Anda di halaman 1dari 46

Devia Sri Wahyuni (1711213045)

RUHILMINISA (1711211007) RuhilmiNisa (1711211007)


NADIA (1711211019) Nadia (1711211019)
SUCIYULIASAPUTRI (1711211031) SuciYuliaSaputri (1711211031)
SYIFFAKURNIAFITRI (1711212005) SyiffaKurniaFitri (1711212005)
ULFADWIRIWAYATI (1711212021) UlfaDwiRiwayati (1711212021)
INDAH SYAVIRA (1711212043) Indah Syavira (1711212043)
CYNTHIA CAHYA (1711213007) Cynthia Cahya (1711213007)
SYAHRIFAHAIMA (1711213017) SyahrifahAima (1711213017)
ORINAVANDINI (1711213033) OrinaVandini (1711213033)
MUHAMMAD FAHREZIALGHIFARI Muhammad FahreziAlghifari
(1711213043) (1711213043)
Devia Sri Wahyuni (1711213045)

Kelompok 6
ASAM NUKLEAT
asam nukleat meliputi RNA dan DNA
adalah polinukleotida di dalam nukleus sel
terdiri dari gugus fosfat, gula fentosa, dan basa
nitrogen yang memiliki fungsi sebagai tempat
menyimpan, mereplikasi dan mentranskripsi
informasi genetika.
FUNGSI ASAM NUKLEAT
1) menyimpan dan mentransfer informasi genetik
dalam sel
2) menggunakan informasi genetik yang disimpan
untuk mengarahkan sintesis protein baru dalam
sel
3) informasi genetik yang ditransmisikan dari DNA
untuk pembentukan protein dalam sel
4) RNA juga mengarahkan produksi protein baru
dengan mengirimkan informasi genetik pada
struktur protein
5) Asam deoksiribonukleat adalah tempat
penyimpanan untuk informasi genetik dalam sel
6) DNA mengontrol sintesis RNA didalam sel
FUNGSI ASAM NUKLEAT

7) Fungsi dari urutan basa nitrogen dalam tulang


punggung DNA menentukan protein yang
disintesis
8) Fungsi dari heliks ganda DNA adalah bahwa
tidak ada gangguan terjadi pada informasi
genetik jika hilang atau rusak
9) RNA mengarahkan sintesis protein
10) m-RNA mengambil pesan genetik dari RNA
11) Prosestransfer t-RNA untuk mengaktifkan asam
amino, ke tempar sintesis protein.
12) r-RNA sebagian besar hadir dalam ribosom, dan
bertanggung jawab atas stabilitas m-RNA.
Struktur Nukleotida dan Nukleosida
NUKLEOSIDA NUKLEOTIDA
Nukleosida Nukleotida
Nukleotida yang tidak berfungsi
Beberapa analog nukleosida
adalah salah satu penyebab utama
Relevansi dalam kedokteran digunakan sebagai agen antiviral
semua kanker yang diketahui saat
atau antikanker.
ini.
Nukleotida mengikuti nama yang
Contoh nukleosida meliputi sitidin,
sama dengan nukleosida, namun
Contoh uridin, adenosin, guanosin, timidin
dengan indikasi kelompok fosfat.
dan inosin.
Misalnya, 5'-uridin monofosfat.
Gula + Basa. Nukleosida terdiri dari
basa nitrogen yang terikat secara
kovalen dengan gula (ribosa atau Gula + Basa + Fosfat. Nukleotida
deoksiribosa) tetapi tanpa gugus terdiri dari basa nitrogen, gula
Komposisi Kimia
fosfat. Bila gugus fosfat nukleotida (ribosa atau deoksiribosa) dan satu
dihilangkan dengan hidrolisis, sampai tiga gugus fosfat.
struktur yang tersisa adalah
nukleosida.
Di dalam plasma darah terdapat trombosit yang akan pecah
apabila menyentuh permukaan yang kasar. Jika trombosit pecah,
enzim tromboplastin yang dikandungnya akan keluar bercampur
dengan plasma darah. Selain trombosit, di plasma darah terdapat
protombin. Protombin akan diubah menjadi trombin oleh enzim
tromboplastin. Perubahan protombin menjadi trombin dipicu
oleh ion kalsium (Ca2+). Protombin adalah suatu protein plasma
yang pembentukannya memerlukan vitamin K.

