
Kerapatannya (jumlah baut batuan per satuan luas)
Dengan mudah disesuaikan dengan kondisi batuan lokal
KEKURANGAN ROCKBOLT

Penyimpanan atau penanganan harus hati-hati.


Pemasangan baut batuan memerlukan pemantauan dan
pengujian yang khusus serta prosedur yang baik dan benar.
KEKURANGAN ROCKBOLT

Penyimpanan atau penanganan harus hati-hati.


Pemasangan baut batuan memerlukan pemantauan dan
pengujian yang khusus serta prosedur yang baik dan benar.
REAKSI SISTEM PENYANGGA DENGAN
METODE KLASIK

Menurut Prof. L.V. Rabcewikc apabila sebuah


rongga digali, maka pola distribusi tegangan
akan berubah (Stress Re-arrangement). Pada
suatu saat, suatu tatanan tegangan yang baru
akan terjadi disekitar rongga dan
keseimbangan akan tercapai dengan atau
tanpa bantuan lapisan (tergantung dari
kekuatan geser batuan, terlampaui atau
tidak).

Pada metode tunneling konvensional, efek


tekanan akibat stress re-arrangement tidak
diketahui dengan baik, sehingga seringkali
terjadi terowongan runtuh sebelum lining
concrete.
REAKSI SISTEM PENYANGGA DENGAN
METODE NATM

Menurut pengamatan suatu lapisan shocrete setebal 15 cm


yang dipakai pada terowongan 10 m dapat dengan aman
menahan beban sampai 45 ton/m2, sedang apabila dipakai baja
tipe WF-200 yang dipasang pada jarak 1 m hanya mampu
menahan 65% dari kekuatan shotcrete tersebut.

Kelebihan lain dari shotcrete adalah interaksinya denan batuan


sekeliling. Suatu lapisan shotcrete yang diberikan pada
permukaan batuan yang baru saja digali akan membentuk
permukaan keras dan dengan demikian batuan yang keras
ditransformasikan menjadi suatu permukaan yang stabil dan
keras. Shotcrete menyerap tegangan-tegangan tangensial yang
terjadi dan mempunyai nilai maksimum dipermukaan
terowongan setelah proses penggalian.

Dalam hal ini tegangan tarik akibat kelenturan mengecil dan


tegangan tekan diserap oleh batuan sekelililing. Kemampuan
shocrete memperoleh kekuatannya dalam tempo yang singkat
sangat menguntungkan, terutama karena kekuatan tarik
lenturnya/regangan akan mencapau kira-kira 30-50% dari
compressive strength setelah 1-2 hari.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai