Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK 4

1. AULYA RAHMADANI

2. BELLA MARENDA RAHMA

3. SALWA AULIA FARADIBA

4. SYAFIRA NURUL RAMADHANTI

5. UTARI YULIA SAFITRI


Pengertian Fungsi

Pleura merupakan Sebagai pelicin bagi


membran tipis terdiri dari permukaan membran dalam
dua lapisan yaitu pleura pergerakan organ.
viseralis dan pleura
parietalis. Dalam keadaan
normal berisi cairan dalam
jumlah sedikit yang disebut
cairan pleura.
Pleura seringkali mengalami
perubahan kondisi yang
dapat menimbulkan
akumulasi cairan pleura
yang disebut efusi pleura
Tujuan
Diagnostik
Membuktikan ada tidaknya cairan atau udara di
rongga pleura
Mengambil bahan pemeriksaan mikroorganisme dan
sitologi
Terapeutik
Mengeluarkan cairan / udara untuk mengatasi
keluhan
Tindakan awal (punksi percobaan) sebelum
pemasangan WSD
Prinsip

Pemberian tanda pada di punksi Pada linea aksilaris anterior


atau linea midaksilaris supaya bisa didesinfeksi dan dipasang
duk steril. Anestesi lidokain 2% dimulai dari subkutis, lalu
tegak lurus ke arah pleura (lakukan tepat di daerah sela iga),
keluarkan lidokain perlahan hingga terasa jarum menembus
pleura
Metode

Analisis cairan pleura dan serum diperiksakan pada pasien


efusi yang menjalani pungsi pleura di instalasi gawat darurat.
Pasien diikuti sampai diagnosis penyebab efusi pleura
ditegakkan.
Eksudat adalah bila efusi pleura disebabkan oleh penyakit
lokal di rongga toraks sedangkan transudat bila
efusi pleura disebabkan oleh penyakit sistemik.
Persiapan pasien
Izin tindakan dan inform consent
Foto Thoraks PA
Foto thoraks lateral dekubitus (jika masih
meragukan)
Masa perdarahan dan masa pembekuan
Alat dan
bahan

Disposable Disposable Three way 1 buah


spuit 2,5 cc 2 buah spuit 50 cc 1 buah Blood set 1 buah

Abocath no. 14
atau 16 1 buah
Alat dan
bahan

Kantong Baju operasi dan


Sarung tangan
penampungan dug steril

Masker Spuit 5cc dan lidocain


PROSEDUR

1. Pasien dipersiapkan dengan posisi duduk atau setengah duduk, sisi yang
sakit menghadap dokter yang akan melakukan punksi.
2. Beri tanda (dengan spidol atau pulpen) daerah yang akan di punksi Pada
linea aksilaris anterior atau linea midaksilaris.
3. Desinfeksi -> pasang duk steril
4. Anestesi lidokain 2% dimulai dari subkutis, lalu tegak lurus ke arah pleura
(lakukan tepat di daerah sela iga), keluarkan lidokain perlahan hingga terasa
jarum menembus pleura.
5. Pastikan tidak ada perdarahan.
6. Jika jarum telah menembus ke rongga pleura, kemudian dilakukan aspirasi
beberapa cairan pleura.
7. Bila jumlah cairan yang dibutuhkan untuk diagnostik telah cukup, tarik jarum
dengan cepat dengan arah tegak lurus pada saat ekspirasi dan bekas luka
tusukan segera ditutup dengan kasa betadin, tetapi jika bertujuan terapeutik
maka pada lokasi yang sama dapat segera dilakukan pengeluaran cairan /
udara dengan teknik aspirasi sebagai berikut:
Dengan menggunakan kateter vena No. 14
Tusukkan kateter vena No. 14 pada tempat yang telah disiapkan dan
apabila telah menembus pleura, piston jarum di tarik lalu disambung
dengan bloodset. Dilakukan sampai dengan jumlah cairan didapatkan
1000 cc, indikasi lain untuk penghentian aspirasi adalah timbul batuk-
batuk.
Dengan bantuan tree way stopcock (jarum pipa dengan stopkran)
Pasang jarum ukuran 18 pada sisi 1 dari stopkran, selang infus set
pada sisi 2 (untuk pembuangan) dan spuit 50 cc pada sisi 3 (untuk
aspirasi). Teknik:
Tusukkan jarum melalui ruang interkosta dengan posisi kran
menghubungkan rongga pleura dan spuit, sedangkan hubungan
dengan selang pembuangan terputus. Setelah jarum mencapai
rongga pleura dilakukan aspirasi sampai spuit terisi penuh.
Kemudian posisi kran diubah sehingga arah ke rongga pleura
tertutup dan terjadi hubungan antara spuit dengan selang
pembuangan cairan pleura.
Kran kembali diputar ke posisi (a), dilakukan aspirasi sampai spuit terisi
penuh, kran diputar ke posisi (b) dan cairan pleura dibuang. Prosedur
ini dilakukan berulang sampai aspirasi selesai dan selanjutnya jarum
dapat dicabut.
Cara penyimpanan cairan pleura

1. Pengambilan sample pertama,setelah dari


spouit diletakkan pada pot penampungan
2. Apabila pemeriksaan yang dilakukan banyak
maka wadah penampungan digunakan
kantung seperti kantung donor darah
3. Pada pemeriksaan WDS digunakan botol
khusus WDS
Parameter Pemeriksaan

1. Rontgen dada
2. CT scan dada
3. USG dada
4. Torakosentesis
5. Biopsi Pleura
6. Bronskopi
TERIMAKASIH