Trombin akan berfungsi sebagai enzim yang dapat mengubah


fibrinogen menjadi fibrin. Fibrinogen adalah suatu protein yang
terdapat dalam plasma. Adapun fibrin adalah protein berupa
benang-benang yang tidak larut dalam plasma. Benang-benang
fibrin yang terbentuk akan saling bertautan sehingga sel-sel
darah merah beserta plasma akan terjaring dan membentuk
gumpalan.
Tekanan parsial adalah tekanan yang
diberikan oleh gas tertentu
dalam campuran gas tersebut.
Pada materi ini yang dimaksud dengan
tekanan parsial adalah tekanan O2 dan
CO2 yang terlarut di dalam darah.
Tekanan parsial O2 diberi simbol
PO2, sedangkan tekanan parsial CO2
diberi simbol PCO2. Pada sistem
peredaran darah, tekanan parsial antara O2
dan CO2 bervariasi pada setiap organ.
Darah yang masuk ke paru- Setelah darah masuk ke jantung,
paru melalui arteri pulmoner darah yang membawa banyak
(arteri pulmonalis) memiliki PO2 oksigen dipompakan ke seluruh
yang lebih rendah dan PCO2 bagian tubuh. Pada saat darah tiba
yang lebih tinggi daripada udara di jaringan tubuh, akan terjadi
di dalam alveoli. Pada saat darah difusi O2 dari pembuluh darah
memasuki kapiler-kapiler menuju jaringan tubuh dan CO2
alveoli, CO2 berdifusi dari darah dari jaringan tubuh masuk ke
ke alveoli dan O2 yang berada di dalam darah. Setelah melepaskan
O2 dan membawa CO2, darah akan
alveoli akan berdifusi ke dalam kembali ke jantung dan dipompa
darah. Pada saat darah lagi ke paru-paru. Setiap menit
meninggalkan paru-paru, di paru-paru dapat menyerap sekitar
dalam vena pulmoner (vena 250 mL oksigen dan mengeluarkan
pulmonalis) PO2 telah naik dan sebanyak 200 mL karbondioksida.
PCO2 telah turun.
SISTEM
PERNAPASAN
MANUSIA
Pernapasan: proses pertukaran gas dari MH
dengan gas di lingkungan
Respirasi: perombakan bahan makanan
menggunakan oksigen energi dan gas sisa
pembakaran/karbondioksida
ALAT PERNAPASAN HIDUNG
Terdapat saraf penciuman/pembau
Terdiri dari dua lubang (kanan dan kiri), dibatasi
sekat hidung
Rongga hidung:
berhubungan dengan rongga mulut
Fungsi: menghangatkan, melembapkan dan menyaring
udara
Terdapat rambut halus dan selaput lendirmenyaring
udara yang masuk, mengeluarkan partikel-partikel
ALAT PERNAPASAN FARING
Faring:
di bagian
belakang rongga
hidung
lanjutan dari
saluran hidung
yang meneruskan
udara ke laring
ALAT PERNAPASAN LARING
(PANGKAL TENGGOROKAN)
Laring:
Terdiridari lempengan tulang rawan
Bagian dalam dindingnya digerakan oleh
ototmenutup glotis: lubang/celah menghubungkan
faring-trakea
Terdapat selaput suara, bergetar jika ada dilalui
udara, berbicara
Memiliki katup=epiglotis: selalu terbuka, menutup jika
ada makanan masuk ke kerongkongan
Glotis dan Epiglotis
ALAT PERNAPASAN TRAKEA
(BATANG TENGGOROKAN)
Tersusun dari cincin tulang rawan
Terletak di depan kerongkongan
Berbentuk pipa
Bagian dalam licin dilapisi oleh selaput lendir
Sel epitel silindris bersiliafungsi: menahan
debu/kotoran dalam udara agar tidak masuk ke
paru-paru
ALAT PERNAPASAN BRONKUS
(CABANG BATANG TENGGOROKAN)
Bagian yang menghubungkan trakea dengan paru-
paru
Terdapat di paru-paru kanan dan kiri
Terdiri dari lempengan tulang rawan
Dinding tersusun dari otot halus
Cabang bronkus=bronkiolus: tipis dan tidak
bertulang rawan
ALAT PERNAPASAN BRONKUS
(CABANG BATANG TENGGOROKAN)
ALAT PERNAPASAN PULMO
Diselubingi oleh selaput elastis: pleura
Letak: di dalam rongga dada, di atas diafragma:
sekat yang membatasi rongga dada dan rongga
perut
Paru-paru kanan 3 gelambir, paru-paru kiri 2
gelambir
Terdapat bronkus dan bronkiolusalveolus
Paru-paru - pleura

