Anda di halaman 1dari 17

BAHASA RAGAM ILMIAH

Dr. Made Sri Satyawati, S.S.,M.Hum.


Pendahuluan
- Ciri utama kehadiran lembaga pendidikan tinggi adalah kehidupan
dan perkembangan ilmu pengetahuan.
- Hal itu terlihat pada proses belajar-mengajar, penelitian, dan
pengabdian (penerapan di masyarakat).
- Ketiganya terumus dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan
(Ilmu dan watak), penelitian, dan pengabdian masyarakat.
- Proses itu melibatkan dosen dan mahasiswa.
- Dosen: pengajar, penyaji, pengaeah, ilmuwan
- Mahasiswa: pencari, penyerap, dan pengumpul ilmu pengetahuan
- Dlm proses ini, bhs menduduki posisi yang paling penting, di
samping alat-alat belajar-mengajar, laboratorium.
- Bahasa yang mempertemukan (penalaran) dosen dan mahasiswa.
- Bahasa penting untuk dipahami dan dipelajari.
- Keberhasilan proses penyerapan dan penimbaan ilmu pengetahuan
dapat ditelusuri melalui bahasa yang digunakan dalam makalah,
artikel, skripsi, karya tulis, paper, laporan, ringkasan, dsb.
Kekhususan dan Keunikan Ragam
Bahasa Ilmiah
- Menyatakan/merumuskan konsep ilmu yang
abstrak.
- Abstraksi dihasilkan melalui prosedur ilmiah:
pengamatan, percobaab, pengujian, penyajian,
atau pengolahan (analisis), dan perhitungan-
perhitungan (Bloomfield, 1939:1).
- Hasilnya terumus dalam suatu bahasa yang
dituangkan dalam kalimat-kalimat yang bernalar.
Kalimat
1.Pengertian:
- Satuan terkecil yang dapat mengungkapkan
pikiran yang utuh. Pikiran yang utuh dapat
diekspresikan dalam bentuk lisan dan tulisan.
- Lisan: kalimat ditandai dengan alunan titinada,
keras-lembutnya suara, disela jeda, dan diakhiri
dengan nada selesai.
- Tulisan: kalimat ditandai dengan huruf kapital
dan diakhiri dengan tanda akhir kalimat, seperti
tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru.
- Unsur-Unsur Kalimat Subjek, Predikat, Objek, Keterangan.
- Inti kalimat adalah Predikat (Kata Kerja, Kata Benda, Kata
Sifat, Frasa Preposisi).
- Predikat yang menentukan bentuk kalimat.
Contoh:
1. Andi pergi (Kata Kerja)
2. Andi membeli baju.
3. Andi membelikan adik baju.
4. Dalam pertemuan itu, membahas masalah kepadatan
penduduk. Dalam pertemuan itu, dibahas masalah
kepadatan penduduk
5. Andi mahasiswa (Kata Benda)
6. Andi sakit (Kata Sifat)
7. Adi di rumah (Frasa Preposisi)
Jenis Kalimat
1. Kalimat Tunggal : S+PO/Pel/Ket
2. Kalimat Majemuk Setara :
S1+P1O/Pel/Ket Kt Hubung + : S2+P2O/Pel/Ket
3. Kalimat Majemuk Bertingkat
a. S1+P1+ O (Kt Hubung +S2+P2)
b. S1(Kt Hubung +P2) + P1
c. S1+P1+Ket Ket (Kt Hubung + P2)
Ciri Kalimat Baku dalam Karya Ilmiah
1. Ketepatan tata susun (struktur)
2. Kelugasan bentuk
3. variasi
Ketepatan Struktur
Dalam membangun kalimat, kita harus meletakkan
unsur-unasur kalimat secara benar sehingga
struktur kalimat yang dibangun menjadi sebuah
kalimat yang baku.
Contoh:
Dalam hubungan ini, perlu juga kita kembali
mengutip pandangan Mustamin Daeng Matadu,
S.H.
Dalam hubungan ini, kita perlu juga mengutip
kembali pandangan Mustamin Daeng Matudu, S.H.
Kelugasan
Bahasa dalam karangan ilmiah harus lugas, padat, dan jelas.
Lugas: langsung menunjukkan persoalan, tidak bertele-tele,
dan tidak menyulitkan penafsirans isi persolan.
Padat: ekonomis dalam pemakaian bahasa tanpa mengurangi
makna
Jelas: cepat dan mudah dipahami pembaca
Contoh:
Setelah penulis menentukan sampel penelitian.
Tahapan selanjutnya adalah penulis mengadakan analisis.
Seperti yang telah diberikan melalui contoh di atas.
Setelah menguraikan tentang kekuasaan Presiden.
- Setelah sampel penelitian ditentukan.
- Tahapan selanjutnya, dianalisis berdasarkan.
- Seperti yang telah dicontohkan di atas.
- Setelah kekuasaan Presiden diuraikan.
3. Variasi
Variasi susunan kalimat:
Serangga lebih menyukai daun yang muda
daripada daun yang muda
