Anda di halaman 1dari 23

Hearing Loss

Wisnu Narendratama 03011311


Dethi Yuliani 03012069
Reika Ravenski N 03012224
Ria Septi Harmia 03013243

Pembimbing:

d r. S at ri a N u g rah a W, S p T HT - KL
K E PA N I T E R A A N K L I N I K I L M U P E N YA K I T T H T
FA KU LTA S K E D O K T E R A N U N I V E RS I TA S T R I SA K T I
RSUD BEKASI
Laporan Kasus
I d e n t i t a s Pa s i e n

Nama : Tn . I H
Umur : 6 3 ta h u n
J e n i s Ke l a m i n : Laki-laki
S ta t u s Pe r ka w i n a n : M e n i ka h
Pe ke r j a a n : Pe n s i u n a n
Ta n g ga l m a s u k RS : 2 Agustus 2017
No. RM : 00-8813-xx
Keluhan Utama : Pendengaran menurun sejak 2 bulan SMRS

Keluhan Tambahan : Rasa penuh di kedua telinga (+). Batuk Pilek (-). Demam (-) Sakit kepala (-)

Riwayat Penyakit Sekarang :

Os mengeluh pendengaran menurun di kedua telinga terutama telinga kanan sejak 2 bulan SMRS. Rasa
penuh di kedua telinga (+). telinga berdengung (-), sakit di kedua telinga (-), keluar cairan (-), Sebelumnya
tidak ada riwayat mengorek telinga. Tidak terdapat demam dan sakit kepala, serta tidak ada riwayat
batuk dan pilek.

Riwayat Penyakit Dahulu :

Trauma pada telinga (-) Terpajang bising (-) DM (-) Hipertensi (-)

Riwayat Penyakit Keluarga:

DM (-) Hipertensi (-) tidak terdapat kelainan yang sama seperti pasien.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2017
Keadaan Umum
Kesan sakit : Tampak sakit ringan
Sikap : Kurang Kooperatif

Status Generalis
Kepala : normosefali
Mata :-
Leher : Pembesaran KGB (-)
Thorax : tidak dilakukan
Abdomen : tidak dilakukan
Ekstremitas : tidak dilakukan
Pemeriksaan Telinga

Kanan Kiri

Telinga Luar

Normotia Daun Telinga Normotia


Nyeri tarik helix (-) Nyeri Tarik helix (-)
Nyeri tekan tragus (-) Nyeri tekan tragus (-)

Hipermis (-) Retroaurikuler Hipermis (-)


Abses (-) Abses (-)
Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-)
Fistel (-) Fistel (-)

Liang Telinga

Lapang Lapang
Sekret (+) Sekret (-)
Serumen (-) Serumen (-)
Hiperemis (-) Hiperemis (-)

Intak Membran Timpani Intak

+ Refleks Cahaya +
Pemeriksaan Fungsi Pendengaran

Rinne : tidak dilakukan


Weber : tidak dilakukan
Schwabach : tidak dilakukan

Audiometri

Air Conduction (AC)


AD : 70 dB
AS : 53.75 dB
Bone Conduction (BC)
AD : 67.5 dB
AS : 52,5 dB

Kesimpulan : SNHL AS Sedang


SNHL AD Sedang berat
Pemeriksaan Hidung

Kanan Kiri

Pemeriksaan Luar

Normal Bentuk Hidung Normal


Deformitas (-) Deformitas (-)

Nyeri Tekan

(-) Dahi (-)


Pipi

(-) Krepitasi (-)


Rinoskopi Anterior

Lapang Cavum nasi Lapang

Tidak deviasi Septum Tidak deviasi

Hiperemis (-) Mukosa Hiperemis (-)

- Sekret -

eutrofi Konka Inferior eutrofi

eutrofi Konka Media eutrofi

Tidak di lakukan Rinoskopi Posterior Tidak di lakukan


Pemeriksaan Tenggorok

Gigi Karies (-) Karies (-)


Mukosa pipi normal normal

Lidah normoglotia normoglotia

Uvula Di tengah Di tengah

Arkus faring simetris simetris

Tonsil palatina T1 T1
Tidak hiperemis Tidak hiperemis
Kripta tidak melebar Kripta tidak melebar
Detritus (-) Detritus (-)