back
Paru-paru diafragma

back
Paru-paru - gelambir

back
Paru-paru - alveouls
PENGERTIAN DAN
FUNGSI KARBOHIDRAT
Pengertian Karbohidrat
Karbohidrat adalah

Sumber energi utama tubuh. Merupakan zat gizi


yang terdapat dalam makanan yang tersusun dari
unsur Carbon (C), Hidrogen(H), dan oksigen
(O). Sumber-sumber Karbohidrat sangat banyak
seperti beras, jagung, gandum, dll.
Fungsi karbohidrat bagi tubuh

1. Sebagai sumber Energi utama tubuh


Ini merupakan Fungsi karbohidrat yang
utama yang berperan sebagai pasokan
energi tubuh, setiap gram Karbohidrat
mengandung 4 kalori.

2. Cadangan Energi dalam otot dan hati


Keberadaan karbohidrat didalam tubuh
manusia, sebagian terdapat dalam darah
sebagai glukosa untuk energi tubuh, sebagian
terdapat pada Hati dan jaringan otot yang
diubah menjadi Glikogen, dan sebagiannya
lagi Diubah menjadi lemak dan disimpan
didalam jaringan otot yang berfungsi
sebagai cadangan energi tubuh.
Fungsi karbohidrat bagi tubuh

3. Untuk memperlancar pencernaan


Karbohidrat juga berfungsi untuk
memperlancar peristaltik usus dan
memudahkan pembuangan feses, selain itu
karbohidrat yang tidak dapat dicerna
seperti serat bisa memberikan rasa
kenyang.

4. Sebagai pemanis alami


Karbohidrat juga berfungsi sebagai
pemberi rasa manis alami pada makanan
khususnya Disakarida dan jenis
karbohidrat Monosakarida
KLASIFIKASI
KARBOHIDRAT
1. Monosakarida
Monosakarida
Berikut macam-macam monosakarida :
dengan ciri utamanya memiliki jumlah
atom C berbeda-beda :
triosa (C3), tetrosa (C4), pentosa (C5),
heksosa (C6), heptosa (C7).
Triosa : Gliserosa, Gliseraldehid,
Dihidroksi aseton
Tetrosa : threosa, Eritrosa, xylulosa
Pentosa : Lyxosa, Xilosa, Arabinosa,
Ribosa, Ribulosa
Hexosa : Galaktosa, Glukosa, Mannosa,
fruktosa
Heptosa:Sedoheptulosa
2. Disakarida
Disakarida

Disakarida dapat dihidrolisis oleh


larutan asam dalam air sehingga
terurai menjadi 2 molekul
monosakarida.
hidrolisis : terdiri dari 2 monosakatida

sukrosa : glukosa + fruktosa (C 1-2)


maltosa : 2 glukosa (C 1-4)
trehalosa ; 2 glukosa (C1-1)
Laktosa ; glukosa + galaktosa (C1-4)
3.
Oligosakarida
Oligosakar
ida
Senyawa yang terdiri dari gabungan
molekul2 monosakarida yang banyak
gabungan dari 3 6 monosakarida
dihidrolisis : gabungan dari 3 6
monosakarida misalnya maltotriosa
4.Polisakarida
Polisakarida
Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri
dari lebih 6 monosakarida dengan rantai
lurus/cabang.
Macam-macam polisarida :
1. AMILUM/TEPUNG
2. GLIKOGEN
3. INULIN
4. DEKSTRIN
5. SELULOSA
6. KHITIN
7. GLIKOSAMINOGLIKAN
8. GLIKOPROTEIN
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
KARBOHIDRAT
Kalau dilihat secara umum, jenis karbohidrat ada 3
yaitu karbohidrat monosakarida dan turunannya,
oligosakarida serta polisakarida