- Daripada daun yang muda, serangga lebih
menyukai daun yang tua.
- Penelitian lanjutan secara mendalam
dilakukan sehingga berhasil menemukan
serangga lebih menyukai daun yang lebih tua
daripada yang lebih muda.
Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menimbulkan
gagasan yang sapat tepatnya dalam pikiran pendengar
atau pembaca seperti yang dipikrkan oleh pembaca atau
penulisnya.
Ciri kalimat efektif adalah:
1. Kesatuan Gagasan
2. Kepaduan
3. Kesejajaran atau Pararelisme
4. Penekanan
5. Kehematan
6. Variasi
Kesatuan Gagasan
- Kalimat efektif adalah kalimat yang menunjukkan
adanya kesatuan gagasan.
- Kesatuan gagasan ditunjukkan dengan adanya
kelengkapan informasi yang ditandai dengan
lengkapnya unsur-unsur kalimat, seperti Subjek dan
Predikat.
Contoh:
- Pada tahun ini merupakan tahun terakhir kuliahnya.
Tahun ini merupakan tahun terakhir kuliahnya
- Desa di mana saya ber-KKN sangat terisolasi. Desa
tempat saya ber-KKN sangat terisolasi.
Kepaduan
- Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun dengan
koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak
antarunsurnya.
- Kepaduan dinyatakan dengan hubungan timbal-balik yang
jelas di antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata)
Contoh:
1. Pemerintah sedang memperhatikan daripada kotanya
Pemerintah sedang memperhatikan kotanya.
2. Pembaca setelah selesai melakukan kegiatannya dapat
menangkap dan merasakan ide-ide yang dikemukakan
oleh pengarang buku itu. Setelah selesai melakukan
kegiatannya, pembaca dapat menangkap dan merasakan
ide-ide yang dikemukakan oleh pengarang buku itu.
Kesejajaran atau Pararelisme
- Pararelisme artinya menempatkan gagasan yang sama penting dan
sama fungsinya ke dalam suatu struktur atau konstruksi gramatikal
yang sama.
- Struktur atau konstruksi gramatikal dapat berupa struktur kata
benda, kata kerja, atau kata sifat atau kata berafiks aktif dan kata
berafiks pasif.
Contoh:
- Penghapusan pangkalan asing dan ditariknya pasukan ASEAN
mendapat perhatian PBB penghapusan pangkalan asing dan
penarikan pasukan asing di kawasan ASEAN mendapat perhatian
PBB.
- Tahun ini Unud sebagai pelatihan mahasiswa, sedangkan
penyelenggara depan diselenggarakan oleh PTS. Tahun ini Unud
sebagai penyelenggara pelatihan mahasiswa, sedangkan tahun
depan PTS sebagai penyelenggaranya.
Penekanan
- Inti pikiran yang terkadung dalam setiap kalimat harus dibedakan
dengan sebuah kata yang dipentingkan.
- Kata yang dipentingkan harus mendapat tekanan atau lebih
ditonjolkan daripada unsur-unsur yang lain.
- Caranya adalah dengan mengubah posisi kata di dalam kalimat:
diletakkan di awal kalimat, repetisi, pemakaian partikel penegas
lah dan kah.
Contoh:
- Pesta Kesenian Bali X diresmikan oleh wakil Presiden atau wakil
Presiden.
- Wakil Presiden meresmikan Pesta Kesenian Bali X.
- Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai
banyak dimensi, tidak hanya dimensi ekonomi, tetapi juga dimensi
politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya.
Kehematan
Kata yang digunakan harus hemat dan tidak berlebihan.
Contoh:
- Anak dari tetangga saya sudah diwisuda tahun lalu
Anak tetangga saya sudah diwisuda tahun lalu.
- Mahasiswa itu segera mengubah rancangan
penelitiannya setelah mereka berkonsultasi dengan
dosen pembimbingnya Mahasiswa itu segera
mengubah rancangan penelitian setelah berkonsultasi
dengan dosen pembimbingnya.
- Musim panas adalah merupakan musim yang
membuat hasil panen petani gagal. musim panas
adalah musim yang membuat hasil panen petani gagal.
Variasi
Variasi pola kalimat.
Contoh ;
Seorang pakar walet menyetujui bahwa alasan
penggunaan sarang walet imitasi lebih
menekankan aspek keamanan Seorang pakar
walet menyetujui bahwa alasan penggunaan
sarang walet imitasi lebih ditekankan pada
aspek keamanan.