Dinding faring posterior Tidak hiperemis Tidak hiperemis


Permukaan licin Permukaan licin
Jaringan granulasi (-) Jaringan granulasi (-)
Resume
Berdasarkan Autoanamnesis didapatkan pasien laki-laki usia 63 tahun mengeluh
pendengarannya menurun di kedua telinga terutama kanan sejak 2 bulan SMRS. Rasa penuh
di kedua telinga (+). telinga berdengung (-), sakit di kedua telinga (-), keluar cairan (-),
Sebelumnya tidak ada riwayat mengorek telinga. Tidak terdapat demam dan sakit kepala,
serta tidak ada riwayat batuk dan pilek. Pada pemeriksaan THT di dapatkan liang telinga
kanan lapang, membran timpani intak dan reflex cahaya + sedangkan liang telinga kiri
lapang, membran timpani intak dan reflex cahaya +. Pemeriksaan hidung dalam batas
normal. Pemeriksaan tenggorokan dalam batas normal.
Diagnosis Kerja Rencana Pengobatan
Sensorineural Hearing loss (SNHL) Non Medikamentosa:
ADS
1.Stop obat tetes telinga
2.Bedrest: istirahat fisik dan mental
Diagnosis Banding
1.Noise Induced Hearing Loss (NIHL) Medikamentosa:
ADS
1.Neurodex (vit B1, B6 dan B12)
2.Prebiakusis ADS
2.Betaserc 8 mg (betahistine
3.Drug Induced Hearing Loss dihychloride

Pemeriksaan Lanjutan Prognosis


OAE (Otoacoustic Emission): untuk Ad Vitam : Ad
Bonam
menilai gerakan sel-sel rambut dan Ad Fungsionam : Ad Malam
merefleksikan fungsi koklea. Ad Sanationam : Ad Malam
Diskusi
Penurunan
Kasus pendengaran
sejak 2 bulan
63 Anamnesis
th Rasa penuh di ke 2
telinga Presbiakusis

Sudden
deafness

Liang telinga lapang


PF Membran timpani snhl
intak
Refleks cahaya
positif

SNHL AS Sedang
PP SNHL AD Sedang berat
Anatomi Telinga
Fisiologi pendengaran
Definisi

HEARING LOSS

Kehilangan pendengaran di salah satu atau kedua telinga.


Etiologi
1. Faktor usia
2. Penurunan pendengaran akibat bising (NIHL)
3. Penurunan pendengaran akibat agen ototoksik
4. Tuli mendadak (Sudden Deafness)
5. Penyakit tertentu
6. Trauma
7. Infeksi dan serumen
Gejala Klinis
Tuli mendadak
Pada iskemi kojlea dapat bersifat mendadak atau menahun secara tidak
jelas, kadang bersifar sementara tetapi biasanye menetap. Tuli dapat
unilateral atau bilateral dapat disertai tinitus dan vertigo
Pada infeksi virus, timbul dapat mendadak dan biasanya unilateral, dan
dapat disertai tinitus dan vertigo.

Presbiakusis
Gejalanya ialah berupa berkurangnya pendengaran secara perlahan-
lahan dan bersifat progresif, simetris pada kedua telinga. Keluhan
lainnya adalah tinitus nada tinggi.
Klasifikasi
1. Tuli konduktif
2. Tuli sensorineural
3. Tuli campur
Pemeriksaan Penunjang

1. Audiometri
2. OAE
3. Timpanometri
Prognosis
Prognosis dan keberhasilan penatalaksanaan tuli dipengaruhi oleh beberapa factor
diantaranya

1. onset kehilangan pendengaran

2. Ada tidaknya vertigo

(Adanya vertigo merupakan indikasi kerusakan yang lebih luas yaitu mengenai
system keseimbangan )

3. jenis audiogram pertama dan penyakit sistemik.

Paisen yang diberikan terapi secara cepat dan tepat mempunyai prognosis yang lebih
baik dibandingkan dengan pasien yang terlambat memeriksakannya.
TERIMA KASIH