Sifat fisik karbohidrat monosakarida dan


aligosakarida adalah dapat larut dalam air maupun
etanol. Tapi karbohidrat jenis ini tidak larut di dalam
cairan organic misalnya pada ether, chloroform,
benzene. Monosakarida dan aligosakarida memiliki
rasa khas yaitu terasa manis.
Dilihat dari sifat kimianya, monosakarida
adalah suatu bentuk molekul yang sudah
tidak dapat di uraikan atau di pecah
kedalam bentuk yang lebih kecil lagi.
Molekul ini merupakan molekul pembentuk
oligosakarida dan polisakarida.

Sedangkan oligosakarida adalah


gabungan dari molekul-molekul
monosakarida yang dapat berbentuk
disakarida, trisakarida, dsb.
PENCERNAAN DAN
PENYERAPAN
KARBOHIDRAT
Proses pencernaan karbohidrat
Berikut ini tahapan proses pencernaan karbohidrat, yaitu:
1. Rongga mulut
2. Tenggorokan
3. Lambung
4. Usus halus
Usus 12 jari (Duodenum)

Usus kosong (Jejunum)

Usus penyerap (Ileum)

5. Usus besar dan Anus


Proses penyerapan karbohidrat
Berikut ini tahapan proses penyerapan karbohidrat, yaitu:
1. Mulut
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus halus
5. Usus besar
PENGANTAR METABOLISME
KARBOHIDRAT
1) Glikolisis
Baik dalam keadaan anaerob maupun aerob, glukosa
diubah menjadi privat melalaui serangkaian reaksi
glikolisis.
a. Isomerasi Glukosa 6-Fosfat
b. Fosforealasi Frutkosa -6-Fosfat Menjadi Frutkosa 1,6
Difosfat
c. Pembentukan Trio Fosfat
d. Interkonversi Asam 3-Fosfogliserat Menjadi 2-
Fosfogliserat
e. Pembentukan Asam Fosfoenol Piruvat
f. Hidrolisis Asam Fosfoenol Piravat Menjadi Piruvat
2) Siklus krebs
Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari
respirasi seluler. Siklus Krebs adalah reaksi antara asetil ko-
A dengan asam oksaloasetat, yang kemudian membentuk
asam sitrat. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam
sitrat, karena menggambarkan langkah pertama dari siklus
tersebut, yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam
oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat.
Dari siklus Krebs ini, dari setiap molekul glukosa
akan dihasilkan 2 ATP, 6 NADH, 2 FADH2, dan 4 CO2.
Selanjutnya, molekul NADH dan FADH2 yang terbentuk akan
menjalani rangkaian terakhir respirasi aerob, yaitu rantai
transpor elektron.
3) Glikogenesis
Mekanisme reaksi glikogenesis juga merupakan jalur
metabolisme umum untuk biosintesis disakarida dan polisakarida.
Dalam berbagai tumbuhan seperti tanaman tebu, disakarida sukrosa
dihasilkan dari glukosa dan fruktosa melalui mekanisme biosintesis
tersebut. Dalam hal ini UDP-glukosa abereaksi dengan fruktosa 6-
fosfat, dikatalis oleh sukrosa fosfat sintase, membentuk sukrosa 6-fosfat
yang kemudian dengan enzim sukrosa fosfatase dihidrolisis menjadi
sukrosa.
4) Jalur katabolisme melalui jalur HMP
Jalur HMP sangat penting untuk menghasilkan pentose yang
diperlukan untuk sintesis asam nukleat dan nukleotida yang
mengandung gugus prostetik, juga sebagai penghasil materi awal
untuk sintesis asam amino aromatic dan vitamin,dan juga berperan
dalam beberapa reaksi biosintesis.